NovelToon NovelToon
CINTA SANG PEMBURU

CINTA SANG PEMBURU

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri / Horor / Tumbal / Mata Batin / Cintapertama
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Hendriyan Sunandar

Mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda di jaman dahulu untuk meraih cinta dan menjungjung tinggi martabat seorang ibu. hidup sebagai seorang pemburu untuk menghidupi sekaligus menjadi tulang punggung dan terpaksa melewati bermacam rintangan demi mendapatkan hati seorang wanita yang di cintainya. serta calon mertua yang tak setuju karena memiliki latar belakang yang bertentangan. serta ikut campur bangsa dari dunia lain yang tak kasat mata yang menyulitkan mewujudkan impiannya. simak keseruan kisahnya di setiap babnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendriyan Sunandar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

Pada akhirnya salah satu pemuda yang bernama Ewon tiba tiba angkat bicara dan mengakui kesalahan tak di sengaja itu. sehingga beberapa warga yang mendengar pengakuan Ewon seperti itu, mereka tampak saling memandang satu sama lain. Bahkan beberapa di antaranya ada yang tampak menahan tawa.

"oh... Ya benar kalo begitu ceritanya. Pantas saja Uwa sampai muntah muntah yo Le. Wong keracunan getah kecubung kayaknya. Tapi ya wislah. syukurlah kalo sakit Uwa itu bukan karena gangguan setan. Saran saya, cepat berikan Uwa air kelapa Le. Tuh kau panjat saja kelapa punya Abah. Boleh kan Bah? "

Ujar salah satu warga bicara pada Ewon dengan logat khas tatar wetan sembari melirik pada bah Caca. Tak heran bah Caca pun mengangguk mengiakan permintaan warga yang bernama pak De Tarmin itu.

Tak lama setelahnya Ewon pun segera bergegas keluar rumah dan berniat memetik kelapa hijau untuk obat penawar dari efek bunga itu. Warga tau jika bunga itu di kabarkan memiliki racun yang jika tidak sengaja atau bahkan di sengaja di makan, sekurang kurangnya akan terasa pusing dan mual.

Tepatnya di halaman rumah yang berbatasan dengan ladang kecil dan beberapa perkebunan warga di sekitarnya, di sanalah berdiri kokoh dua pohon kelapa milik bah caca yang tumbuh di pinggiran kolam. Sehingga Ewon pun yang terbilang lihai dalam urusan memanjat pohon, dirinya segera memanjat pada pohon kelapa itu.

"sudah Le... dua saja cukup kok. Ayo sekarang cepat turun sekalian kau kupas yo kelapanya"

Teriak pak De Tarmin pada Ewon. Bahkan Tumang dan yang lainnya terlihat ikut mendongak seperti merasa takjub pada kepandaian Ewon ketika memanjat pohon kelapa itu.

Namun tidak untuk di hari itu. Entah mengapa ketika Ewon berniat turun dari pohon kelapa itu, Ewon tampak bergetar dan menatap tajam ke arah perkebunan warga yang terhubung ke hutan kecil di sekitar tempat itu.

Dari ketinggian pohon kelapa itu, Ewon tak sengaja melihat sekumpulan orang yang tampak berjalan menuju hutan kecil. Dan yang membuat Ewon melotot bahkan antara percaya dan tidak, orang orang itu terlihat menyeret seseorang yang begitu di kenalinya.

"bik Iroh ? Bukankah itu bik Iroh ?"

Gumam Ewon sembari memeluk kuat pohon kelapa itu. berkali kali Ewon membelalakan matanya saking tak percaya pada penglihatannya itu. Terlebih ketika itu di siang hari bolong dan sekumpulan orang orang itu terlihat memiliki bentuk yang tak lazim. Tubuh mereka terlalu besar dan tinggi jika untuk ukuran manusia normal pada umumnya.

