NovelToon NovelToon
Aku Rapuh,Tuhan

Aku Rapuh,Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Badboy / Duniahiburan / Duniamasadepan / Cintamanis / Balas Dendam / Cintapertama / Poligami / Romantis
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: vin vitri

Cerita ini banyak mengandung bawang.

Ini hanya pemikiran author, bukan kejadian sesuai fakta. Jika ada kesamaan nama dan kejadian, itu hanya kebetulan semata🙏

Namaku Talita Kusumaningrum, Aku anak desa yang masih belia. Disaat aku harus belajar namun kehidupan tak mendukungku.

Ibuku mengidap stroke setelah sebulan Ibu sakit, Aku kehilangan mahkotaku oleh Ayah tiriku. Tiap malam bagaikan kelambu kelam, aku harus melayani Ayah Tiriku.

Aku tetap tegar tapi setelah Ibu tempat penyemangatku meninggalkan aku, aku bingung harus apa.

Disaat aku mulai bangkit ternyata Ayah Tiriku menjualku pada seorang germo. Kehidupan di Club Malam sangatlah kelam, setiap hari aku harus melayani entah berapa pria hidung belang.
Dan pada saat itu seorang pria mau mengeluarkanku dan mau menikahiku. Aku mengira akan terbebas dari penderitaan.Ternyata aku Salah!

"Aku Rapuh ,Tuhan .. Aku tak sanggup hidup"

Bagaimana perjalanan dan akhir cerita Talita...
Akankah berakhir bahagia, ataukah berakhir sedih
Yuck Segera Baca Selengkapnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vin vitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34

Setelah pesta usai, Talita dan Tuan Adi masuk ke dalam kamar.

Kamar Tuan Adi lebih besar dari kamar Talita sebelumnya.

"Duduklah, Ita. Aku ingin berbicara padamu, atau kau ganti bajumu dahulu" ujar Tuan Adi membuat Talita bertanya-tanya dalam hati.

"Apa yang ingin di bicarakan ya?" batin Talita dalam hati.

Talita pun segera membersihkan dirinya.

Talita bingung, pakaiannya masih ada di dalam kamarnya sebelumnya.

Sudah 15 menit Talita masih terpaku di dalam kamar mandinya, dia tak berani keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya.

Tok! tok! tok!

"Apa ada masalah, Ta?" teriak Tuan Adi dari luar.

"Aku tak punya baju ganti, Mas? apa aku bisa minta tolong?" balas Talita dari kamar mandi.

"Bajumu sudah ada di ruang ganti, semua keperluanmu di kamar yang kemarin sudah aku suruh pindahkan ke sini" jawab Tuan Adi.

Kreekk.

Pintu kamar mandi terbuka lebar, Talita keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya.

Talita pun bergegas ke walk in closet yang ada di kamar Tuan Adi.

Tuan Adi berdiri di balkon kamarnya. Dia gelisah bagaimana menyampaikan tentang kondisinya sebenarnya.

Hhuuffftt...

Tuan Adi menarik nafas panjang sambil menyesap rokok yang ada di tangan.

Talita memberanikan diri memeluk Tuan Adi dari belakang.

Dug.. dug.. dug..

Jantung Tuan Adi berdegub kencang. Baru kali ini dia merasakan seperti ini.

Apa dia sanggup untuk mengatakan sebenarnya.

"Mas, sepertinya kamu gelisah. Apa yang ingin kamu sampaikan padaku"

"Duduklah," suruh Tuan Adi, sudut bibirnya terangkat dan tersenyum kecut.

Talita melepaskan pelukannya dan duduk di sofa yang ada di kamar Tuan Adi.

Tuan Adi menginjak puntung rokoknya, dia menuju ke dalam kamarnya untuk berbicara dengan Talita.

"Talita, aku sudah mengatakan kalau apa yang aku lakukan tidak gratis"

"Iya Mas aku tahu" ucap Talita dengan menampakkan senyum manisnya.

Karena senyuman Talita, jantung Tuan Adi berdebar dengan kencang, pipinya bersemu, dan matanya tidak dapat teralihkan dari wajah Talita yang manis nan rupawan.

