NovelToon NovelToon
Muka Dua Ibu Mertua

Muka Dua Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Angst / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:95.1k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Ternyata tinggal bersama ibu mertua tak seindah bayangan Gita. Miranti terus saja menyiksa batin serta fisiknya.

Gita mengalami baby blues pasca melahirkan hingga hampir mencekik bayinya sendiri.

Miranti dengan rencana yang telah tersusun rapi di dalam otaknya, semakin kejam dalam menyiksa batin Gita. Melayangkan berbagai fitnah, hingga sang putra, Pramudya membenci, Gita dan memasukkannya ke rumah sakit jiwa.

Apa langkah yang harus Gita ambil dalam rumah tangganya. Ketika sang ibu mertua menyimpan dendam padanya dari kehidupan masa lalu.

Apakah Gita tetap bertahan dengan rumah tangga yang bagaikan neraka itu?
Atau pergi dan membuat Pram menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 35. Gita, Mulai Melawan.

Wanita penuh baya itu menatap tajam ke arah Meta yang membawa balon dan juga boneka.

"Saya hanya ingin mengunjungi baby Asha, lalu apa masalahnya?" tantang Meta yang sudah sangat muak melihat kelakuan Miranti. Wajahnya wanita itu yang cantik dan lembut sangat bertolak belakang dengan sifat dan juga hatinya.

Roy, yang berada di belakang Meta berusaha mendinginkan hati tunangannya itu.

"Masalahnya adalah, orang asing di larang masuk!" ketus Miranti lagi. Hal itu membuat Meta mengepalkan tangannya.

"Baby Asha adalah anak dari sahabat saya. Juga teman satu kantor, Pram. Anda pasti tidak lupa kan? Jadi, apakah saya ini termasuk orang asing!" tekan Meta, berusaha memaksa masuk ke dalam kamar perawatan baby Asha.

Roy, menahan bahu Meta. Agar gadisnya itu tetap bisa menahan emosinya. Akan tetapi Meta yang sudah terbakar emosi justru menepis tangan Roy.

"Haih, ni cewek. Keras banget sih adatnya." Roy membatin. Pria berkumis tipis ini hanya bisa menghela napasnya.

Padahal dirinya yang notabene kuasa hukum saja masih bisa menahan diri tidak mengeluarkan pasal untuk menekan Miranti. Roy, ingin membaca karakter wanita ini secara langsung. Sebab, selama ini ia hanya mendengar dari cerita Meta saja.

"Tentu saja. Kau itu, hanya teman kantor. Bukan keluarga!" tegas Miranti menohok sudut hati Meta. Lalu wanita paruh baya itu berlalu begitu saja meninggalkan Meta di depan ruang perawatan.

Meta menghentakkan kedua kakinya menahan kesal. Dia juga terlihat beberapa kali meninju udara.

Roy, menangkap salah satu kepalan tangan Meta. "Kelakuanmu ini tidak cerdas. Bagaimana pun kita akan kalah, karena memang ucapannya benar," ucap Roy di depan wajah cantik Meta yang ubun-ubunnya sudah mengeluarkan asap itu.

Meta menarik tangannya kesal. Ia membawa Roy bermaksud agar ada yang membantunya. Akan tetapi kenyatannya pria itu tak berguna sama sekali. "Kenapa kamu tidak membantuku. Kenapa hanya diam saja?" protes Meta akhirnya keluar juga dari mulutnya.

"Hei, sayang. Memangnya aku ini punya wewenang apa? Kau harus membawa orang yang berpengaruh terhadap Pram maupun Mak lampir itu, untuk bisa masuk ke dalam ruangan Asha di rawat. Kau mengerti maksudku kan?" ucap Roy membuka pikiran Meta seketika.

"Kau cerdas, Beib! Aku tau siapa orang itu," jawab Meta dengan senyum yang tertarik hingga ke atas.

"Sebaiknya kita pulang. Besok kau datanglah lagi bersamanya. Atau mau ku antar juga?"

"Tidak perlu, Beib. Kau sudah meninggalkan pekerjaanmu demi membantu sahabatku. Itu sudah lebih dari cukup. Sebaiknya, kau siapkan saja benda yang ku pinta tadi," tolak Meta. Ia pun mengerti jika Roy memiliki kesibukan sendiri.

