Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Dua wanita yang tengah bergulad di dapur sedangkan para pria bermain dengan 1 anak perempuan.
"Jadi pengen punya, anak" Xander yang melihat kelucuan Kaila dari tadi membuatnya ingin memiliki anak.
"Makanya om nikah cari pacar jangan jomblo mulu" Kaila yang tau arti dari ucapan Xander pun langsung nyerocos.
"Kalau gitu kamu saja yang jadi istri, om"
"Kaila, sih gak mau nya, om jelek gantengan Ayah" Setelah berkata seperti itu Kaila langsung memeluk Gio, ayahnya.
"Anak pinter" mendengar pujian dari anaknya membuat dirinya besar kepala dihadapan Xander yang jomblo.
"Iya Kaila emang pinter, kalo gitu kasi es krim" Kaila seakan pinter mengambil suasana baik ayahnya agar bisa membelikan benda dingin dan enak dimakan jika siang hari.
"Dasar bocil, gak tau apa masih pagi" Xander yang mendengar perkataan Kaila tentang es kirim pun langsung menjawabnya.
"Biarin lah kan Kaila masih kecil" balas Kaila tidak mau kalah.
"Udah-udah makanan sudah siapa" Ucap Viona yang tiba-tiba saja datang menerai pertengkaran.
"Ayo" Mereka berempat pun berjalan menuju ruang makan dimana saat ini Elena tengah menata makanan disana.
Setiap orang duduk di kursi masing-masing untung saja kursinya pas. Viona mencentong nasi lalu meletakkannya diatas piring Gio dan beberapa lauk dan sop yang ia buat bersama dengan Elena. Setelah selesai ia meletakan nasi serta lauk dan sop sama seperti Gio di atas piring Kaila dan juga dirinya sendiri.
Disisi lain Xander yang menunggu Elena bergerak meletakkan makanan di piringnya, Malah tercegang melihat Elena melakukan sendiri ke piringnya sendiri tidak di piring Xander.
"Kamu tidak ingin makan?" tanya Elena polos kepada Xander, karena melihat Xander yang sama sekali tidak mengambil makanan.
"Elena" Seakan mengerti perintah dari tuannya Gio, Elena langsung mengambilkan makanan untuk Xander.
Xander yang melihat perlakuan Elena manis saat ini membuat ia tersenyum manis. Meski harus dipaksa oleh Gio itu bukanlah masalah baginya.
"Kenapa senyum? kaya monyet" Elena yang baru saja duduk dan menyadari kalau Xander tersenyum manis kearahnya.
"Tapi kamu suka kan?" Elena tidak menjawab perkataan dari Xander ia hanya diam saja mendengarkan
Kedua pria itupun langsung menyendokakan makanan kedalam mulut mereka masing-masing. Sedangkan para wanita menunggu reaksi mereka.
Kali ini Viona berharap jika makanan yang ia buat tidak keasinan lagi seperti sebelumnya, sedangkan Elena dia biasa saja jika itu keasinan ataupun ada rasa lain mungkin itu karna untuk Xander karena suka mengerjai nya.
"Enak" Gio yang baru saja menyendokakan makanan kedalam mulutnyapun mengatakan rasa makanan tersebut.
"Iya ibu kali ini gak keasinan lagi kok" sambung Kaila menyambung perkataan dari ibunya itu.
Mereka bertiga memakan, makanan yang sudah ada diatas piring masing-masing dengan tenang. Setelah selesai makan Viona dan Elena membersihkan piring kotor. Agar bisa di cuci didapur.
Setelah semuanya beres Viona dan Elena bergabung dengan Gio, Xander, dan Kaila menonton film kartu yang sedang tayang di layar televisi.
"Sebelumnya kalau boleh tau ada kejadian apa tadi malam?" Tanya Xander kepada Viona yang baru saja datang bersama dengan Elena.
Baru saja kedua wanita itu duduk di lantai yang beralasan tikar berbulu. Sudah di tanya tentang kejadian tadi malam pasalnya ini suasananya sudah pasa kan lagi santai.
