Om Itu ..., wajahnya sangat mirip dengan Ayah, tapi ... Nama ayah kan Bimo, Sementara Om ini Bima. Ahhh Aku jadi bingung, Tapi Aku yakin dia Ayah ku,...!!
Season dua..
Menceritakan Calista mantan pacar Bima, mendapatkan hati Reyhan, pria yang pernah menyukai Nayna istri Bima.
"Ayah, ayo pulang ke rumah bareng Cilla, sama Bunda!!'' Pinta seorang anak kecil pada paman nya sendiri.
Sontak hal ini mengejutkan Bima, selaku paman Cilla..
"Cilla, dia paman mu. Bukan Ayah nak." ungkap sang Nenek.
"Tidak dia kan Ayah ku, Nenek....!!"
"Cilla, ayah kita telah meninggal.!" sahut Cillo kakak Cilla kembarannya.
Apakah keinginan Cilla untuk memiliki dan hidup bersama dengan Bima bisa terlaksana,,?
Sedangkan Bima telah memiliki kekasih, dan juga tak mungkin mereka bersama sementara Bima tak mencintai Nayna. Bunda Cilla dan Cillo.
Misi Cilla mendapatkan hati paman Bimo yang dianggap Ayahnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4 H pernikahan
Sudah di putuskan satu Minggu ini, adalah hari pernikahan Bima dengan Calista pacarnya.
Calista dia langsung bersorak gembira ketika Mama Ayyu memudahkan jalan nya untuk menikahi Bima. Si bujang Tampan dan kaya raya itu.
Mama pun curhat pada Nayna, ''Nay, kamu sudah tahu belum, kalau Minggu ini Bima akan menikahi kekasihnya.'' ucap Mama
''Oh mereka jadi menikah ma, dan satu minggu ini. Aku baru tahu ma.'' jawabnya memang Nayna baru tahu sekarang ini dari Mama
''Iya Nay, rupanya Bima kukuh ingin menikahi Calista.''
''Ya gak apa Ma, mungkin memang sudah dia jodohnya Bima.'' ucap Nayna niat menenangkan Mama Ayyu.
''Tapi Nay, sebenernya Mama tuh tidak suka pada Calista, entah lah hanya Mama rasa dia bukan perempuan yang baik.'' Mama mengatakan yang ia rasa.
''Entahlah ma, Nay juga bingung.'' Nayna tidak tahu harus bersikap seperti apa sebab dia tidak ada hak melarang Bima yang jelas sekali Bima menginginkan pernikahan ini.
''Mama juga sudah bingung sama Bima, kenapa dia tidak bisa membuka mata nya jelas Mama tak setuju.'' ucap Mama dengan wajah sendu
''Ma, Nay mengerti yang Mama rasa tapi Nay mohon ma, jangan terlalu di pikirkan dan cemaskan ya ma, Nay gak mau Mama sakit lagi.'' pinta Nayna dengan memeluk tubuh Mama Ayyu, sekarang ini Nayna lebih mengkhawatirkan kondisi sang mertua
''Baiklah Nay.'' patuh Mama tak mau Nayna sedih
Nayna pun dengan sigap membantu bibi atau pekerja rumah Mama Ayyu ini, untuk menyiapkan segala yang di butuhkan oleh nanti acara pernikahan Bima. Tentu atas ijin dan beritahu Mama membeli ini dan itu nya.
''Bunda, mu mana?'' tanya si kecil Cilla melihat Bunda nya sudah rapi dengan tas kecil di pundak nya .
''Bunda harus ke pasar dulu Nak.'' jawab Nayna
''Mu apa Bunda? Beli Ice krim?'' ucapnya lagi sangat ingin tahu
''Bukan Dek, Bunda mau beli kebutuhan dapur dulu mau belanja.'' jelas Nayna
''Bunda napa dak beli Ice krim?'' kekehnya
''Adek mau ice krim memangnya?'' tanya Bunda nya itu
Cilla pun mengangguk senang.
''Baiklah nanti Bunda beli kan ya, ayo sekarang main sama Abang. Eh, mana Abang mu?'' Nayna celingukan mencari Cillo yang tidak terlihat
''Abang cama Ayah, Bunda.'' jawabnya
''Yasudah sana, adek ikut main.'' kembali suruh nya
''Dak mau, ikut bunda.'' Cilla merengek
''Eh kok malah tidak mau sama ayah hm? nanti ayah nya di bawa pergi sama Abang lagi, mau begitu?'' Nayna sedikit mengancam sebab hari sudah akan siang dan tak mungkin dia belanja membawa Cilla yang pastinya di pasar akan membuat ulah tentu dengan rengekan ini itu.
Mama pun menghampiri, ''Adek Cilla, sini sama Nenek. Ayo kita ke Paman mu biarkan Bunda pergi ya.'' bujuk Mama
''Bunda.'' Cilla cemberut karena tidak boleh ikut
''Bunda janji belikan ice krim saat pulang ok.''
''Iya mau'' akhirnya Cilla menurun juga.
''Ma, Nay pergi.'' pamitnya
''Iya hati-hati.''
