NovelToon NovelToon
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..

Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..

Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..

Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..

"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.

Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.

Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!

Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."


_Shica Mahali_


"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.

Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.

Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.

Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?

Tapi aku......"


_Raihan Alfarizi_



PERINGATAN!!!
17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

".. Eísai ta pánta gia ména.. "

***

Ray menghentikan mobilnya didepan mansion. Shica dan Ray keluar dari mobil.

Sebuah mobil memasuki pelataran mansion. Ray dan Shica menoleh.

Mobil itu berhenti dibelakang mobil Ray. Regar keluar dari dalam mobil.

"Kakakmu sudah datang.. Apa dia kemari untuk menjemputmu? " tanya Ray.

Shica mengangguk.

"Hai Ray " sapa Regar. "Hai.. Ayo kita ke dalam.. Mau soda? " jawab Ray diakhiri pertanyaan.

"Ah tidak usah repot-repot.. Aku kemari untuk menjemput Shica.. " kata Regar sambil merangkul Shica.

"Padahal aku bisa mengantarnya nanti" kata Ray.

"Tidak apa-apa.. Oh ya.. Kami pergi ya.. Sampai jumpa " kata Regar.

"Sampai jumpa " jawab Ray.

Shica dan Regar memasuki mobil. Mobil itu pun melaju meninggalkan mansion besar Harnojoyo.

Ray tersenyum simpul.

Sementara itu, Shica terdiam didalam mobil. Pandangannya tertuju ke jalan Raya.

Regar melirik Shica kemudian dia menghela napas panjang.

"Bagaimana kamu di mansion Harnojoyo? " tanya Regar.

"Ya begitulah" jawab Shica acuh tak acuh.

"Kamu betah? " tanya Regar.

"Emm.. Ya begitulah " jawab Shica lagi.

Sunyi

Regar berpikir Shica masih marah padanya. Dia tidak mau mengganggu mood adiknya.

"Siapa sebenarnya perempuan yang ada di foto itu kak? " tanya Shica.

Regar menoleh sebentar pada Shica kemudian fokusnya kembali ke jalan.

"Foto yang mana? " tanya Regar.

"Foto perempuan yang waktu itu kakak tunjukkan.. Waktu kakak marah karena aku pulang diantar Raihan" jawab Shica.

Regar menautkan alisnya. "Nama lengkapnya Shalwa Sri Maharania.. " jawab Regar.

Shica menatap Regar. "Kakak bilang Raihan merebut dia dari kakak.. Apa kakak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Shica.

"Aku tidak bisa, Shica.. Setiap aku mengingat Rania, semakin aku merasa sakit" jawab Regar.

Shica menautkan alisnya. "Bagaimana jika aku bertanya pada Raihan? " tanya Shica.

"Sudah kubilang.. Jauhi dia.. Jangan bertanya apapun pada dia.. " kata Regar.

Shica pun bungkam seribu kata.

Dia tidak mau membahasnya lagi. Atau Regar akan murka dan menghancurkan semuanya.

Mereka pun sampai di rumah Mahali. Shica segera keluar dari mobil dan memasuki rumahnya.

Regar menghela napas berat.

Keesokan paginya..

Shica berangkat ke sekolah. Dia naik taksi karena Regar masih Setia di pulau kapuknya.

Sesampainya di sekolah, Shica duduk dibangkunya. Dia mengeluarkan buku novel dari dalam tasnya kemudian membacanya.

Raihan sampai di sekolah. Dia memasuki kelas. Dia melihat Shica sudah duduk rapi di bangkunya.

Senyuman Raihan terpatri jelas melihat keberadaan orang yang selama ini dia rindukan.

Raihan pun duduk disamping Shica. Shica menoleh kemudian tersenyum.

Raihan juga tersenyum. "Apa kau sudah benar-benar sembuh? Bukankah kau harus istirahat selama tiga hari? " tanya Raihan.

"Aku bosan di rumah" jawab Shica.

"Kenapa bosan? Bukalah Nona Mahali bebas melakukan apapun di rumah besarnya? " tanya Raihan.

"Tidak ada siapa-siapa di rumah.. Aku benar-benar bosan " jawab Shica.

Raihan tersenyum.

"Kenapa kau terus tersenyum? " tanya Shica.

"Aku hanya senang dengan keberadaanmu.. Selama kau tidak ada disini, rasanya bosan sekali " jawab Raihan.

"Ah kau ini.. Oh ya boleh aku bertanya sesuatu? " tanya Shica.

"Boleh" jawab Raihan.

"Emm ini tentang seseorang yang mungkin.. Kalau aku bertanya tentang dia, kau tidak akan senang" kata Shica yang terlihat ragu-ragu.

"Katakan saja" kata Raihan.

"Tapi janji kau tidak akan marah ya.. " kata Shica.

"Aku tidak akan marah" jawab Raihan.

"Janji dulu" kata Shica sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Raihan tertawa. "Kau ini seperti anak kecil saja" gerutu Raihan.

"Janji atau tidak sama sekali " ancam Shica.

"Baiklah " Raihan mengait jari kelingking Shica dengan jari kelingkingnya.

"Aku janji" jawab Raihan.

Shica menghela napas berat. "Siapa Shalwa Sri Maharania? " tanya Shica.

Raihan terkejut dengan pertanyaan Shica. Raut wajah Raihan berubah serius.

