NovelToon NovelToon
Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:10.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Amallia

Anara Putri, gadis delapan belas tahun yang harus mengandung benih lelaki yang merupakan Kakak iparnya, atas kecelakaan di sebuah hotel tanpa kesengajaan. Padahal saat itu Anara baru saja lulus sekolah menengah kejuruan.

Bagi sang ayah, Anara hanyalah anak pembawa sial. Oleh sebab itu, dia begitu di benci oleh keluarganya sendiri. Bahkan, Anara harus menutup rapat identitas ayah dari bayi yang di kandungnya karena tidak mau menyakiti hati sang Kakak.

Lantas, akankah Anara mendapat kebahagiaannya? Bagaimana dengan Anara ketika semua rahasia itu terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.34

Aldi sudah sampai di cafe miliknya. Dia melihat Dinda yang sedang mengelap meja.

"Din," Aldi memanggil Dinda.

Dinda menoleh lalu tersenyum menatap Aldi.

"Iya, Pak." ucapnya.

"Tamu saya dimana?"

"Itu, Pak." Dinda menunjuk seorang perempuan yang sedang duduk sendirian di salah satu kursi.

Aldi segera menghampiri wanita itu. Dinda terus menatap wanita itu sambil menerka-nerka.

Siapa wanita itu? Apa itu mantan Kekasih Pak Aldi, cantik sekali sih, Anara juga tidak ada apa-apanya," batin Dinda, sambil menatap wanita yang kecantikannya seperti artis korea.

Aldi berdiri di dekat wanita itu.

"Kita bicara di ruanganku saja," Aldi membalikan badannya karena hendak melangkah pergi.

"Baiklah," wanita itu beranjak dari duduknya dan mengikuti kemana Aldi melangkah.

Keduanya sudah sampai di ruangan Aldi. Wanita itu langsung saja memeluk Aldi dari belakang.

"Aku merindukanmu, Al." ucapnya, sambil menghirup aroma tubuh Aldi.

"Kenapa kamu baru datang, Sherina?" tanya Aldi sambil menahan sesak di dadanya.

Sherina membalikan tubuh Aldi agar menghadapnya.

"Maaf, aku tahu kamu kecewa. Tapi aku tidak bisa menolak keinginan orang tuaku saat itu," Sherina membelai wajah tampan Aldi.

"Sudah telat!" kata Aldi.

"Apa maksudmu?"

"Aku sudah menikah," ucapnya.

Sherina melepaskan tangannya dari Aldi. Dia berusaha untuk mencerna semua yang di katakan oleh Aldi. Terlihat kedua matanya berkaca-kaca. Dia sudah tidak bisa lagi bersama dengan orang yang dia cintai.

"Setelah aku pulang dari luar negeri, aku segera ke sini. Bahkan koperku masih ada tuh di mobil. Tapi apa yang aku dapat, hanya kenyataan pahit," ucapnya.

"Maaf," Aldi menatap wanita yang berstatus mantan kekasihnya itu. Sherina pergi bergitu saja empat tahun yang lalu. Bahkan saat Aldi melarangnya, dia tetap saja pergi.

"Bolehkah aku minta sesuatu?"

"Apa itu?" tanya Aldi.

"Cium*lah aku. Setidaknya untuk yang terakhir kalinya."

"Stt, aku tidak mungkin melakukan itu, aku tidak mau menyakiti hati istriku."

"Plis, biar aku bisa berdamai dengan hatiku. Jika kamu tidak melakukannya, aku sangat kecewa," Sherina hendak membalikan badannya. Namun Aldi menahannya dan segera menyambar bibir tipisnya.

Sherina tersenyum, lalu dia mengalungkan tangannya ke leher Aldi. Bahkan dia menahan tengkuk Aldi, sehingga ciuman mereka berlangsung lama.

"Terima kasih," ucap Sherina, sambil mengelap sudut bibirnya yang basah.

"Sekarang pergilah!" pinta Aldi.

"Iya, aku akan pergi," Sherina tersenyum menatap Aldi.

Ternyata dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, Dinda melihat mereka berdua. Dinda begitu senang saat melihat ciuman yang terlihat mesra antara Aldi dan wanita cantik itu.

Apa kamu akan tetap bertahan, Nara. Jika kamu melihat kemesraan suamimu dan wanita lain," batin Dinda, lalu dia pergi dari sana.

Aldi menatap kepergian Sherina.

Maafkan aku, Nara. Aku terpaksa mencium wanita lain," gumam Aldi.

Aldi melangkah ke tempat duduknya. Dia duduk termenung sambil menyangga kepalanya dengan satu tangannya.

°°°°

Anara sedang duduk bersantai bersama Baby Adel dan juga Ani di ruang keluarga. Dia mendengar ponsel miliknya berbunyi. Anara mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia melihat ada pesan yang di kirimkan oleh Dinda.

Tumben sekali Dinda mengirim pesan," batin Anara, lalu dia membuka pesan itu.

Begitu terkejutnya dia saat melihat video durasi pendek. Terlihat Aldi yang sedang ber*ciuman dengan wanita lain. Anara buru-buru menghapus rekaman video itu.

Kenapa Kak Aldi melakukan itu? Apa dia punya wanita lain di belakangku," batin Anara.

Ani melihat raut wajah Anara sedikit berubah.

"Nona kenapa?" tanya Ani.

"Saya tidak apa-apa kok," Anara memaksakan untuk tersenyum walaupun hatinya sedang sakit.

"Aku mau ke kamar dulu, Kak Ani jagain Adel yah," Anara segera beranjak dari duduknya.