"astaghfirullah. Aku sedang tak bermimpi kan ? Kenapa bik Iroh di ikat dan di seret begitu sama mereka. Bukannya dia ada di rumah ya sedang kerasukan"

Gumam Ewon lagi di hatinya karena tak habis pikir pada penglihatannya ketika itu. Bahkan saking ingin memastikan jika dirinya sedang tidak bermimpi, Ewon ketika itu mengucek matanya menggunakan kedua tangannya. Dan lupa jika dirinya sedang memanjat pohon kelapa.

Yang alhasil.. Tubuh Ewon kehilangan keseimbangan lalu cengkraman kedua kakinya meleset dan...

Kalayangggg.... Buk !!!

Ya. tak tergambarkan bagaimana terkejut dan paniknya warga warga ketika itu. di mana sebagian dari mereka baru saja melihat tubuh Ewon terjun bebas dan terhempas dengan kuatnya.

beruntung pendaratan tubuh Ewon itu tak sengaja jatuh pada kolam dangkal dan terdapat banyak lumpur.

"Ewon !!!! Ya Allah Ewon !!"

Teriak mang Darman yang menjerit keras dan segera melihat keadaan Ewon. Tanpa ragu mang Darman melompat ke kolam itu lalu segera berusaha menarik tubuh Ewon yang menancap dalam pada lumur itu.

Tak terkecuali warga lainya yang juga melihat langsung kejadian naas itu. Beberapa di antaranya segera menyusul mang Darman dan segera mengangkat tubuh Ewon dari genangan air dan lumpur.

"Ewon !!! Sadar Won !!! Ayo katakan sesuatu Won !!!"

ucap Tumang yang juga ikut melompat berusaha menolong Ewon. Namun Ewon ketika itu tak bergeming. Tubuhnya lemas dan sebagian tubuhnya masih di dalam lumpur itu. Berutung beberapa warga lainnya segera mengangkat tubuh Ewon ke tepian kolam. Dan sebagian warga lainya sengaja menyirami dan membersihkan tubuh Ewon lantas menyarankan untuk di bawa masuk ke rumah untuk di periksa ke adaanya.

"ada se... se..."

Rintih Ewon terbata bata ketika sudah berada di teras rumah dan tubuhnya di sangga oleh mang Darman. sebelum pada akhirnya terkulai tak sadarkan diri.

Tak lama setelahnya, jerit histeris dua warga pun terdengar ketika itu. Yang tak lain kedua orang tua Ewon yang baru tau karena sebelumnya keduanya sedang di dalam rumah menjaga bik Iroh dan wa Kobul.

Tubuh Ewon di rangkul erat dan di hujani tangis. Beberapa di antaranya ada yang sengaja memeriksa ke adaan Ewon. Bahkan dua kelapa muda yang juga menancap pada lumpur itu, seperti mereka lupakan saking cemasnya pada keselamatan Ewon.

Singkat cerita, setelah Ewon di baringkan, di obati sebisanya, dan menunggu tersadar dari pingsannya, pada akhirnya warga warga terbagi perhatian oleh beberapa hal. Dari mulai perkara bik Iroh, wa Kobul saja yang belum selesai, kini bertambah lagi oleh Ewon yang terjatuh dari atas pohon kelapa.

Hari itu terasa begitu panjang seperti kebingungan di hari itu tak akan pernah usai. para warga yang terdiri dari kaum bapak bapak, ibu, pemuda, bahkan anak anak, semuanya seperti menjadi satu rasa . satu orang saja yang merasa sakit, maka semuanya merasakan hal yang sama. Dan itu tentunya perlu upaya dalam menyikapi satu per satu kekacauan di hari itu.

Seperti halnya Tumang yang sebelumnya berusaha mencari sumber penyebab dan menemukan syariat untuk kesembuhan bik Iroh.

