NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Suara-Suara Tanpa Wujud

Malam setelah pengaktifan Pagar Utama Tahap 3 seharusnya membawa kedamaian bagi Desa Sungai Hitam.

Empat tiang pilar cahaya keemasan yang sempat membumbung tinggi ke angkasa memang telah memudar dari pandangan mata telanjang manusia biasa. Namun, di dalam dimensi ghaib, pilar-pilar itu berdiri kokoh bagaikan dinding baja transparan yang membentang mengelilingi seluruh batas desa.

Cahaya keemasan yang meresap ke dalam tanah mulai memancarkan efek [Resonansi Pasak Wilayah]. Udara di desa terasa jauh lebih segar, tanah pertanian warga yang tadinya tandus mendadak menunjukkan tanda-tanda kesuburan, dan tanaman herbal di pekarangan rumah warga mekar lebih cepat dari biasanya.

Namun, kedamaian fisik itu justru menjadi pembuka bagi perang saraf yang jauh lebih licik.

Sfx: Ssssssh... Bisss... Bisss...

Pukul dua dini hari, ketika seluruh warga desa tertidur lelap di dalam rumah mereka masing-masing, angin malam membawa aroma minyak mati dan jelaga hitam dari luar perbatasan desa.

Suara-suara berbisik tanpa wujud merayap menembus celah-celah jendela, atap genteng, dan lubang angin rumah warga. Suara itu bukan berasal dari entitas ghaib lokal, melainkan hasil dari,[Jurus Bisikan Jiwa Kelam] yang dilancarkan dari jarak sepuluh kilometer oleh Sekte Kegelapan suruhan konsorsium kota!

"Lin Fan telah menjual desa ini..." bisik suara parau tanpa wujud di dalam mimpi Pak Tua Haryo, Kepala Desa Sungai Hitam.

"Kalian semua akan dijadikan tumbal oleh Lin Fan saat Bulan Merah tiba..." bisik suara melengking wanita di dalam telinga seorang ibu rumah tangga di RT 02.

"Hancurkan pasak rumah Lin Fan jika kalian ingin selamat..." gema suara gaib itu berulang-ulang, merasuki pikiran warga yang jiwanya lemah dan diliputi kecemasan.

Di kamar tidurnya, Lin Fan duduk bersila di atas matras tempat tidurnya.

Meskipun matanya terpejam rapat, fitur [Radar Ancaman Wilayah] di dalam kepalanya berkedip-kedip liar seperti papan tombol darurat!

Sfx: Bzzzzzt! Bzzzzzt!

[Peringatan Radar Wilayah: Serangan Gelombang Jiwa Luar Terdeteksi]

[Jenis Serangan: 'Jurus Bisikan Jiwa Kelam' (Sekte Kegelapan Kota)]

[Target: Pikiran & Mental Seluruh Warga Desa Sungai Hitam]

[Tujuan: Memicu Masif Paranoia & Memberontak Dari Dalam]

Lin Fan membuka sepasang matanya seketika! Manik matanya menyala merah keemasan tajam, menembus kegelapan kamarnya.

"Bisikan jiwa..." gumam Lin Fan dingin.

"Mereka tahu Pagar Utama Tahap 3 milikku tidak bisa ditembus dengan serangan fisik atau ghaib langsung dari luar... jadi mereka mencoba memecah belah warga dari dalam agar warga sendiri yang merusak pasak pelindung ini."

Sfx: Kriiet...

Pintu kamar Lin Fan terbuka pelan. Chen Meng melangkah masuk dengan raut wajah sangat pucat. Kedua tangannya memegangi kepalanya yang terasa agak pusing.

"Lin Fan..." bisik Chen Meng dengan napas terengah-engah. "Aku... aku mendengar suara-suara aneh di dalam kepalaku sejak satu jam lalu. Suara itu... suara itu menyuruhku membuang [Batu Penjernih Jiwa] dan menjauhimu!"

Lin Fan bergerak cepat, menghampiri Chen Meng dan menempelkan ibu jari tangannya tepat di tengah dahi gadis itu.

"Formasi Pasak Jiwa: Penjernih Pikiran!" seru Lin Fan pelan.

Sfx: Bzzzt!

Pendar cahaya keemasan lembut mengalir dari ibu jari Lin Fan masuk ke dalam dahi Chen Meng. Rasa pusing dan suara-suara berbisik yang mengganggu di dalam kepala Chen Meng seketika lenyap tanpa sisa, digantikan oleh rasa hangat dan tenang yang menyelimuti dadanya.

Chen Meng menghembuskan napas lega yang panjang, menyapu keringat dingin di pelipisnya.

"Terima kasih, Lin Fan... Suara tadi benar-benar terasa nyata dan sangat memenjarakan pikiran," kata Chen Meng dengan tubuh yang masih sedikit bergetar.

"Itu adalah ilusi tingkat tinggi yang dikirim oleh Sekte Kegelapan kota," jelas Lin Fan dengan raut wajah penuh keseriusan.

"Pagar Utama milikku berhasil menahan energi ghaib fisik mereka, tapi bisikan emosional ini memanfaatkan ketakutan dan keraguan yang sudah ada di hati warga desa. Jika tidak segera dihentikan, besok pagi warga desa bisa mengamuk karena hysteria massal."

"Lalu apa yang harus kita lakukan, Fan?" tanya Chen Meng cemas. "Kita tidak mungkin mendatangi rumah ratusan warga satu per satu untuk menetralkan pikiran mereka."

Lin Fan menatap jendela kamarnya yang mengarah ke tugu batu kuno di pusat lapangan desa.

