NovelToon NovelToon
Kesayangan Bang Kapten.

Kesayangan Bang Kapten.

Status: tamat
Genre:Duda / Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:703k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Cintanya pada sang istri. Celia memilih berselingkuh dengan pria lain karena tidak tahan dengan profesinya sebagai seorang tentara yang terkadang harus pergi memenuhi tugas negara demi menjaga Ibu Pertiwi.

Dengan teganya sang istri telah meninggalkan putri kecilnya yang masih berusia kurang dari tiga tahun. Kalut dan hancur ia rasakan saat itu, saat melihat buah hati kecilnya kehausan dan kelaparan karena Mamanya meninggalkannya begitu saja.
//
Hatinya terasa begitu sakit saat ia tidak tau harus membeli susu apa yang terbaik bagi putrinya dan saat itu dirinya bertemu dengan seorang wanita yang tengah duduk sendiri di tepi jalan, sedang menangis.

"Maaf.. boleh saya duduk disini?"

Wanita itu segera menghapus air matanya dan melihat sosok batita yang ada dalam gendongan.

"Silakan Pak..!!"

( Skip jika tidak tahan konflik. Jika terganggu dengan setiap hadirnya novel baru NaraY.. tolong jangan mampir. Terima kasih banyak 🙏 )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Badmood.

Rhena duduk lemas di sofa ruang tamunya. Bang Musa juga merasakan Rhena lemas tak seperti biasanya. Rhena hanya meremas perutnya.

"Kamu kenapa? Nggak enak badan? Mau Abang antar ke dokter?" Tanya Bang Musa.

"Nggak Bang."

"PMS ya?" Tanya Bang Musa lagi.

Rhena menggeleng. Jelas saja ia merasakan nyeri di bawah perutnya.

'Apa sih yang di minumnya, sampai kram begini. Apa di kira ukurannya sekedar M???'

Rasa kesal Rhena semakin menjadi.

"Bii.. tolong buat minuman yang hangat, mungkin Rhena nggak enak badan." Pinta Bang Musa.

//

Bang Arma memijat pangkal hidungnya, ia duduk bersandar memakai sarung agar terasa longgar.

'Duuuhh dek, kamu buat Abang semakin nggak karuan. Ngalahin perawan aja kamu dek. Si black jadi ketagihan nih.'

"Kamu dengar atau tidak Ar, aku sudah dapat info dan foto Rhena. Anakmu masih ada Ar." Kata Bang Ojaz dengan semangat menggebu.

"Iyaa.. nanti aku cari." Jawabnya sambil memercing merasakan tubuhnya yang tak karuan. Lelah, ngilu tapi juga lega.

"Kenapa sih lu, kebanyakan solo karir ya?" Tanya Bang Ojaz seperti menuduh.

"Apa sih lu Jaz??? Nggak lah." Jawab Bang Arma malu sendiri dengan pertanyaan loss dari sahabatnya.

"Jangan munafik lu. Tampang lu mesum."

"Lailaha Illallah.. bisa diam nggak???" Tegur Bang Arma.

"Atau jangan-jangan... Lu habis main sama perempuan disini ya??? Perempuan disini khan cantik bro." Tuduh Bang Ojaz lagi.

"Mau tau aja lu."

"Gila lu bro.. banyak penyakit. Kapan lu tobat, sejak di tinggal Rhena lu benar-benar rusak total. Kecanduan lu aja belum sembuh, sekarang malah lu tambah main perempuan. Perempuan sekarang pintar broo.. bagaimana kalau dia menuntut tanggung jawab lu demi uang. Pikiran lu kemana sih???" Panjang lebar Bang Ojaz berbicara tapi beberapa saat kemudian Bang Arma menggigil dan ia sadar pasti sahabatnya itu kembali sakau lagi.

"Dimana obat lu??" Tanya Bang Ojaz dan saat itu Bang Musa tiba.

"Lho Bang, Abang kenapa Bang??"

"Nanti saya beritahu..!!" Kata Bang Ojaz.

~

Beberapa saat kemudian keadaan Bang Arma berangsur pulih. Bang Ojaz dan Bang Musa bisa bernafas lega dan bisa tertidur.

"Arma kecanduan, kau tau masalahnya dengan istrinya khan?"

"Siap.. sudah Bang." Jawab Bang Musa.

"Istrinya tidak bisa menerima peristiwa terbunuhnya sang ayah di tangan Arma. Dia kabur dalam keadaan hamil. Arma sudah berusaha menjelaskan tapi amarah istrinya terlalu kuat. Sejak itu Arma frustasi, sering marah, telat makan, buat onar, balapan liar yaaa.. sampai obat-obatan ini. Terakhir Arma menembak sapi warga karena benci melihat sapi. Kami menggantinya dan surat mutasi ini turun. Danyon memberi jabatan Danki agar Arma lebih bertanggung jawab." Penjelasan Bang Ojaz saat itu dan Bang Musa mengangguk paham.

"Kasihan sekali Bang Arma. Apa benar tidak ada jejak istrinya?" Tanya Bang Musa penasaran.

