NovelToon NovelToon
Tentang Jiwa Dokter

Tentang Jiwa Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Duniahiburan / Cinta Terlarang / Dokter / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

persahabatan segitiga antara Tobia, seorang laki-laki tampan cekatan dan penyayang yang sudah bekerja sebagai perawat dengan Mada, seorang gadis periang yg masih kuliah semester 5, mereka tumbuh bersahabat sejak Mada pindah rumah saat usianya 9 tahun. Akankah persahabatan ini berubah menjadi rasa lain atau akankah persahabatan ini menjadi aneh karena kehadiran dokter Harun diantara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TITIK BALIK

PILIHAN!!!

Semua orang pasti akan bertemu dengan yang nanya pilihan. Bukan pilihan presiden, atau wakil rakyat lainnya, tapi tentang pilihan-pilihan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian orang akan menganggap semua pilihan itu adalah bagian dari moment istimewa, sebagian orang lainnya akan menganggap pilihan itu sebagai sesuatu hal yang sangat menyiksa. Dan ada juga sebagian lainnya lagi menganggap pilihan sebagai salah satu bab pelengkap dalam cerita sejarah kehidupan.

Kita ada di bagian lain yang mana?

......,.........

Kita menuju ke Lais yang sibuk di lobi, di salah satu sudut kampusnya sore itu sebelum ia pulang kerumah...

"Is!! Nanti tanyain kakakmu ya, ada lowongan kerja nggak di rumah sakit tempat Bang Tobia kerja. Kakakku lulus keperawatan tahun kemarin, tapi sudah lamar ke mana-mana belum ada panggilan." seru salah satu kawan Lais.

"Kenapa tidak langsung daftar ke rumah sakitnya saja?" jawab Lais sedikit heran dengan keinginan kawannya.

"Kalau kakakmu yang bantu masukin kerja, pasti akan mudah diterima kan?" tanya polos kawan Lais.

"Loh, kok bisa? Mas Tobia itu cuma perawat. Bukan HRD." jawab Lais sambil terkekeh.

"Heleh,tolong lah is, bilang dulu sama abangmu. Ya?" kata teman Lais seraya mengatupkan kedua tangan di dada, sebagai simbol memohon dengan sangat.

"Kamu ini, gimana caranya aku tanya sama Mas Tobia coba." Lais masih tidak bisa menyetujui permintaan kawannya itu.

"Ya bilang aja gini : 'Mas, kakaknya temenku sudah lulus D3 keperawatan tahun lalu, tapi blm mendapat panggilan kerja, Mas Tobia bisa bantu masukin ke rumah sakit tempat Mas Tobia kerja nggak?' gitu aja is." teman Lais terlihat mendikte Lais.

"Itu nanti namanya KKN! Abangku paling anti sama hal-hal begituan." jawab Lais tegas.

"Bukan KKN. Tapi memanfaatkan kekuatan tenaga dalam." teman Lais masih saja ngeles.

"Dipikir sinetron 'wiro gendheng' apa? pakai tenaga dalam segala. Hahahaha...." Lais terkekeh mendengar kalimat kawannya itu.

"Ya makanya, tolonglah coba dulu. Ya?" kawan Lais tak lelah merayunya.

"Tapi jangan kecewa, kalau ternyata abangku tak bisa membantunya."

"Iya. Yang penting kan sudah usaha." teman Lais benar-benar gigih,sampai akhirnya bisa meluluhkannya.

"Okelah. Nanti aku tanyakan." finally jawaban Lais membuat senang kawannya itu.

Saking senangnya, kawan Lais itu memeluk erat tubuh Lais tanpa ampun sambil berkata terima kasih berulang kali.

Lais yang sudah terbiasa dengan kelakuan kawannya itu, hanya diam dan membiarkan tubuhnya dipeluk erat.

"Cih!! Tomat comot tomat." kata seorang gadis yg lewat di dekat Lais sambil memandang sinis pada Lais.

