NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pengantin Pengganti / Balas dendam pengganti / Roman-Angst Mafia
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: swetti

Leira Anggara sang pemimpin dunia gelap bawah tanah terpaksa harus menjadi pengantin pengganti adik kembarnya demi menuntut balas pada kekasih pria yang di jodohkan dengannya. Ia terus mengumpulkan bukti kejahatan Flomy yang telah membayar orang untuk memperkosa adik kembarnya yang bernama Leika hingga Leika memilih untuk bunuh diri. Sampai ia mendapatkan bukti, ia menghukum Flomy dan mengirimnya ke penjara.
Namun dalam mencari bukti tersebut, Leira mengalami banyak kesulitan karena Bima Putra sang suami sangat mencintai dan mempercayai Flomy. Apapun yang ia lakukan selalu di tentang oleh suaminya sendiri. Hingga pada akhirnya Leira harus menjauhkan keduanya dengan membuat Bima jatuh cinta padanya.
Bagaimana kehidupan Leira dan Bima setelah itu? Apakah Leira memilih pergi dan melanjutkan kehidupan yang sebenarnya atau ia memilih melanjutkan hidup bersama Bima?
Yuk dukung kisahnya mau sad ending atau happy ending tergantung suport dari readers ya. Terima kasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon swetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BENDA ITU...

Sedikit mengandung kata & adegan vulgar. Happy Reading!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

" Aku tidak mau."

Deg...

Bima langsung menatap Leira, " Kenapa tidak mau? Aku sudah memberikan kesempatan padamu untuk pergi dariku, kenapa tidak kau manfaatkan dengan baik kesempatan ini?" Selidik Bima.

" Em aku.. Aku.." Leira menghembuskan kasar nafasnya. Ia juga tidak tahu kenapa ia memilih mempertahankan hubungan ini.

" Kamu ingin hidup bersamaku?" Tanya Bima.

" Secara tidak sengaja kondisimu saat ini terjadi karena aku. Setidaknya aku akan bertanggung jawab untuk merawatmu." Ujar Leira, Bima merasa kecewa mendengar jawaban Leira. Ia pikir Leira mau bersamanya karena memang keinginan dari hatinya.

" Kalau hanya karena tanggung jawab, aku rasa tidak perlu. Lagian ini bukan salahmu." Ucap Bima.

" Benarkah?" Tanya Leira memajukan wajahnya, ia menatap Bima.

Deg... Deg... Deg...

Jantung keduanya berdetak kencang ketika manik mata mereka bertemu.

" Be.. Benar." Sahut Bima gugup.

" Tapi itu tidak benar. Mama dan nenek pasti menuntut tanggung jawab dariku, apalagi mama kamu. Mereka semua menyalahkan aku atas insiden ini." Ujar Leira.

" Kau tidak perlu mencemaskan mereka, aku akan memberi pengertian pada mereka." Sahut Bima.

" Ya sudah kalau begitu. Kalau memang maumu seperti itu, aku akan pergi."

Leira beranjak dari tempatnya, tiba tiba Bima mencekal tangannya.

" Jangan pergi!" Leira menyembunyikan senyumannya.

" Bantu aku ke kamar mandi." Imbuh Bima.

" Baiklah karena kamu meminta, maka akan aku bantu." Sahut Leira. Bima tersenyum mendengarnya.

" Sebentar, aku ambil kursi roda dulu." Leira segera keluar menuju ruangan suster. Bima menatapnya sambil tersenyum.

" Kalau keadaanku sekarang bisa membuatmu tetap tinggal, maka aku rela menjadi seperti ini seumur hidupku." Gumam Bima.

Tak lama Leira kembali dengan mendorong kursi roda.

" Ayo aku bantu." Ucap Leira.

" Bantu aku kancingin baju dulu." Ujar Bima yang memang belum pakai baju dengan benar karena tadi terpasang alat alat medis.

" Kamu kan punya tangan, kancingin sendiri lah nggak usah manja." Ujar Leira.

Bima mengangkat tangannya ingin mengancingkan baju, ia melirik Leira yang sedang mengamatinya.

