Catherine merasa sangat beruntung memiliki ayah tiri sebaik Agus. Jika banyak berita tentang ayah tiri yang melecehkan anak tirinya, itu tidak terjadi pada Catherine!
Agus benar-benar menyayangi nya seperti anak kandung sendiri, menjaganya seperti anak kandung sendiri. Hingga kemudian, di usianya yang ke dua puluh tahun, Catherine sadar dan paham kenapa ayah tirinya itu begitu menjaganya agar tetap utuh!
Ia dijodohkan paksa dengan laki-laki yang bahkan tidak pernah ia kenal, seorang pengusaha tekstil kaya raya yang usianya sudah hampir tiga puluh lima tahun!
Duda dengan anak satu itu akhirnya resmi jadi suami Catherine! Lalu bagaimana dengan nasib pacar Catherine, si calon dokter itu? Dan bagaimana Catherine menjalani hari-harinya?
Simak terus kisahnya ya ...
Jangan lupa mampir ke "Cinta Jas Putih" dan "COMPLICATED" ya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elza Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengikhlaskan?
Wilson belum bisa memejamkan matanya, padahal ini sudah pukul tiga pagi. Untung belum masuk koas, jadi tidak masalah jam segini ia belum tidur. Matanya memanas, ia merindukan sosok itu. Manis wajahnya, indah senyumnya ... sungguh Wilson sangat merindukan sosok itu. Dan sekarang sosok itu sudah dimiliki laki-laki lain.
Membayangkan gadis itu dicium, dipeluk bahkan ditiduri laki-laki itu membuat Wilson rasanya ingin bunuh diri! Harusnya dia yang melakukan semua itu atas Catherine! Catherine miliknya!
Wilson membenturkan kepalanya ke tembok, kenapa ia begitu lemah? Kenapa laki-laki itu harus Rama Astungkoro? Kenapa ia tidak berdaya untuk menyelamatkan gadis itu dari paksaan pernikahan yang bahkan Catherine sendiri tidak menginginkan hal itu, kenapa?
Air mata Wilson menetes, ia benci dengan semua ini! Ia benci dengan dirinya sendiri. Dan sekarang fokus utamanya adalah bagaimana caranya ia bisa sukses, ia bisa banyak uang dan senjata untuk kemudian mengambil miliknya sendiri.
Catherine miliknya, ia harus merebutnya kembali! Melupakan? Teman-temannya bilang Wilson harus melupakan Catherine? Seenaknya saja mereka bilang seperti itu! Mereka tidak tahu bagaimana Wilson mencintai sosok itu, mereka tidak tahu bagaimana sakit hati Wilson ketika tahu gadis itu harus berakhir dipelukan laki-laki lain, mereka tidak ada yang tahu!
"Cat, aku akan mengambilku kembali ... kamu milikku, sampai kapanpun kamu milikku."
***
Catherine menggeliat, rasanya kakinya benar-benar lemas. Ia melirik jam, dan terkejut setelah melihat bahwa ia bangun cukup siang. Ia bangkit dan melihat ada nampan berisi sepiring roti isi daging, telur rebus dan segelas susu cokelat. Tak lupa ada beberapa buah potong dan sebuah surat kecil.
...Morning istriku ... aku tidak tega membangunkan mu, aku dan Ayesha sudah berangkat, kamu jangan lupa sarapan ya ......
^^^Dengan penuh cinta^^^
^^^Suamimu^^^
Catherine tersenyum membaca tulisan itu, ia kemudian bangkit dan melangkah ke kamar mandi. Rasanya Rama semakin manis sikapnya. Semakin menyayangi dirinya, apalagi semenjak dia positif hamil. Semuanya makin begitu indah. Begitu manis. Dan Catherine makin dibuat jatuh cinta dengan sosok laki-laki yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
Catherine mengelus lembut perutnya, ia benar-benar sudah tidak sabar menanti kelahiran bayi yang ada dalam rahimnya ini. Seperti apa kelak wajahnya, laki-laki atau perempuan? Catherine tersenyum lalu mulai mandi, rasanya ia harus banyak bersiap untuk mempersiapkan semua keperluan untuk kelahiran bayinya nanti.
Setelah semuanya selesai, Catherine segera mengeringkan tubuh dan memakai bajunya. Catherine kembali duduk di ranjangnya dan meraih sarapan yang sudah disiapkan untuknya. Semuanya benar-benar begitu manis, dan Catherine menyukainya. Ia benar-benar sudah bisa melupakan sosok yang dulu menghuni hatinya itu, semua sikap manis dan kasih sayang Rama meruntuhkan keras hati Catherine. Ia luluh, ia jatuh cinta dan ia benar-benar bersyukur memiliki segalanya.
***
"Wuih, seger amat sih wajah lu?" guman Rio ketika berkunjung ke ruang kerja Rama.
"Gimana nggak seneng, bini gue hamil nih." Rama tersenyum lebar, tentu ia bahagia bukan?
"Congratulation, bro!" Rio menjabat tangan Rama.