"Dih, ngiri!! Bilang aja pengen dipeluk juga." seru kawan Lais.

"Ih, jijay.... Ogah sama BL ! week !!!!" balas si perempuan sambil menjulurkan lidah nya.

"Dih! malah ngatain! Dasar lesbi!" Hans ,teman Lais kembali meneriaki si perempuan.

"Dia ngatain kita BL?! BL yang begituan?!! " Lais baru menyadari kalimat-kalimat si perempuan.

"Dih!! pura-pura polos." si perempuan masih mengejek ke arah Lais dan Hans.

"Dia siapa sih?! Sok cantik banget!" amarah Lais mulai terpancing.

"Nggak usah diladeni! Dia perempuan sinting!" kata Hans sambil menarik Lais menjauh.

"Kalian yang nggak normal!!" teriak si perempuan.

"Heeh!!" teriak Lais semakin terpancing.

Hans tak ingin memperpanjang perdebatan. Ia segera menarik Lais semakin menjauh.

"Kurang ajar banget sih perempuan itu! Kita beri pelajaran dulu!" seru Lais pada Hans sambil mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Hans.

"Nggak usah! Nanti kamu yang repot. Dia itu manja. Kalau kena masalah, suka bawa-bawa bapaknya." Hans mencoba menenangkan Lais.

"Heleh, aku tak takut sama bapaknya. Memang siapa bapaknya?!" Lais masih terlihat tidak terima.

"Katanya salah satu pengusaha kaya. Orang terpandang di kota sebelah."jawab Hans sambil memainkan layar ponselnya.

"Heleh, cuma anak pengusaha. Gayanya macam anak presiden." kata Lais sambil memicingkan sebelah matanya.

"Pengusaha kaya, bisa melakukan apa saja dengan uang yang dia punya. Jangan asal bicara kamu. Bisa-bisa kena masalah,terus masuk penjara." kata Hans tanpa memalingkan pandangannya dari layar ponsel.

"Mana bisa? Aku salah apa? Dia yang mulai!" Lais kembali meradang.

Saat itu pula, ponsel yang ia simpan di saku celana berdering, sebagai tanda ada panggilan masuk.

"Halo ,Pak." jawab Lais sambil menempelkan ponsel ke telinga kanannya.

"Kamu dimana?" terdengar suara pak Brady dari seberang panggilan.

"Masih di kampus,Pak. Bentar lagi pulang." jawab Lais.

"Jangan mampir-mampir, ada yang mau bapak bicarakan penting." kata pak Brady lagi.

"Aduh, Pak. Aku terlanjur janji nemenin kawan ke toko buku. Penting banget kah?" Lais tampak penasaran dengan apa yang akan dibicarakan bapaknya.

"Ini benar apa tidak ya, kalau bapak tanya ditelepon. Bapak cuma mau tau, sebenarnya kakakmu itu punya pacar apa belum?" pak Brady pun tampak tak bisa lagi menahan rasa penasarannya.

"Cuma mau tahu itu saja? Sebenarnya aku juga belum yakin sih ,Pak. Memangnya ada apa, kok bapak tiba-tiba menanyakan hal aneh seperti itu?" Lais balik bertanya.

"Kalau belum punya pacar, bapak berniat menerima ajakan kawan bapak, untuk mengenalkan kakakmu itu sama anaknya kawan bapak." jawab paka Brady santai.

"Haaah??! Bapak yakin sama yang bapak katakan barusan?" Lais terperanjat kaget mendengar kalimat santai ayahnya barusan.

"Bapak juga nggak mau memaksanya. Kenapa sih, reaksi kalian bisa kompak?!" pak Brady terdengar sedikit kesal.

"Kalian?? siapa yang Bapak maksud?" Lais sedikit bingung.

"Siapa lagi,, ya kamu sama ibumu." jawab pak Brady lugas.

"Bapak ini juga aneh. Nggak ada angin, nggak ada mendung, tiba-tiba bawa hujan." kata Lais sedikit terkekeh.

