"Siapa kamu? Kenapa kamu masih virgin?" teriak Zico saat malam pertamanya dengan Nirmala yang ia sangka adalah Viola, istrinya. Jika kebanyakan laki-laki akan marah jika mengetahui istrinya sudah tidak virgin lagi, tapi Zico malah marah saat mengetahui istrinya masih virgin.
Bagaimana tidak marah kalau sebelum dirinya menikah dengan Viola, mereka sudah sering melakukan hubungan suami istri.
Lalu kenapa bisa Viola berganti menjadi Nirmala? Mari kita ikuti cerita Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Meninggalkan Paman Dru dan Bibi below yang sedang mencoba berbagai gaya, ditempat lain ada bodyguard Hi dan Me yang sedang sibuk menghandle pekerjaan yang harusnya Paman Dru kerjakan saat ini, yaitu menyiapkan kamar untuk Nirmala dan keluarganya.
Presidential suite room adalah kamar yang di pilih untuk tempat menginap sementara Nirmala dan keluarganya. Karena besok Nirmala sudah sah menjadi istri Zico, jadi otomatis Nirmala dan keluarganya akan pindah ke ZG Mansion.
Kini bodyguard Hi dan me sedang sibuk mengawasi petugas room attendant menyiapkan kamar untuk NIrmala dan keluarganya. Memastikan kalau kamar yang akan dipakai Nirmala dan keluarganya aman dan nyaman.
KRIIING.. KRIING..
Tiba-tiba ponsel bodyguard Me berdering dengan sangat keras. Cepat-cepat bodyguard Me mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya.
MEDA. Itu lah nama yang tertulis di layar ponsel bodyguard Me.
Bodyguard Me pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo." jawab bodyguard Me.
"Kami sudah memasuki area hotel." jawab bodyguard Meda.
"Baik kami akan segera kesana." balas bodyguard Me.
Panggilan pun berakhir.
"Ayo Hi, mereka sudah datang." ucap bodyguard Me pada bodyguard Hi seraya berjalan keluar dari kamar.
"Kalian tetap mengawasi disini." perintah bodyguard Me pada anak buahnya yang sejak tadi berjaga di depan pintu kamar.
"Baik Pak." jawab anak buah bodyguard Me.
Kemudian sambil berjalan, bodyguard Hi dan bodyguard Me sama-sama sibuk menghubungi anak buah mereka yang lainnya yang sudah menunggu kedatangan NIrmala dan keluarganya di lobi untuk bersiap.
Kedatangan Nirmala dan keluarganya harus mendapatkan keamanan ketat mengingat pelaku teror belum berhasil di bekuk.
Kini bodyguard Hi dan Me sudah berada di lobi hotel.
Para bodyguard dan pekerja hotel pun langsung menyiapkan barisan untuk menyambut kedatangan NIrmala dan keluarganya.
Dua mobil Alphard putih dan dua mobil mercy hitam pun berhenti di depan lobi.
Enam bodyguard lebih dulu keluar dari dalam mobil mercy hitam itu, setelah itu barulah bodyguard Hida dan Meda yang keluar dari dalam mobil Alphard putih lalu disusul oleh NIrmala, Ibu Aruni dan kedua adik Nirmala.
"Selamat datang Nona Muda." sambut para karyawan di ZG Hotel.
"Selamat datang Nona Muda." sambut bodyguard Hi dan Me yang juga.
"Kenapa harus ada penyambutan seperti ini?" protes Nirmala. Ia merasa tidak layak mendapat penyambutan seperti ini.
"Ini sudah prosedur yang di perintahkan Tuan Muda, Nona Muda." jawab bodyguard Me.
Nirmala hanya menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ayo Nona, kita masuk." ucap bodyguard Hida.
Bodyguard Hi, Me dan empat bodyguard lainnya pun berjalan lebih dulu memasuki gedung hotel lalu Nirmala dan keluarganya dan di belakang Nirmala dan keluarganya ada bodyguard Hida, Meda dan empat bodyguard lainnya. serta ada tiga bodyguard di sayap kiri dan tiga bodyguard di sayap kanan. Sungguh pengamanan yang sangat ketat melebihi keamanan presiden.
Mereka pun berjalan menuju lift khusus yanga hanya bisa di pakai Zico, Paman Dru dan keempat bodyguard Zico. Tapi sekarang bertambah orang yang diizinkan memakai lift itu, siapa lagi kalau bukan Nirmala dan keluarganya serta dua bodyguard pribadi Nirmala.
Ting. Pintu lift pun terbuka.
Hanya Nirmala dan keluarganya serta keempat bodyguard pribadi Zico dan Nirmala yang masuk ke dalam lift itu, sedangkan bodyguard yang lainnya masuk ke dalam lift yang lainnya setelah pintu lift khusus tertutup.
"Apa peneror itu sudah ditangkap?" tanya Nirmala.
"Belum Nona, tapi kami sudah mengantongi identitas si peneror." jawab bodyguard Hi.
"Sekarang bodyguard Pu dan Bi dan tim keamanan yang lainnya sedang melakukan pencarian orang itu." timpal bodyguard Me.
"Apa pelakunya seorang wanita?" tanya Nirmala karena tadi Zico meminta foto wanita yang ada di foto orangtuanya.
"Iya Nona. Namanya Cassandra Greenish. Apa Anda pernah mendengar nama itu Nona?" tanya bodyguard Me.
Nirmala menggelengkan kepalanya karena ia tidak pernah mendengar nama itu.
Deg.
Tapi tidak dengan Ibu Aruni.
Mendengar nama itu, jantungnya langsung terasa nyeri.
"Cassandra Greenish... wanita itu masih hidup." lirih Ibu Aruni pelan amun masih bisa di dengar oleh orang-orang yang ada di dalam lift itu.
Sontak semua orang yang ada di daam lift itu menoleh ke arah Ibu Aruni.
"Apa Ibu mengenal wanita itu?" tanya Nirmala.
"Wa.. wa.. wa... bruuukk." belum selesai Ibu Aruni selesai bicara, Ibu Aruni langsung pingsan.
Untung saja ada bodyguard Hida yang berada didekat Ibu Aruni, jadi bodyguard Hida bisa langsung menahan tubuh Ibu Aruni.
"Ibu... Ibu..." Teriak Nirmala dan kedua adiknya saat melihat Ibunya tak sadarkan diri.
Bodyguard Hi pun langsung menghubungi ZG Hospital lalu menyuruh tim medis datang ke ZG Hotel untuk memeriksa kondisi Ibu Aruni.
• • • • •
Bersambung...