NovelToon NovelToon
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Beda Usia / Lari Saat Hamil / Anak Genius / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Menginjak usia 32 tahun, Zayyan Alexander belum juga memiliki keinginan untuk menikah. Berbagai cara sudah dilakukan kedua orang tuanya, namun hasilnya tetap saja nihil. Tanpa mereka ketahui jika pria itu justru mencintai adiknya sendiri, Azoya Roseva. Sejak Azoya masuk ke dalam keluarga besar Alexander, Zayyan adalah kakak paling peduli meski caranya menunjukkan kasih sayang sedikit berbeda.

Hingga ketika menjelang dewasa, Azoya menyadari jika ada yang berbeda dari cara Zayyan memperlakukannya. Over posesif bahkan melebihi sang papa, usianya sudah genap 21 tahun tapi masih terkekang kekuasaan Zayyan dengan alasan kasih sayang sebagai kakak. Dia menuntut kebebasan dan menginginkan hidup sebagaimana manusia normal lainnya, sayangnya yang Azoya dapat justru sebaliknya.

“Kebebasan apa yang ingin kamu rasakan? Lakukan bersamaku karena kamu hanya milikku, Azoya.” – Zayyan Alexander

“Kita saudara, Kakak jangan lupakan itu … atau Kakak mau orangtua kita murka?” - Azoya Roseva.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 - Tidak Sekuat Itu (Zoya)

"Kamar 202?"

"Hm, cepat ya ... Urgent katanya."

"Barata saja bisa?" tanya Zoya sedikit lelah, ini adalah usaha penolakan sebenarnya.

"No, harus kamu, Zoya."

Sungguh ini sebenarnya melelahkan, setelah tadi siang diminta tamu hotel untuk melakukan ini dan itu kali ini kembali lagi Zoya dibuat ketar-ketir. Khawatir jika permintaan mereka bahkan lebih parah dari tamu sebelumnya, demi Tuhan Zoya sama sekali tidak sanggup jika harus begitu, pikirnya.

Tidak ada pulang cepat bagi seorang Zoya, karena selalu saja begini. Lebih menyebalkannya lagi tamu di kamar ini hanya meminta dia dan tidak boleh digantikan oleh pegawai yang lain. Baiklah, anggap saja tuntutan profesi dan hal semacam ini adalah tanggung jawabnya.

Tiba di kamar, Zoya melakukan apa yang biasanya dia lakukan. Menyapa lebih dahulu dan bertanya apa maunya pria itu, akan tetapi sudah lebih dari lima belas menit Zoya dia biarkan bicara sendiri hingga Zoya berpikir tamu kali ini mungkin saja tuli.

"Excuse me, Sir."

Bermodalkan keberanian, meski sedikit khawatir pria itu marah Zoya menepuk pundaknya pelan dan tanpa dia duga di menit yang sama pria itu menoleh ke arahnya. "Ya, Tuhan."

Dada Zoya memanas, napasnya seakan sesak dan mata wanita itu membulat sempurna kala tatapan mereka bertemu. Hal seperti ini mengingatkan dia dengan kejadian beberapa tahun lalu, kala dia terlambat pulang dan Zayyan akan menunggunya di kamar.

Beberapa detik tatapan keduanya terkunci, dengan kerinduan yang membelenggunya sejak lama Zoya ingin sekali meraung saat ini juga.

"Ka_"

"Bisa tolong siapkan air hangatnya?Aku tidak bisa."

Zayyan berucap datar, sengaja memotong pembicaraan wanita itu dan ingin melihat reaksi Zoya. Dia tersenyum tipis hingga sama sekali tidak terlihat di sana, Zayyan menatap teliti penampilan Zoya dari atas hingga bawah seraya bersedekap dada.

"Azoya Roseva ... namamu sama seperti istriku."

Zoya mengepalkan tangan dan kini menunduk sedalam-dalamnya. Zayyan tidak melakukan apapun tapi entah kenapa matanya mendadak panas dan oksigen di kamar ini seakan tidak cukup untuknya.

"Ah bukan sepertinya, sana lakukan tugasmu ... aku harus mandi setelahnya." Zayyan bicara begitu dekat, bahkan hembusan napasnya terasa hangat menyapu di wajah ayu Zoya.

Percaya tidak percaya, ini adalah kali pertama Zoya seakan tidak mampu melangkahkan kakinya. Begitu berat seakan tubuhnya dibuat beku dengan pertemuan tak terduga ini, "I-iya, tunggu sebentar."

Zayyan mengangguk kemudian membiarkan dia berlalu, pria itu menatap lekat punggung Zoya yang kian menjauh. Sejak beberapa jam lalu dia menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa lebih dulu, sengaja meminta Zoya datang di malam hari karena pertemuan pertama setelah dua tahun itu harus berkesan dan membuat Zoya tidak bisa lari darinya.

Persetan dengan kehidupan Zoya, sekalipun dia memiliki pria lain atau semacamnya sama sekali Zayyan tidak peduli. Yang dia inginkan hanya istrinya kembali, dalam keadaan apapun. Belum satu menit mengunggu, Zayyan mengikuti langkah Zoya hingga wanita itu semakin gugup ketika diawasi pria itu.

"Sudah ... Anda bisa mandi setelah saya keluar," ujar Zoya seakan berperang mental dan sama sekali dia tidak berani menatap mata Zayyan sedikitpun.

