Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 02 - Terlahir Kembali
Lima Ribu Tahun kemudian..
Pada salah satu ruangan tertutup yang berada di Kediaman Klan Xiao. Terdapat seorang Wanita yang sedang bersalin dengan dibantu oleh tabib perempuan serta seorang Pria yang merupakan suaminya. Wanita tersebut terlihat tanpa henti menggenggam tangan suaminya seraya menarik napas panjang sesekali. Menahan rasa sakit sebab proses bersalin. "Bertahanlah, Istriku. Sebentar lagi.. Sebentar lagi anak kita akan lahir." ucap sang suami
Tidak lama kemudian, isak tangis seorang bayi yang baru lahir terdengar menggema di ruangan tertutup tersebut. Sang tabib pun segera mengambil sehelai kain untuk menyelimuti bayi kecil tersebut. "Selamat, Pemimpin dan Nyonya Xiao! Kalian memiliki putra ketiga." ucap tabib perempuan seraya memberikan bayi tersebut ke pelukan ibunya
Sang ibu yang baru saja selesai melakukan proses bersalin tampak dalam kondisi sehat dan langsung menggendong putranya. Pasangan suami istri tersebut seketika tersenyum bahagia setelah akhirnya bisa melihat wajah putra kecil mereka yang baru lahir. "Akhirnya, putra kita lahir dengan sehat dan selamat. Apa kau sudah memiliki sebuah nama untuk kita berikan kepadanya, Istriku?" tanya sang suami sambil mengusap-usap lembut wajah putranya
"Garis Darah Klan Xiao mengalir di dalam tubuh putra kita. Lalu, ia memiliki warna rambut putih yang indah seperti awan di langit. Jadi, bagaimana jika kita beri nama Xiao Yun?" sang istri kembali bertanya sembari memandang suaminya
"Xiao Yun? Itu nama yang sangat bagus, Istriku! Jika begitu sudah diputuskan. Mulai hari ini, nama putra kita adalah Xiao Yun." pria tersebut langsung memeluk istri dan putranya dengan senyum bahagia
"Selamat datang di keluarga kami, Yun'er." ucap sang ibu dengan penuh kasih
_______
Lima Belas Tahun Kemudian..
Pagi yang cerah di Kediaman Klan Xiao. Beberapa murid Klan Xiao tampak sedang berkumpul di Lapangan Bela Diri untuk melakukan latihan rutin. Embusan angin pagi hari yang sejuk dan segar, menyentuh lembut wajah mereka yang penuh dengan semangat membara.
Namun, suasana pagi yang indah tersebut tidak berpihak kepada Xiao Yun yang kini sudah berusia lima belas tahun. Di bawah pohon besar yang terletak berdekatan dengan Lapangan Bela Diri, Xiao Yun duduk bersila dengan sebuah buku bersampul biru di kedua tangannya. Ia terlihat sangat murung, embusan napas panjang sesekali terdengar dari dirinya. Tangan kanannya terus membalik-balik lembar buku yang sedang ia baca. Kehadirannya yang terpisah dari para murid Klan Xiao, mulai membuat dirinya menjadi pusat perhatian serta perbincangan di antara murid-murid tersebut.
"Hei, kawan. Lihatlah bocah tidak berguna itu. Apakah menurutmu, ia masih mencoba mencari cara agar bisa berkultivasi seperti kita?"
"Sepertinya begitu. Tetapi menurutku, usaha yang ia lakukan hanya akan sia-sia. Pemimpin Klan dan Tetua Ketiga selalu berusaha membantunya, namun sampai sekarang tidak menghasilkan apapun."
"Jika begitu, sepertinya ia akan menjadi sampah Klan Xiao untuk selamanya."
"Hahaha. Kau benar, kawan."
Perhatian murid Klan Xiao lainnya segera teralihkan, setelah mendengar percakapan teman mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang menentang hinaan tersebut. Mereka semua tertawa sambil memandang rendah Xiao Yun seolah-olah ia adalah sebuah sampah. Sementara itu, Xiao Yun tetap bersikap tenang di saat dirinya sedang menjadi bahan tertawaan murid-murid Klan Xiao. Ia mengabaikan semua hinaan tersebut dan tetap membaca bukunya. Tidak lama kemudian, seorang pelayan perempuan yang sangat cantik datang menghampiri Xiao Yun. "Maaf mengganggu waktu belajar Anda, Tuan Muda Ketiga." ucap pelayan tersebut seraya membungkuk memberi hormat
"Oh, Bibi Yi. Ada apa? Apakah Ayah memanggilku?"
