NovelToon NovelToon
Tawanan Presdir Kejam

Tawanan Presdir Kejam

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dendam Kesumat / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Bagai mimpi buruk yang nyata, jelas, lagi menekan seorang gadis bernama Sharena setelah dijadikan alat tukar hutang ayahnya pada seorang Presdir kejam, Keanu Abraham. Bukan hanya itu, kehidupannya bagai di neraka semenjak terperangkap dalam kebencian Keanu yang menuduhnya sebagai penyebab kematian saudaranya. Benci, dendam, berselimut luka dan cinta.

“Tegakkan kepalamu, sambutlah neraka di depanmu!” (Keanu Abraham)

“Aku tidak pernah melakukan seperti yang kamu tuduhkan.” (Sharena)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Sharen menahan napas deg degan saat tangan pria itu dengan kurang ajarnya memeluk begitu saja. Sungguh perempuan itu tidak bisa tenang, jangankan untuk tidur, mengantuk pun tidak dan malah merasa takut.

Perempuan itu pelan-pelan menyingkirkan tangan Keen dari atas pinggangnya setelah mendengar dengkuran halus suaminya. Aman, sepertinya pria itu sudah tertidur. Sharen lalu bangkit dari pembaringan, ia perlu minum lantaran tenggorokannya merasa kering.

Perempuan itu baru saja menurunkan kakinya ketika suara berat itu menyeru. Membuat seketika tubuh ramping itu menjeli di tempat.

"Mau ke mana?" tanya Keanu ikut bangkit dari ranjang.

Sharen memejam sesaat, lalu menoleh menatap wajah suaminya yang sayup-sayup ngantuk.

"Ambil minum," jawab perempuan itu lirih.

Keanu menggeser tubuhnya, lalu menyambar gelas di nakas kepunyaan dirinya. Memberikan pada istrinya begitu saja.

"Ini," kata pria itu menyodorkan pada wanitanya. Seketika Sharen dibuat melongo atas sikapnya yang begitu labil itu. Kadang manis, dan kadang bagai iblis tak terbantahkan.

Perempuan itu menatap gelas di tangan Keanu dan wajah pria itu secara bergantian. Ragu untuk menerima, tetapi pada akhirnya mengiyakan setelah Keanu mengangguk pasti.

Sharen minum perlahan di bawah tatapannya yang lembut, sejenak membuatnya salah tingkah hingga tersedak begitu saja.

"Pelan-pelan," ucap pria itu menenangkan. Mengusap punggung istrinya dengan lembut.

Sharen makin tidak nyaman, menghindari sentuhan apa pun pada dirinya. Membuat Keanu sedikit mengerti lalu menarik tangannya. Setelah perempuan itu kembali tenang, Keanu menyuruhnya kembali istirahat.

"Tidurlah ini sudah malam!" titah Keanu datar.

Sharen menatapnya dingin, seakan tidak setuju dengan keberadaannya di mana keduanya harus tidur di ranjang yang sama.

"Kenapa lihatin aku kek gitu, kemarin aku di bawah pengaruh obat, jadi seharusnya malam ini kamu tidak harus merasa tidak nyaman." Keanu menepuk sisi kasurnya yang empuk.

"Tunggu apalagi, apa kamu lebih suka dipaksa?" kata pria itu membuat Sharen menelan ludah gugup.

Perlahan perempuan itu memberanikan diri merebah, dengan suasana ketegangan yang terasa kaku. Setelah perempuan itu menempati bagiannya, Keanu ikut merebah begitu saja di sampingnya dengan posisi telentang.

Pria itu lama tak bisa memejamkan matanya, netranya nyalang menerawang langit-langit kamar. Memikirkan banyak hal setelahnya, apakah pernikahan mereka akan berlanjut? Atau berakhir dengan kesepakatan baru. Melirik sebelah wanitanya yang nampak memunggunginya. Pria itu mendekat, lalu menarik selimut yang sama.

Sungguh Sharen merasa tidak aman, tetapi rasa kantuk membuatnya tak punya alasan untuk tetap terjaga.