"Tadi malam? emang ada apa?" bukanya menjawab Viona malah balik bertanya seakan tidak ada kejadian apapun di tadi malam.
"Bukankah.... " Elena yang mendengar itupun langsung merasa heran bukan hanya Elena tapi yang berada di dalam ruangan ini merasa heran.
"Hari ini Amanda akan menikah lebih baik sekarang kita siap-siap" perkataan Gio kali ini membuat semuanya tersadar bahwa Amanda hari ini akan menikah entah siapa pria yang akan menikahinya kalian apa baik atau tidak mereka tidak tau.
"Amanda? anak perempuan dari keluarga Mahendra" Viona yang tidak tau apa-apa langsung kaget.
"Iya dia menikah hari ini"
"Aku akan bersiap-siap"
"Iya"
"Ayo Kaila" ajak Viona kepada Kaila yang saat ini tengah asik menonton televisi.
"Iya ibu"
Anak dan ibu itupun langsung berjalan pergi menuju kamar mereka agar bisa bersiap-siap. Setelah kepergian Viona dan Kaila, wajah Xander dan Elena langsung berubah menjadi serius, sedangkan Gio ia hanya biasa-biasa saja.
"Bagaimana bisa?"
"Mereka ingin menipu kita"
"Kamu benar"
Xander dan Elena langsung melontarkan beberapa pertanyaan, yang tidak mungkin untuk mereka bertiga tau jawabannya.
"Ikutin saja permain dia, lebih baik sekarang kalian pakai-pakaian yang bagus"
"Aku tidak memilikinya" Elena yang jarang sekali memiliki pakaian yang bagus apa lagi wanita dia bingung memakai yang mana.
"Hem... Viona ada kau tenang saja" Gio yang tau Viona juga memiliki pakaian yang bagus dan cocok untuk Elena.
Viona seorang ceo sudah pasti dia akan memiliki pakaian yang cocok untuk pesta. Tentu saja karena tuntutan pekerjaan yang sering kali di undang untuk menghadiri pesta. Dan juga tubuh Viona dan Elena tidak jauh berbeda
"Lalu aku?" Xander yang juga sama tidak membawa baju ganti pun bertanya.
"Di mobil, sekalian bajuku kau ambil" Balas Gio kepada Xander.
Mendengar hal itu Xander langsung berjalan pergi menuju pintu keluar, untuk mengambil baju di dalam mobil yang berada di garasi.
...***...
Saat ini di hotel Citra, tengah di persiapkan acara pernikahan. Acara yang di desain begitu mewah dengan tema putih.
Mempelai wanita kini tengah bersiap. Menggunkan gaun putih yang panjang dan pas di badannya.
"Nona cantik sekali sangat cocok bersama dengan tuan Reno" Ucap MUA yang sudah mempoles wajah mempelai Wanitanya.
"Terima kasih" Balas sangat mempelai wanita.
Mempelai wanita itu adalah Amanda, ia di paksa untuk menikah hari ini bersama dengan Reno orang yang sama sekali tidak ia cintai, Akan tetapi karena ancaman Reno, mau gak mau ia harus menerimanya.
......Flasback on ......
Seperti hari sebelumnya Reno menuyuruh Amanda untuk makanan di meja makan.
"Hari ini kita harus menikah" ucap Reno membuka suara dari keheningan sejak duduk di kursi makan ini.
uhuk... uhuk...
Amanda yang mendengar itu langsung tersedak makanan yang tengah ia kunyah didalam mulutnya.
"Aku tidak mau" ucap Amanda langsung berdiri.
"Duduk" Reno yang tidak suka dengan sikap langsung berteriak, namun tidak didengarkan oleh Amanda.
"Jika kamu tidak duduk sekarang, aku akan membunuh orang tuamu" Amanda hanya diam saja mendengarkan tidak menanggapi perkataan Reno.
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat