NovelToon NovelToon
ISTRI GADAIAN

ISTRI GADAIAN

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:368.9k
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Menjadi istri mantan preman membuatku terpaksa digadaikan oleh suamiku sendiri. Tak tanggung-tanggung, aku digadaikan pada musuh suami. Tanpa aku tahu bahwa sebenarnya suamiku mendapat ancaman. Ditambah lagi aku mesti menghadapi ibu mertua yang julid di masa kehamilan ini.

Pria yang sudah bertaubat, dipaksa untuk kembali menjalani kehidupan di dunia gelap karena sebuah ancaman.

Di posisi sulit ini, aku bertanya-tanya, akankah aku mampu menyelamatkan diriku dari pegadaian yang terpaksa dilakukan oleh suamiku sendiri? ikuti kisah penuh intrik ini dengan baca sampai ending.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Jiwa

Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang tak begitu besar, namun juga tak begitu kecil. Kesan modern dan mewah tercipta di rumah itu.

Aiza menuruni mobil, dan melihat Akhmar sudah menaruh koper di hadapannya.

Tepat saat itu, sosok pria dengan ukuran tubuh tinggi dan besar bak postur tubuh satpam, kemeja dengan stelan rompi menyambut keluar.  Tak lain Pento.  Tidak ada senyum kebahagiaan setelah melihat Aiza muncul di wajah pria itu, matanya memutar menimang sesuatu. Entah apa.

"Aku salut padamu, kau sanggup membawa Aiza ke hadapanku! Luar biasa, Akhmar!" ucap Pento.

"Kau selesaikan semuanya! Urusan kita selesai. Kau hanya boleh mengikat Aiza selama setahun. Ingat itu!" Akhmar sekilas melirik ke arah Aiza, kemudian masuk ke mobil dan berlalu pergi.

Aiza termangu melihat kepergian Akhmar. Dalam hati ia mengatakan betapa Akhmar sangat jahat. Harapan Aiza terhadap Akhmar benar- benar pupus. Haruskah Akhmar menyerahkan Aiza kepada pria lain begini? Apa pun alasannya, Akhmar telah mematahkan hati Aiza.  

Dengan tatapan tajam dan ketegasan yang luar biasa, Aiza mendekati Pento. 

"Maumu apa sekarang?" 

"Mauku kau!"

"Kamu yakin?" Aiza menyilangkan tangan di dada sembari mendekati pria itu. 

Pria itu tidak langsung menjawab, tapi menatap wajah Aiza intens. "Wahai dewi dewi fortuna, wahai peri surga yang turun ke bumi. Iya, kaulah bidadari dari surga. Cantik sekali." Pento tampak memuja Aiza. Merentangkan kedua tangan. "Masuklah. Ini rumahku.  Dan kau akan tinggal di sini. Tapi aku tidak tinggal bersama denganmu di sini. Saat aku ingin melihatmu, maka aku akan datang kemari.  Hatiku sangat tenang sekarang, aku sudah bisa melihat orang yang aku puja tinggal di rumahku ini.”

"Bawakan koperku masuk!" Aiza melangkah masuk dengan angkuhnya tanpa mempedulikan ucapan Pento barusan.  

Pento mengambil koper dan menariknya masuk ke dalam mengikuti Aiza.  

"Kupikir kamu sakit dan perlu diperiksa kejiwaannya," ucap Aiza masih dengan kedua tangan menyilang di dada. Datar sekali. Namun memendam emosi.

"Iya. Mungkin begitu. Mungkin isi otakku memang ada yang bergeser. Mungkin aku memang gila. Aku sampai harus mengurung mu di sini, menganggap kamu seakan- akan menjadi milikku dengan cara ini. Aku juga tidak mau ada orang lain yang dekat denganmu."

"Dan setelah ini, apa kamu yakin bahwa kamu hanya akan menjadikan aku tawanan selama setahun? Atau bahkan kamu nggak bisa melepaskan aku setelah setahun? Tentu setelah setahun kamu nggak akan bisa jauh- jauh dariku. Lalu sampai kapan aku begini?"

"Sampai malaikat bosan melihat nyawa ada di tubuhku. Maksudku sampai aku mati. Umurku tidak panjang lagi. Aku divonis dokter akan mati karena digerogoti penyakit ini. Bahkan mungkin tidak akan sampai satu tahun, kau sudah bisa lepas dariku karena saat itu aku akan mati.  Jangan cemas!"

Aiza tersenyum tipis. "Kalau begitu aku akan berdoa pada Tuhan supaya malaikat cepat mencabut nyawamu."

Pento tidak menanggapi. Ia membawa koper milik Aiza menuju ke sebuah kamar paling dekat dengan ruang tamu. Itulah kamar utama.

"Ini kamarmu. Silakan beristirahat, bidadariku!" Pento kemudian pergi sambil tertawa terbahak- bahak. Dia bahagia sekali.  Persis seperti orang ketiban duit sekoper.

Aiza termenung sebentar. Baiklah, jika memang ini garis jalan yang harus ia tempuh, maka akan ia jalani.

***

Bersambung

1
Marhaban ya Nur17
ada berapa se thor istri mydanya wkwkkwkw ampe rebutan gtu
Marhaban ya Nur17
licik
Marhaban ya Nur17
waduh
Marhaban ya Nur17
tiga pasang tuh tak kira sandal jepit thor 😄
Marhaban ya Nur17
apa tuh yg berkaki empat
Marhaban ya Nur17
susah tuh di posisi akhmar
Marhaban ya Nur17
ko gw ikut gedeg y ama desi wkkwkkw pd hal g kenal
Marhaban ya Nur17
emang susah se klo gw jd akhmar jg
Marhaban ya Nur17
selalu perempuan yg jd sasaran wkkwwk
wina
suka banget ceritanya,dengan akhir bahagia untuk smua orang.semngat berkarya untuk KK author
Serenarara: Ubur-ubur minum selasih
Coba baca novel berjudul Poppen ya, terimakasih.
total 1 replies
Mala Sia
Luar biasa
Nurie
cuamikkk
Nurie
hahahaha
Nurie
😆😆😆
Okta Fhalefhie
sebnrnya desi ini ibu tiri atau kandung siii?
Okta Fhalefhie
mmg jamed ini siapa yaa
Indah Dwi
cerita dng alur yg mantap.alhamdulillah akhir yang bahagia
Yuyun Yuningsih Yuni
tuuuh...kaaan makiin ngenees deh sama akhmar...labiiil
Supry Atun
bagus ceritanya .
Supry Atun
😀😀😀😀author ternyata suka lagunya chisye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!