NovelToon NovelToon
Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Assalamu'Alaikum Pak Polisi 2

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:225.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Herliyah

Meidina kini telah resmi menjadi istri seorang Kapolsek, Nyonya Radit Al Farizi. Pria yang mencintai nya tulus tanpa, memandang status masa lalunya.

Derajat Meidina, kini terangkat setelah menikah dengan Radit. Pria yang mampu menutupi masa lalunya sebagai wanita malam, dan memberikan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mirip Papahnya

Meidina bangun, memegang perut nya terasa semakin berbeda, Meidina memegang sprei nya yang basah.

"Basah apa ini?" ucap Meidina sambil meraba nya.

Meidina meraba daster nya, terasa sangat basah. Meidina panik sambil meraba perut nya, Meidina langsung memanggil kedua mertua nya.

"Ayah... Ibu...!! "

"Ayah... Ibu..!! " panggil Meidina berteriak.

"Ada apa Mei?" tanya Pak Halim datang.

"Mei, kamu ada apa?" tanya Ibu Mira.

"Basah." jawab Meidina.

"Basah apanya Nak?" tanya Ibu Mira mendekat.

"Ketuban nya pecah." jawab Meidina.

"Astagfirullah, Ayah cepat kita bawa Meidina ke rumah sakit."ucap Ibu Mira panik.

"Bukan nya kandungan Meidina itu, baru masuk usia 8 bulan?" ucap Pak Halim.

"Tapi ketuban nya pecah duluan, kita harus cepat bawa ke rumah sakit, takut kenapa - napa sama bayi di dalam perut nya."

"Ayah, siapkan mobil, Ibu siapkan semua perlengkapan nya."

"Baik Yah." ucap Ibu Mira menyiapkan segala perlengkapan Meidina dan calon bayi nya.

****

"Mami mau kemana?" tanya Eva, melihat Mami Rosa terburu - buru.

"Mei, di bawa ke rumah sakit." jawab Mami Rosa.

"Kenapa Mam?"

"Ketuban nya pecah."

"Ya Allah, terus bayi nya gimana?"

"Makan nya, Mami sekarang mau ke rumah sakit. Mami tadi dapat telepon dari mertua nya, untuk ke rumah sakit sekarang."

"Saya ikut Mami." ucap Eva langsung berlari ke kamar nya untuk, mengambil tas.

"Mau pada kemana?" tanya Santi.

"Meidina, masuk rumah sakit." jawab Eva dan Mami Rosa segera berjalan ke arah mobil nya.

"Melahirkan kan?"

"Iya, soalnya ketuban pecah."ucap Eva.

" Semoga selamat semua nya ya Allah."

****

"Seperti nya harus cesar, posisi bayi juga sungsang." ucap dokter kandungan.

"Sungsang? padahal waktu di USG normal." ucap Ibu Mira.

"Bayi nya aktif, dan bisa berubah posisi. Waktu cek kehamilan kemarin kan, memang aktif kata Ibu Meidina."

"Terbaik buat menantu dan cucu kami, cesar juga tidak apa - apa, karena memang jalan nya harus cesar."ucap Pak Halim.

" Baik kalau begitu, operasi nya akan segera di lakukan."

"Terima kasih dok." ucap Pak Halim.

"Semoga selamat semuanya Ayah."

"Amin..!! "

"Bu Mira, Pak Halim bagaimana kondisi Meidina?" tanya Mami Rosa.

"Baru mau mulai operasinya." jawab Ibu Mira.

"Ya Allah, semoga selamat semua."ucap Mami Rosa.

" Amin..!! " ucap Ibu Mira, Pak Halim dan Eva."

Hampir menunggu 30 menit, akhirnya dokter keluar, dan bersamaan dengan perawat yang mendorong box bayi.

"Ini bayi nya Meidina?"tanya Mami Rosa.

" Betul bu." jawab perawat.

"Selamat Ibu, Bapak. Cucu nya laki - laki, sehat begitu juga dengan ibu nya." ucap dokter kandungan.

"Alhamdulillah." ucap semua nya, sambil menatap cucu pertama mereka, yang terlihat menggemaskan.

"Nanti langsung ke kamar rawat, Ibu Mei sekarang mau di bawa ke kamar nya."

"Terima kasih dokter." ucap Pak Halim.