"Tidak, Tuan Muda. Aku datang ke sini untuk memberi tahu Anda, kalau hari ini ada jadwal untuk mengirim barang ke Istana Pelelangan Sayap Perak."
"Dan, Tuan Xiao Yuran yang bertanggung jawab dalam pengiriman barang hari ini. Sedang menunggu Tuan Muda di Gerbang Utama." lanjut Bibi Y
Xiao Yun langsung menutup buku yang sedang ia baca. "Baiklah. Kalau begitu, aku akan segera pergi ke sana. Aku tidak ingin membuat Paman Yuran menunggu terlalu lama." ucapnya seraya bangkit dari tempatnya berada
Xiao Yun pun bergegas pergi meninggalkan Lapangan Bela Diri bersama dengan Bibi Yi. Murid-murid Klan Xiao yang melihat kepergian Xiao Yun langsung terlihat sangat senang.
"Akhirnya dia pergi juga. Kehadirannya di sini hanya memberikan energi negatif kepada kita."
"Ya, kau benar."
Bibi Yi yang belum pergi terlalu jauh dari Lapangan Bela Diri. Seketika menghentikan langkah kakinya, setelah mendengar percakapan kedua murid Klan Xiao tersebut. Kedua matanya melirik tajam dua murid Klan Xiao tersebut. "Abaikan saja mereka, Bibi Yi. Melayani orang-orang seperti mereka hanya akan membuang waktu kita."
Bibi Yi langsung tersentak. Ucapan Xiao Yun mengalihkan pandangannya kembali. "A, aku mengerti. Maaf atas tindakanku yang buruk ini." ujar Bibi Yi sambil menundukan kepalanya
"Tidak perlu minta maaf. Itu bukan masalah besar. Ayo kita pergi." Bibi Yi mengangguk pelan lalu pergi mengikuti Xiao Yun
_______
Gerbang Utama
Belasan kereta kuda tampak berbaris dengan teratur di Gerbang Utama Kediaman Klan Xiao. Beberapa kereta kuda terlihat sudah dipenuhi oleh peti-peti kayu, yang berisi berbagai macam senjata bela diri serta tanaman obat. Puluhan prajurit yang bertugas pada pengiriman hari ini, bekerja sangat teliti dan berhati-hati ketika memindahkan peti-peti kayu tersebut. Mereka semua bergerak dalam satu irama di bawah komando seorang Pria tampan berjubah merah.
"Selamat Pagi, Paman Yuran. Apakah aku terlambat?" tanya Xiao Yun yang sudah tiba di Gerbang Utama bersama Bibi Yi
Xiao Yuran, adalah nama dari pria tersebut. Ia merupakan Kapten Pasukan Klan Xiao sekaligus Pengawal Pribadi Xiao Yun. Konsentrasi Xiao Yuran pun seketika terpecah saat mendengar suara Xiao Yun. "Selamat pagi, Tuan Muda Ketiga. Anda tidak terlambat, justru sebaliknya. Sepertinya Anda harus menunggu sesaat, karena jumlah peti barang yang akan dikirim kali ini lebih banyak dari sebelumnya." jawabnya sambil menundukkan kepala memberi hormat
Perhatian Xiao Yun segera tertuju ke peti-peti barang yang berada di beberapa kereta kuda. "Paman benar. Jumlah peti barang kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Kalau begitu, biarkan aku ikut membantu."
Xiao Yuran seketika terkejut saat mendengar ucapan Xiao Yun. Gerakan tubuhnya yang cepat langsung menghentikan langkah Xiao Yun. "Tolong tetaplah di sini, Tuan Muda. Anda adalah Tuan Muda Klan Xiao sekaligus putra dari Pemimpin Klan ini."
