NovelToon NovelToon
Her Secret

Her Secret

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayzani01

Az Kim Alexandria nama gadis itu, wajahnya yang tenang, tatapannya yang tajam sikapnya yang dingin, membuat salah satu CEO miliarder terkenal di kota Seattle merasa terhantui oleh paras gadis itu.

Siapakah sebenarnya gadis itu?
Tanpa gadis itu ketahui ada seseorang yang ingin mengetahui rahasia apa yang dia sembunyikan.

Jangan lupa teman-teman readers beri Coment, like and Votenya yaaaa🙋😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayzani01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Portland 2

Angin musim gugur membuatnya mengeratkan jaket ditubuhnya tatkala dia keluar dari gerbang sekolah corttage high school, dia mendesis lalu kembali menerawang sepanjang jalan Welch. Dia kembali menekan tombol di ponselnya sama sekali tidak terhubung. "Kemana gadis itu? gumam Ronan melangkah lebar menuju mobilnya yang terparkir. Pikirannya tersentak dan merasa itu adalah pikiran bodoh yang singgah di otaknya. Apakah dia lagi? Alexander yung yang membawa Andria? pemikiran itu begitu saja muncul, tetapi dia menepisnya.

"Tidak mungkin, mengapa dia bersama Andria? itu tidak mungkin". Kata Ronan memandangi kembali sekolah Andria lalu kemudian mengemudikan mobilnya menyusuri jalan Welch dan berharap melihat Andria di sepanjang perjalanannya.

Ronan berhenti di trotoar lalu mencari nomor ponsel Chris dia lalu menekannya. "Halo Chris, aku Ronan wali dari Andria, apakah hari ini kau melihat Andria"? tanya ronan. Seketika matanya terpejam Rahangnya mengeras, "Ok trims Chris".

"Dugaanku benar, tapi mengapa? Ronan menelepon kembali ponsel Andria berharap Andria mengangkatnya. "Mengapa dia tidak mengangkat ponselnya, apa yang dia lakukan"?

~

Tubuh Andria dipeluk erat oleh Alec sehingga tubuhnya terasa melayang hingga telapak kakinya tidak menyentuh lantai, suara kecupan terdengar di ruangan itu, Andria tidak sanggup lagi dia merasa ciuman itu mencekiknya, Alec sama sekali tidak memberikannya jeda untuk mengambil oksigen.

Tangan Andria mulai menggapai-gapai udara yang kosong, dan mendorong tubuh alec yang setengah mengangkatnya. Akhirnya Alec tersadar jika Andria membutuhkan udara dia melepaskan ciumannya, suara napas yang memburu terdengar lantang. Andria mendorong tubuh Alec memberikan jarak pada tubuhnya yang menempel erat dipelukan alec.

Kaki Andria terasa melemah, sepertinya dia tidak bisa menopang tubuhnya serasa seperti jelly, dia mencoba melangkah dan menjauh dari Alec lalu badannya sempoyongan, dia hampir terjatuh tetapi dengan sigap alec menangkap kembali tubuhnya.

Mereka bertatapan sejenak kemudian alec menggendong Andria dan membawanya ke tempat duduk tidak jauh dari tempat mereka berdiri. "Turunkan aku..". gumam Andria yang masih merasakan hangat dibibirnya yang terasa bengkak.

Alec tidak mendengarkan, dia terus saja menggendong Andria dan mendudukkannya di sofa empuk berwarna abu-abu, "Kau baik-baik saja?". Tanya alec yang masih memeluk tubuh Andria. "Lepaskan tubuhku". Matanya menatap tajam alec dan melihat kedua tangannya masih menempel erat di pinggangnya.

Alec menatap dirinya sendiri yang memeluk Andria posesif, perlahan dia melepaskan tangannya dari tubuh Andria. Alec masih mendengar napas Andria yang memburu, dia berpikir dirinya sudah gila, mengapa dia hanyut dalam ciuman gadis yang usianya terpaut jauh darinya, dia seperti merasakan hembusan panas merangkak di sekujur tubuhnya ingin menginginkan lebih dari sekedar ciuman gadis dihadapannya ini. Alec kemudian berdiri, dia meninggalkan Andria lalu menuju ke ruang kerjanya, dia takut jika dia terus bersama andria, dirinya tidak tahan ingin melakukan lebih kepada gadis itu.

