# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Ingin Masalah, Namun Masalah Yang Mendekat
Bab 35 Tidak Ingin Masalah, Namun Masalah Yang Mendekat.
Liu Shen setelah mengambil buku acak, cara mencoba berjalan sambil sengaja melirik ke tempat di mana Xiao Chen pergi dan berpindah tempat duduk.
Liu Shen melihat Xiao Chen sedang duduk di bagian paling pojok yang sangat teduh tanpa ada cahaya matahari yang memasuki.
Dia duduk di tempat yang sama kemudian tidak lama lagi berpura-pura sudah menyelesaikan bacaan buku tersebut langsung berjalan lagi untuk meletakkan buku itu ke tempatnya.
Liu Shen setelah meletakkan buku itu di tempatnya langsung berpura-pura mengambil buku di bagian tempat di mana Xiao Chen sedang membaca dengan ringan.
Liu Shen mendekati Xiao Chen, sementara itu kamu melihat bahwa Xiao Chen bingung, mungkin saja pergi meninggalkan tempat perpustakaan ini.
Apalagi kamu juga tahu bahwa Xiao Chen sudah memiliki beberapa kertas yang sudah dirangkum jurus yang sudah disempurnakan yaitu teknik penguatan tubuh kingkong walaupun masih tahap lapisan manusia.
Benar saja, Xiao Chen pergi dan mengembalikan buku tersebut dengan berjalan melawan arah agar tidak berpapasan dengan Liu Shen, sekali lagi kamu melihat raut wajah Liu Shen sangat tidak sedap dipandang.
Mungkin Liu Shen sudah menebak pemuda itu sudah menyadari keanehan yang telah dibuat oleh dirinya sehingga lebih baik menghindar.
"Tsk!"
Liu Shen mendesahkan lidahnya dia sungguh sangat tidak senang Kenapa dengan pemuda ini bisa-bisanya mengabaikan dirinya Apakah penampilannya tidak menarik atau bagaimana? Melihat Xiao Chen keluar dari perpustakaan akhirnya menatap ganas ke arah Xiao Chen sehingga, jika tatapan itu bisa membunuh Xiao Chen, mungkin saja Xiao Chen akan terbunuh lusinan kali akibat tatapan ganas Liu Shen.
Kini Xiao Chen tidak peduli dia pergi cepat-cepat dari perpustakaan dengan perasaan yang bergidik merinding karena merasakan tatapan ganas wanita tersebut.
“Huh! Aku tidak peduli dengan wanita itu aku harus secepat-cepatnya berlatih agar tetap mudah ditindas!” Xiao Chen sambil berjalan menyeka keringat yang berada di dahinya.
Ketika sedang berkeringat tiba-tiba tanpa sadar karena pandangannya melamun memikirkan teknik Penguatan Tubuh Kingkong akhirnya, Xiao Chen tanpa sadar menabrak pemuda yang kekar.
"Bug!"
"Aduh!"
Xiao Chen terjatuh dan mencoba melihat siapa pemuda yang bertabrakan dengannya. Untuk menggambarkan Pemuda tersebut memiliki tubuh yang sangat kekar seperti binaragawan.
Xiao Chen sebenarnya ini berkata meminta maaf tapi tiba-tiba, pemuda tersebut berkata kasar, “Sial, Apakah kamu tidak memiliki mata!”
Xiao Chen juga tersenyum malu dan membalas, “Maaf, jenior ini tidak fokus untuk melihat terlalu banyak pikiran dan akhirnya tidak melihat ada senior yang sedang di tempat ini akhirnya aku menabrak maafkan Aku.”
Xiao Chen mengepalkan kedua tangannya untuk memberi tanda hormat kepada pemuda yang memiliki tubuh kekar seperti binaragawan dirinya ingin berjalan lagi langsung dihentikan.
“Kamu setelah menabrakku, apakah hanya seperti itu saja? Cepat! berlututlah dan meminta maaf kepadaku tampar pipi kanan dan kiri mu dua kali cepat!”
Xiao Chen mengerutkan keningnya permintaan ini sungguh merugikan dirinya sendiri dan otomatis Xiao Chen tidak akan begitu nurut.
“Maaf jenior ini, sudah meminta maaf, jika Senior meminta menampar pipi kiri dan kanan jenior ini akan menolaknya,” kata Xiao Chen masih dengan nada yang hormat.
"Lancang!"
Pemuda kekar itu marah langsung meraih tangan kanannya untuk menampar pipi Xiao Chen, akan tetapi ketika tamparan itu mendarat seketika ada gelombang kejut yang mengenal tangan pemuda itu sehingga tangannya terpelanting ke belakang sangat keras.
"Wosh!"
“Apa yang terjadi?” Pemuda itu bingung dan memiliki Kapala yang penuh tanda tanya besar.
Pemuda yang memiliki tubuh kekar bernama Ding San, dia dikenal sebagai pemuda yang suka membuly terhadap murid baru, sehingga kebanyakan murid baru tidak betah dan melarikan diri bahkan ada yang sampai meninggal akibat penyiksaan oleh Ding San.