"Bapak kan juga cuma kalau saja mereka mau. nggak maksa juga. Kalian saja yang reaksinya berlebihan." jawab pak Brady.

"Lah,,, malah nyalahin kita." Lais menepuk jidat mendengar kalimat dari pak Brady.

"Sudah, selesaikan kegiatanmu hari ini, dan cepat pulang." kata pak Brady lalu menutup teleponnya begitu saja.

Lais menjadi semakin penasaran. Diam beberapa saat sambil berpikir.

"Kalau memang repot, ke toko buku besok juga tak apa is." Hans sepertinya sangat mengerti Lais.

"Bentar, aku coba tanya ibu dulu. Aku masih tak paham yang dimaksud bapakku tadi." kata Lais sambil mengernyitkan dahi.

"Sebaiknya kamu pulang saja. Kalau memang penting." kata Hans memberi saran.

"Aku telpon ibu dulu." kata Lais sambil mencari nama kontak Bu Vriana.

'RATU SURGA', begitulah Lais menamai ibunya.

 

Bu Vriana yang saat itu juga masih duduk termenung memikirkan ide suaminya, menatap layar ponsel yang ia letakkan di meja didepannya.

Bu Vriana tampak bingung menatap nama kontak di layar ponselnya yg bertuliskan "BUJANG SULUNG MAMAH". Bu Vriana tampak ragu untuk menghubungi Tobia. Bu Vriana belum menemukan kalimat yang tepat, agar anaknya tidak merasa terbebani.

Namun beberapa saat kemudian, layar ponselnya berdering. namun kontak yang memanggil 'BUJANG MANJA MAMAH'. raut wajah Bu Vriana tampak sedikit panik.

"Ah, kenapa Lais menelepon? Dia tahu sesuatu kah?jangan-jangan Lais kerja sama sama bapaknya." gumam Bu Vriana dengan ekspresi curiga.

"Aku harus bagaimana memulai bicara?" kata Bu Vriana tak segera mengangkat telpon dari Lais.

Sampai akhirnya panggilan kedua pun dari Lais lagi. Bu Vriana memberanikan diri menerima panggilan Lais.

"Bu, ibu dimana?" sapa Lais dari seberang telepon.

"Dirumah. Jam segini memangnya mau kemana?" jawab Bu Vriana seadanya.

"Kok lama angkat telponnya." protes Lais.

"Anu, tadi ibu lagi repot. Ada apa telpon?" Bu Vriana berusaha menutupi keinginan suaminya dari Lais.

"Bapak itu kenapa sih,Bu? Tadi tahu -tahu telpon ngomongin jodohnya mas Tobia." tanya Lais the point.

"Loh!! Bapak telpon kamu?!" Bu Vriana tampak kaget.

"Iya. Maksud bapak itu apa coba, kasihan Mas Tobia kan Bu." kata Lais.

"Terus bapakmu ngomong apa lagi?" tanya Bu Vriana.

"Entah tadi, nggak jelas."

"Kamu pulang jam berapa? Nanti kita bicara dirumah saja. Entah apa yang dimau bapakmu itu."

"Jadi benar,emang bapak mau jodohin mas Tobia?!"

"Kita bicarakan dirumah saja! Jangan pulang malam-malam. Ibu tunggu! Hahahaha...." gertak Bu Vriana di lanjutkan tawa renyahnya.

"Siap ibu negara!" Lais pun menanggapi candaan ibunya dengan teriakan tegas dan dilanjutkan tawa terkekeh.

.....................

kita kembali lagi ke dokter Harun yang masih di tengah perjalanan mengantar Mada pulang....

Malam yang semakin dingin, dan jalanan yang sangat sepi, membuat dokter Harun agak memaksa mata dan kesadarannya untuk tetap terjaga dan mengendalikan laju mobilnya.

Disampingnya, Mada masih terlelap dengan sangat damai. Alunan musik slow yang sangat romantis, benar-benar menggoda mata dokter Harun. Rasanya semakin berat untuk menahan rasa kantuk, lelah dan stress.