Keesokan paginya, Sharen terjaga lebih dulu. Menemukan suaminya yang masih tertidur di sampingnya. Perempuan itu pun membiarkan begitu saja, lalu beranjak dari kamar. Seperti biasa, melakukan kegiatan pagi. Baru setelahnya menyiapkan keperluan kantor suaminya.

Seperti ada sesuatu yang tak biasa, di mana pria itu lebih aktif bertanya dan memperhatikan paginya. Membuat Sharen yang sejujurnya malas menanggapi, harus siap sedia. Bahkan, saat pria itu mendekatinya meminta tolong memasangkan dasi, Keanu bersikap sewajarnya padanya.

"Tolong pasangin!" titahnya lembut. Membuat Sharen merasa aneh dan perlu waspada, mengingat pria itu sangat sulit diterka.

Sharen memasangkan sebisanya, tanpa perempuan itu sadari, pria itu begitu menikmati peran penting di detik-detik itu juga.

"Sudah," ucapnya membuat Keanu tersadar dan kembali menguasai diri. Keduanya menuju ruang makan untuk bersantap sarapan. Setelahnya pria itu berangkat ke kantor seperti biasanya. Hingga beranjak malam, Keanu baru sampai di rumah.

Pria itu menampakan wajahnya yang lelah. Sharen tidak banyak bertanya seperti biasanya selain menyiapkan urusannya. Namun, ada yang sedikit berbeda saat jam makan malam pria itu tak kunjung menempati ruang makan. Sharen pun mencoba mencari tahu, yang ternyata pria itu malah sudah merebah lebih dulu di ranjangnya.

Sharen pun sedikit penasaran. Tetapi ia merasa bingung untuk membangunkannya. Jarum jam pendek baru menunjuk di angka setengah sembilan, membuatnya bertanya-tanya seawal ini sudah menyambangi kasur. Apakah perempuan itu harus membangunkannya untuk makan malam, takut pria itu akan murka, Sharen pun memilih membiarkan saja.

Pelan pria itu bergumam dengan raut gelisah dan seperti tidak nyaman. Membuat Sharen merasa takut dan sedikit khawatir. Lebih tepatnya, tidak ingin mengganggu waktunya yang saat ini bahkan terlihat lebih anteng di ranjang.

Sharen pun seakan mengerti, memilih membiarkan saja dan niat beranjak. Mungkin saja pria itu sedang lelah, atau sengaja mengambil istirahat awal.

"Sha!" panggil pria itu menghentikan langkah Sharen yang hampir keluar.

Perempuan itu terdiam, lalu kembali mendekat. Seakan meminta sesuatu, tetapi tak kunjung diucapkan.

"Kenapa?" tanya Sharen ikut bingung dengan tingkahnya yang kurang jelas itu.

Pria itu menarik diri hingga setengah berbaring. Mengambil tangan Sharen yang seketika membuat perempuan itu mengerti setelah menempelkan pada keningnya.

"Kamu sakit? Kamu demam?" tanya Sharen menduga. Seketika Keanu mengangguk mengiyakan. Tubuhnya terasa panas, Sharen yang awalnya tidak minat peduli pun merasa kasihan. Pria itu butuh perawatan dan juga obat segera.

Sharen menarik tangannya lalu beranjak, membuat Keanu kembali memanggil. Seketika perempuan dua puluh tiga tahun itu menghela napas pelan.

"Sebentar," ucapnya kembali melangkahkan kakinya.

Keanu kembali berbaring, pria yang biasanya terlihat begitu galak dan kejam itu ternyata bisa sakit juga. Bahkan terlihat tidak sekuat biasanya.

Sharen kembali dengan nampan di tangannya, membawa makanan barang kali pria itu merasa lapar karena melewati makan malam.

"Kamu harus minum obat, sebaiknya makan dulu," ujar perempuan itu memberikan solusi.

Keanu bangkit duduk, tetapi tak kunjung mengambil makanan itu di atas nakas. Membuat Sharen berinisiatif mengambilkannya. Namun, Keanu tidak kunjung menerima.

