NovelToon NovelToon
My Special Boyfriend

My Special Boyfriend

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:8.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Lo tau Asam Sulfat? Tapi, itu belum cukup buat lelehin hati lo yang beku. Tapi, gue juga gak bakal Nyerah semudah itu"

~ Arfenik Arkasa

Arfen, si Bocah Sains sang badboy ahlinya PHP, Pemecah rekor murid terlambat setiap hari. Paling enggak bisa patuh sama peraturan.

Arfen yang gak bisa nurut peraturan terlalu hobi mengganggu Lathifa si gadis Hukum yang identik dengan peraturan dari kelas IPS Satu.

Siapa yang sangka, Gangguan iseng Arfen setiap harinya berakibat jatuhnya ia terlalu dalam pada cinta nya Lathifa.

Mampukah Arfen menaklukan Hati beku Lathifa? Apakah Lathifa si gadis hukum mau menerima sang BadBoy?

Ingin tau kisah nya?
Cek yuk ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

***

Pagi  menjelang siang itu,  Arfen dan Tim nya tengah berlatih Basket. Banyak sekali murid yang melihat mereka,  khusus nya para Kaum Hawa yang mengelilingi lapangan nya.

Bukan hanya dari bawah,  banyak juga yang melihat mereka dari koridor lantai Dua dan Tiga. Bukan rahasia lagi,  jika Kegantengan Arfen mampu meluluhkan Kesetiaan kaum hawa pada pasangan nya. Baik Kakak kelas,  seangkatan,  maupun adik kelas,  tidak akan melewatkan pemandangan ini

Pemandangan yang jarang terjadi ini,  harus di manfaatkan sebaik - baik nya oleh mereka,  untuk mengambil gambar dan Video. Guna menjadi bahan haluan.

Thifa,  Melia,  dan Anggi adalah satu Grub yang masih memantau Arfen CS dari Koridor lantai Dua.

"Itu merkea pasa fotoin Fandri yah?  Kok Gue ngerasa gak nyaman yah. " Gerutu Melia,  menatap sedih ke arah Fandri.

"Makanya,  punya cowok tuh jangan ganteng - ganteng amat. Jangan idola sekolah,  gini kan jadinya. Enggak enak! " timpal Anggil. Anggi juga merasa Aneh,  saat banyak yang berteriak menyebut nama Hasan.

"Udah lah Enggak usah di liat. Semakin di liat,  semakin nyelekit. Mending kantin,  beli es,  makan gitu. Biar balikin mood. " Ajak Thifa. Gadis mungil itu benar - benar tidak tahan berada lebih lama di sana. Api cemburu terbakar begitu cepat.

Akhirnya,  ketiga nya memilih meninggalkan pemandangan yang menyakitkan itu.

***

"Btw,  Nggi?  Lo benaran enggak ada perasaan sama Hasan? " tanya Thifa,  yang masih mengunyah sisa bakso nya.

"Iyah Nggi. Btw,  kalo enggak ada,  adain aja tuh perasaan. Si Hasan baik tauk! " timpal Melia.

"Gue gak tau lah. Udah Jangan bahas. " ketus Anggi,  seperti nya Anggi benar - benar cemburu. Jika pria nya di kagumi banyak wanita.

"Tapi kenapa merkeka latihan di sekolah?!  Biasanya di Villa pribadi nya Arfen?! " ketus Melia,  terlalu emosi mengingat hal itu.

"Biasa lah,  tebar pesona. Kayak enggak tau mereka aja. Pantang Tak Top!! " timpal Anggi.

"Udah lah Girls,  biarin aja. Entar kita kacangin aja mereka. " usul Thifa yang memang juga kesal dengan kelakuan Arfen.

Anggi dan Melia mengangguk setuju,  akan usulan Thifa.

***

Di Tengah Lapangan sana,  Arfen mengedarkan pandangan nya. Ia tak lagi menemukan pujaan hatinya, yang sedari tadi menonton mereka dari koridor lantai dua.

Arfen masih terus mendribbel bola nya. Sembari matanya masih terus mencari keberadaan Thifa, yang tak kunjung ketemu.

"Liat Thifa enggak?  Kok ilang tiba - tiba? " bisik Arfen,  saat berpapasan dengan Hasan.

" eh iyah. Kok mereka enggak ada?  Tadi kayak nya ada deh?" tanya Hasan.

Arfen berhenti, ia memegang bola nya.

"Guys!!  Kita udahan latihan nya. Entar kapan lagi latihan Gue kasih tau! " Seru Arfen, memberhentikan permainan basket itu.

Banyak teriakan kecewa dari para penonton, khususnya Kaum hawa di sana. Mereka belum puas melihat pemandangan indah itu,  dimana kumpulan orang ganteng bermain basket.