Sekarang karena dia melihat pemuda yang sepertinya murid baru dia tidak tahan untuk membunuh bahkan untuk membunuhnya. Tetapi, dia tidak mengetahui bagaimana ketika tangannya ingin menampar keras kearah Pemuda tersebut, tiba-tiba ada gelombang kejut yang menakutkan sehingga tangan kanannya sedikit cedera.
Karena peristiwa aneh itulah, Ding San berkata mengernyit, “Bagaimana kamu melakukan? Sial apakah kamu berani!”
Xiao Chen hanya berpura-pura takut dan bingung, “Bagaimana aku melakukan? Aku tidak tahu, mungkin Budha sedang menolong kepada pihak yang baik.”
“lancang kamu mengejek ku!” Ding San meraung sekali lagi langsung mengeluarkan jiwa pendekar yang berlevel lima, dan Aura ganas seperti Harimu, langsung menerjang ke arah Xiao Chen.
Tangan kiri Ding San seperti cakar Wolferine yang begitu Kamu siap kapan saja memotong-motong daging Xiao Chen.
Namun, Xiao Chen juga melambaikan tangannya langsung memukul keras tangan Ding San.
"Bang!"
Ding San dipukul oleh Xiao Chen langsung mundur sepuluh langkah. Sementara itu, Xiao Chen hanya mundur dua langkah saja.
Dari kejauhan, Liu Shen pada awalnya ingin membantu pihak Xiao Chen, namun setelah melihat kekuatan aneh dan teknik yang dilakukan oleh pemuda Xiao Chen akhirnya langkahnya berhenti dan ingin tahu bagaimana dia melakukan seperti itu.
”Pemuda yang menarik, aku harus ingin tahu siapa dia?” kata Liu Shen sembari melihat pertempuran yang terus berlanjut.
Di pertempuran, Ding San yang mundur beberapa langkah akhirnya melingkar kalah dengan Junior.
Ding San mendengus, sambil menatap ke Xiao Chen dengan tataplah sangat ganas dan berkata: “Cih! Murid Baru ternyata memiliki keberanian untuk melawanku, hahaha! Tapi, apakah kamu tahu? Aku belum mengeluarkan terlalu banyak energi, jadi? Kamu bersabarlah sekarang, aku mulai serius maka kamu akan tahu akibatnya.”
"Roar!"
Ding San mengaum langsung pakaian yang dikenakan, langsung lepas dari tubuhnya. Dia memperlihatkan tubuh yang sangat kekar, seperti binaragawan terlihat oleh mata telanjang semua murid yang melihat.
Xiao Chen serius dan sedikit kesal, pada awalnya ingin menghindari wanita itu Tapi ketika telah menghindari tiba-tiba ada masalah lagi yang menghampiri, memikirkan masalah ini Xiao Chen ingin sekali memarahi takdir yang begitu sembrono.
Xiao Chen yang sedang bersiap-siap langsung menggunakan kaki kuda-kuda dan memperagakan Tinju Gajah Prajna Gong.
lagi-lagi, Liu Shen mau tanya menitip sepertinya dia mengetahui gerak langkah yang dilakukan oleh Xiao Chen adalah, Tinju Gajah Prajna Gong. Jurus itu adalah jurus yang paling umum di Sekte Tanah Hitam.
Namun, tiba-tiba matanya menyipit karena gerakan kuda-kuda yang dilakukan Xiao Chen sedikit berbeda dan sepertinya memiliki kekuatan yang mantap.
“Apakah jurus tingkat lanjut? Jika tingkat lanjut apakah seperti itu?” Liu Shen sedikit tidak yakin karena dia juga sudah menguasai Tinju Gajah Prajna Gong di lapisan Ruh.
Ketika dia melihat Xiao Chen tidak yakin dengan jurus Tinju Gajah Prajna Gong itu sehingga semakin melihat bagaimana Xiao Chen menyikapi maka dirinya begitu sangat tertarik dengannya.
Kini Xiao Chen yang sudah bersiap-siap dengan kaki kudanya tiba-tiba melihat pelarian dari Ding San yang begitu cepat seperti harimau langsung memutar ke kanan dan tangan kirinya langsung meninju pipi kanan Ding San sangat keras.
"Bam!"
Seketika gigi Ding San copot keluar jatuh ke tanah dan setelah itu, Xiao Chen tangan kanannya meninju perut sehingga belum menyelesaikan pukulan ke-tiga, Ding San sudah meluncur saat jauh dan pingsan di tempat.
Liu Shen sekali lagi terpana bahkan mulutnya membentuk huruf O cukup lama, jika ada satu butir telur mungkin saja mulut Liu Shen akan mudah dimasukkan telur itu.
“Jurus Tinju Gajah Prajna Gong macam apa itu!” seru Liu Shen.
penulisan kata yg amburadul
tapi sekarang beda lagi
musuh yg level nya jauh dibawah nya
malah di biarin dan bertarung lama
kan goblok yg nulis nya
kalo gak berguna
banyak artefak pun gak guna juga
seharusnya pake dia..... 🤣
amburadul bahasanya
otak author pasti sama dg otak xiao chen.. hapus dripada ikutan jadi xiao chen otak pembaca
awal udah kacau