Perempuan itu mengingat sejenak perlakuannya di rumah sakit. Pria itu pernah menyuapinya, apa itu artinya Sharen juga harus melakukan hal yang sama.

Sharen mencoba memahami walau mungkin perasaannya terasa hambar dan menyimpan kesal. Memberikan suapan pertamanya, hingga pria itu memilih menggeleng karena merasa kenyang.

"Minum obatnya, tubuhmu panas," kata Sharen penuh perhatian.

"Aku tidak suka obat," jawab Keanu menolaknya. Membuat Sharen bingung dan memilih membujuknya.

"Kalau kamu sakit, kamu tidak akan mempunyai kesempatan untuk menjadi kuat seperti sebelumnya," kata Sharen membuat mulut kejam itu terdiam.

Tanpa perempuan itu sadari, dia hanyalah seonggok manusia yang penuh dengan banyak luka di hatinya.

Perempuan itu beranjak, mengambil alternatif lain. Cara manual yang mungkin bisa meredakan demamnya. Sharen mengompresnya semalaman, berkali-kali mengganti handuknya.

Saat mata itu terbuka, Keanu merasa lebih baik. Ia ingat betul semalam istrinya yang merawat dan menjaganya. Bahkan, saat ini perempuan itu masih tertidur di sebelahnya dengan posisi duduk. Pria itu hampir terulur menyentuh kepalanya, tetiba Sharen bergerak lalu membuka matanya bertemu pagi.

Buru-buru Keanu menarik tangannya kembali, menutup matanya dan pura-pura masih tertidur. Saat hendak melangkah, sebuah tangan yang terasa hangat menahannya.

"Kenapa kamu peduli padaku setelah banyaknya kejadian yang tidak mengenakan?" lirih Keanu menahan istrinya.

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Ibnu Rizqi
satu kata buat Kenken ...syukurin...di tinggal sama Shasha
Ibnu Rizqi
baca dari bab 1 sampai 43 ,yang ku tangkap hanya kebodohan seorang Keanu, masa sekelas Keanu tdk bisa mengungkap kematian Fiona,atau hanya modus krn pengin menikahi Sharen ...ayo Sha tuntut balik si Ken Ken gendeng /Cry//Cry//Cry/
*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*
kurang asem tuh mulut c keen
*💞 𝘍𝘭𝘰𝘸𝘦𝘳𝘴 💞*
mau ketawa tapi kasian 🤭
Katherina Ajawaila
mengalah lah Sha demi baby. mu, kasihan juga anak. kan pengen dekat dgn dadymya.
Katherina Ajawaila
ngk jelas kamu Keanu, ngk. punya prinsip, ngk. mikir istri lg hamil malah di usir di depan org yg mmg benci istrimu. mikir siti sendiri
Katherina Ajawaila
blng Keanu, biar mm mu tau siapa sebenarnya kel mesya. jalang ngk tau diri
Katherina Ajawaila
lama2 nanti sharen ngk boleh bikin apa pun, buat bucin. thour, Keanu nya
Katherina Ajawaila
Keanu spertinya bibit unggul sekali menabur langsung numbuh tuh. semoga kwmvar ya thour 😁
Katherina Ajawaila
semoga Keanu, selalu menjaga Sharen ya thour, benci liat kelakuan Daniel, kriminal perlu tuh telusrinkenapa Fio meninggal
Katherina Ajawaila
nyesel kan Keanu 🧐🧐🧐
Katherina Ajawaila
jgn2 yg bunuh Fio, mesya
Katherina Ajawaila
Mesya, bodat juga ngk malu 🤬
Katherina Ajawaila
merinding, ini nya dendam tak sudah 🙅‍♀️
Siti Sumarni
sha jangan smpe kamu jatuh cinta SM monster Keanu..
antha mom
jangan bilang rindu nengok dek bayi ya kean 😂😂🤭
antha mom
kapan bahagia nya
antha mom
manusia jahat
antha mom
hanya di jadikan istri untuk menghindari perjodohan dengan maysa, kelakuan mu Keanu terlalu kejam ke sharen yg notabene istri sah mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!