"Jika Anda melakukan pekerjaan berat seperti itu, lalu dilihat oleh murid-murid Klan Xiao. Maka, mereka semakin tidak menghargai Anda sebagai Tuan Muda Ketiga Klan Xiao." jelas Xiao Yuran
Xiao Yun terdiam sesaat seraya menatap Xiao Yuran dan Bibi Yi. Lalu, ia menghela napas panjang dengan berat. "Baiklah, aku mengerti. Aku akan tetap di sini."
Bahu Xiao Yuran langsung melonggar, wajahnya yang tegang kini kembali tenang dan nyaman. Sedangkan Bibi Yi, hanya bisa tersenyum kecil saat melihat keinginan yang baik serta polos dari Xiao Yun.
"Haah.. Sebenarnya, aku tidak peduli dengan penilaian mereka terhadapku." gumamnya
Beberapa menit kemudian, semua peti barang yang akan dikirim akhirnya selesai dipindahkan ke kereta kuda dan siap untuk berangkat. "Semuanya sudah siap, Tuan Muda. Kita bisa pergi sekarang." seru Xiao Yuran
Xiao Yun mengangguk pelan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bibi Yi. "Aku dan Paman Yuran pergi dulu, Bibi."
"Iya, Tuan Muda Ketiga. Berhati-hatilah selama perjalanan." ucap Bibi Yi sambil tersenyum lembut
Setelah berpamitan pada Bibi Yi, Xiao Yun langsung pergi ke kereta kuda yang sudah disiapkan untuknya. Sedangkan Xiao Yuran, segera menunggangi seekor kuda berwarna putih miliknya. Prajurit yang mengawal Xiao Yun dan peti-peti barang tersebut juga langsung menunggangi kuda mereka. Setelah semua persiapan selesai, Xiao Yun bersama Xiao Yuran dan puluhan prajurit Klan Xiao yang menemaninya. Bergegas pergi meninggalkan Kediaman Klan Xiao menuju Istana Pelelangan Sayap Perak. Xiao Yun akan menempuh perjalanan selama satu jam, untuk sampai ke Istana Pelelangan Sayap Perak yang berada di pusat Kota Bulan Malam.
_______
Satu jam kemudian..
Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya Xiao Yun serta Xiao Yuran dan Pasukan Klan Xiao tiba di pusat Kota Bulan Malam. Meskipun Kota Bulan Malam bukanlah Ibu Kota dari Negara Yun, tetapi suasana di pusat Kota tersebut sangat ramai. Beberapa pedagang sesekali berteriak menawarkan barang yang mereka jual kepada orang-orang yang melewati kios mereka. Para murid dari Perguruan dan Sekte yang berada di Negara Yun, juga turut mengambil peran dalam suasana ramai di pusat Kota Bulan Malam.
Xiao Yun yang sejak tadi terus membaca buku yang ia bawa, mulai teralihkan oleh suasana ramai di pusat Kota Bulan Malam. Ia segera melirik keluar jendela pada kereta kudanya. Kedua matanya mengamati dengan cermat, setiap murid dari Perguruan dan Sekte yang melalui kereta kudanya. "Hei, Paman Yuran. Bukankah letak Kota Bulan Malam sangat jauh dari Ibu Kota? Tetapi, kenapa ada banyak sekali murid-murid dari berbagai Perguruan dan Sekte di Kota ini?" tanyanya
Xiao Yuran yang sejak awal perjalanan terus berada di belakang kereta kuda milik Xiao Yun. Segera bergegas mendekati Xiao Yun yang bertanya kepada dirinya. "Itu benar, Tuan Muda. Letak Kota Bulan Malam memang sangat jauh dari Ibu Kota. Bahkan, letak Kota ini juga cukup jauh dari Perguruan dan Sekte yang berada di Negara Yun."
"Namun, mereka semua memiliki tujuan yang kuat untuk berada di Kota Bulan Malam." lanjut Xiao Yuran
"Sebuah tujuan? Apakah tujuan mereka adalah Hutan Spirit Beast yang letaknya tidak jauh dari Kediaman Klan Xiao itu?" Xiao Yun kembali bertanya
"Tepat sekali. Hutan Spirit Beast adalah tempat yang sangat menarik perhatian para kultivator. Karena di sana, terdapat berbagai macam hal bagus yang bisa membantu meningkatkan perkembangan kultivasi mereka."
