NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru

Di Ujung Peluru

Status: tamat
Genre:Romantis / Fiksi Modern / Cinta pada Pandangan Pertama / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Beberapa bab akan mengandung konflik keras. Tidak diperkenankan berkomentar buruk dan sok tau sebelum membaca sampai bab terakhir. Yang tidak kuat harap SKIP.

Bukan aku tidak mencintai gadis impianku, Bukan tidak menyayangimu. Aku menjaga dirimu dan kehormatanmu. Memilihku adalah pilihan berat untukmu, Jika kamu sabar..tunggulah aku. Kulindungi wanita pilihanku, Karena aku mencintaimu selalu walau Nyawa ada di ujung peluru.

Aku Ardian Putranto, Lettu Ardi.. memilihmu dalam hatiku Adinda ku...

Bersama kisah Lettu Rama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Pertemuan.

Rama menggendong Ezhar. Anak buah Rama melirik Rama yang menggendong seorang anak. Padahal pria yang akan menjabat Danki A yang baru itu masih berstatus bujangan.

"Kenapa??" tanya Rama pada anak buahnya.

"Siap salah"

"Sudah kamu laksanakan tugasmu saja!!" perintah Rama.

"Siap!!"

"Sertu Catur sudah carikan saya rumah kontrakan yang tidak jauh dari Batalyon apa belum?" tanya Rama.

"Siap sudah!!" jawab Pratu Nelson.

"Ya sudah ayo cepat!! Anak saya sudah capek nih" Tegas Rama sambil menggendong Ezhar yang mulai rewel di gendongan nya.

"ASI di botol habis dek?" tanya Rama.

"Habis lah bang. Dinda nggak stok banyak lagi. Ezhar khan sudah satu tahun lebih bang" bisik Dinda.

"Kamu kasih ASI langsung saja" perintah Rama.

"Baju Dinda nggak kancing depan bang!" kata Dinda bingung.

"Kamu gimana sich. Abang khan bilang siapkan di tas bagian depan susu formula nya, khawatir Ezhar minta susu. Kalau sudah begini bagaimana. Lapar nih anak Abang" gerutu Rama.

Dinda merasa bersalah. Sebagai wanita ia tidak secekatan Rama dalam mengurus anak.

"Nanti tolong berhenti di minimarket depan" perintah Rama tegas pada anak buahnya.

"Siap!!"

Sampai di minimarket, Rama segera membeli susu dan banyak camilan untuk Ezhar. Setelah membeli susu, Rama segera membuatkan Ezhar susu. Seketika batita satu tahun itu tidur nyenyak.

***

"Kalian disini dulu ya! Abang mau lapor datang. Nanti malam Abang kesini lagi" pamit Rama.

Ezhar menangis kencang saat 'Ayahnya' akan meninggalkannya. Rama segera menggendongnya.

"Jagoan ayah nggak boleh nangis donk!! Ayah ke kantor sebentar ya! Ezhar tunggu ayah disini" Rama menciumi pipi Ezhar.

Bocah kecil itu pun menuruti perkataan ayahnya.

***

Sore itu, Ardi dan Rama berhadapan secara langsung sebelum menghadap Danyon. Wajah keduanya nampak tegang. Tapi tetap secara tatakrama mereka tetap berjabat tangan dan tidak membawa masalah pribadi dalam urusan pekerjaan.

"Apa kabar Rama?"

"Alhamdulillah landai.. Gimana kamu selama ini?"

"Hancur berantakan" Jawab Ardi yang secara tidak langsung mengatakan isi hatinya.

"Kita lanjut nanti. Sekarang kita temui Danyon dulu" ajak Rama

##

##

"Selamat menjabat tugas sebagai Danki A Lettu Rama Satria dan Selamat menjabat tugas sebagai Danki C Lettu Ardian Putranto"

"Lusa kalian langsung gabung ikut acara funbike dan jalan santai di Kota untuk mendekatkan tentara pada masyarakat. Gabungan ya!!! Silahkan ajak keluarga" arahan Danyon.