Demi keselamatan, dokter Harun memutuskan untuk menepi sesaat. Ia keluar dari mobil , dan menikmati sebatang rokok sambil duduk di kap depan.

Tak dipungkiri, hati dan pikirannya pun kacau. Banyak sekali hal yang sangat mengganggunya. Tanggung jawab sebagai dokter penerus keluarga, kehidupan pernikahan sang kakak, kehidupan asmaranya sendiri, masa lalu dan cerita masa mudanya.

Semua itu sangat mengganggunya. Membuatnya menghela nafas berkali-kali, berharap semua beban itu terbang bersama karbondioksida yang keluar dari lubang hidungnya.

Sebatang rokok telah habis. Namun matanya masih terasa berat. Akhirnya dia memutuskan untuk merebahkan tubuhnya sebentar saja dibatas kap depan mobilnya.

Dengan earphone yang ia tanamkan di telinga, dan musik keras, dari ponselnya, berharap ia cukup untuk tidur sesaat sambil melawan hawa dingin malam itu di atas kap mobil.

Entah apa yang ia pikirkan, namun rasanya tak nyaman jika tidur di dalam mobil, sementara ada Mada disana....

......................

Keesokan harinya......

Mada membuka mata perlahan. Rasanya masih sangat berat. Dan entah kenapa seluruh tubuhnya terasa sakit. Ia hampir tak bisa merasakan gerakan tangannya. Seluruh tubuhnya terasa lemah.

"Aku dimana?" gumam Mada dengan mata menyelidik ke atap yang tampak putih bersih tepat diatas kepalanya.

Hidungnya mencium aroma khas yang tak asing baginya.

"Kenapa aku tak bisa bergerak? rasanya lemah sekali." gumamnya lagi dengan menahan kepala yang terasa kembali berat.

Mada berusaha menjaga kesadarannya, namun semua terasa berat dan mati rasa di sekujur tubuhnya. pandangannya kembali kabur dan gelap.

...****************...

To be continue....😁

1
𝑆𝐸𝑁𝐺ᵟᴷᵁᴺᴵ
tes
𝐫𝐚.
Saya bacanya Amesia/Facepalm/
ah tapi lucu
Chio
wah aku juga punya banyak diecast mobil jeep. Tobia hobi kita sama! 😭
Chio
Kenren alurnya! ternyata anak tetangga.
Adelia Rahma
penisiin kenapa ya istrinya mas tob tob 🤔🤔
𝕐𝕆𝕊ℍuaˢ: sip lah Joss kk😁
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Udah jadi pasutri jg masih pada ngeyel 🤣🤣🤣
lanjut baca novel ini lah dah lama gak baca 🥱🥱🥱 ..
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mada kah 🤔
_
pasutri terbaik sepanjang abad novel ada/Sweat//Applaud//Applaud//Applaud//Facepalm//Facepalm/
_
bellia bellio/Sweat/ besok nya lagi nama anaknya tambah belia beliau
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
akhirnya Tobia danMada bersatu, aku suka aku suka
❤️⃟Wᵃf༄SNѕ⍣⃝✰🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ🦀
plisss..jangan sampe kecelakaan lagi lahhh
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa walaupun cuma dua part,tapi masih untung dibuatin bonchap🤭🤭
Makasih bang yosh,kereen novelnya
habis ini otw baca yang lainnya... apalagi yang burn out tuh,bikin penasaran 😄😄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
astaga /Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
heeh aku jomblo juga ini/Grimace//Grimace//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bagusan oyeeen.... kotak kan oyeen juga🏃🏃🏃🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
/Smug//Smug//Smug//Smug//Smug/ kebiasaan
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aaaa makasih bang yosh bonus chapter nya 😍😍😍😍😍
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa tak demo ke Hosea kalo sampai gitu beneran.... baru juga bahagia Tobia dan twins/Grimace//Grimace/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
naah suami idaman 😌😌😍😍
maauu dong Tobia buat aku aja😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!