"Waktu yang lalu tidak ada, tapi sekarang sudah ada. Kami di pihak Arma akan berusaha mendamaikan. Kau lihat sendiri keadaan Arma. Dia tidak mati saja syukur." Kata Bang Ojaz.

***

"Ya Tuhan bapa kami. Kau lihat ini foto istri Danki. Dia pung nama Rhenata Ghea. Berarti ibu pemilik loundry di ujung jalan itu istrinya Danki yang hilang to." Kata seorang anggota bagian administrasi personal.

"Eeehh.. diamlah kau. Ini hanya kita saja yang tau, ini urusan komandan. Tapi karena mereka tidak pernah berpisah, itu artinya komandan dan ibu masih suami istri, hanya salah paham itu yang membuat mereka belum berdamai." Jawab rekan anggota lain.

"Ampun Tuhan, kasihan sekali Danki kita. Bukan bujang tapi serasa membujang. Pasti sakit sekali menunggu ranjang berderit."

\=\=\=

Sejak hari itu Bang Arma diam-diam menemui Ghema meskipun hanya sesaat. Mungkin benar adanya, ada ikatan batin di antara Bang Arma dan Ghema.

"Katanya Papaku, kenapa nggak bawa aku dan Mama."

"Dengar le, kamu belum mengerti masalah Papa dan Mama. Papa sedang mengusahakan cara agar Mama mau ikut dengan kita. Mama masih marah sama Papa. Papa belum bisa memaafkan Mama?"

"Apa Papa cium Mama sampai Mama marah? Mama pernah marah sama Daddy." Kata Ghema.

"Om Musa?? Pernah mau cium Mama?????" Jantung Bang Arma berdetak kencang amarahnya merangkak naik.

"Iya, tapi Daddy kena hantam Mama. Daddy janji nggak ulang lagi, baru Mama nggak marah." Jawab Ghema dengan polosnya.

"Bedhes juga satu itu." Gerutu Bang Arma pusing sendiri.

'Harus bagaimana lagi agar Rhena nggak lari dariku? Apa harus kubelikan emas? Atau uang???'

"Apa itu Pa?" Tanya Ghema.

"Monyet." Jawab Bang Arma singkat, raut wajahnya masih kesal.

"Oohh.. Daddy seperti monyet."

Bang Arma tak sanggup menjawabnya. Hanya rasa kesal memenuhi rongga dada.

...

Siang ini Bang Arma termenung sendiri di ruangan. Rasa rindu kembali mencuat. Wajar saja, dirinya sebagai seorang pria dewasa yang beristri, pastinya normal membutuhkan pelepasan apalagi Rhena ada tapi masalahnya istrinya itu sedang marah padanya dan tidak mau melayani hasratnya.

"Kepalaku sampai sakit. Rhena pasti marah kalau aku minta jatah."

tok.. tok.. tok..

"Masuk..!!"

"Ijin Bang."

"Opo?" Tanya Bang Arma ketus melihat wajah Bang Musa.

"Ijin menyampaikan Bang. Minggu depan lapangan kita akan di gunakan untuk acara kegiatan menembak gabungan dengan Batalyon dan Matra lain. Abang berkenan ikut menembak?" Tanya Bang Musa.

"Hmm.. saya ikut." Jawab Bang Arma malas.

"Siap.. pistol atau senapan Bang?"

"Apa saja lah." Bang Arma memijat pelipisnya yang sudah mulai terasa berat.

"Abang mau minum obat?"

"Pengen ndekap istri. Sudah jangan banyak tanya." Bang Arma mengambil rokok dan menyulutnya.

Asap memenuhi ruangan dan Bang Musa bergegas membukanya. "Ruangan ber AC nih Bang. Jaga paru-paru Abang..!!"

.

.

.

.

1
Diyah
citanya bagus 😗😗😗
Diyah
🤣🤣🤣🤣
Erry zaidah luthfiyah
ya Allah sedih bngt 3ndingnya
Mimi Sanah
astaghfirullah kepalaku sampe mules thor 😁😁😁😁😁😁😁😁
Mimi Sanah
hahahaha 😁😁😁
Mimi Sanah
ya Allah thor rahang ku sampai sakit karena ngguyu 😁😁😁
Mimi Sanah
hahahaha
Mimi Sanah
hahahaha luwak 😁
Mimi Sanah
astaghfirullah ojaz hahaha 😁😁
Mimi Sanah
sumpah ngakak habis hahaha
Mimi Sanah
hahaha barang nyelip
Nurhayati Nia
😂😂😂😂😂 ampunnnnn bu dankiii
Nurhayati Nia
rasain looo setitik asemmm
Nurhayati Nia
karena aku masih penasaran dengan silsilah dari di ndra riri banget herda dan bang Dallas maka aku kembali membaca aku n Nara yaya karena aku suka genre berbau prajurit capcus baca lagii
Kim nara
Seru deh
ren_iren
keren
Erna Fkpg
duh ngakak aku sampai perutku sakit baca cerita ini bisa ngilangin stres 😂😂😂
pecinta happy ending
Luar biasa
pecinta happy ending
wkwwkwkkw/Facepalm/
pecinta happy ending
wkwkwkwkw
Allahuakbar tumbukan kamper /Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!