"Kenapa Fen? Kita baru sebentar loh" tanya salah satu rekan nya.

"Gue udah haus soal nya. Udahan aja dulu " sahut Cowok tengil, yang sesekali menyeka keringat nya.

"Oh yah udah. Gak papa. Jangan di paksain. "

Mereka akhirnya bubar kembali ke kelas masing - masing.

"eh,  kalian pada liat cewek - cewek kita gak sih? Gue liat tadi mereka ada di koridor lantai dua. Kok sekarang ngilang yah? " Tanya Fandri,  yang mendekat ke arah dua sahabat nya itu. Arfen dan Hasan.

"Oh,  jadi karna itu kita berhenti latihan?  Karna Thifa, Anggi dan Melia enggak ada? " Sambar Riyan yang juga mendekat di sana.

"Iyah,  awal nya kan latihan di sekolah biar mereka kagum. Biar si Anggi makin suka sama gue. Kalo enggak ada mereka,  ngapain kita latihan?" Sahut Hasan santai.

Yah jadi mereka latihan basket di sekolah,  agar menambah kesan keren di mata Thifa CS? orang ganteng mah bebas.

"Kak Arfen!! " seru gadis yang berjalan ke tengah lapangan,  menghampiri Arfen di titik nya.

Suara yang Arfen kenal, suara yang membuat Arfen jijik sampai mau muntah. Suara yang mendapat tatapan sinis dari kaum hawa yang lain nya. Namun,  mereka hanya mampu menatap,  tak ada yang berani untuk mencegah nya. Pasal nya,  suara itu berasal dari dia Aurelia Kasiena. Putri Tunggal Kasiena Grup. Grup terbesar setelah Arkasa,  dan Wijaya Group.

"Kak Arfen?  Mau minum?  Ini buat kakak" tawar Aurel lembut.

"Gue sih emang mau minum. Tapi, enggak dari tangan elo. Siapa yabg tau itu enggak ada guna - gunanya. " Arfen dengan santai nya berjalan melewati Aurel di sana.

Aurel diam membatu. Dia merasa sangat malu. Di tolak mentah - mentah di depan umum. Bahkan,  di hina juga. Ini tamparan yang keras untuk gadis ini.

"Kenapa kalian liat - liat!!  Bubar!!! " teriak Aurel frustrasi.

Dia tidak menyangka Arfen akan benar - benar melakukan ini padanya.

"Haha,  Sampah... " Sinis Raisa yang berdiri dengan sahabat nya. Yuna,  akh sahabat?

"Nona,  Haruskah kita ikut memberi pelajaran pada Aurel? " tanya nya,  yah Yuna yang sudah menunduk sopan.

"Jangan,  Arfen pasti punya rencana. Jika tidak ada rencana. Arfen tak kan mungkin membiarkan Aurel lebih lama lagi. " Raisa menyeringai puas. Senyumnya terlalu aneh,  untuk gadis seusia nya.

***

Nexttt??

Lanjuttt?

1
Aik Unique
Luar biasa
Siti Nina
oke
Qaisaa Nazarudin
Lja emang setiap kali loe deketin,Ervan nolak mentah2,Loe nya aja yg gak tau malu..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Aurel kah??
Qaisaa Nazarudin
Thor mau dong lapaknya Raisa🙏🙏😁😁 Aku suka banget baca verita cewek tangguh yg bisa ilmu bela diri,jutek dan dingin..
Qaisaa Nazarudin
Hanya karena Cinta gak kesampaian loe pindah,Lebay banget..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Yang di kejar gak dapat,yg di gendong berciciran..itu mah peribahasa yg pas buat Zefan..👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Ciih KETOS cemen,
Qaisaa Nazarudin
Noh beneran ngadu tuh si BOCIL 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lha yg punya emak siapa yg ngerasa punya anak siapa??🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Astaga Arfen, Besok2 pasti anak cowoknya lebih badboy dari Arfen..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Dasar Arfen,Aku yg cengar cengir kek org edan..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mengagumi doang,Tapi sayangnya loe udah terlambat mau sama Thifa juga,Thifa udah Zonk sama loe..
Qaisaa Nazarudin
Aku heran sebenarnya perasaan Zefan ke Thifa itu gimana sih? Katanya cuman sahabat doang,Kok marah gitu..Terus Raisa dia kemanain coba..Dasar bunglon..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Tumben pinter..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kalo gitu bukan orang pacaran lagi,Udah kayak valon istri itu mah..Aku yg baper..😜😜😍😍
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong Fa kasih kepastian, gak enak lho di gantungin..
Qaisaa Nazarudin
Sayang sih sayang,Cinta sih cinta tapi jangan sampai makan diri..
Qaisaa Nazarudin
Ciihh kompor..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apa Zefan cuman bertepuk sebelah tangan ya ke Raisa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!