Diana harus menerima kenyataan pahit, kalau suami yang dia nikahi selama dua tahun ini sebenarnya telah menyembunyikan banyak rahasia darinya.
Di depan Diana, Rafli bersikap seolah dia suami yang baik dan setia. Tapi di belakang Rafli itu tukang selingkuh dan suka berjudi.
Hingga suatu ketika, Rafli kalah judi dan menjadikan Diana sebagai pelunas hutangnya. Diana di serahkan pada seorang pengusaha yang bersedia membayar hutang judinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Andre sudah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari tahu tentang malam dimana Novi tidak pulang.
Rey dan beberapa anak buahnya baru akan masuk dan mencaritahu keberadaan ruang CCtv. Tapi Sintya dan Jonathan langsung menghampirinya.
Rey cukup terkejut, dia tidak menyangka dia akan bertemu lagi dengan Sintya. Dia dan bosnya itu pikir, Sintya sudah pergi dari kota ini karena dia sudah tidak punya apapun lagi. Setelah membantu ayahnya.
Melihat ekspresi wajah Rey, Sintya terkekeh puas.
"Terkejut? aku yakin kamu terkejut Rey, sudah lama kita tak berjumpa. Aku dengar bos mu yang penipu itu sudah bahagia dengan istri barunya. Atau istri yang pernah dia usir dari rumahnya dulu?" tanya Sintya menyindir Rey.
Tapi apapun yang di katakan oleh Sintya, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rey. Jadi Rey juga sama sekali tidak terpengaruh terhadap sindiran Sintya itu.
"Jadi apa hubungan nyonya dengan pemilik klub malam ini?" tanya Rey.
Sintya begitu terlihat santai bicara di depan semua pengawal klub malam. Hingga Rey menyimpulkan, kalau wanita yang sekarang berdiri di hadapannya itu pasti punya hubungan dengan pemilik klub ini.
"Aku pemilik klub ini, dan kak Sintya adalah kakak sepupuku!" kata Jonathan yang melangkah maju menyamakan posisinya dengan Sintya.
Rey cukup terkejut, masalahnya bosnya dan dirinya sudah lama berada di dekat keluarga Sintya. Tapi masih bisa kecolongan juga dengan saudara sepupu Sintya ini.
"Jadi kalau dugaan ku benar, apakah kamu sedang mencari tahu tentang seorang pria yang membawa adik ipar bosmu itu dari sini?" tanya Sintya dengan sangat arogan.
Mata Rey melebar, dia mulai menduga kalau semua ini adalah rencana mereka.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Rey.
"Ha ha ha, aku yang merencanakan semua ini. Tentu saja aku tahu. Suruh bosmu itu dan istrinya menemuiku di sini besok malam. Kalau kalian ingin tahu siapa pria yang telah membawa adik ipar Andre dari klub ini dalam keadaan pingsan!" kata Sintya.
Rey benar-benar tak menyangka. Mereka bisa kecolongan seperti ini. Semua ini adalah rencana Sintya.
Tanpa bicara lagi, Rey lantas berbalik dengan wajah yang kesal dan kemudian meninggalkan klub malam itu.
Setelah kepergian Rey, Sintya malah terkekeh senang.
"Ha ha ha mereka benar-benar kemari. Ternyata kamu hebat juga Jo, berapa kali kamu tumpahkan benihmu itu. Sepertinya adik ipar Andre itu benar-benar hamil!" kata Sintya yang begitu senang karena rencananya membalas Andre sebentar lagi akan terlaksana.
Semua rasa sakit hati Sintya karena pengkhianatan Andre akan terbalaskan. Rasa malu Bernando karena terpaksa berada di jeruji besi karena ulah Andre juga akan terbalaskan.
Sementara itu Rey langsung menemui Andre malam itu juga. Padahal ini sudah jam 3 dini hari. Namun Rey merasa kalau semua kekacauan ini harus segera di selesaikan.
Rey pun pergi ke rumah Andre. Sepertinya tindakannya benar, karena sepertinya semua orang di rumah itu juga tidak ada yang tidur nyenyak.
Rey lantas mencoba untuk mengatakan pada kepala pelayan yang juga masih terjaga. Kepala pelayan pun pergi ke kamar Andre, mengetuk pintu dengan sopan dan mengatakan Rey sedang menunggu Andre di ruang kerjanya.
