NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.

Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?

Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 RAHASIA LAMA

2 Minggu Setelah Peresmian Yayasan "Untuk Anggita"

Jam 13.45 di rumah Galen, hujan turun sejak jam 10 pagi dan belum juga reda. Airnya menggenang di halaman, memantulkan lampu teras yang kuning. Di dalam rumah, ruang kerja Galen dingin. AC 18 derajat. Di atas meja, tumpukan laporan donasi yayasan setinggi satu jengkal, map-map biru yang belum dia buka sejak pulang dari rumah sakit sebulan lalu. Galen duduk di kursi kulitnya, bahu kirinya masih pakai sling hitam, tapi wajahnya sudah ada warna.

Di layar laptop, grafik donatur bulan ini naik 200%. Dia baru mau meneguk kopi ketika...

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pelan tapi tegas.

"Masuk," ucap Galen tanpa menoleh.

Pintu kebuka menampilkan Rina, sekretarisnya lalu dia masuk. Payungnya masih menetes, tapi yang bikin Galen kaget yaitu matanya merah.

"Pak..." Suara Rina bergetar

"Ada tamu, tapi nggak mau buat janji. Katanya, penting sekali" Lanjut Rina

Galen mengernyit..

"Siapa?" Tanya Galen

"Dia bilang... dari Bapak Wijaya dan dia pakai seragam TNI, Pak. Pangkat Kolonel" Jawab Rina

DEG …

TUK …

Pulpen di tangan Galen jatuh ke lantai, 15 tahun dia tidak mendengar nama itu disebut dengan hormat di rumah ini.

"Ayah ?" Bisik Galen karena tenggorokannya kering.

"Suruh masuk sekarang" Lanjut Galen

Nabila yang dari dapur langsung menghentikan irisan jahe.

"Bila" Panggil Anggita dari belakangnya

"Siapa dia ?" Tanya Anggita sambil melirik ke arah Wijaya

"Gak tau, Git. Tapi katanya... dari ayah" Jawab Nabila

Semenit kemudian, pintu ruang kerja kebuka, masuklah seorang laki-laki berusia sekitar 60 tahun dengan tubuh tinggi, tegap, dan rambut sedikit beruban tak lupa memakai seragam TNI AD lengkap, loreng, ada 4 bintang di pundak: KOLONEL. Tapi seragam itu kusut, ada lumpur di sepatu PDL-nya. Dan di pelipis kanan, ada bekas luka sayatan panjang yang belum kering. Di sampingnya, seorang pria 40 tahunan pakai jas basah. Membawa koper hitam dan map coklat, ruangan itu mendadak terasa sempit. Laki-laki berseragam itu memberi hormat, tangan kanannya menempel sempurna di pelipis, suaranya berat serta serak.

"Lapor, Anak. Kolonel Wijaya kembali" Ucapnya

Galen tidak bergerak, hanya matanya yang berkaca-kaca.

"Ayah... pulang karena dengar berita Arvin ditangkap ya?" Tanya Galen dengan suaranya pecah.

Wijaya menurunkan hormatnya, bahunya turun. Untuk pertama kalinya Galen lihat ayahnya terlihat lelah.

"Aku baru bebas 3 hari lalu, nak" Jawab Wijaya

"Dari gudang Suryo di perbatasan, mereka sandera aku 15 tahun" Tambah Wijaya

Nabila menutup mulutnya, sedangkan Anggita langsung bersembunyi di belakang Nabila. Adrian Saputra, pengacara itu meletakkan koper di meja.

"Perkenalkan, saya Adrian. Saya yang bantu Pak Kolonel kabur" Ucap Adrian

Pak Wijaya duduk, gerakannya kaku seperti orang yang lama tidak duduk di kursi empuk.

"Aku tau ini berat Galen, tapi kamu berhak tau kenapa ayahmu hilang" Tambah Adrian

Adrian membuka map coklat, tangannya gemetar

"2010 aku masih aktif, Arvin datang ke kesatuanku. Bilang butuh dana 2M untuk operasi intelejen 'ekspor mebel' ke luar. Katanya buat bantu negara, aku percaya. Lalu aku modalin lewat rekening pribadi" Jelas Adrian

Adrian mengeluarkan selembar kertas, bukti transfer

"2011 aku tau, itu bukan mebel, itu anak-anak. Aku mau lapor, tapi malamnya, rumah kita dikepung. Mereka tunjukin foto kamu umur 18, lagi kuliah dan foto ibumu di rumah sakit. Mereka bilang: 'Satu kata, Kolonel, keluarga Anda mati” Lanjut Adrian

Wijaya menutup mata …

"Aku diem, aku pengecut. Mereka pindahin aku dari satu gudang ke gudang lain, lalu disiksa kalau aku melawan. Dan itu selama 15 tahun, Nak" Ucap Wijaya

Adrian memutar flashdisk di laptop Galen, layar menyala. Video 30 detik, kualitas jelek. Kantor remang-remang, Wijaya muda seragam masih rapi, melempar map ke meja.