"Ah begitu? Bisa bukakan bajuku? Tanganku sakit akibat cidera kemarin," pinta Zayyan semakin aneh dan membuat Zoya mulai merasa pria ini tengah mengerjainya, tamu hotel mana yang minta dibukakan baju selain dia.

Hanya saja, alasan Zayyan yang mengatakan jika dia cidera membuat Zoya menurut begitu saja dan perlahan mendekati Zayyan. Pertama kali setelah dua tahun dia melakukan hal ini, tapi kenapa sejak tadi Zayyan masih sekuat itu berpura-pura seakan Zoya benar bukan istrinya.

Perlahan dia membuka kemeja Zayyan, tato di bagian dada yang kerap kali membuat Zoya terkejut ketika bangun tidur itu kini kembali terpampang jelas di hadapannya. Dia ingin menangis, sangat merindukan mengadu di dada bidang itu.

"Sudah," ujar Zoya masih berusaha menjalani kepura-puraan ini dan menunggu Zayyan merengkuh tubuhnya.

"Celananya bagaimana? Aku tidak bisa karena memang sakit sekali," tambah Zayyan dan itu sukses membuat Zoya berlutut dengan tangan yang benar-benar memegang risleting Zayyan. Mau sampai kapan Zayyan memperlakukannya seperti ini sementara batinnya sudah sakit sejak tadi.

Dia menunduk, Zoya selemah itu jika sudah dihadapkan dengan sang suami secara langsung. Isak tangisnya mulai terdengar memenuhi kamar, sudah jadi watak Zoya cengeng di hadapan sang kakak.

Zayyan menatapnya dari atas, pria itu meraih jemarinya dan meminta Zoya untuk berdiri. "Berdirilah, aku tidak akan memaksa jika memang tidak mau," ucapnya masih bersandiwara seolah benar-benar tamu biasa.

"Kenapa menangis? Aku bahkan belum melakukan apa-apa padamu."

Mendengar ucapan Zayyan, bukannya berhenti Zoya kian menangis hingga dia tidak mampu untuk berpura-pura terlalu lama. Persetan Zayyan tidak menginginkanya, Zoya menghambur ke pelukan Zayyan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami. Zayyan tadinya menduga Zoya harus dipaksa agar kembali padanya, kini kenyataannya berbeda dan Zoya lah yang tidak mampu menahan kerinduan padanya.

"Anak nakal, kenapa berlarimu sejauh ini?"

Zoya tidak mengucapkan apa-apa, dia hanya menggeleng entah apa maknanya dalam pelukan Zayyan. Dia masih tersedu, hingga perlahan mendongak menatap Zayyan yang sejak tadi menatapnya juga.

"Kamu membuat Kakak marah, Zoya ... hukuman apa yang pantas untukmu yang berani tidak pulang selama ini? Hm?" tanya Zayyan begitu lembut seraya menyeka air mata sang istri.

Ingin sekali marah, bahkan sejak awal dia mengetahui keberadaan Zoya sudah ingin Zayyan seret dan membuatnya jera. Akan tetapi, melihat Zoya yang kini menangis dalam pelukannya, hendak mencubitnya saja dia tidak tega.

- To Be Continue -

1
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
lah minta saran sama justin 🤣
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
boleh liat tato didadanya gak 👉👈
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Alhamdulillah, ternyata berhasil.
aku kira td gak ada anak loh
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
ahhhh kok aku sedihh sih 😭😭😭
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
Ooo wajarrr,
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww 2 tahun
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww jauh sekali kamu pergi zoya
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
oooo pantes
Ika Alif
a
suka pokoknya ma crita kak desy
nur Hayati
sangat bagus
Naja Naja nurdin
namanya Widarman aku baca nya kenapa wadimor ya
Si Memeh
Luar biasa
Puspa Rumaisha
bikin mau muntah ainggg, serius tor. /Puke//Puke//Puke//Puke//Puke/
Desy Puspita: Ga nanya t o l o l!!! Sebego itu jadi pembaca, SKIP!! BERHENTI BACA!! GITU AJA GABISA
total 1 replies
Puspa Rumaisha
tor kenapa dibikin menjinikan gini ceritanya, aku paling jijayyy maksimal dgn cerita yg isterinya ya kek toilet umum. Nyesel guwe baca sampe sini. dah ah tebalikin rak buku lu tor.
Tri Ningsih: syukuriiiinn...Lo...Puspa..ribet amat jd orang...
total 1 replies
Puspa Rumaisha
yg gini2 tuh hanya sekedar halu apa emang ada di dunyat??? seorang pria single tampan kaya raya bucin sama janda punya anak sampe jor2an ngasih materi dan perhatian.
Desy Puspita: Ada aja, lu aja yang gatau.
total 1 replies
Puspa Rumaisha
/Sob//Sob//Sob//Sob/, terhuraaa akutuuu
Desy Puspita: Dih!!!!!
total 1 replies
Herni Haryani
haduh... kenapa ini malah cowo yg pengen kata2 cinta dari mulut istri nya sebagai pembuktian cinta,bener2 beda dengan yg lain.
Vie ardila
Luar biasa
Anisa Dwi riona
dari banyaknya novel Desi Puspita yang saya baca,kenapa yang satu ini jadi kelewat sama saya
Ela Anjani
hayooo kak Des, abiz liat apa itu sampe matanya bintitan....
heheheheh.... canda ya kak Des✌️✌️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!