"Tidak masalah. Gita juga termasuk sahabatku. Aku ... akan memberikan bantuan hukum padanya. Kau tau kan, aku bahkan sering mendapat kasus seperti ini," jelas Roy dengan senyum yang membuat Meta si hati baja jatuh cinta padanya.

"Terbaik!" Meta mengangkat dua jempol tangannya. Mereka berdua pun melenggang pergi.

"Pram cepatlah, nikahi Malena. Agar teman istrimu yang gila itu tidak ada alasan lagi untuk menjenguk Asha. Mama takut, jika dia dendam. Lalu berniat menculik Asha dan menjualnya," pinta Miranti dengan wajah sendu memelas seperti biasa.

"Mana mungkin, Meta seperti itu, Ma. Mungkin, dia benar-benar khawatir pada putriku. Lagipula, Meta adalah salah satu karyawan terbaik. Bahkan, peringkatnya selalu berada di atasku," terang Pram membantah kecurigaan Miranti terhadap Meta.

Miranti tentu tidak diam saja. Baginya sahabat Meta juga merupakan musuhnya. Ia tak mau, jika gadis pembangkang itu menjadi batu penghalang dari rencananya yang tinggal sedikit lagi. Apalagi, Miranti mendapat kabar dari orang suruhannya di RSJ, jika Meta sering menemui Gita.

"Lain kali. Jangan beri kesempatan maupun ini pada gadis itu untuk menemuinya!" titah Miranti pada wanita di balik telepon.

"Baik, Nyonya." Wanita itu pun menyeringai.

"Hei wanita gila! Cepat, habiskan makananmu!" wanita suruhan miranti menyodorkan nasi basi kepada Gita. Bahkan baunya sudah sangat busuk.

"Kenapa ... tidak kau saja yang menghabiskannya!" pekik Gita seraya menjejalkan nasi basi yang telah di campur obat pencahar itu ke mulut wanita suruhan miranti.

"Hoekk!"

"Perempuan gila sialan!"

...Bersambung ...

1
Arin
/Heart/
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
ByngnHtm
sebenernya agak kurang greget di endingnya. g terima si klo karmanya cuma gitu. tpi gpp dah ane cukup puas baca karya ente suhu ampe diomelin emak maen hp mulu saking fokusnya baca wkwkkw
Mak Aul: ihiii, enaknya baca karya tamat gitu bisa marathon baca sampe lupa waktu 🤭
total 3 replies
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat cerita nya sungguh mantap sekali 👍👍
walaupun singkat tapi mantap..terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: sama² kak thor 👍👍
total 2 replies
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. itulah balasan buat kau Pram..Gita hidup bahagia bersama anaknya.. Makasih kak thor buat cerita nya
Yunerty Blessa: Okey 😘
total 2 replies
Yunerty Blessa
rasakan itu Pram..
Yunerty Blessa
akhirnya Gita kembali kerja..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh teman mu Pram cuma kau saja yang selalu membenarkan apa yang dikatakan oleh Miranti.. rasakan itu
Yunerty Blessa
padan muka kau Miranti.. membusuk lah di penjara.. sebentar lagi giliran Pram....
Yunerty Blessa
bagus gita.. selangkah ke depan untuk balaskan semua penderitaan mu..
Yunerty Blessa
Miranti salah balas dendam.. tunggu balasan mu Miranti😏
Yunerty Blessa
ayoh Gita,,balas lah dendam mu terhadap Miranti dan Pram..
Yunerty Blessa
kasian sekali kau Gita..apa yang kau tunggu dari suami seperti itu.. pergi saja
Yunerty Blessa
sungguh keterlaluan kau Miranti
Yunerty Blessa
Gita jangan lampias kan kemarahan mu pada baby karna dia tak bersalah..
Yunerty Blessa
Gita lapor kepada teman mu bahwa hadiah untuk baby mu dijual oleh Miranti yang kejam seperti setan 😠😠
Yunerty Blessa
kasian Gita.. kesakitan nya dia pendam sendiri.. sampai bila Gita....
Yunerty Blessa
kurang ajar punya Miranti dan Pram.. langsung tak percaya sama isteri nya..
Yunerty Blessa
sungguh sedih dengan keadaan Gita..tapi apa kan dayanya..
Yunerty Blessa
sabar Gita..Pram buta oleh kata² dari Miranti..moga ada balasan buat kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!