"Kita gunakan fitur [Resonansi Pasak Wilayah] dari Pagar Utama Tahap 3," tegas Lin Fan. "Kita sebarkan gelombang penjelak jiwa melalui air sumur utama desa sebelum fajar tiba!"

Pukul empat pagi, sebelum cahaya fajar menyentuh ufuk timur...

Lin Fan dan Chen Meng menyusuri jalanan desa yang sepi dan diselimuti kabut tebal. Di sepanjang jalan, Lin Fan bisa mendengar erangan dan igauan ketakutan dari dalam rumah-rumah warga yang terpengaruh oleh [Jurus Bisikan Jiwa Kelam].

Beberapa warga bahkan terlihat mengintip dari celah tirai jendela dengan mata merah menyala oleh paranoia, menatap Lin Fan dan Chen Meng dengan pandangan penuh kebencian dan rasa curiga yang tak masuk akal.

"Lihat mata mereka, Fan... mereka benar-benar sudah terhasut," bisik Chen Meng prihatin.

"Ini hanya pengaruh ilusi ghaib. Begitu bisikan itu dibersihkan, kesadaran mereka akan kembali," balas Lin Fan tenang.

They tiba di pusat lapangan desa, di mana terdapat sebuah sumur batu tua raksasa yang menjadi sumber air minum utama bagi seluruh warga Desa Sungai Hitam.

Lin Fan melangkah mendekati bibir sumur batu tersebut. Ia merogoh tas selempangnya dan mengeluarkan gulungan lontar tua milik Kakek Buyut Lin Zhen.

Sfx: Bzzzzzt!

Lin Fan mengangkat tangan kanannya. Cahaya keemasan membara terang dari lambang *Batu Inti Delapan Arah* di telapak tangannya.

"Sistem Pagar Iblis: Aktifkan Resonansi Pemulihan Melalui Elemen Air!" perintah Lin Fan.

[Mengonversi 10% Energi Vital Menjadi 'Tinta Pembersih Jiwa']

[Mulai Menyuntikkan Energi Ke Dalam Sumber Air Utama Desa]

[Cakupan Pemulihan: 100% Warga Desa Sungai Hitam]

Lin Fan meneteskan tiga tetes darah vital dari jarinya yang telah bercampur dengan pendar energi [Kayu Lontar Penjalin] dan [Darah Serigala Kuno] ke dalam air sumur tua tersebut.

Sfx: DUUM... Ssssssh!

Gelombang cahaya keemasan lembut meledak mekar dari dalam kedalaman sumur batu! Air sumur yang tadinya dingin mendadak memancarkan aura hangat yang meluap naik ke udara, membentuk kabut emas tipis yang menyebar cepat diterbangkan angin subuh ke seluruh penjuru desa.

Kabut emas itu meresap menembus dinding-dinding rumah warga, memotong benang-benang hitam ghaib yang menghubungkan pikiran warga dengan penyihir Sekte Kegelapan di kota!

Sfx: AHHHH!

Di sebuah vila mewah di kota besar, tiga orang penyihir berjubah hitam yang sedang bermeditasi mengelilingi altar tengkorak mendadak memuntahkan darah hitam dari mulut mereka secara bersamaan!

Benang-benang ghaib [Jurus Bisikan Jiwa Kelam] mereka terputus secara paksa oleh pembalasan energi dari Pagar Utama milik Lin Fan!

"Sialan! Pengikat Kontrak di desa itu menghancurkan jurus jiwa kita!" teriak pimpinan penyihir Sekte Kegelapan dengan mata membelalak murka.

Di Desa Sungai Hitam, seiring diterbitkannya matahari pagi...

Suara bisikan-bisikan jahat di dalam kepala warga desa seketika sirnah total.

Warga desa terbangun dari tidur mereka dengan perasaan segar yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Rasa cemas, gairah kebencian, dan paranoia yang sempat membakar hati mereka berganti menjadi ketenangan jiwa yang mendalam.

Pak Tua Haryo keluar dari rumahnya, menghirup udara pagi yang hangat dan segar. Ia memandangi pekarangan rumahnya dan menyadari bahwa rasa pusing serta penyakit pegal-pegal tua yang menderanya selama bertahun-tahun mendadak hilang tanpa sisa.

"Air sumur pagi ini... terasa sangat manis dan menyegarkan," gumam Pak Tua Haryo terheran-heran setelah meminum secangkir air hangat.

Di tepi lapangan desa, Lin Fan dan Chen Meng berdiri menyaksikan warga desa yang mulai beraktivitas dengan tenang dan damai.

"Kamu berhasil lagi, Lin Fan," ucap Chen Meng dengan senyuman tulus yang sangat manis. "Kamu tidak hanya melindungi rumahmu, tapi kamu baru saja menyelamatkan jiwa seluruh warga desa ini dari kegilaan."

Lin Fan menatap langit pagi yang kelabu, merasakan denyut kestabilan dari Pagar Utama Tahap 3 di bawah kakinya.

"Ini baru permulaan dari serangan Sekte Kegelapan, Chen Meng," kata Lin Fan datar namun mantap.

"Serangan bisikan jiwa mereka telah gagal. Langkah mereka berikutnya adalah membawa seluruh kekuatan tempur ghaib dan armada fisik kota untuk menghancurkan desa ini secara terbuka."

Lin Fan mengepalkan tangan kanannya erat-erat, memancarkan aura keemasan mutlak yang tak tergoyahkan.

"Dan ketika hari itu tiba... Pagar Iblis ini akan menjadi kuburan bagi siapa pun yang mencoba mengusik kedamaian desa kita."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!