"INI PERDAGANGAN MANUSIA, ARVIN! AKU TNI! AKU KELUAR DARI INI SEKARANG JUGA!" Teriak Wijaya

Arvin tertawa pelan, tapi menakutkan.

"Kamu keluar ?, anak dan istrimu yang jadi tahanan kami, paman. Segera pilih Kolonel" Ucap Arvin

Video mati membuat suasana hening, hanya suara hujan di genteng. Suara Anggita yang pertama pecah.

"Kak..." Panggil Anggita

Galen mengepalkan tangan membuat kuku menancap di telapak.

"Jadi selama ini... ayah diam demi kami?" Tanya Galen

Pak Wijaya mengangguk, air matanya jatuh

"Sebagai TNI aku gagal melindungi rakyat, sebagai ayah aku gagal melindungi anak. Maafkan aku, nak" Jawab Wijaya

"Kalau kita umbar ini, nama korps ayah hancur, nama keluarga Teriaz juga akan hancur dan yayasan bisa ditutup" Ucap Galen

Wijaya duduk tegak

"Biarkan saja, aku sudah tua. Aku siap diadili, tapi 20 nama di daftar ini harus tuntas" Ujar Wijaya

Wijaya menunjuk daftar nama: 20 pejabat, 3 hakim, 2 jenderal. Ada stempel ‘KLIEN PRIORITAS’.

"Kalau kita diem Len, anak-anak lain jadi korban lagi. Kayak Gita" Ucap Nabila

Backup ke 3 flashdisk. Satu diberikan ke Adrian. Satu dibawa Nabila di kalung. Satu dikubur di pot bunga kamboja, 1 meter di bawah tanah. Jam 22.10, jari Galen gemetar di keyboard.

Kepada: Kapolres, KPK, Panglima Kodam, 3 Wartawan Investigasi

Subject: LAPORAN DIRI - KETERLIBATAN OKNUM TNI DALAM KASUS C-12

Isi: "Saya Galen Wijaya dan Kolonel Wijaya menyerahkan bukti... Siap diproses hukum dan dipanggil." Klik lalu send.

30 detik kemudian HP Galen berdering, tertera nomor tak dikenal

"Danrem sini, kami terima laporan. Besok jam 08.00, Kolonel Wijaya dan keluarga wajib hadir di Makodam. Pengamanan penuh, ini perintah"

Tut

Jam 23.50 di teras belakang, hujan sudah reda, langit bersih, ada bulan. Wijaya dan Galen duduk bersebelahan di kursi goyang, sama-sama tegap, sama-sama diam.

"Takut, nak?" Tanya Wijaya.

"Takut, yah" Jawab Galen jujur

"Takut nama ayah jelek" Lanjut Galen

"Lebih takut kalau kita diem" Sahut Wijaya.

"Ingat sumpah prajurit kita?" Lanjut Wijaya bertanya

Galen menoleh, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, dia melihat ayahnya bukan sebagai pengecut tapi sebagai prajurit.

Jam 02.00 notifikasi SMS dari nomor tak dikenal:

{Kamu pikir pahlawan, Kolonel ? TNI juga bisa mati, keluarga kamu selanjutnya}

Sambil mengirimkan foto rumah mereka dari seberang jalan,Pagar biru muda, 2 pot bunga.

Wijaya langsung berdiri. Instingnya bangun.

"PADAMKAN LAMPU! SEMUA KE RUANG AMAN!" Teriak Wijaya

Nabila mematikan saklar membuat ruangan menjadi gelap, Anggita lari ke dapur untuk bawa pisau dapur. Wijaya membuka laci, mengeluarkan pistol dinasnya.

"Aku masih ingat cara pegang ini" Ucap Wijaya

Galen memeluk Nabila dan Anggita.

"Kita diawasin" Ucap Wijaya

Wijaya berdiri di depan jendela, terlihat bayangannya hitam.

"Ini perang baru, Nak. Melawan sisa jaringan Suryo, dan kita lawan sebagai keluarga dan sebagai prajurit" Lanjut Wijaya

Di meja ada surat pengakuan, di luar ada ancaman tapi di tengah mereka ada 4 orang yang akhirnya bersatu.

Galen berbisik

"Siap, ayah" Jawab Galen

1
Ilfa Yarni
itu orang ga ada kapok2nya ya lagian polisi knp diam aja klo tau orang yg didalam sel merencakan kejahatan yg barublg
Ilfa Yarni
aduh Galen jgn lengah Bram duluan beraksi tuh
Rima Rismawati
Lanjut thor makin seru ceritanya 🙏🏻😊
indah Mayaddah f: Di tunggu ya kak 🙏😊
total 1 replies
Rima Rismawati
Ternyata bu RT dan kedua orang tua Nabila kocak juga 🤣
Rima Rismawati
Ada ya keluarga seperti itu, kepada saudara kandungnya sendiri 😡
Ilfa Yarni
seru jg ceritanya sebuah kluarga yg memperebutkan harta warisan
indah Mayaddah f: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Nkvel aru thor
indah Mayaddah f: Iya kak, semoga suka ya 🙏
total 1 replies
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!