"Siap laksanakan" jawab Rama dan Ardi.

***

Sabtu pagi Rama mengajak Dinda dan Ezhar mengikuti kegiatan itu. Sebenarnya isi hatinya tidak ingin Ardi tau kalau Adinda bersamanya, tapi akan sangat kekanakan kalau ia menyembunyikan Dinda. Rama pun paham, dunia ini sempit. Cepat atau lambat pasti Ardi akan tau juga tentang keberadaan Dinda disana.

Adinda sedang membeli minuman. Sedangkan Rama sedang mengajak jalan jagoan kecil Ezhar. Disana ada pertunjukan orang utan. Ezhar sangat senang hingga tertawa riang gembira.

Tak lama Ardi melintas di belakang Rama. Ardi melihat anak kecil yang sedang berada dalam gendongan Rama. Anak itu menoleh ke arahnya. Ardi mengajak bercanda batita kecil yang merentangkan tangan seakan ingin ikut dengannya.

Rama pun menoleh ke arah Ardi.

"Anakmu tampan sekali. Anakmu sama Dinda?" tanya Ardi menguatkan batinnya.

Belum sempat Rama menjawab, ada panggilan untuknya. Danki A belum foto bersama alutsista disana.

"Aku tinggal dulu ya. Titip Ezhar!!!" kata Rama sambil cepat meninggalkan lokasi.

Tak seperti biasanya.. Kali ini Ezhar tidak menangis dalam gendongan Ardi. Biasanya kalau Rama meninggalkannya ia sudah menangis.

"Pa-pa" ucapan pertama yang Ardi dengar dari bibir Ezhar. Untuk pertama kali itu juga perasaan Ardi begitu nyeri. Sakitnya bagai menghantam ulu hati.

"Panggil sekali lagi sayang!!" pintanya tercekat. Ia sangat menginginkan mendengar suara itu.

"Pa-pa.. Pa-pa" ucapnya berulang.

Ardi mencium wajah Ezhar menahan tangisnya.

"Abang!!!!" sapa Dinda lirih. Hatinya merasakan sakit juga, sama seperti Ardi. Wajah Ardi selalu mengingatkannya pada kejadian buruk itu. Tangannya masih menenteng kantong berisi minuman yang baru saja ia beli.

Adinda mengambil paksa Ezhar dari tangan Ardi.

"Jangan sentuh anak Dinda bang!!!" ketus Dinda. Ezhar menangis menjerit tak ingin lepas dari gendongan Ardi. Tangisan itu sampai terasa menusuk dada Ardi.

"Maaf, Rama menitipkan anak kamu sama Abang" kata Ardi.

Tak lama Rama sudah tiba disana. Rama melihat aura tegang dari Adinda dan Ardi.

"Kenapa dek?" tanya Rama cemas melihat wajah pucat Dinda.

"Kenapa Abang titipkan Ezhar sama dia. Dinda nggak mau melihat dia lagi" Dinda berlinangan air mata memukul lengan Rama.

"Maaf.. Abang salah. Kita pulang saja ya!" ajak Rama. Rama mengambil alih Ezhar dari Adinda, ia sedikit melirik ke arah Ardi. Ada perasaan tidak enak juga dalam hatinya.

***

"Kenapa Abang kasih Ezhar ke bang Ardi???" kesal Dinda sambil menidurkan di kamar lalu menutup pintu kamar.

"Maaf dek.. Mungkin Abang salah. Tapi Ardi pun juga berhak tau kalau Ezhar itu anaknya" kata Rama.

"Dinda belum bisa melupakan kejadian itu bang"

"Iya.. Abang tau dek. Jangan nodai hatimu dengan kebencian. Itu akan membuat hatimu semakin sakit. Nanti Abang tanyakan kejelasan statusmu pada Ardi.. Kita juga nggak bisa gini terus, nggak baik. Abang bukan pria yang setiap saat bisa menahan perasaan setiap berdekatan sama kamu. Abang takut lupa yang bisa mencelakai kamu" jelas Rama.