Tak lama setelah itu, Andre menemui Rey di ruang kerjanya.
"Bagaimana? sudah kamu ketahui siapa pria biadaaab itu?" tanya Andre pada Rey begitu dia membuka pintu ruang kerjanya.
"Bos, aku belum mengetahui siapa pria itu. Tapi ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu!" kata Rey dengan wajah yang serius.
"Katakan!" seru Andre dengan cepat.
"Semua yang terjadi pada Novi, ada hubungannya dengan nyonya Sintya!" kata Rey menjelaskan pada Andre.
"Apa katamu?" tanya Andre geram.
"Iya bos, klub malam itu adalah milik adik sepupu nyonya Sintya. Dan dia bilang kalau bos ingin mengetahui siapa pria yang membawa Novi dalama keadaan pingsan dari klub malam itu. Maka bos dan nyonya Diana harus menemuinya besok malam di klub itu!" jelas Rey persis seperti apa yang dia dengar dari Sintya.
"Apa-apaan ini, kenapa dia masih bisa mendirikan klub malam seperti itu. Siapa nama adik sepupunya itu?" tanya Andre.
Terus terang saja Andre juga merasa kecolongan, dia sudah menyelidiki banyak hal tentang Sintya dan Bernando. Tapi pada akhirnya, dia harus menghadapi hal tidak terduga seperti ini juga.
"Jonathan, bos!" kata Rey.
Andre pun lantas berpikir, dia rasanya pernah mendengar nama itu. Tapi nama itu tidak pernah di perhitungkan oleh Bernando. Mungkin Sintya yang berhubungan diam-diam dengan sepupunya itu. Sampai Andre pun tak tahu waktu itu.
"Sialll, aku menganggap nya tidak penting saat itu! ck.. ya sudah. Beristirahat lah!" kata Andre yang lantas pergi dari ruangan itu.
***
Keesokan harinya, Reni masih terlihat berusaha untuk membujuk Novi agar kakaknya itu mau makan. Namun hal itu bukan hal yang mudah.
"Kak, makanlah meskipun sedikit. Kasihan anak yang ada dalam kandungan kakak. Dia tidak tahu apa-apa. Jangan membuatnya ikut menderita. Aku tahu aku mungkin kakak menganggap ku masih kecil dan tidak tahu apapun. Tapi kalau boleh aku katakan sesuatu, tolong kakak mulai sekarang coba untuk percaya padaku dan kak Diana. Kalau ada yang mengganjal di dalam hati, katakan pada kami. Kami ini saudaramu kak, kami juga sedih saat kamu sedih kak, kami akan menangis kalau kamu menangis. Saat kamu seperti ini, bukan hanya kamu yang merasa sedih dan terluka. Kamu juga, tolong jangan seperti ini. Setidaknya kamu pikirkan ayah dan ibu, mereka akan semakin sedih kalau kak Novi sakit. Ayolah kak, makan sedikit saja!" kata Reni dengan mata yang berkaca-kaca.
Novi pun akhirnya merasa apa yang dikatakan oleh Reni itu benar. Pada akhirnya Novi mau makan. Dia tidak mau menambah masalah untuk keluarganya. Kalau dia sakit, dia akan membuat semua orang bertambah lelah lagi, sudah lelah memikirkan bagaimana nasibnya. Kalau Novi sakit mereka juga harus mengurusnya.
Reni tersenyum ketika kakaknya mau makan. Dia sebenarnya sangat sedih melihat kakaknya seperti itu. Dia berharap masalah yang di alami oleh kakaknya itu segera terselesaikan. Reni tidak bisa bayangkan sewaktu dia mendengar Novi akan bunuh diri tadi. Reni benar-benar sangat terkejut. Dia tak habis pikir juga, kenapa Novi menyimpan masalahnya itu sendirian. Reni merasa sebagai adik, dia tidak di percaya oleh Novi. Dan itu membuatnya sangat sedih.
Di sisi lain, Novi juga sedang memikirkan nasibnya selanjutnya. Dia mendengar kalau kakak iparnya akan mencari pria itu. Tapi Novi sungguh tidak mau bertemu dengan pria itu. Entah apa yang akan dia lakukan kalau bertemu dengan pria kejam itu.
***
Bersambung...
terimakasih author
👍👍👍👍