"Aku sebernarnya... " ucapan Tuan Adi terpotong, Bibirnya terkatub dengan rapat.

"Ada apa Mas, katakan saja. Kita sudah suami istri, aku memang ingin tak ada yang perlu kita sembunyikan tentang masa lalu kita" ucap Talita sambil memegang kedua tangan Tuan Adi.

"Aku mengidap...aku.. aku mengidap sadomasokis" ucap Tuan Adi dengan terbata.

Deggg...

Sadomasokisme sendiri adalah perilaku kelainan seksual di mana seseorang merasakan kenikmatan dan kepuasan seksual ketika menyakiti pasangannya.

Serasa dunia Talita runtuh mendengar pengakuan Tuan Adi. Jantungnya serasa di berondong dengan timah panas.

Sakit, kecewa dan sedih.

Talita menundukkan kepadanya dalam sambil menarik nafas berat.

Dia pernah sekali mendapat pelanggan yang mengidap penyakit itu. Dan itu membuatnya trauma.

Tapi ini adalah suaminya sendiri, apa yang harus di lakukan?, dan apakah dia sanggup menerima penyiksaan nanti?, semuanya pertanyaan itu menari-nari di pikirannya.

"Ya Tuhan, Cobaan apalagi ini" batin Talita di dalam hati.

Tuan Adi melihat kekecewaan di dalam mata Talita.

"Istriku yang pertama dia tak tahan dengan penyakitku, sehingga dia meninggalkan aku sendiri" papar Tuan Adi.

"Setelah dia pergi, dia melaporkan aku. Aku di penjara hanya 3 bulan, karena aku terbukti mengidap penyakit itu"

"Aku hanya ingin, kamu menjawab. apa kamu mau menerimaku sebagai suamimu? atau sekarang juga kamu tinggal kamar ini dan silahkan ke kamarmu sebelumnya"

Talita memantapkan pilihannya.

"Aku ingin tetap menjadi istrimu, aku juga menerima semua kelebihan dan kekuranganmu"

Setelah mendengar kata Talita, tanpa sadar Tuan Adi memeluk erat Talita dan memutarkan tubuh Talita sampai Talita serasa ingin terbang.

"Mas, turunkan aku, maaasss" teriak Talita karena tubuhnya seperti terbang bahkan mirip baling-baling.

Mareka tertawa terbahak-bahak. Pipi Tuan Adi

merah merona dan tanpa sadar Tuan Adi menggigit mulut Talita.

"Aw.. "

Tuan Adi semakin bersemangat. Setiap teriakan yang di alami Talita semakin menambah semangat di rasakan Tuan Adi.

Bak... buk... bak... buk..

Malam itu bukan ******* yang terdengar tapi tangisan suara pilu yang di berikan Talita.

****

Tuan Adi menangis melihat tubuh, Talita masih tak sadarkan diri.

"Aku harus sembuh, aku harus sembuh" pinta Tuan Adi.

Tuan Adi mulai mencintai Talita, melihat Talita tak berdaya seakan Tuan Adi ingin mati saja.

Tuan Adi keluar dari kamar. Dia meminta Nanny untuk mengambil obat-obatan seperti obat anti lebam.

Nanny pun sedih, pasti Tuan Adi tak bisa mengontrol kondisinya.

"Apa tuan perlu bantuan?"

"Tak perlu Nanny, aku sendiri yang akan mengobatinya" cela Tuan Adi.

"Sshhhht.. Aw" lirih Talita ketika pipinya di kompres air angat oleh Tuan Adi.

Talita terbangun dari tidurnya karena merasa air hangat yang menempel di kulitnya.

"Maaf, sayang. Maafkan aku" pinta Tuan Adi.

"Sayang?!" batin Talita dalan hati.

Talita menggelengkan kepalanya.

Komitmennya menerima kekurangan dan kelebihan Tuan Adi harus di terima.

"Aku ikhlas mas, asalkan kamu bahagia"

Tuan Adi langsung memeluk tubuh ringkih Talita.