"Meskipun, ada resiko besar yang harus mereka terima jika tidak berhati-hati, yaitu kehilangan nyawa. Namun, jika keberuntungan berpihak pada mereka, maka mereka akan mendapatkan hal-hal yang sepadan dengan resiko besar tersebut." jelas Xiao Yuran
"Ternyata begitu. Lalu, bagaimana cara mereka untuk sampai ke sini? Apakah mereka terus-menerus terbang atau menggunakan semacam alat teleportasi?" Xiao Yun semakin penasaran
"Itu hal yang mudah, Tuan Muda. Setiap Kota di Negara Yun memiliki sebuah Gerbang Teleportasi. Gerbang tersebut berfungsi sebagai akses untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cepat."
"Oh.. Jadi begitu, aku mendapatkan banyak informasi. Terima kasih sudah menjawab pertanyaanku, Paman Yuran."
"Sama-sama, Tuan Muda Ketiga."
Tidak lama kemudian, belasan kereta kuda milik Klan Xiao berhenti di depan sebuah Istana yang sangat besar. Istana tersebut tampak sangat megah dibandingkan bangunan lain di sekitarnya. Seluruh dindingnya dihiasi oleh warna putih dan emas yang sangat selaras. Lalu, sebuah ornamen sepasang sayap berwarna perak serta papan nama bertuliskan Istana Pelelangan Sayap Perak, menjadi pelengkap dari kemegahan bangunan tersebut. Xiao Yun pun segera turun dari kereta kudanya. Kemudian, ia menatap kemegahan bangunan di hadapannya dengan penuh rasa kagum. "Istana Pelelangan Sayap Perak sungguh luar biasa."
Xiao Yun benar-benar terpana oleh keindahan Istana Pelelangan Sayap Perak yang berdiri di hadapannya. Setelah ia puas menatapi kemegahan dari Istana Pelelangan Sayap Perak. Xiao Yun segera mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Yuran. "Paman Yuran! Apakah aku perlu ikut membantu memindahkan peti-peti itu ke dalam?"
"Itu tidak perlu, biarkan kami yang mengurusnya. Tuan Muda langsung masuk dan tunggu di dalam saja." jawab Xiao Yuran
"Baiklah, aku mengerti."
Xiao Yun langsung masuk ke dalam Istana Pelelangan Sayap Perak dengan degup jantung yang terdengar cepat. Ia terlihat sangat antusias dan bersemangat. Kemudian, datang seorang Pria tua dengan jubah berwarna perak yang menyambut kedatangannya di Aula Utama. Beberapa pelayan perempuan cantik juga turut hadir menyambut Xiao Yun. "Selamat datang di Istana Pelelangan Sayap Perak, Tuan Muda Xiao Yun." ucap pria tersebut seraya membungkukkan setengah tubuhnya
"Terima kasih karena telah menyambut kedatanganku, Tuan Zhan Yuan. Tetapi, Anda tidak perlu bersikap formal seperti itu kepadaku." ucap Xiao Yun sambil tersenyum canggung
"Itu hal yang cukup sulit, Tuan Muda. Karena, ini adalah pertama kalinya Anda berkunjung ke Istana Pelelangan Sayap Perak. Jadi, kami harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada Anda." jelas Zhan Yuan
Zhan Yuan adalah penanggung jawab Istana Pelelangan Sayap Perak yang mengurus semua barang yang akan di jual-belikan di Istana Pelelangan Sayap Perak.
"Aku mengerti. Sebuah kehormatan bagiku untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari Istana Pelelangan Sayap Perak."
"Lalu, bagaimana penjualan barang milik Klan Xiao bulan lalu? Apakah ada peningkatan atau sebaliknya?" tanya Xiao Yun
"Tentang hal itu.. Nyonya Ning Yueliu yang akan menjelaskannya secara langsung dan rinci kepada Anda. Tuan Muda dapat pergi menemui Nyonya Ning di Restoran Sayap Perak."
"Baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu."
"Silahkan, Tuan Muda Xiao Yun."