" Awh.. Tangan aku sakit Lei." Rintih Bima.

" Ckk.. Sini aku bantu." Terpaksa Leira membantu Bima mengancingkan bajunya.

Glek...

Leira menelan kasar salivanya ketika melihat dada bidang Bima. Tanpa sadar tangannya mengelus dada itu. Mendapat sentuhan seperti itu membuat Bima memejamkan mata. Ada gelenyar aneh merambat ke dalam hatinya.

" Leira, jangan mancing mancing aku." Ucap Bima masih memejamkan mata.

Leira menatap Bima, sontak ia langsung menarik tangannya.

" Sorry!" Ucap Leira.

" Tidak apa apa, ini milikmu. Kamu bebas memainkannya kapan pun."

Mata Leira membulat sempurna mendengar ucapan Bima.

" Mesum!!!" Cebik Leira memukul pelan dada Bima.

" Awh sakit yang." Rintih Bima.

" Apa?"

" Sakit, sayang."

Blush...

Pipi Leira mendadak merah merona. Entah mengapa hatinya merasa senang mendapat panggilan sayang dari Bima.

" Pipi kamu merah sayang." Ucap Bima menggoda Leira.

" Apaan sih. Mana ada pipiku merah, biasa aja." Sahut Leira kembali mengancingkan baju Bima. Bima tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa memiliki kesempatan berdekatan dengan Leira.

" Sudah, sekarang aku bantu ke kursi roda." Ucap Leira.

" Apa kamu kuat gendong aku? Kakiku tidak bisa di gerakkan." Ujar Bima.

" Kita coba saja, kalau tidak di coba belum tahu hasilnya." Sahut Leira.

Leira mengalungkan tangan Bima ke pundaknya.

" Turun pelan pelan!"

Dengan susah payah Leira membantu Bima duduk di kursi roda.

" Rupanya kamu berat juga." Keluh Leira mendudukkan Bima ke kursi rodanya. Namun ketika Bima sudah duduk, Leira yang membenarkan posisi dari membungkuk ke berdiri tiba tiba kakinya tersandung roda kursi tersebut hingga ia kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Tiba tiba...

Grep...

Bima menarik Leira jatuh ke pangkuannya. Refleks Leira mengalungkan tangannya ke leher Bima.

Deg.. Deg.. Deg..

Lagi lagi jantung keduanya berpacu dengan cepat. Melihat kesempatan ini Bima langsung menekan tengkuk Leira dan mencium bibir Leira. Mendapat serangan mendadak seperti ini membuat Leira seperti orang linglung. Matanya membulat sempurna hingga menyebabkan bibirnya sedikit terbuka. Kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Bima. Ia menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchi mulut Leira.

Leira mencoba mendorong Bima agar Bima melepaskan ciumannya namun sepertinya tenaga kecilnya tidak mempengaruhi kegiatan Bima.

" Emph.. emph... " Leira mencoba melepaskan diri, namun Bima seperti singa yang kelaparan.

Alhasil Leira menggigit bibir Bima.

" Awh shh!!!" Bima melepaskan ciumannya, ia mengusap bibirnya yang ternyata berdarah.

" Kamu sadis bener yank." Ucap Bima merasakan perih pada bibirnya.

Leira beranjak, ia berdiri di depan Bima.

" Makanya jangan asal nyosor aja! Kamu mencuri ciumanku Bim." Ucap Leira.

" Bibir kamu manis banget Lei, aku suka." Ucap Bima menyeringai.

" Tau ah." Sahut Leira. " Jadi ke kamar mandi apa tidak? Kalau tidak aku mau pergi sebentar." Sambung Leira.

" Eh jadi donk. Ayo bantu aku!" Mendengar Leira mau pergi, tentu saja Bima akan menggunakan seribu alasan untuk menahannya.

Leira mendorong kursi roda Bima menuju kamar mandi. Leira membuka closet duduk lalu membantu Bima duduk di atasnya.

" Celananya belum di buka yank."

Leira melongo dengan mata melotot dan mulut sedikit terbuka.

