Ilham Abdulrahman, seorang pemuda sholeh dan baik hati yang diidolakan oleh para santriwati mampu menarik hati seorang gadis bernama Myesha Safeera kusuma Wijaya.
Hingga membuat gadis itu rela masuk ke dalam pondok pesantren agar bisa dekat dan menarik perhatian pemuda tampan itu.
Sayang, Myesha atau Shasa harus menelan kekecewaan saat pemuda yang biasa di sapa Gus Ilham itu di jodohkan dengan wanita lain.
Wanita cantik, sholehah, bertutur kata lembut yang berbanding terbalik dengan nya yang merupakan seorang gadis yang cukup dikenal sebagai wanita yang bar bar.
Akan kah Shasa berhenti mengejar cinta Gus Ilham saat tahu jika sang pria sudah memiliki calon pendamping yang di pilih oleh kedua orang tuanya??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32
...🌸🌸🌸...
...*Happy Reading*...
*
Akhirnya, setelah satu minggu di sibukan dengan persiapan pernikahan Mahesa bersama dengan Asifa dan juga acara resepsi keduanya.
Kini, Mahesa pun telah duduk berhadapan dengan Ayah dari Asifa dan juga seorang petugas KUA yang akan membantu meresmikan hubungan antara Mahesa dan juga Asifa.
"Bagaimana Nak Mahesa? Apa Nak Mahesa sudah siap?" tanya Pak penghulu pada pemuda yang saat ini duduk didepan nya dengan begitu gagahnya.
"Insya Allah siap Pak." jawab Mahesa penuh dengan keyakinan.
"Baiklah kalau begitu, bagaimana jika kita mulai saja Pak Ahmad akad nikah nya," kini giliran Pak Ahmad yang merupakan ayah dari Asifa yang di tanya oleh Pak penghulu.
"Baik Pak. Kita mulai saja,"
"Baiklah. Siap ya Nak Mahesa, ayo jabat tangan calon mertua mu Nak. Dan mulai ijab kabulnya." bimbing Pak penghulu membimbing kedua pria beda usia itu.
"Bismillahirrahmanirrahim, saudara Mahesa. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan putriku tercinta yang bernama Asifa Maharani binti Ahmad Maulana dengan Mas kawin seperangkat alat sholat serta emas seberat 250gram dibayar, tunai."
"Saya terima nikah dan kawin nya Asifa Maharani Binti Ahmad Maulana dengan Mas kawin tersebut, tunai."
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah,"
"Sah,"
"Alhamdulillah,"
Rasa lega pun langsung di rasakan oleh kedua mempelai beserta keluarga besarnya saat kata 'Sah' menggema di seluruh penjuru ballroom dimana acara akad nikah antara Mahesa Kusuma Wijaya dan juga Asifa Maharani di gelar.
Asifa pun langsung di giring menuju meja akad setelah resmi di persunting oleh Mahesa. Kedua mempelai tampak terlihat begitu gugup satu sama lain setelah satu minggu tidak bertemu dan kini, saat keduanya di pertemukan sudah dengan status yang halal.
Dengan tangan yang sedikit gemetar, Asifa meraih tangan Mahesa, lalu mencium punggung tangan pria itu untuk yang pertama kalinya setelah mereka resmi menikah. Dan tentu saja, hal itu menimbulkan debaran yang luar biasa. Baik di hati Mahesa maupun di hati Asifa sendiri.
Usai dipertemukan, kedua mempelai pun melanjutkan dengan penanda tanganan berkas pernikahan. Agar pernikahan mereka tercatat di kantor urusan agama.
Setelah selesai menanda tangani berkas pernikahan, agenda selanjutnya pun berlanjut ke acara sungkeman kepada kedua orang tua mereka masing masing.
Tangis kedua mempelai pun pecah saat keduanya memeluk orang tua masing masing. Tanpa terasa sekian tahun berlalu kebersamaan antara orang tua dan anak pun akan segera selesai.
Dengan sang anak yang akan memulai kehidupan baru bersama keluarga baru mereka masing masing. Bahkan kesedihan yang dirasakan oleh Ayah Ardi dan Bunda Realyn berkali lipat karena tidak hanya melepas Mahesa saja.
Bunda Realyn dan Ayah Ardi juga harus melepaskan Myesha yang sudah lebih dulu menikah dengan Gus Ilham tepat satu minggu sebelum pernikahan antara Mahesa dan Asifa.
