NovelToon NovelToon
I Hate You, But I Can'T Hate You

I Hate You, But I Can'T Hate You

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:108.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Salsa mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Fariz, yang paling menyebalkan semuka bumi, dan yang anehnya kakaknya itu mempunyai asisten sekaligus bodyguard yang tidak kalah menyebalkan, namanya Ares. Laki-laki yang selalu berpakaian serba hitam, jarang bicara dan beraura dingin. Berada didekat Ares selalu membuat Salsa seperti berada ditengah-tengah pemakaman.

Ares jauh dari tipe lelaki idaman Salsa. Tapi, sayangnya atau sialnya, perintah Fariz tidak bisa diganggu gugat ketika ia memerintahkan Ares untuk menikah dengan Salsa!

Peristiwa demi peristiwa yang membahayakan nyawa Salsa justru membuat Salsa dapat melihat sisi manis Ares. Sebuah sisi yang membuat rasa aneh tumbuh diantara keduanya.

Akankah rasa itu akan terus tumbuh dan berbunga? Ataukah mati berguguran ketika rahasia dari sebuah jawaban yang selama ini Salsa cari telah terungkap?
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berubah Pikiran?

Salsa membuka kedua matanya perlahan, namun sebelum kelopak matanya terbuka sempurna, tiba-tiba Salsa tersentak cemas, halusinasinya membuatnya terasa masih di dalam air, ia terjebak di dalam sana tanpa bisa menggapai apa pun. Namun sebuah dekapan hangat yang menenangkan, halusinasinya memudar, dadanya yang terasa sakit karena menahan napas perlahan terasa membaik. Usapan lembut pada kepala juga punggungnya membuat Salsa seketika merasakan tubuhnya menghangat.

"Kamu baik-baik saja, Salsa. Kamu sudah baik-baik saja." Suara itu berbisik lembut.

Salsa membuka mata sepenuhnya. "Ares?" Lirih suaranya menusuk hati Ares yang merasa begitu kalut tadi.

"Ya, saya disini."

"Aku berhasil. Tadi aku berhasil mengapung tujuh belas detik." kata Salsa memamerkan keberhasilannya pada Ares meski dengan suara lemah.

"Bodoh." Ares semakin mengeratkan dekapannya. Apakah Salsa tidak tahu bagaimana murkanya Ares saat tahu Salsa tenggelam di rumah utama. Bagaimana dengan begitu banyak penjaga dan satu pengawal khusus, Salsa bisa sampai tenggelam? Dia bahkan tak segan menghajar semua pengawal karena dianggap lalai menjaga dan melindungi Salsa, termasuk menghajar Nura.

"Kemarin di tempat les.. aku berhasil dua puluh detik." Salsa mendongakkan wajahnya, ia tidak dapat melihat jelas wajah Ares, dia hanya melihat bagaimana rahang pria itu berkedut. "Mungkin karena di tempat les ada pelatih dan kolamnya cetek. Tapi tadi, aku langsung coba di kolam yang dalam. Hehehe."

"Kenapa kamu begitu bodoh." kata Ares, namun dekapannya menunjukkan kebalikan dari kata-kata pedasnya.

"Entahlah, mungkin karena aku jatuh cinta?" Salsa kembali menyandarkan pipinya pada dada bidang Ares.

Untuk beberapa saat yang sunyi, mereka terdiam, merasai masing-masing jantung mereka yang saling berdebar.

"Res,"

"Hm,"

"Apakah aku hanya sebuah tugas yang kamu terima dari Kak Fariz? Apakah aku benar-benar hanya sebatas itu?"

Tidak! Kamu lebih dari apa pun, Salsa. "Ya, begitu lah." Jawab Ares mengingkari kata hatinya.

Salsa mendesah pasrah. Ada kekecewaan pun kesedihan, tapi...

"Tapi kenapa jantung kamu berdetak cepat sekali? Gugup sama aku, kah?" Salsa mendongakkan kembali wajahnya, dia berharap dapat melihat perubahan ekspresi pada wajah manusia batu itu, tapi harapannya hanya harapan semu.

"Ya." jawab Ares.

Oh, Tuhan... apakah insiden tenggelamnya kali ini memberikan Salsa sebuah....