Hubungan tanpa status, berjalan begitu saja membuat Rama terjebak di dalamnya. Dosa yang seharusnya ia hindari malah ia pupuk hingga benihnya sudah tumbuh muncul ke permukaan. Adinda menatap lekat mata Rama.

"Iya dek...Abang yang salah karena memilih mencintaimu"

Masih terpaku Dinda dengan rasa terkejutnya.. Rama sudah mengunci kedua tangan Dinda di sudut dinding ruang tengah. Rama mendekatkan bibirnya berniat mengecup bibir Dinda.

"Jangan bang!!" tolak Dinda memalingkan wajahnya menghindari Rama.

"Abang harus bagaimana dek? Ardi sudah kembali" Rasa takut dan cemasnya tiba-tiba saja muncul.

Rama terus mendesak Adinda lalu memeluknya erat. Hanya pakaian saja yang memisahkan jarak antara mereka. Jiwa naturalnya sebagai pria langsung mencuat.

"Astagfirullah hal adzim.." Rama hampir saja lepas kendali.

"Maaf dek.. Maafkan Abang" Rama mengusap wajahnya dengan gusar. Ia mundur beberapa langkah lalu memilih pergi dari hadapan Adinda.

.

.

1
Lalu Awan
tapi pada akhirnya bercerai juga😭
NaraY_Kamanatha: Nara juga punya cerita di akun lain ya kak.

silakan mampir jika berkenan.

Bojone_Batman 🙏
total 1 replies
Rusma Yulida
kalo dgn ardi secara tidak langsing udah jatuh talak juga
Zulinatul Hidayah
Buruk
Wan Trado
terlalu banyak drama yg berulang, cerita perangnya pudar padahal judulnya di ujung peluru
Wan Trado: ke siipp... kita nikmati aja yah sambil rebahan dan ngopi-ngopi 👍
total 2 replies
Wan Trado
baru calon suami dah punya calon anak 👍
Wan Trado
rumah dinas di komplek itu dempetan lho yaa, teriak teriak masalah sensitif begituu...!!
Wan Trado
pengen tau, jika anak dinda dg Rama nikah dengan anak Ardi dg vania itu halal ga sih.. secara sebelumnya Ardi dan dinda juga punya anak.. 🤔
Wan Trado
😅😂🤣🤦‍♂️
Wan Trado
iya iyaa iyaaa 😁
Wan Trado
semangat terus Nara 💪 high support to you..
Wan Trado
alhamdulillah lanjutkan... 🤣
Wan Trado
iya juga kita yg tidak teliti baca suratnya Rama, jelas indikasinya dia masih hidup.. hehe author mmg paling.. 👍
Wan Trado
becandanya ga lucu yaa, tau istrinya hamil dan kondisinya lemah kok dikerjain sihh
Wan Trado
salah satu tokoh utama dihilangkan, hmmm cukup bikin kaget tapi okelah antimainstream dan jadi penasaran.. 👍
Wan Trado
pada ibu yg mana di kakinya terletak surga buat anaknya...??
kalau ibu yg seperti ini, hanya ada neraka bagi kehidupan anaknya... 😡
Wan Trado
sudah sangat hebat ya jadi anak lurah itu... 😂😂
Nuraisyah
yg d sebelah Rinto dan Mey anak Rama dg Dinda juga kn yaa
Nuraisyah
bang Ardi anake 3 pembarep Kabeh,/Grin/
Nur Hafizah
Luar biasa
siccasiccasic
Bu Ardi seharusnya thor, bukan "mbak". Kalo istri tentara emang dipanggil ibu+nama suaminya dikalangan mereka.
siccasiccasic: Ya sama emak aku juga istri TNI kak, akupun anak TNI. Ya maaf kalo salah, karna sebanyak yg saya tau tiap batalyon manggilnya emang gitu, ibu+nama suami.
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!