NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Mantan Suamiku Ayah Dari Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yayuk Handayani

Bisa menjalani sebuah pernikahan yang bahagia, mungkin adalah dambaan bagi setiap wanita yang ada di dunia ini. Namun apalah jadinya nasib dari sebuah pernikahan itu apabila sang suami sudah tak mempercayai istrinya?...

Maura Vinaya, seorang gadis yatim piatu yang berparas cantik. Sungguh memilukan nasib yang harus diterimanya. Di malam pertamanya, sang suami malah menuduhnya dengan tuduhan yang begitu sangat melukai hati dan juga harga dirinya.

Entah apa yang terjadi, laki - laki yang masih belum genap satu hari resmi menikahinya itu, malah dengan begitu teganya menuduh jika dirinya sudah tak suci lagi.

Sungguh memang nasib, akibat dari kesalahpahaman itu, membuat dirinya dan juga sang suami menjadi harus berpisah.

Namun sungguh sayang seribu kali sayang, disaat dirinya dan sang suami telah berpisah, dirinya malah dinodai oleh mantan suaminya sendiri.

Hingga dari kejadian yang begitu memilukan itu, telah mampu menghadirkan adanya malaikat kecil di dalam rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan Junior

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Dengan menyalib berbagai kendaraan yang lainnya, mobil yang terbilang cukup mewah yang di dalamnya memuat sang asisten dan tuannya itu terus melaju dengan mengikuti mobil mewah yang ada di depannya.

Mobil itu melaju tanpa membuat mobil yang sedang diikutinya itu merasa curiga.

" Coba lebih cepat Firman, kamu ini lelet sekali bawa mobilnya ". Sentak Rendra.

" Maafkan saya tuan, tapi kita tidak boleh terlalu cepat mengikuti mereka, khawatirnya mereka akan tahu jika kita sedang mengikuti mereka ". Sahut Firman.

" Kamu ini jangan banyak membantah Firman, sudah lakukan saja perintah ku ". Dan benar saja, Rendra benar kembali marah.

Mau tak mau Firman sang asisten kepercayaan itu harus mengikuti perintah tuannya. Pasti setelah ini semuanya akan menjadi serba salah, bagaimana tidak salah, jika mobil yang diikutinya memiliki jarak yang agak jauh dirinya akan dianggap lelet, namun jika mengikuti dengan jarak yang terlalu dekat akan beresiko menimbulkan kecurigaan, dan itu bisa - bisa membuat orang di dalam mobil itu kabur, dan jika sudah seperti itu, pasti dirinya lagi yang disalahkan. Mungkin memang sudah nasib bekerja pada tuan Rendra nya, nasib jika dirinya akan selalu disalahkan.

Sementara Reyhan masih santai dengan menyetir mobilnya, pria yang tak lama lagi genap berusia dua puluh sembilan tahun itu sama sekali tak menyadari jika mobilnya sedang ada yang mengikuti.

" Uti, itu lumah - lumah na tindi ya uti, cama pelti di cana ". Seru Junior takjub dengan tangan mungilnya yang entah menunjuk ke arah mana.

" Hihihihi... kamu menunjuk ke arah mana Junior, rumah - rumah tinggi sama seperti di sana apanya?, mana ada rumah - rumah, itu bukan rumah Junior tapi perusahaan besar, dan perusahaan yang besar itu sama seperti perusahaan - perusahaan yang ada di Singaporee ". Sahut Tania.

" Oooo, dadi itu pelucan - pelucan, pantac tindi - tindi ".

" Hihihihi... perusahaan - perusahaan, ih kamu ini menggemaskan sekali ya Junior, aunty semakin sayang deh sama kamu, keponakannya aunty yang paling tampan ". Dengan begitu gemasnya Tania memeluk Junior.

Jika Tania dan Junior sibuk mengobrol, maka beda halnya dengan Alvan, semenjak masuk ke dalam mobil, Alvin menjadi banyak diam.

Pikiran Alvan masih teringat dengan kejadian di taman. Jika diingat - ingat om ganteng yang Junior maksud seperti tak asing baginya. Jika memang benar tak salah, sepertinya om ganteng yang memeluk Juniorq itu seperti orang yang pernah datang ke panti asuhannya.