"Sial ! teriak Alec, baru kali ini alec merasakan tubuhnya terasa panas dan keinginannya kepada Andria seketika memuncak ingin membawanya ke tempat tidurnya. Ada apa dengan diriku? mengapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku di dekat Andria, gairahku tiba-tiba memuncak ketika Bibirnya menyentuh bibirku, desiran panas dan dorongan kuat ingin segera mengklaimnya seperti membunuhku. Alec berdiri didepan meja kerjanya, menatap Andria yang keluar dan berjalan di taman.

Andria berjalan-jalan ingin mendinginkan kepalanya, dia memegang bibirnya yang terasa bengkak, "Pria itu menciumku", gumamnya. Dan entah mengapa Andria larut dalam ciuman Alec yang panas, napasnya yang hangat seperti menggelitik wajahnya, tubuhnya yang menjulang membuatnya terasa lemah di hadapannya. Andria seketika memegang pipinya yang panas, "Aku pasti sudah gila". Bisiknya.

~

Sebuah mobil silver terparkir di depan kantornya, Ronan tetap pergi ke kantornya meskipun dia tahu alec tidak masuk kerja hari itu, dia bertemu dengan Gery di parkiran dan segera mendatanginya. "Selamat sore, anda supir Mr, Alexander? tanyanya kepada Gery.

"Sore, apa yang bisa kubantu tuan"? tanya Gery menatap Ronan dengan sopan. "Apakah kau tahu dimana tuanmu berada, karena aku memiliki urusan penting dengannya". Kata ronan.

"Saya minta maaf tuan, tetapi tuan Alec tidak mengatakan kepada saya kemana dia ingin pergi hari ini". Jawabnya, Ronan sangat frustasi hari sudah sore dan dia sama sekali belum tahu dimana. Andria. "Terima kasih". Ronan lalu melenggang pergi dan masuk kedalam mobilnya, dia memukul dashboard mobil, giginya menggertak mengapa dia pergi bersama pria itu"?

Suasana yang canggung sangat kental terasa, mereka berdua sudah berada didalam mobil, Alec mengantar Andria karena sebentar lagi sore akan berganti malam, keheningan malam terasa kental diantara mereka berdua, dengan susah payah alec menahan dirinya untuk tidak melihat bibir Andria, dia mengutuk dirinya sendiri karena tubuhnya kembali panas dan keinginannya untuk mengecap kembali bibir itu sangat kuat terasa.

Aku seperti seorang remaja yang labil yang baru pertama kali berciuman, alec mendesah membuat Andria berbalik menatapnya. Selama di perjalanan hanya keheningan yang terdengar, hanya pertanyaan sekedarnya saja yang Alec tanyakan kemudian keheningan menyambut dengan canggung. Setelah beberapa menit perjalanan mereka akhirnya tiba di dekat rumah Mrs Weltson.

"Aku menunggumu di apartemenku Andria Minggu ini". Kata alec serak. Andria mengangguk tanpa menatap wajah alec, "Ok". gumamnya pelan. Andria membuka pintu mobil tetapi tangan alec menahannya sehingga Andria berbalik menatapnya. Kecupan kilat melayang dibibir Andria. "Selamat malam Andria".

1
Ai Yeni
suka sekali dengan karya2 author ,terus berkarya thor dan sehat selalu
Ai Yeni
udah cape cape lari tau nya masuk perangkap lagi..😄
Simon
kerenn
Tri Nurhalimah
halu ku kebangetan pas di posisi begitu
Suliandana Suliandana
Kecewa
Anonymous
ceritanya ga menye2...karakter cewe nya strong
Anonymous
syuka karakter cewe nya...ga menye2...
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
gadis aneh..tapi cukup mampu membuat penasaran kan..kan kan
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
apa itu makhluk immortal 🤔🤔
αуαηgηуαĝøjøκικøβმĝι2
karakter ceweknya kuat ya di sini
Suliandana Suliandana
Kecewa
arry desember
jos
Almira Haniya Azzahra
senang dengan cerita karyanya author yg latarnya itu luar negeri jadi ngehalunya dapat... kalau latarnya di Indonesia kalau pergaulan bebas gitu gak cocok 😁 semangat ya Thor buat karyanya lagi 🥰
Arin
akhiry...happy endingy bgus bngt😍
Arin
critanya seru bngt....
Arin
critnya bner"seru bngt...sy udh ksih vote dan juga bintang 5 ya Thor biar tmbh smngt up😍
Arin
Alhamdulillah udah mulai ad titik terang...☺️
Arin
Thor sy mohon jangan lama"amnesianya dong..ksian anak"nya🙏🙏
Arin
akhirny Andriana ktmu ayahny....🤗
Arin
sy berhrp Andriana cpet ktmu orng tuanya...kasian dia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!