***
Tiga hari kemudian
Yang artinya menjelaskan 4 H pernikahan Bima sama Calista.
Mama merasa heran saat Bima bersiap dengan pakaian kantor nya. Maka Mama segera bertanya. ''Bim, kamu mau pergi kemana?'' tanya Mama
''Ma, aku ada rapat dengan clien hari ini dan kami akan bertemu di luar kota.'' ucap Bima memberi tahu
''Memang tidak bisa di hadiri oleh sekretaris mu Bim?''
''Kenapa ma? Biasanya juga sama Bima kan.'' jawabnya enteng sambil makan roti pagi ini.
''Kamu ini, sadar dong Bim kan empat hari lagi kamu akan menikah apa gak sebaiknya kamu tunda atau suruh saja bawahan mu yang pergi. Mama merasa tak enak bila kamu bepergian jauh.'' ucap Mama meminta Bima untuk tak pergi
''Ma, tidak akan terjadi apa-apa. Sudah biasa ini Bima bepergian kok ma, tenang lah ok.'' balas Bima meyakinkan
Mama menatap Nayna, dan Nayna mengangguk paham.
''Bim, coba kamu pikirkan sekali lagi apa yang Mama minta Bim. Kamu kan bisa menyuruh sekertaris saja yang pergi. Kamu sebentar lagi menikah Bim.'' Nayna ikut bicara dengan berharap kali ini Bima dapat mendengarkan.
''Mbak, aku tidak bisa membatalkan begitu saja. Aku minta pada kalian, untuk mendoakan ku ya agar aku kembali dengan selamat lagi.'' ucap Bima kukuh
''Baiklah bila ini ingin mu, iya Mama selalu doakan kamu Bima. Dimana pun kamu berada Mama akan doakan kamu.''
''Terima kasih ma.''
Dan menjelang hari ke empat Bima masih melakukan tugas Mitting bersama clean di luar kota, memang Bima ini adalah orang yang disiplin dalam hal apapun itu termasuk pekerjaan, Bima akan bertanggung jawab sepenuhnya tentang perusahaan sang Ayah yang kini di kelolanya, Bima merasa dia mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan ini. Sehingga dalam waktu yang seperti ini, yaitu menjelang pernikahan Bima masih mengurusi perusahaan.
Malam hari.
''Bunda.'' bang Cillo memanggil Nayna
''Iya apa bang?'' balas Nayna
''Abang tidak suka Bunda, cama itu.''
''Tidak suka apa hm?''
''Cama yang suka dengan paman Bunda.''
''Sama yang suka dengan paman mu , siapa?'' Nayna belum mengerti
''Em itu loh Bun, yang cuka kecini.''
Nayna pun berpikir lalu ingat yang suka ke rumah ini adalah Calista, ''Apa ... bibi Calista bukan?'' tebak Nayna
Cillo cepat mengangguk, ''Iya benal Bun, bibi itu.''
''HUss tidak baik ah, membicarakan orang tua, jangan seperti itu lagi ya sayang itu tidak boleh kaya begitu Nak, ingat bibi adalah orang tua sementara Abang ini masih anak-anak, gak boleh seperti itu.'' tegur nya memberikan penjelasan
''Tapi Bunda, Abang tak suka lihat bibi cama Paman kemarin begini Bun.'' Cilla mempraktekkan saat Calista memeluk Bima
''Em, iya Nak tapi pokoknya tidak baik ya kamu bicara seperti ini. Jangan mengurusi urusan yang lebih dewasa dari kamu. Itu tidak baik ya bang. Sudah ayo sekarang Cepat tidur.'' suruh nya meminta Cillo lebih baik tidur saja.
''Iya baik Bun.''
Sebenarnya Nayna sendiri dia juga tidak suka melihat kedekatan antara Bima dengan Calista, bukan karena dia cemburu atau pun iri. Tapi ya, karena ini lah Nayna tak suka sebab memamerkan kemesraan di depan anak kecil yang menurut Nayna tak boleh di perlihatkan.
Cilla dan Cillo sudah pada tidur, tapi Nayna mendadak gelisah dan gusar entah karena apa , tak lama Nayna mendengar suara Mama Ayyu menjerit keras .
''Aaaaaaa ... tidak mungkin ... Bima ... Tidak , Bim.''
''Nay ... Bima, Nay.''
Samar-samar Nayna mendengar semakin jelas.
''Ya Tuhan ma.'' bergegas Nayna pergi ke kamar mama. Dengan tergesa-gesa Nayna berlari menuju kamar Mama Ayyu karena suara Mama terdengar begitu mengagetkan.
''Ma, ada apa?'' Nayna Sampai di kamar mama Ayyu. Dan panik juga cemas
''Nay, hah ... hahhh ... Bi-bima Nay.'' Mama kesusahan bicara
''Ma, pelan-pelan ada apa dengan Bima?''
''N-nay, ta-tadi ada yang hu-hubungi Mama--''
''iya kenapa?''
''Bi-bima Nay di-dia, dia ...? ''
''A-apa ma, ti-tidak mungkin, Ma!''