Ya, memang tak begitu banyak anak - anak di panti asuhan di mana Maura dibesarkan yang mengenal Rendra. Maura dengan Rendra saling mengenal di kota bukan di panti asuhan, dan selama keduanya telah menjalin hubungan, hanya sebanyak tiga kali saja Rendra datang ke panti asuhan itu. Jikalau ada yang mengenal Rendra, mungkin hanya beberapa anak saja yang mengenalnya.

" Alvan, kamu kenapa, kok hanya diam, tumben? ". Seru Tania pasalnya semenjak dari tadi belum ada suara dari Alvan.

" Iya ada apa dengan kamu Alvan, masih bocah tapi seperti orang yang banyak pikiran ". Timpal Reyhan.

" Iya kak Reyhan, Alvan memang sedang memikirkan sesuatu, Alvan sedang memikirkan orang yang tadi, yang disebut om ganteng sama Junior ".

Deg...

Dalam seketika semua orang di dalam mobil itu menjadi terdiam. Mengetahui sahutan dari Alvan, entah mengapa tiba - tiba saja membuat perasaan Reyhan menjadi tak nyaman, hingga secara naluriah seolah menyadari akan adanya bahaya, Reyhan mengarahkan pandangannya pada spion mobil yang ada di dalam mobilnya.

" Sial, ada yang mengikuti mobilku ".

" Apa?, ada yang mengikuti kak? ". Sontak Tania pun langsung menoleh ke arah belakang.

" Ya Tuhan, benar kak Reyhan, mobil yang di belakang mengikuti kita ".

" Tenang - tenang jangan panik, ini hanya masalah kecil ". Dengan begitu santainya Reyhan mengatakannya.

Ya, tak banyak orang yang tahu jika Reyhan memiliki hobi balapan, Reyhan memiliki hobi balapan motor dan mobil, sehingga tak heran jika saat ini dirinya dihadapkan pada keadaan seperti ini, tak membuat Reyhan gentar sama sekali.

" Rupanya ada orang yang ingin bermain - main denganku, baiklah akan aku layani ". Batin Reyhan dengan tersenyum devil.

Dan benar saja, Reyhan benar - benar menambah kecepatan mobilnya. Sudah cukup lama tak mengendarai mobilnya dengan kecepatan seperti ini, nampaknya akan seru juga jika harus membuat orang yang mengikuti mobilnya menjadi kebingungan.

" Kak Reyhan, kenapa cepat sekali membawa mobilnya kak?, ini terlalu bahaya kak Reyhan ". Tania sudah mulai sangat khawatir.

" Tenanglah tenang, kalian tidak perlu merasa khawatir, semuanya akan baik - baik saja, tenang saja ". Sahut Reyhan dengan begitu santainya.

Tak menghiraukan bagaimana kekhawatiran tiga manusia yang duduk di belakangnya, Reyhan terus saja melajukan mobil mewahnya itu, ia melajukan mobilnya seperti orang yang sedang mengikuti lomba balap mobil.

Sementara di belakang sana, Firman sang asisten dari Rendra terus berusaha mengikuti mobil yang dibuntutinya, dan sayangnya semakin mobil itu berusaha untuk diikuti, mobil itu semakin jauh saja.

" Ayo Firman kamu ini lelet sekali, kita sudah ketinggalan jauh ini ". Akhirnya emosi Rendra malah kembali meluap.

" Tuan, ini kan sudah cepat tuan, saya tidak bisa langsung menerobos jalanan karena itu bisa membahayakan pengendara yang lainnya tuan ". Sahut Firman.

" Kamu ini banyak sekali membantah Fir, jika aku menyuruhmu cepat ya cepat ". Entah apa yang terjadi pada diri Rendra, apakah dirinya tak melihat jika keadaan sama sekali tak memungkinkan untuk menerobos jalanan, bagaimana jika sampai terjadi hal yang tak diinginkan jika mobil asistennya ini terus melaju kencang.

Firman yang mengemudikan mobilnya juga tak habis pikir, mengapa mobil yang diikutinya itu melaju dengan begitu sangat cepat bak sebuah mobil balap, sepertinya pengemudi di mobil itu sangat lihai dalam mengemudikan mobil, seperti orang yang berprofesi sebagai pembalap saja.

