NovelToon NovelToon
I Love You Professor

I Love You Professor

Status: tamat
Genre:Dosen / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Seulmi

Ditinggalkan disaat acara pernikahan membuat Alvan harus menikah dengan gadis 17 tahun yang baru pertama kali dia temui, gadis yang cerewet menyebalkan tapi sangat cantik dan menggemaskan.

Alvan yang sedih jadi lupa akan kesedihannya dengan tingkah menyebalkan istrinya, Alvan bahkan tidak punya waktu untuk mencari kekasih yang menghilang karena sibuk mengurus gadis 17 tahun yang selalu memberontak padanya.

“Gimana kita cerai om” ujar Aiyana dengan wajah berbinar

“gak akan” tolak Alvan.

“Om~ Ai itu baru 17 tahun, belum mau punya anak”

“aku juga belum siap punya anak”

“Ai gak bisa masak dan nyuci baju”

“Ada pembantu”

“AAAAAAA!” teriak Aiyana karena kesal setiap ucapannya selalu dibalas oleh Alvan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Ajak Tidur

Tidak terasa seminggu kembali berlalu,Alvan dan Aiyana menikmati hidup mereka sebagai sepasang pengantin baru, Semakin hari keduanya tampak semakin mesra dan romantis, Aiyana juga sering bercerita tentang teman temannya yang mulai membicarakan kedekatannya dengan abang sepupu yang dimaksud adalah alvan, karena sejak hari pernikahan Alvan dan Aiyana, gadis itu tidak pernah lagi dijemput oleh orang tua Aiyana.

Memang kadang ada beberapa hari Aiyana dan alvan menginap di rumah mertuanya, tapi tetap saja Ayah Abraham tidak pernah lagi menjemput atau mengantar Aiyana sekolah.

“Ommas!” panggil Aiyana dari tempat tidur, sedangkan Alvan masih dengan kacamata bacanya di sofa sambil memeriksa tugas para mahasiswa dan mahasiswinya.

Alvan melirik ke arah Aiyana yang memanggilnya.

“Ommas, masih lama?” tanya Aiyana sambil menepuk nepuk tempat tidur kosong di sebelahnya.

“kenapa sayang?” tanya balik Alvan.

“Sini~” rengek Aiyana, Sejak Alvan memeluknya Aiyana jadi terbiasa tidur sambil memeluk Alvan, entah kenapa saat dipeluk Alvan Aiyana tidak bergerak dan tidur dengan diam.

“bentar lagi ya, mas masih harus periksa tugas mahasiswa mas” Alvan kembali melanjutkan memeriksa tugas para mahasiswanya.

“Ommas~” panggil Aiyana sekali lagi sambil sedikit merengek, biasa tiap malam sang istri akan merengek minta peluk oleh Alvan.

Alvan akhirnya merapikan beberapa berkas para mahasiswa dan melepaskan kacamatanya, setelah itu pria itu berjalan dengan sedikit seduktif mendekati ranjang. “baiklah mau berapa ronde hari ini?” canda Alvan sambil sedikit mengedipkan matanya ke arah Aiyana.

“Ihhhh ommas mesummm!” pekik Aiyana sambil menarik selimut yang dia kenakan hingga menutupi seluruh badannya dan hanya tersisa kepalanya yang menyembul keluar.

Alvan terkekeh dan duduk di sebelah istrinya sambil berusaha membuka kancing baju tidur yang dia kenakan, “tadi ngajak mas ke sini, ayolah kamu harus tanggung jawab ai, udah buat adik kecil mas bangun” Alvan terus menahan tawanya sambil membuka kancing baju secara perlahan.

Aiyana yang mulai merasa cemas perlahan mundur dan mengeratkan pegangannya pada selimut yang dia gunakan untuk menutupi badannya, “Ommas mesuummmm!” teriak Aiyana sekali lagi.

“tadi siapa yang ajak mas buat ke tempat tidur?” tanya Alvan yang kini sudah mengukung tubuh istrinya dengan baju tidur yang kancingnya sudah terbuka semua.

“A-Ai ngajak tidur, bukan ngajak gulat!” Ralat Aiyana dengan wajah yang sudah memerah semerah tomat matang.

“Tadi gak ada ajak tidur Cuma ajakan ke tempat tidur sayang” ucap Alvan seduktif sambil menciumi pipi dan bibir istrinya.