"Thanks, gue bahagia banget!" guman Rama dengan mata berbinar-binar.
"Gue tahu, lu udah lama kan sendirian. Terpuruk setelah kepergian bini lu. Dan sekarang lu udah dapat gantinya, pantaslah ku bahagia, Ma." Rio mengerti betul dengan penderitaan yang dialami Rama. Dan rasanya ia ikut bahagia melihat Rama sekarang.
"Lu tahu, sama bini gue yang sekarang ini, gue langsung jatuh cinta sama dia sejak pertama kali gue ketemu dia, Io." guman Rama jujur.
Rio mengangguk tanda mengerti. Mereka banyak berbincang tentang masalah pribadi mereka masing-masingnya. Maklum mereka teman sejak mereka kuliah di London. Sejenak mereka saling tertawa bersama, hingga kemudian suara ketukan pintu mengejutkan mereka.
"Maaf Pak Rama, ini ada berkas yang harus Bapak tandatangani." Dini muncul sambil membawa beberapa map di tangan.
"Tinggal sini dulu, nanti saya tandatangani." guman Rama sambil menganggukkan kepalanya.
Dini meletakkan map map itu di meja, kemudian pamit undur diri. Rama melirik Rio sekilas, kemudian tersenyum.
"Lu kapan?" tanya Rama menyingung persoalan pelik Rio.
"Apanya sih? Tanya yang lain aja deh!" Rio terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya.
Rama hanya mengangguk pelan, memang seperti ini. Sejak dulu sekali Rio selalu malas jika diberi pertanyaan tentang jodoh dan pernikahan. Entah mengapa Rio sampai sekarang masih memuruskan untuk sendiri, tidak tertarik untuk menikah atau sekedar dekat dengan wanita.
"Lu cari yang kayak gimana sih? Coba dengan gue bantu." Rama kembali mencoba membahas tentang masalah yang menghimpit Rio.
"Entah, sudahlah biarkan dia datang sendiri aja. Gue malas harus cinta-cintaan."
***
Catherine melangkah turun ke bawah sambil membawa nampan yang tadi Rama tinggalkan di kamar. Setelah minum obat pemberian Dokter Rizal, kini ia begitu mudah makan dan minum. Hanya mual sedikit, tanpa muntah parah seperti dulu lagi.
"Lho, Non ... kenapa jadi Non yang bawa turun, kan bisa minta tolong saya." gadis itu tergopoh-gopoh mendatangi dan meraih nampan itu dari tangan Catherine.
"Sudahlah, cuma bawa nampan kayak gini kok. Kan nggak berat." Catherine tersenyum, ia sebenarnya risih jika terlalu diperhatikan sampai sedetail itu, sampai hal kecil pun tidak boleh ia lakukan. Tapi mau bagaimana lagi, semua perintah suaminya, dan tidak ada satupun yang mampu menolaknya.
"Tapi nanti kalau bapak tahu, kita yang kena marah, Non." Ani tersenyum kecut, lalu membawa nampan berisi piring dan gelas itu ke dapur.
Catherine tersenyum, ia hendak mengikuti langkah Ani, ketika kemudian matanya menatap sesuatu yang asing di ruang tengah mereka. Itu kan ...
Catherine melangkah mendekati benda itu, lalu duduk di kursi yang ada di depannya. Senyumnya merekah sempurna, dan tangannya mulai beradu di atas tuts itu. Sedetik kemudian Catherine sedikit tersentak, dan kemudian ia mulai dengan lincah menekan-nekan tuts itu.
Rasanya begitu bahagia mendengar alunan piano itu, begitu damai dan indah sekali suasana hati Catherine. Ia memainkan Reason OST Endless Love, drama Korea yang begitu menguras air mata itu. Alunannya begitu indah dan merdu menggema di seluruh ruangan.
Ia memainkan piano itu dengan luar biasa hingga tidak sadar beberapa pekerjanya sudah berdiri di belakang mereka dan tertegun menyaksikan permainan piano Catherine. Nada terkahir sudah Catherine alunankan dan begitu nada itu berakhir sontak tepuk tangan riuh menyambut Catherine.
Catherine menoleh, beberapa pegawainya sudah berdiri dengan mata berkaca-kaca. tentu saja mereka menitikkan air mata, instrumen yang baru saja ia mainkan itu begitu menyayat hati.
Catherine tersenyum hingga kemudian suara itu mengangetkan dirinya.
"Kamu suka? Aku dengar dari papa kamu seorang pemain piano yang hebat, jadi aku dapat bukan membelikan kamu itu?"
Catherine menoleh, Rama sudah muncul dengan senyum mengembang miliknya, dan itu makin membuat Catherine makin jatuh cinta.
---
Yuk mampir ke karya author yang lain, ada :
Cinta Jas Putih
COMPLICATED
Yang masih on going, untuk yang lain mohon maaf Hiatus dulu ya
Jangan lupa like, comment dan share ya ...
Terimakasih