Kini, kedua putra putri mereka telah memiliki keluarga masing masing yang akan mereka bangun bersama menjadi sebuah keluarga besar penerus keturunan mereka.
Yang kelak akan melahirkan cucu dan cicit yang akan semakin membuat kaluarga itu tampak lebih ramai lagi.
*
*
Setelah acara akad nikah, di malam hari nya acara resepsi pun dimulai dengan menghadirkan dua pasang mempelai pengantin.
Myesha dan Gus Ilham serta Mahesa dan Asifa. Dan tentu saja, acara resepsi kali ini jauh lebih ramai dan dipenuhi oleh ratusan tamu undangan yang tentu saja tidak hadir hanya tamu keluarga Ayah Ardi dan Bunda Realyn.
Namun ada juga tamu undangan dari pihak keluarga Ilham dan juga Asifa. Oleh karena itu, acara pun di gelar jauh lebih lama dari biasanya. Jika pernikahan normal hanya akan di gelar selama 3 jam saja.
Maka acara resepsi kali ini akan di gelar selama 10 jam lama nya. Agar para tamu bisa datang semua dan ikut serta dalam rasa suka cita mereka.
Bahkan acara sengaja di gelar dari sore hari hingga malam menjelang. Dan para tamu pun tampak ramai berbondong bondong mendatangi gedung dimana acara itu di gelar.
"Duduklah dulu, kamu pasti cape berdiri terus dengan menggunakan sepatu hak tinggi itu," ucap Ilham menuntun sang istri untuk duduk lebib dahulu.
Sudah berjam jam lamanya kedua pasang pengantin itu berdiri demi menyalami dan menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
"Iya Mas, kaki ku lumayan pegal." keluh Myesha yang sudah mulai tidak terlihat kaku lagi pada suaminya.
Bahkan kini gadis itu tidak malu malu untuk sekedar mengeluhkan apa yang dia rasakan kepada suaminya. Dan tentu saja, Ilham sangat menyambut baik perubahan dari sang istri yang mulai berani bersikap manja padanya.
"Mau Mas ambilkan minum?" tanya Ilham lagi setelah keduanya duduk di kursi pelaminan.
"Tidak usah, tadi aku sudah titip makanan sama minuman sama Zayden agar minta di bawakan kemari," jawab Myesha yang seketika membuat raut wajah Ilham berubah muram.
"Kenapa harus minta tolong sama dia? Mas kan bisa melakukan nya," ucap Ilham bernada tidak suka.
"Ck, kita sudah nikah loh Mas. Aku ini milikmu sekarang dan lagi si Zayden itu adekku. Masa iya sih Mas masih cemburu sama dia,"
"Bukan begitu sayang, Mas hanya ingin menjadi orang pertama yang kamu hubungi saat kamu membutuhkan bantuan,"
"Iya, aku tahu hal itu suamiku sayang. Tapi, keadaan kita disini sedang tidak memungkinkan. Jadi tidak ada salah nya kan jika kita minta tolong orang lain. Dan itu bukan berarti aku mengabaikan Mas sebagai suami, sama sekali tidak. Aku hanya tidak mau jika suami tercintaku ini terlalu lelah karena harus menerima tamu dan juga melayani istrinya. Aku juga tidak semanja itu Mas. Yang harus apa apa itu minta sama suami, apalagi ini hal kecil yang bisa aku lakukan sendiri. Sudah, jangan banyak berpikir yang aneh aneh. Nanti semakin cepat tua," jelas Myesha yang membuat hati Ilham menghangat.
Myesha benar, meski mereka telah menikah. Namun tidak semua hal harus di lakukan bersama pasangan. Selama mereka bisa saling percaya dan saling menjaga diri, meski memiliki kegiatan masing masing rasanya tidak akan ada masalah.
Toh kini mereka menjalin hubungan di usia yang telah matang satu sama lain. Rasanya terlalu kekanak kanakan jika menaruh rasa cemburu pada saudara sendiri hanya hubungan karena mereka yang dekat satu sama lain.
Usai acara selesai digelar, semua orang pun tampak kembali ke dalam kamar masing masing yang sengaja di pesan untuk seluruh keluarga menginap di sana.
Berhubung acara hingga larut malam, maka semua orang pun memilih untuk menginap di hotel itu dan akan kembali kerumah masing masing di keesokan harinya.
Kedua pasang mempelai pengantin pun sudah menempati kamar masing masing dan siap untuk beristirahat.