“ma-maksud Ai itu tidur bukan yang lainnya” ulang Aiyana sekali lagi.

“Kalau mas gak mau tidur gimana?? Ayolah sayang kita belajar buat tenangin adik mas ya” canda Alvan.

Mata Aiyana melotot melihat kearah bawah, untung Alvan masih menggunakan celana tidur hanya bajunya yang terbuka semua kancingnya sehingga Aiyana bisa melihat bentuk sixpack yang dimiliki Alvan. “Ommas~ ai masih 17 tahun” rengek Aiyana yang mulai percaya dengan candaan Alvan.

“Emang kenapa kalau masih 17 tahun, belajar aja dulu, biar nanti bisa lebih mahir dalam memanjakan adik kecil mas” canda Alvan.

“be-belajarnya nanti aja ya, Ai cu-cuma mau tidur sambil meluk ommas” Aiyana berusaha mencari cara agar terlepas dari Alvan.

“kalau sekarang emang gak boleh?” goda Alvan dan kembali mencium pipi Aiyana yang masih memerah.

“Mas~ nanti aja ya, Ai belum mau belajar sekarang, mas tidurin sendiri adik nya” lirih Aiyana.

“kalau gitu sekarang maunya apa?” Alvan akhirnya berhenti menggoda istrinya yang terlihat ingin menangis, nasib memang punya istri masih 17 tahun jadi masih takut dengan hal hal seperti itu, apa lagi istrinya sungguh luar biasa polos.

“Bobok berpelukan” jawab Aiyana dengan suara pelan.

“Itu aja?? Gak mau kenalan dulu sama adik kecil mas?” goda Alvan sekali lagi.

“gak mau, nanti aja kenalannya, biar dedek nya tumbuh dulu” ujar Aiyana dengan sangat polos.

Alvan hampir saja tertawa keras mendengar ucapan sang istri, “kalau di pegang dedek nyam akin tumbuh loh, sayang, mau coba pegang? Kenalan aja dulu” canda Alvan.

Kepala Aiyana dengan cepat menggeleng dan mata gadis itu menutup rapat, “Gak mau nanti aja kenalannya” tolak Aiyana sekali lagi.

“Ya udah tunggu disini dulu” ucap Alvan yang sudah beranjak mau berjalan menuju kamar mandi, yang dikatakan Alvan tentang adik kecilnya yang sudah mulai bangun itu memang benar, karena hal itu memang terjadi, tapi alvan juga bercanda mengajak Aiyana berkenalan dengan adiknya.

Aiyana duduk dan menatap Alvan dengan wajah bingungnya, “ommas mau kemana?” tanya Aiyana.

“main sama adik mas” jawab Alvan lalu menutup pintu kamar mandi.

Aiyana sempat diam beberapa saat karena masih belum connect dengan ucapan alvan, tapi setelah mengerti dengan ucapan suaminya Aiyana langsung menutup kembali tubuhnya dengan selimut dan wajah gadis itu kembali berwarna merah hingga ke telinganya.

Sekitar 20 menit kemudian Alvan baru keluar dari kamar mandi, baju yang tadi kancingnya terlepas kini sudah di kancing Alvan kembali, pria itu mulai berbaring disebelah Aiyana dan menarik gadis itu untuk masuk ke dalam pelukannya.

“kenapa gak bisa tidur sendiri sih?” tanya Alvan.

“gak bisa, udah terbiasa peluk ommas” ujar Aiyana yang mulai memeluk erat suaminya sambil tersenyum.

“mas boleh tanya gak?” tanya alvan tiba tiba.

Aiyana yang tadinya memejamkan mata kini membukanya kembali, “hmmm?”.

“Kenapa Ai gak pernah pacaran?” ujar Alvan.

“karena gak dibolehin sama Ayah” ungkap Aiyana dengan jujur.

“Kan bisa pacaran sembunyi sembunyi” sanggah Alvan.

“Dosa ommas, bohongin orang tua itu dosa, kan maksud ayah sama bunda ngelarang itu baik” kata Aiyana.

Alvan kini mulai menjalankan tangannya untuk menggoda Aiyana sekali lagi.

“ini ni yang bikin Ayah sama bunda ngelarang ai buat pacaran” Aiyana berkata sambil memukul lengan Alvan yang sudah masuk kedalam baju tidurnya.