"Dia.. Dia teman sekelasku.. Kupikir kau juga mengenalnya.. Bukankah kalian pernah berhadapan untuk bermain voli waktu di SMP dulu? " jawab Raihan diakhiri pertanyaan.

"Aku tahu.. Tapi.. Jika aku boleh tahu, apa hubunganmu dengan perempuan itu dan kakakku? " tanya Shica.

Bell berbunyi satu kali menandakan pelajaran pertama akan dimulai.

Shica menghela napas panjang.

"Nanti pulang sekolah kita ke Taman kota bagaimana? Aku akan menceritakan semuanya" kata Raihan.

"Kebetulan aku tidak membawa mobil" kata Shica.

"Baiklah.. Tapi apa kau sudah minta izin dulu pada orang tuamu atau kakakmu? " tanya Raihan.

"Itu tidak perlu " jawab Shica.

"Bagaimana jika mereka marah atau mencemaskanmu? " tanya Raihan.

"Itu tidak akan terjadi.. Orang tuaku belakangan ini sangat sibuk dan kakakku juga sibuk.. Dia kan sebentar lagi mau ujian " jawab Shica.

"Emm.. Ok" jawab Raihan.

Setelah jam pelajaran selesai, Raihan dan Shica pergi ke Taman kota.

Mereka duduk berdampingan di bangku taman.

Terlihat juga beberapa pasang kekasih sedang menghabiskan waktu sore mereka bersama.

Kedua pipi Shica sudah merona. Kemarin waktu lari pagi bersama Raymond, dia membayangkan bisa menghabiskan waktu bersama Raihan di taman kota.

Dan sekarang itu terjadi.

Raihan menoleh kearah Shica. Raihan tersenyum melihat kedua pipi Shica yang memerah seperti itu.

"Shica? "

Shica menoleh. "Apa? " tanya Shica.

"Kamu suka di taman kota? " tanya Raihan.

Shica tersenyum. "Tentu saja.. Suasananya sangat sejuk.. Banyak pohon dan bunga " jawab Shica.

"Pantas saja pipimu memerah seperti bunga itu" kata Raihan sambil menunjuk sekelompok bunga berwarna merah yang indah.

"Apa? Pipiku" Shica segera bercermin ke ponselnya

"Kenapa pipiku memerah ya.. Pantas saja rasanya panas" batin Shica.

"Tidak perlu panik, kau manis seperti itu.. " kata Raihan sambil mengambil ponsel Shica.

Shica semakin malu. Dia mengalihkan pandangannya.

"Oh ya.. Bagaimana soal yang tadi? " tanya Shica.

"Soal Rania? " tanya Raihan.

"Iya" jawab Shica.

"Aku akan menceritakannya.. Tapi akan sangat panjang.. Kau perlu cemilan" kata Raihan sambil memberikan beberapa kantong snack.

Shica menerimanya.

"Kau mempersiapkan ini? " tanya Shica sambil membuka snacknya.

"Iya.. Karena ceritanya sangat panjang.. Oh ya minumannya ada di tasku" kata Raihan.

Shica tertawa. "Apa kau menyediakan tissu juga? Siapa tahu aku akan menangis mendengar ceritamu" kata Shica.

"Jika kau menangis, ada aku.. Kau bersandar saja padaku.. " kata Raihan.

Shica menggeleng pelan. "Gombal.. Menjijikkan " batin Shica.

Raihan mulai bercerita.. "Saat itu aku kelas tujuh SMP... "

By

_Ucu Irna Marhamah_

1
Ummi Nza
😂😂😂😂😂😂
Ummi Nza
panjang bener nama nya 🤭
Imas Karmasih
masih belum tau konfliknya bingung
Azizach
Itu nama se kecamatan yaa thour d bawa🤣🤣
anti pebinor pelakor
Dalam novel yang paling menyedihkan adalah sosok reynaldi punya istri tapi masih sangat mencintai pria lain dan sangat jelas sicha perlihatkan, hak sebagai suami selalu di abaikan sicha dan ketika reynaldi mengambil hak (secara paksa), bukan sicha iklas tapi sicha menunjukkan dirinya begitu tersiksa hingga membuat reynaldi tidak percaya diri dan merasa bersalah hingga mengambil tindakan bodoh hanya untuk kebahagiaan sicha, reynaldi hidup menderita sendirian dan melihat istrinya menikah lagi dengan pria lain, sicha hidup bahagia dan reynaldy menderita di atas kebahagiaan sicha

Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan

Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya
Ismiyati Budiyono
auto mewek thor
Ismiyati Budiyono
sad ending..knp raihan hrs dibuat mati
Ismiyati Budiyono
poliandri y
Wati_esha
Bingung lho ini .. mau komentar apa. Author ... ceritamu ini 😇😇😇 Kasihan Shica duhhh.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Apa boleh poliandri? 😇😇😇
Wati_esha
Reynala sudah menjelaskan status pernikahan Reynaldi dan Shica.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Nadhira ... jadi mama bagi Shica.
Wati_esha
Raihan ... modus nih.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Raihan ... apakah sudah menduga akan datangnya rintangan bagi mereka di masa depan hingga harus mempersenjatai isterinya?
Wati_esha
Baru mau tenang ... Sean Jansen muncul mengganggu.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Regar ... lebih suka Raihan dari pada Reynaldi? 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!