Zendaya atau yang biasa di panggil Zee (22), seorang gadis biasa yang memiliki cita cita setinggi langit baik dalam karir maupun kisah asmara.
Berbagai cibiran ia dapatkan, entah karena penampilannya yang sederhana dan terkesan kampungan maupun karena tempat asal nya yang memang dari kota kecil.
Kecerdasan nya tak di lirik di karenakan penampilan nya yang tak menarik.
Hingga ia memilih mengubah takdir hidup nya, dengan menjadi apa yang paling di puja dalam sebuah penampilan. Yaitu menjadi seorang model...!!!
Dan semua itu Zee lakukan berkat motivasi dan inspirasi yang ia dapatkan dari Iblis tampan yang bernama Kenzo Alvian (29), iblis tampan yang menjadi pujaan hati seorang Zendaya.
Penasaran kisah nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 - Bukan Roman Picisan
"Jadi karena itu lah, berikan aku kesempatan untuk tahu perasaan ku pada mu"
"Bagaiamana cara nya?"
Ken kembali terdiam mendengar pertanyaan Zee itu, ia juga tidak tahu bagaimana cara nya mengetahui perasaan nya namun sebenarnya Ken yakin ia sudah jatuh cinta pada Zee, entah sejak kapan dan karena apa. Namun Ken bukan lah tipe pria roman picisan yang bisa merangkai kata perkata hingga menjadi sebuah ungkapan mesra yang akan mampu memikat hati wanita nya.
Sementara Zee, tiba-tiba ia teringat dengan Jose dan seketika ide jahil muncul dalam benak Zee, seutas senyum miring tercetak di bibir ranum nya itu.
"Kalau lagi suasana seperti ini, aku jadi teringat dengan Jose" ujar Zee "Apa lagi kami akan menjadi model video klip lagu nya Arash"
Ken yang mendengar nama Jose di ucapkan oleh bibir pacar nya tentu saja menjadi jengkel dan ia memperlihatkan mode cemburu nya.
"Gotcha, berhasil" pekik Zee dalam hati.
"Lagu nya sangat romantis, Ken. Tentang cinta yang begitu dalam, kami akan berpelukan seperti ini sambil menangis" Zee memeluk diri nya sendiri dan ia memasang raut wajah sedih nya "Kemudian aku akan mengecup kening nya saat dia..."
"Aku mencintai mu"
Zee terperangah, jantung nya seperti berhenti berdetak sepersekian detik saat mendengar tiga kata itu yang akhirnya terucap dari bibir sang pujaan.
"Kenapa diam?" tangan Ken yang berusaha menyembunyikan kegugupan nya.
"Oh tuhan, ternyata mengungkapkan cinta itu membuat jantung ku berdebar seperti saat aku akan mengikuti ujian nasional"
"Coba ulangi.." lirih Zee kemudian.
"Apa?" tanya Ken yang pura pura tak mengerti.
"Tadi, katakan lagi" pinta Zee antusias.
"Yang mana?" tanya Ken lagi berusaha mengembalikan wajah nya ke mode dingin namun sayang nya itu sudah tak mempan untuk Zee.
"Yang tadi itu, kita membicarakan Jose" ucap Zee kemudian yang sudah sangat gemas pada pacar nya ini.
"Aku mencintaimu, Zendaya" tegas Ken kemudian, ia memegang kedua pundak Zee, menatap intens kedua mata Zee dan kembali berkata "Aku mencintai mu, tidak tahu sejak kapan dan kenapa. Tapi aku sangat benci saat ada pria yang memandang mu, apa lagi saat kamu membicarakan pria lain. Aku sungguh tidak suka" ungkap Ken yang mengeluarkan seluruh unek unek nya selama ini. Zee terenyuh mendengar ungakapan cinta Ken dengan cara yang tak biasa itu. Jika biasanya pria akan berlutut di depan wanita nya dengan setangkai bunga mawar dan mengungkapkan cinta. Ken justru memegang pundak Zee dan berbicara seolah mengajak berkelahi.
Zee menarik tangan Ken yang masih memegang pundak nya kemudian Zee membawa tangan hangat itu ke bibir nya dan mengecup nya dengan lembut. Ken meremang saat bibir Zee menyentuh kulit tangan nya, ia menatap Zee dengan begitu intens, dengan perasaan yang berdebar.
"Tidak sulit kan untuk mengungkapkan cinta?" tanya Zee kemudian sambil terkekeh.
"Kamu hanya perlu mengungkapkan apa yang ada di hati mu, Ken" lirih Zee yang masih menggenggam tangan Ken.
"Aku tidak pandai merangkai kata, Pacar. Aku tidak tahu bagaimana caranya membuat hati mu senang" ungkap Ken dengan jujur yang tentu saja membuat Zee semakin terenyuh.
"Ken..." Zee menangkup kedua pipi Ken dengan lembut, bulu bulu halus di rahang pacar nya itu menggelitik telapak nya membuat Zee kembali merasakan sesuatu yang berbeda.
"Aku tidak hanya mau mendengar kata kata mu, Ken. Tapi aku mau melihat apa yang mata mu katakan pada ku, aku mau melihat bagaimana kamu memperlakukan gadis beda kelas ini" lirih Zee dan Ken langsung menggelengkan kepala nya.
"Jangan berbicara begitu, Zendaya. Karena dalam hidup ku, aku tidak pernah menempatkan orang dalam tingkatan kelas. Jika aku suka aku akan menempatkan nya di hati, jika aku tak suka aku bahkan tak mau memikirkan nya sedikitpun"