" Ya ampun Firman cepat, kamu ini lelet sekali coba lihat itu... ".

" Aaah sial, dasar tidak becus kamu Firman ".

Semuanya telah pupus, awalnya yang begitu gencarnya ingin mengejar mobil Junior, telah hilang dalam sekejap.

Dirinya telah kembali kehilangan Junior, ini sudah yang kedua kalinya, dan jika sudah seperti ini, rasanya akan sangat sulit untuk menemukan Junior kembali.

Firman yang mengemudikan mobilnya itu mencoba untuk menepikannya. Terakhir kali dirinya melihat mobil daddy nya Junior sedang masuk ke sebelah gang ini, dan ternyata mobil itu telah hilang bak ditelan bumi.

" Tuan, kita sudah kehilangan jejak, kita kehilangan Junior tuan ". Lirih Firman.

" Ini semua gara - gara kamu Fir, coba saja kalau kamu lebih cepat, pasti aku tidak akan kehilangan Junior ". Amarah Rendra benar semakin menjadi saja.

Benarkan, pasti dirinya lah yang akan disalahkan, memang benar apa yang dilakukannya memang tak akan benar bagi tuan Rendra nya.

Jika ditanya siapa yang paling bersalah, maka tuan Rendra nya lah yang paling bersalah. Andai tuan Rendra nya itu mau bersabar dan tak menuruti emosinya, pasti tak akan seperti ini jadinya.

" Anda orang yang sangat pintar tuan, tapi sayang anda terlalu sering terbawa emosi ". Batin Firman.

" Tunggu apalagi, kamu menunggu hadiah dari kegagalan kita, iya begitu? ". Kesal Rendra.

" Bukan kegagalan kita tuan, tapi kegagalan tuan sendiri, tuan sendiri yang membuat ini menjadi gagal ". Batin Firman.

Di mana lagi Firman bisa mengata - ngatai tuannya jika bukan di dalam hatinya, lebih tepatnya dirinya tak bisa membantah dengan tuduhan - tuduhan dari tuannya.

" Ayo cepat lajukan mobilnya Firman, tidak ada gunanya lama - lama di sini ". Sentak Rendra.

Firman pun menurut saja dengan perintah tuannya. Sebenarnya ini tidak akan percuma jika tuan Rendra nya juga mau mengikuti sarannya, namun ya begitulah, bos selalu saja benar, dan yang paling tak bisa ditawar - tawar adalah setiap perintahnya harus selalu dilaksanakan tanpa terkecuali, bahkan meski apa yang diperintahkan nya itu adalah hal yang salah.

Bersambung.........

🙏🙏🙏🙏🙏

❤❤❤❤❤

1
sasatar77 tarsa
sebenarnya siapa yg udah fitnah Maura
Yayuk Handayani: Terima kasih sudah mampir kak.
total 1 replies
ayu cantik
suka
Yayuk Handayani: Terima kasih kak 🙏
total 1 replies
Sri Darmayanti
cek dong fotonya .. A U
Enung Samsiah
good tandatangani aja dan pergi yg jauuuh,,,, tinggalkn lelaki bodoh itu
Enung Samsiah
pemain ulung Casanova bilng ngkk suci lagi,,, sungguh terlalu,,,
Enung Samsiah
satu kata tuk si Rendra,, bodohhhh,,,
Safa Almira
banget bagus
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 1 replies
Nadia
bulet ini yg bikin cretia
Nadia
itu Maura gak kerja kah?
Nadia
ini yg bikin cerita oleng 😁🤭
Nadia
ada toh cerai bisa dibikin candaan, ituselepas itu ancaman atau tidak namanya udah cerai ya cerai
Mira Nio
Mudah kepancing ssma mulut berbisa si lakor
Kristin Tangkil
akhirnya
Kristin Tangkil
the best alurnya
Kristin Tangkil
nangis aku bacanya... thor kamu berhasil buat aku menangis
Kristin Tangkil
Rendra rendra dasar...kasian maura
Kristin Tangkil
rendra ini Casanova tapi bego.. apa gk punya anak buah yg buat nyelidiki.. main percaya aja
LA ODE YASIR
tolol banget Maura hedeeh
IRna Naa
Luar biasa
mama Titis
sukaaa...happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!