"Karena jika terjadi sesuatu padamu, Tuan Fariz akan menghabisi saya." Ares meneruskan kalimatnya seraya melepaskan dekapannya meski rasanya begitu enggan.

Salsa tersenyum sakit. "Huh, padahal aku nyaris mati, tapi kamu tetap saja menutup hatimu."

"Sudah saya bilang jangan berubah demi orang lain."

Salsa mengerucutkan bibirnya, "Kalau memang begitu, seharusnya kamu jaga jarak dari aku, seharusnya kamu nggak perlu mendekapku seperti barusan, kamu hanya memberikanku harapan kosong."

"Saya hanya menjalankan tu-"

"Ya... ya... ya... tugas!" Potong Salsa seraya memutar bola matanya dengan malas. "Bisa tolong kamu panggilkan Nura saja? Melihatmu mengkhawatirkan aku hanya karena kamu takut dengan Kakakku membuat hatiku sakit." Salsa memalingkan wajahnya dari Ares. Tak memungkiri dirinya kecewa dan terlalu gusar untuk menghadapi situasi menyedihkan seperti ini.

Ares meringis samar mendengar ucapan Salsa, andai saja Salsa tahu Ares sanggup membakar dunia untuk dirinya. Ia kemudian bangkit untuk memanggil Nura yang siaga di depan pintu kamar Salsa.

"Nura?! Apa yang terjadi? Kenapa wajah lo lebam-lebam gitu?" Salsa melebarkan kedua matanya begitu melihat wajah Nura yang dihiasi beberapa lebam.

"Saya terpeleset, Nona." jawab Nura tanpa melirik kepada siapa pun.

"Kepeleset? Lo pikir gue bodoh? Memangnya lo jalan pake muka bukan pake kaki? Coba mendekat, biar gue lihat!" Salsa berusaha menegakkan tubuhnya yang lemas.

"Saya baik-baik sa-"

"Kesini!" Titah Salsa tegas meski lemah.

Nura akhirnya mendekati Salsa, melangkah melewati Ares yang berdiri tak jauh dari pintu.

"Coba duduk disini, gue mau lihat."

"Tapi Nona, saya bai-"

"Duduk!"

Nura menurut, dia duduk di tepi tempat tidur tepat di depan Salsa. Melihat bukan hanya lebam yang menghiasi wajah Nura, tetap juga ada luka pada sudut bibir dan pada salah satu lubang hidungnya.

"Lo dipukuli siapa sampai begini, Nur?" Tanya Salsa, ekspresinya meringis dan juga kesal melihat bagaimana Nura bisa babak belur begitu, dan pengawalnya itu malah bilang kalau dia hanya terpeleset? Cih, anak TK pun tahu kalau luka-luka itu karena pukulan yang keras.

"Saya-" Sebelum Nura menjawab, Salsa memicingkan matanya menatap Ares yang diam saja disana, tanpa menunjukkan ekspresi apa-apa.

"Apa ini ulah kamu, Res? Kamu pasti yang pukulin Nura, kan? Iya, kan?"

"Nona saya-"

"Dia pantas mendapatkannya." Sahut Ares menyela Nura.

"Apa?!" Salsa begitu syok mendengarnya. "Tapi kenapa? Apa salah Nura?"

"Dia telah lalai menjagamu sampai kamu tenggelam."

Salsa mendengus jelas, dia menatap tajam pada Ares, "Bagaimana mungkin kamu memukul perempuan?"

"Dia pengawal."

"Tapi Nura tetap seorang perempuan!"

"Dia sudah tahu resiko dari pekerjaannya."

"Kalau begitu kemana kamu?! Bukankah kalau memang aku adalah barang yang memang harus kamu jaga, seharusnya kamu yang menjagaku! Bukan Nura, bukan para pengawal-pengawal itu, tapi kamu!" Tunjuk Salsa dengan tangannya yang masih tremor.

Ares terdiam. Hatinya sakit mendengar bagaimana Salsa mengumpamakan dirinya sebagai barang titipan yang harus Ares jaga.

"Kalau memang begitu caramu, seharusnya kamu juga menghukum dirimu sendiri, seharusnya kamu juga mematahkan hidungmu sendiri, karena aku pun pernah tenggelam di curug saat sedang dalam pengawasanmu!" kata Salsa dengan nada tajam dan penuh kemarahan.