"Baik, Nona." jawab Ani.

Ani menatap majikannya yang sedang melangkah pergi.

Anara masuk ke kamar lalu mengunci pintunya. Dia menyenderkan badannya di pintu. Lalu dia memerosotkan badannya sehingga saat ini dia duduk sambil bersender. Dia terisak sambil menutup mulutnya dengan satu tangannya.

Kenapa Kak Aldi ber*ciuman dengan wanita lain? Apa hubungan mereka?" gumam Anara di tengah-tengah isak tangisnya.

Tring

Anara mendengar ponselnya berbunyi. Dia melihat ada panggilan masuk dari suaminya. Anara menaruh ponsel itu ke lantai. Dia mengabaikan panggilan itu.

Maaf Kak, aku butuh menenangkan diri," batin Anara.

Aldi beberapa kali mencoba untuk menghubungi istrinya. Namun Anara tidak mengangkat panggilan telfonnya. Karena merasa khawatir, Aldi memilih untuk pulang.

Saat ini Aldi sudah sampai di rumah. Dia melihat Ani sedang duduk sambil mengajak Adel berbicara.

"Ani, dimana istriku?"

Ani menoleh ke sumber suara.

"Nona Nara ada di kamarnya, Tuan." ucapnya.

"Baiklah," Aldi melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas.

Aldi mencoba untuk membuka pintu kamarnya. Namun terkunci dari dalam.

Tok tok

"Sayang, buka pintunya dong!" ucap Aldi dengan suara sedikit meninggi.

Anara yang mendengar suara suaminya, segera mengusap sudut matanya yang basah.

Lebih baik aku cuci muka dulu," Anara beranjak pergi ke kamar mandi. Setelah itu barulah dia membukakan pintu.

Cklek

Aldi melihat kedua mata istrinya sembab.

"Sayang, kamu habis menangis?" tanya Aldi.

"Tadi hanya kelilipan saja kok," ucap Anara, sambil tersenyum menatap suaminya.

"Benarkah? Jangan bohong loh!"

"Benar, Kak." ucapnya.

"Baiklah, kamu sudah makan siang belum?"

"Belum," ucapnya.

"Kok belum sih, ini sudah lewat jam makan siang loh. Ayo ke bawah, nanti aku masakin," ucapnya.

"Memangnya Kak Aldi bisa masak?"

"Bisa dong, nanti aku akan memasak yang spesial untuk kamu," Aldi menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar.

Aldi menyuruh istrinya untuk duduk di ruang makan. Sedangkan dia ke dapur untuk memasak.

Anara menatap suaminya yang sedang berkutat di dapur. Dia tersenyum, namun perasaannya tak karuan. Anara masih penasaran dengan wanita yang ber*ciuman dengan suaminya. Dia ingin sekali bertanya, namun sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat. Dia tidak mau momen kebersamaan dia dan Aldi jadi berantakan. Apalagi Aldi yang saat ini bergitu perhatian.

Hanya lima belas menit saja, Aldi sudah selesai memasak.

"Tara, selesai nih, ayo makan!" Aldi menaruh sepiring nasi goreng buatannya di meja depan istrinya. Lalu dia mengambil dua sendok.

Anara mengambil satu sendok, lalu mulai memakan nasi goreng itu. Aldi juga ikut makan dengan menggunakan piring yang sama.

"Sayang, suapin dong!" pinta Aldi.

Anara segera menyuapkan nasi goreng ke mulut suaminya. Begitu juga dengan Aldi yang bergantian menyuapi istrinya. Aldi tersenyum menatap istrinya. Sesekali dia mengusap nasi goreng yang menempel di sudut bibir istrinya.

Seharusnya aku bahagia di perlakukan seperti ini oleh suamiku, tapi perasaanku saat ini masih sakit. Sebenarnya Kak Aldi memperlakukan aku semanis ini karena tulus dari hati atau .... "Anara bergelut dengan pikirannya. Namun di depan suaminya, dia tetap memaksakan diri untuk tersenyum.

°°°°°

1
Bu Anyi
murahan banget kesan nya gimana sih
Dewi Yuliani
Luar biasa
Romlah Imut
Kecewa
Romlah Imut
Buruk
Atik Bunga
kok kuara bukannya nela ya
Atik Bunga
kayaknya yg ngidam alan deh bukan kiara
Atik Bunga
karmanya andika menimpa anaknya adelia
Atik Bunga
itu pasti kelakuan vanesa
Atik Bunga
mudah2an adiknya adel dan eva otewe nih
Atik Bunga
nara kali bu sinta buka nesa
Atik Bunga
rian bisa2 jadi saingannya andika
awas andika punya saingan 😂😂😂😂😂
Atik Bunga
bu sinta pasti salah paham nih
Atik Bunga
kenapa dih orang sdh sehat kok dibikin meninggal kan kasihan anaranya kok orang nggk ada bahagia2nya
Atik Bunga
apakah aldi pergi utk slamanya meninggalkan anara dan anak2 😭😭😭
Atik Bunga
tetap saja vanesa tidak sadar vahwa selama ini perbuatannya salah
Atik Bunga
aku percaya yg nabrak pasti vanesa
Atik Bunga
gantian den dulu ya adzani anan andika aldi sekarang yg adzani anak aldi andika
Atik Bunga
aku nggk mau kalau sampai aldi meninggal kasian sama anaranya lo
Atik Bunga
kok andika dan sela bukannya sama vanesa ya
Atik Bunga
aku lebih mendukung anara sama aldi saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!