Alvan tertawa kecil, “Cuma pegang sayang, mas pengan banget main squisy” Tangan alvan kembali memasuki baju Aiyana dan sedikit bermain di squisy milik Aiyana.

“Ommass~ Ai masih 17 tahun” rengek Aiyana sambil menarik tangan Alvan yang tadi masuk ke dalam baju tidurnya.

“Gak apa dong, mas Cuma mainin squisy milik mas” canda Alvan.

“Squisy ini jadi milik mas kalau ai udah lulus sekolah” Aiyana berkata dengan sangat tegas.

“jadi gak boleh nyicip dikit aja?” Alvan berusaha memohon.

Aiyana kembali menggelengkan kepala dan dengan tegas menolak.

“Baiklah mas nyerah” ucap Alvan pasrah.

Aiyana tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Alvan, “makasih ommas” seru Aiyana senang.

“Yank, itu Squisy kamu kerasa di dada mas” celetuk Alvan.

“Bonus, udah terima nasib aja ommas” ujar Aiyana sambil menutup matanya.

Alvan menghela nafas panjang, mau bagaimana lagi dia memang harus bisa menerima nasibnya menikah dengan anak masih 17 tahun yang gak mau disentuh sampai lulus SMA, ‘Apa junior bakal tahan ya?’ batin Alvan berteriak keras.

...🍕🍕🍕🍕🍕...

bonus pict

1
Tamirah Spd
Istilah **ipar adalah maut,** berlaku juga pada""Sahabat adalah maut "".
Orang kalau sdh benci nekek, otak sdh gak waras apa pun dilakukan.Gak peduli apapun resiko belakangan.Kalau sudah remuk tidur dihotel prodeo baru tahu rasa.
Tamirah Spd
Balas tapi salahhh orang gak di selidiki dulu, sewa direktif kek ,kata nya orang kaya....!
Tamirah Spd
Gak ada laki laki yg tidur satu ranjang tiap hari bisa menahan hasrat,kecuali laki laki yg gak normal 😄😄😄😄
Tamirah Spd
Visual nya Drakor melulu., Coba nnt kalau buat karya novel lagi visualnya pakai produk lokal' Thor biar beda.Aku udah puluhan baca novel visualnya mesti produk asing , walau aku juga penggemar Drakor atau Dracin.
Tamirah Spd
Suatu saat akan terkuak, sesuatu perbuatan yg busuk yg ditutupi serapi apa pun bila tiba saatnya akan terbongkar.Dikala penyesalan datang sdh terlambat..!
Tamirah Spd
Gila juga tuh teman nya Alvan dah naksir sama istri sahabat nya yg baru nikah. Menebak lagi kalau benar Aiyana lulus sekolah akan kuliah di universitas yang mana salah' satu dosen nya suami nya sendiri.... wesss angellllll.
Tamirah Spd
Sahabat itu ada yg betul betul sahabat sejati susah senang dijalani bersama,namun ada juga sahabat yg culas iri dan dengki kadang menusuk dari belakang.
Tamirah Spd
Seru juga cerita nya gimana gak seru pria matang dapatin istri yg masih remaja dan polos, sang Suami harus super sabar dan mental kuat.
Tamirah Spd
Rata rata anak kalau sdh ditekan sama org tua ujung ujungnya menyerah demi rasa bhsakti pada org tua terutama ibu yg melahirkan kita.pernikahan akan langgeng atas Restu kedua orang tua kedepan nya menua bersama hingga rambut tak hitam lagi .
Tamirah Spd
Benar tebakan ku calon pengantin menghilang dan sudah ada pengantin pengganti putri dr seorang sahabat.
Tamirah Spd
Sekedar menebak mungkin benar mungkin salah, pas pada wkt izab Kabul calon pengantin menghilang dan digantikan oleh gadis belia usia 17 tahun putri dr sahabat ayah nya Alvan.
Sulati Cus
ending yg manis
Ani Sukmayati
bolak balik aq bc nih novel tp g bosenin asik aj 👍
Rahmaniar
bagus dan seru ceritanya
Jeissi
kirain udah tobat
Jeissi
kali ini kamu hebat putri
Jeissi
telak ga tuh
Jeissi
hajar terus ai, jangan mau kalah sama ulaat bulu
Jeissi
kamu yang keterlaluan, terlalu sibuk dengan urusan orang lain karena iri dan dengki
Jeissi
oalah... iri hati dan cemburu ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!