****

"Anak saya mana?" tanya Meidina dengan kondisi yang masih lemah.

"Ada sayang, dia di inkubator." jawab Mami Rosa.

"Tapi sehat kan?"

"Sehat, Alhamdulillah sehat. Malah wajah nya, mirip Radit."

"Benar nak, mirip Papahnya." ucap Ibu Mira.

"Alhamdulillah, kalau Abang masih ada, pasti sangat senang." ucap Meidina.

"Kami akan, bersama - sama merawat anak kamu." ucap Ibu Mira.

"Benar Mei, jangan khawatir dan jangan sedih." ucap Mami Rosa.

"Assalamu'alaikum."

"Walaikumsalam." balas semua nya, saat Abi Mulia tiba.

"Alhamdulillah, kamu dan cucu Abi sehat dan selamat. Tadi Abi lihat, masya Allah tampan nya seperti Almarhum Radit."

"Alhamdulillah, semua bilang seperti itu." ucap Meidina.

"Selamat nak, Abi bahagia lihatnya."

****

Meidina dengan duduk di kursi roda, melihat putra nya yang ada di dalam inkubator. Meidina meneteskan air mata nya, saat melihat wajah putranya yang mirip Almarhum suaminya.

"Selamat datang di dunia nak, tapi kamu hadir tanpa seorang Papah. Insya Allah, kelak kita akan bersama dengan Papah." ucap Meidina sambil memegang kaca inkubator nya.

"Mamah bahagia nak, mamah bahagia dengan hadirnya kamu ke dunia ini."

Mami Rosa mengusap punggung Meidina, ada rasa bahagia dan sedih. Melihat putri angkat nya, harus membesarkan putra nya sendiri.

"Mami yakin, kamu wanita kuat, membesarkan anak kamu. Mami Yakin, suatu saat anak kamu akan sukses."

"Amin Mami, Amin..!!"

"Mami bahagia, kalau melihat kamu bahagia.Mami akan sedih, kalau melihat kamu sedih juga."

"Insya Allah, Mei akan kuat Mam, Meidina akan kuat membesarkan anak sendiri."

****

"Panji Satrio Raditsya, nama yang di berikan oleh Bang Radit sebelum beberapa menit meninggal dunia. Saya akan memanggilnya Radit, kenapa? karena wajah nya sangat mirip Papah nya.

" Cucu kita ini, sangat gagah pasti nya bila sudah besar nanti. Gagah seperti Papah nya, calon seorang Perwira Polisi, seperti apa yang di inginkan oleh Almarhum Papah nya.

"Sebelum meninggal, pesan Bang Radit seperti itu. Dia ingin putra nya, mengikuti jejak Papah nya."

*****

"Alhamdulillah, anak nya laki - laki atau perempuan Abi?" tanya Bagas.

"Laki - laki, wajahnya mirip sekali seperti Papah nya." jawab Abi Mulia.

"Tapi, jangan cerita sama Anisah. Abi kan tahu, kalau Anisah mengejar anaknya Meidina." ucap Bagas.

"Tapi Anisah, sudah komunikasi dengan baik sama kamu. Apa dia belum sembuh total, dan masih sering kambuh?"

"Anisah belum seratus persen sembuh, makannya dia masih di pantau sama dokter sini."

"Abi, terus mendoakan Anisah. Agar dia itu sembuh, Abi ingin dia kembali sehat seperti dulu. Tapi bila Allah berkehendak lain, Abi ikhlas."

*****

"Abang." sapa Meidina saat Bagas menjenguk Meidina di rumah sakit.

"Selamat ya, untuk kelahiran anak pertama nya." ucap Bagas memberikan selamat.

"Terima kasih Bang, makasih banyak sudah datang."

"Abang bawakan hadiah untuk anak kamu, maaf kalau Abang hanya bisa kasih hadiah sederhana."

"Abang bilang apa sih? ini juga makasih banget loh, sudah datang ke rumah sakit, bawakan hadiah lagi."

"Abang senang, akhirnya kamu menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. Walau terasa kurang, dan yang pasti buat kamu berat."

"Insya Allah saya akan kuat Bang, harta saya hanya satu, Raditsya putra satu - satunya saya Bang. Dia ini harta berharga saya, harta yang akan menemani saya, hingga mata ini tertutup."