" Apa?" Leira mengerutkan keningnya takut pendengarannya tidak berfungsi dengan baik.

" Celananya belum kamu buka, terus gimana caranya aku mau buang air? Apa aku harus ngompol di celana gitu." Ucap Bima.

" Ya Tuhan, gue udah seperti lagi ngurus bayi aja. Masih mending bayi belum ngerti apa apa. Nah ini? Bayi gedhe. Kalau gue yang buka celananya, gue bakal lihat dong tuh benda pusaka yang katanya sangat keramat karena kalau berhasil di sentuh benda itu bakal tekdung sembilan bulan. Ih ngeri." Ujar Leira dalam hati.

" Sayang."

Suara Bima membuyarkan lamunan Leira.

" Ah iya. Masalah itu kamu bisa atasi sendiri. Aku tunggu di luar." Ujar Leira.

" Kakiku nggak bisa bergerak yank. Tanganku juga masih sakit, punggungku juga. Gimana aku bisa melepas celana itu sayang." Ujar Bima.

" Aish merepotkan saja." Gerutu Leira.

" Nggak baik ngomong gitu sama suami sendiri yank. Katanya kamu mau rawat aku, baru beberapa jam aja udah ngeluh. Apa mending aku nggak sadar kayak kemarin kemarin aja kali ya."

" Eh jangan jangan!" Sahut Leira. " Aku akan melepasnya." Imbuh Leira.

Leira menghembuskan kasar nafasnya, ia berjongkok di depan Bima. Tangannya mulai terulur ke celana panjang yang di pakai oleh Bima. Dengan mata terpejam, Leira menurunkan celana kolor itu dengan perlahan.

Deg...

Jantung Leira berdetak sangat kencang ketika tak sengaja tangannya menyenggol sesuatu yang begitu empuk baginya.

" Apa ini? Apa aku menyenggol benda keramat itu? Kenapa terasa kenyal seperti jelli?" Ujar Leira dalam hati.

" Sayang, kamu sengaja menyentuhnya. Apa kamu ingin menggodanya?"

Deg....

Leira mendongak menatap Bima tanpa menatap sesuatu yang begitu keramat di depannya.

" Kenapa aku harus menggodanya? Bukan aku yang menggoda tapi itu kamu yang tergoda."

Srekkk...

Leira menurunkan celana Bima dengan cepat. Setelah itu ia berlari keluar kamar mandi. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok sambil mengatur nafasnya.

" Ya Tuhan, ini belum ada sehari. Gimana aku bisa melewati hari hari berikutnya? Apalagi kalau dia minta di dimandiin, apa aku bisa tahan?" Gumam Leira.

Bima yang berada di dalam kamar mandi tersenyum puas bisa mengerjai Leira.

" Sekarang kamu masih malu malu, tapi besok besok aku pasti akan membuatmu mengandung ke sepuluh anakku, sayang."

TBC...

1
Cindy
lanjut
Cindy
next
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
kalau berhenti jadi mafia ya ga seru lah mak nia🤣
VANESHA ANDRIANI: hh bener ya kak.. makasih suportnya
total 1 replies
kriwil
apa felix bakal jadi musuh lei🙄
VANESHA ANDRIANI: enggak lah kan sohib setia
total 1 replies
kriwil
makan tuh penolong palsumu bimo
VANESHA ANDRIANI: hah Bimo? 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
kriwil
balas perkosa balik dong biar impas
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Santi Sukmawati
seruuuu
VANESHA ANDRIANI: makasih kak
total 1 replies
Santi Sukmawati
emng lu salah orang dodol
VANESHA ANDRIANI: hhh jitak aja kepalanya kak.. makasiih suportnya
total 1 replies
Santi Sukmawati
ku kira flomy cowo ternyata cewe
VANESHA ANDRIANI: cewek kak makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI
siap
Moes Rifah
🌺🌺🌺🌺
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
VANESHA ANDRIANI: makasih di tunggu bintang limanya ya
total 2 replies
Cindy
lanjut
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
VANESHA ANDRIANI
siap makasih suportnya
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
VANESHA ANDRIANI: siap makasih suportnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!