Langkah awal di mula dari wa Kobul yang sengaja di minumkan air kelapa hijau, lalu menghadirkan beberapa ahli pijat untuk memeriksa ke adaan Ewon. Dan setelahnya Tumang di pintai kembali hasil dari jalan pemikirannya.

dari serentetan cerita lengkap yang sudah di dengarnya itu, Tumang teringat dan curiga pada kabar tentang bik Iroh yang sempat mendapatkan sebatang rokok ketika di sawah itu. Di mana Tumang seperti teringat rokok milik bah Lemud yang sempat di hisapnya juga ketika di sawah itu.

"apa mungkin gara gara rokok itu ya? Apa bik Iroh dapat rokok itu dari bah Lemud ya?"

Gumam Tumang di hatinya dan merasa rokok itulah sumber kekacauan yang menimpa bik Iroh. Sehinga Tumang pun yang tak mau gegabah dalam mengambil keputusan dan berburuk sangka, dirinya berusaha bertanya dan menghadirkan orang yang sudah memberikan rokok itu pada bik Iroh ketika itu.

Tumang berkeyakinan, jika pemberi rokok itu adalah salah satu warga di kampungnya, maka semua warga pun akan mengenali orang itu. Selain kampung itu terbilang kecil dan semua warganya di kenalinya, Tumang juga nantinya akan bisa mengira ngira apakah warga itu pantas untuk di curigai.

"kalau soal itu sih Abah juga tidak tau Mang. yang abah ingat si Iroh perginya gak lama. terus pas di tanya katanya rokoknya udah dapat. Kalau soal rokok itu dari siapanya, ya Abah tidak tau Mang. Memangnya kenapa gitu Mang ? Apa hubungannya sama si Iroh yang kerasukan?"

Ujar bah Caca ketika di pintai keterangan oleh Tumang perkara orang yang memberi rokok itu. sementara warga lainya yang juga tak kalah heran kemana arah pembicaraan Tumang, mereka satu per satu menggelangkan kepala dan mengatakan tak sempat mengetahui orang yang maksud itu. Lantas tak lama setelahnya, Tumang tiba tiba merogok saku bajunya.

"apa roko itu seperti ini Bah? Bukan rokok garmer kan yang di sulut sama bibik?"

Imbuh Tumang sembari memperlihatkan bungkus rokok dan mengeluarkan isinya yang tampak menguning seperti sudah rusak dan tampak bekas basah.

"nah...!!! Iya Mang benar. Benar banget rokoknya seperti itu kok. Abah ingat betul rupa rokok itu. Dari mana gitu kau punya rokok itu Mang ? Apa kau juga yang ngasih rokok ini sama si Iroh?"

Ucap bah Caca pada Tumang meski dirinya belum paham pada maksud sebenarnya. Bahkan mang Darman yang juga sempat melihat sekilas rokok itu, dirinya ikut membenarkan ucapan bah Caca itu. Rokok siap hisap tanpa menggulung kertas papir terlebih dahulu itu, begitu mencolok rupa dan warna poletnya.

"kalau begitu, aku jadi yakin. Pasti rokok itulah penyebabnya. Dan bah Lemud lah yang bisa menyembuhkan bik Iroh. Awas kau ya bah"

Gumam Tumang di hatinya sembari melirik bik Iroh yang tampak diam namun seperti menatap kosong.

1
Akbar Aulia
setan silemin iku opo thor
Hendriyan Sunandar: ya itu ka. semacam siluman dan sebangsanya. atau mhluk tak kasat mata.
total 1 replies
Hendriyan Sunandar
amin. terima kasih atas apresiasinya. semoga menghibur dan ada sedikit sedikit hikmah yang bisa di petik dari kisah ini.
Mắm tôm
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Hendriyan Sunandar: amin ya Allah. terima kasih ka. semoga bisa menghibur dan kiranya bisa bantu promokan cerita ini ya. semoga Allah melimpahkan rejeqi yg barokah pada kk. amin
total 1 replies
Rowan
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
Hendriyan Sunandar: terima kasih ka sudah berkenan singgah. semoga terhibur dan ada kimha yang bisa di petik di dalamnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!