"Abang juga, sedang berharap Anisah sembuh, kamu melahirkan juga, saya tidak kasih tahu dia. Saya takut, takut dia berbuat sesuatu."

"Abang yang sabar ya, sabar menghadapi ujian seperti ini. Bagaimana juga, Anisah saudara saya, walau kita saudara beda Ibu. Apapun yang dia pernah lakukan pada saya, dia tetap saudara saya Bang. Dia memiliki sifat seperti Almarhum Om nya, sifat dendam. Dendam pada saya, hingga sudah sampai ke ubun - ubun, saya akui saya salah juga. Salah telah mencinta Abang, mencintai suami dari saudara saya sendiri."

"Sudahlah kamu jangan ungkit itu lagi, saya sudah lupa. Kalau ingat itu, rasanya sakit. Kita sudah enak, tidak mengingat tapi kamu malah mengingat nya." ucap Bagas.

"Maafkan saya Bang, kalau saya mengungkitnya. Tapi mungkin fakta itu juga, Abang kan pernah bilang, dokter bilang apa waktu itu. Ada yang masih ingat di dalam memorinya, rasa kesal dan marah, dan saat bersamaan dia hamil saya pun hamil. Tapi takdir berkehendak lain, sehingga harus kehilangan anak nya."

"Saya sudah ikhlas, tapi Anisah belum bisa ikhlas. Dan menganggap anak yang kamu kandung itu, adalah anak dia."

.

.

1
Jelita Permatasari
good job
Al_nindra
2x saya kehilangan calon baby ku, karena lahir prematur semua,.stelah SC yg k2 sempet nenangin hati waktu masih diruang pemulihan "apa iya Allah tega mengambil babyku untuk k2 kalinya,ga mungkin kan ya" tp ternyta Allah bner2 menguji keimanan & kewarasanku
7 bln & 8bln sudh dlam kandungan ku bawa kmna2 tp dia lbh senang memilih Allah,.
tunggu mamah disana ya 2bidadari kecilku
Itha Honkjy
sedih bngt air mataku kluar trus 😭😭😭😭
Chaira 62js
Luar biasa
Jefri Mohd
sedihnya...airmata saya tk boleh tahan..trus menangis😭😭😭
Daffa.Nakhlah Rafie
anisa percm pendidikan ttggi dn ilmu agama yg mempuni kl tdak kuat iman...br dpt cobaan seperti itu aja sdh gila..apskbr kl dia berada diposisi mei bisa2 mati bunuh diri
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sagitarius
❤❤❤
Sagitarius
😐😐
🌺Meylianti🌺
Aku nangis dari baca part satu sampai part 2 nya 😭😭😭 ya Allah thour kapan Mei bahagia bagi kek ke Anisah
Tara
Aduch.. Pengen dach punya Suami polisi apalagi yg gagah nan tampan. Uhuy🌹😍💞💖🤗🙏
Eva kusrini
ending ya mengharu biru hatiku... seorang wanita ditinggal pergi suaminya setia tidak menikah lagi itu hebat dengan kedua tangganya Mei bisa membesarkan radit menjadi seorang polisi keinginan alm papanya radit...
mama Al
aku suka ending kayak gini

perempuan itu tipe nya setia jika di tinggal meninggal suaminya. Jika di sakiti lelaki jangan memikirkan cari pasangan baru. karena anak lebih penting dari cari suami baru.
Puspa Herliyah: 🙏🙏...
total 1 replies
Jovita Deliana
mksh author semangat terus berkarya nya..saya suka dengan ending nya ..jd ga ad yg kecewa krna Bagas dan Mei..tetap dengan cnt sejati nya Bagas dan Anisa ..Mei dan Radit..bisa membuktikan bahwa perasaan Mei dan Bagas itu slh dan cm sementara krna cnt abadi Bagas untuk Anisa dan Mei untuk Radit
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰🥰...
total 1 replies
rya
akhirnya tamat, tapi kalau menurut aku kok pengin mei dan Bagas bersatu ya...
Ryanti Yanti
cinta sejati meidina tetap buat bang radit😩😩😩😩😩
Ryanti Yanti
turut berduka cita bang bagas
Ryanti Yanti
bau"si anisah mo koit
Ryanti Yanti
si anisah bikin bagas mlarat🤣🤣🤣🤣
Ryanti Yanti
semoga si anisah gk bikin ulah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!