"Temani aku ke dokter ya? Aku ingin sembuh sayang"

"Iya Mas. Tapi......, setelah memudar lebam di pipiku ya Mas" lirih Talita karena sambil menahan sakit.

"Iya sayang, baringlah. Aku akan mengobati luka lebammu"

Talita tak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya lalu berbaring di atas ranjang.

Tubuhnya terasa sakit dan remuk, seluruh badannya semuanya membiru.

Ada rasa iba di hati Tuan Adi.

Tapi ini bukan kehendaknya.

Tok tok tok...

"Tuan, sarapannya sudah siap" ujar Nanny dari balik pintu.

"Nanny, tolong bawa ke kamar. aku dan istriku ingin sarapan di dalam kamar"

"Baik Tuan"

Setelah beberapa lama sarapan tersedia di dalam kamar.

Nanny nampak kaget dengan kondisi tubuh Talita. Ada rasa Iba dan kasihan juga. Tapi dia hanyalah seorang pesuruh.

Nanny melihat rasa sayang dan cinta di mata Tuan Adi.

Nanny berharap Tuan Adi bisa segera sembuh dan kehidupan mereka akan selalu bahagia.

Setelah meletakkan sarapan, Nanny segera pamit dari kamar itu.

"Sayang, makanlah bubur ini. Setelah itu kamu minum obat ya?"

"Iya mas"

Tuan Adi pun menyuapi Talita dengan telaten dsn sabar. Talita bahagia dengan perlakuan Tuan Adi kali ini.

Tuan Adi perhatian dan mencurahkan segala kasih sayangnya kepadanya.

Talita berharap setelah mereka ke dokter dan jika memang akan di rawat psikiater, maka Talita siap akan mengantarkan di mana saja, kapan saja Tuan Adi untuk berobat.

Talita sudah berjanji tidak akan meninggalkan Tuan Adi.

Tuan Adi adalah suaminya, ridho suaminya pasti ridho dari Allah.

Akhirnya satu suapan menandakan habisnya bubur yang di berikan Tuan Adi.

"Minumlah, setelah itu minum obat"

Talita mengangguk.

Tak berapa lama sebutir obat sudah masuk ke mulutnya.

Gluk.. gluk.. gluk. Air minum tandas dari gelasnya.

Setelah itu Talita beristirahat. Tuan Adi pun memberi selimut di atas tubuh Talita.

TBC..

1
❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺 ᴀᷟmdani🎯™
semangat ya
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: makasih🙏
total 1 replies
🎀𝗩⃝🌟Inaᵀᵗᵇ'ˢ
sedih
🎀𝗩⃝🌟Inaᵀᵗᵇ'ˢ: oke dek
total 2 replies
Ichi Chi
llanjut thorr,up nya kok dikit bgt
Ichi Chi: adeeh...jd ceritanya ngengantung donk..kan syg kk
total 2 replies
Desta
lanjut kak... semangat
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: oke siap dek
total 1 replies
Ichi Chi
semangat thoorr💪💪💪
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: iya dek.. makasih ya tetap setia
total 1 replies
Ichi Chi
huuff akhirnya up juga thoorr
Ichi Chi
kok lom up thorr
fauzi
lanjut thor
fauzi
lama sekali..tunggu ubanan nanti😂😂😂
fauzi
wow... vaaanaass
fauzi
tuan Adi TDK ada akhlak😀😀😂
fauzi
maumu tuan Adi😂😂
fauzi
baiknya Talita
fauzi
kapok lie Pingkan
fauzi
pengen ku Jambak Jambak si Pingkan
fauzi
maaf baru lanjut baca... keren banget thor
fauzi
jengkel SMA Pingkan
Desta
jgn lupa undangannya ditunggu thor
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: oke deh.. hehehe😂
total 1 replies
Desta
uhuk uhuk... gerah kak Thor😁
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: sekali2 harus gerah dek😁😂
total 1 replies
Ichi Chi
tglnya ke lamaan thoorr😀
🐈ˢᵏ🎀Vin Vitri🌹: kan 6 bulan lagi... hehehe😂😂😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!