"Kamu benar. Saya akan mematahkan hidung saya nanti." jawab Ares tanpa tangga nada dalam suaranya.

* * *

Salsa benar-benar merasa tersiksa dengan tubuhnya yang seperti orang lumpuh, kakinya yang seperti tidak memiliki tulang membuatnya kesulitan untuk berjalan hanya dari kasur ke kamar mandi. Beberapa kali dia berusaha untuk berdiri, tapi dia selalu terjatuh. Sampai rasa kesal dan putus asa membuatnya menangis menyedihkan. Ia ingin mandiri, dia ingin menjadi perempuan yang tangguh, apa yang terjadi pada Nura membuat Salsa berpikir kembali, apakah usahanya sepadan hanya untuk mendapatkan seorang pria yang memukul perempuan?

Pintu kamarnya dibuka setelah diketuk tiga kali, Ares masuk setelah membuka pintu. Salsa dapat melihat sebuah plester dan kain kassa menempel pada tulang hidung pria itu. Salsa hendak bertanya karena rasa khawatir, tapi dia urungkan niatnya, disingkirkannya rasa kekhawatirnya yang membuncah dalam dadanya. Dia tidak penasaran kenapa hidung Ares diperban, tentu saja pria itu telah menepati kata-katanya untuk mematahkan hidungnya.

"Sebaiknya kamu periksa hidungmu ke dokter." kata Salsa tanpa melihat Ares.

"Hidung saya akan baik-baik saja, Jon sudah mengobatinya."

"Jon?" Salsa mengernyit.

"Dia pandai mengobati patah tulang." Jelas Ares dengan singkat.

Salsa kembali memalingkan wajahnya, dia berusaha menggapai pinggiran meja di samping tempat tidurnya lagi sebagai tumpuannya untuk berdiri.

Ares sigap untuk membantu Salsa, tapi Salsa refleks menepis tangan Ares hingga dirinya kembali jatuh terduduk di tepi kasur.

"Jangan menyentuhku." ucap Salsa dengan nadanya yang dingin.

"Saya hanya ingin membantumu."

"Nggak perlu!" Lagi-lagi Salsa menolak uluran tangan Ares. "Aku nggak mau disentuh oleh laki-laki yang memukul perempuan."

"Bagus kalau kamu menyadarinya."

Salsa menatap Ares dengan tatapan tak percaya. "Bagaimana bisa kamu begitu?"

"Bisa. Karena ini lah saya. Kamu lupa kalau saya mantan narapidana kasus pembunuhan?"

"Apakah itu menjadikanmu berhak memukuli perempuan?"

Itu menjadikan saya mempunyai alasan untuk tidak pantas memilikimu.

"Kalau iya, apakah kamu akan berubah pikiran?" tanya Ares dengan sorot matanya yang tajam.

"..."

.

.

.

Bersambung~

1
Idha Mamanya Afwa Idhan
🤣🤣🤣
Idha Mamanya Afwa Idhan
suit....suit....langsung gas....🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
loe sih Meisya...🤣
Idha Mamanya Afwa Idhan
seruuu
Idha Mamanya Afwa Idhan
agak sebel dngan sikap Salsa...
Idha Mamanya Afwa Idhan
aduh...cepat Ares Salsamu dalam bahaya...
Idha Mamanya Afwa Idhan
sedih yaa.... Ares mengsedihkan...
Idha Mamanya Afwa Idhan
👍👍
Idha Mamanya Afwa Idhan
Mantap Salsa...👍👍👍
Idha Mamanya Afwa Idhan
semangat Salsa....yakinkan Ares tentang persaanmu👍💪💪
Idha Mamanya Afwa Idhan
akhirnyaaa....😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
iya deh yang lagi cemburu....🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
nah loh...mkanua jngan asal ucap...🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
au...au...au...🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
😄😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
nah loh nah loh...😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
🤭🤭🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
tenang Ares...Salsamu sdah mulai nyaman..🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
sudah mulai tumbuh tuh benih²😄😄
ciwizay
2 kali baca karya othor ini ,ceritanya sangat bagus gak rugi marathon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!