Zizi adalah seorang gadis yang memiliki kekuatan supranatural karena darah para leluhurnya.
Bukan hanya menjadi pewaris pusaka sang leluhur, namun nyatanya takdir cinta Zizi juga mengikuti jejak para leluhurnya yang harus bertemu dengan mahluk yang berbeda.
Akankah Zizi bisa menjadi pewaris yang baik dari leluhurnya?
Dan akankah Zizi bisa benar-benar bersama sosok yang ia cintai meski mereka berbeda?
yuk ndongeng...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Kecemasan Penguasa Wilayah Dalu
"Jadi, siapa sebetulnya yang menarik Ali masuk ke dalam dunia peri?"
Tanya Zion pada Zizi yang kini mengisi piring kosongnya dengan nasi hangat yang sudah disediakan Mbak Ning.
"Entahlah Pa, karena semuanya masih misteri."
Ujar Zizi.
Zizi kemudian menarik satu mangkok Sup buntut yang sengaja telah di siapkan Mbak Ning.
Aroma kuah sup yang masih mengepul tercium begitu menggugah selera.
Mbak pocong lebih mendekatkan wajahnya pada mangkok sup milik Zizi, yang kemudian Zizi dengan cepat menggantinya dengan sambal hingga Mbak pocong langsung kabur dan bersin-bersin.
Zizi cekikikan, dan Zion jelas geleng-geleng kepala melihat kelakuan anaknya.
Zizi lalu melirik piring ayam bakar, ia memisahkan lima potong ayam bakar untuk diri sendiri.
"Hmmm... Yummiiii..."
Zizi cengar-cengir.
Setelah itu matanya melirik sate, ia memisahkan beberapa tusuk lagi, juga untuk dirinya sendiri.
Zion melihatnya sampai mengurut kening.
"Zizi, makannya jangan serakah, nanti sakit perut."
Kata Zia yang tampak muncul di ruang makan, ia sudah terlihat lebih segar.
"Mbak Ning, teh melati ku mana?"
Tanya Zia pada mbak Ning di dapur.
"Kan aku juga ingin makan."
Tiba-tiba Zizi bersuara namun bukan suara Zizi, Zia yang mendengar, begitu juga Maria dan Zion langsung menoleh pada Zizi yang terlihat makan dengan lahap.
Maria melayang ke arah Zia dan kemudian menggandeng tangan Zia agak menjauh dari ruangan di mana Zizi sedang menikmati makanannya.
Zion yang curiga melihat Maria dan Zia bisik-bisik sambil menjauh dari ruangan terlihat jadi tak tenang, apalagi saat melihat Zizi makan ayam bakar lima potong dengan sangat cepat, hingga tak sampai dua menit semua ayam bakarnya habis.
"Zizi, makan pelan-pelan saja nak."
Kata Zion jadi merinding melihat Zizi seperti bukan Zizi yang sebelum.
"Tidak bisa, aku lapar."
Kata Zizi dengan suara yang berbeda lagi.
Zion menelan ludahnya, ia akhirnya pelan-pelan beranjak dari tempat duduknya.
"Ya, teruskan saja makannya, Papa mau ke kamar."
Ujar Zion sambil melihat Zizi yang hanya mengangguk saja.
Zion melangkah menuju anak tangga, namun sesekali ia masih menyempatkan diri menoleh dan melihat Zizi kini mengambil ayam bakar lagi.
Kenapa anak itu? Kenapa jadi aneh dan menakutkan? Batin Zion bertanya-tanya.
Sementara itu, Zia dan Maria tampak kasak kusuk membicarakan Zizi.
"Jika Nyonya tak percaya, Nyonya tanyakan pada Shane saja.
Kata Maria.
Maria baru saja menceritakan soal empat kembaran Zizi yang kini sudah berhasil dikuasai Jayapada.
Zia menatap Maria.
"Kapan akan ke Merapi?"
Tanya Zia pada Maria.
"Sepertinya setelah menemui puteri Arum Dalu, Nyonya."
Zia mantuk-mantuk.
"Aku sudah tak boleh ikut campur soal Zizi oleh Nyi Retnoasih, kau dengar sendiri kan Maria?"
Tanya Zia, dan Maria tentu saja langsung mengiyakan.
"Aku hanya bisa berharap misi pembersihan Jayapada bisa segera selesai dilakukan."
Lirih Zia.
"Saya akan dampingi Zizi sampai semuanya selesai Nyonya."
Kata Maria.
Zia tampak mengangguk dan tersenyum pada Maria.
"Terimakasih Maria, kamu selama ini sudah sangat banyak membantu kami menjaga dan merawat Zizi, sudah hampir enam belas tahun ya Maria, waktu berlalu sangat cepat."
Kata Zia.
Maria tersenyum.
**--------------**
Di satu tempat yang tak terjamah manusia, yang letaknya tersembunyi antara alam nyata dan juga alam bangsa jin, terhamparlah dunia lain milik para lelembut.
Para lelembut itu memiliki wilayah yang cukup luas di sekitar Gunung Salak.
Wilayah lelembut itu berada di bawah kekuasaan kerajaan Dalu, yang kerajaannya dipimpin sementara oleh putri bernama Arum Dalu.
Putri Arum Dalu menjadi pemimpin wilayah tanah Dalu karena Ayahandanya dan juga ibunya hilang di Merapi yang hingga hari ini belum pernah kembali.
Wilayah tanah Dalu terlihat sepintas lalu sama sebagaimana desa-desa di alam manusia.
Rumah-rumahnya yang terbuat dari papan-papan kayu lama, jalanan tanah yang belum diaspal, sawah, ladang, bukit, hutan, semua juga tampak ada di wilayah Dalu.
Bahkan pasar kecil yang juga sama halnya seperti pasar di dunia manusia juga sangat ramai penjual dan pengunjung.
"Kalian sudah dengar tentang manusia bernama Zizi yang membantu kita membuka gerbang gaib untuk bisa kembali ke wilayah kita ini?"
Seorang perempuan yang menggendong bayi bertanya pada kerumunan lelembut yang sedang mengantri membeli makanan seperti hati.
Penjualnya terlihat meletakkan dagangannya pada wadah seperti nampan besar yang dialasi daun-daun pisang.
"Kenapa Nona Zizi? Ada apa dengan Nona Zizi?"
Mereka jelas langsung antusias begitu mendengar akan ada kabar soal Zizi.
"Ada kabar ia akan pergi ke Merapi untuk mencari raja dan ratu kita."
Ujar perempuan lelembut itu.
"Ah benarkah?"
"Ya, dia akan segera berangkat dan akan mencari keberadaan Tuan Raja Dalu."
"Kau tahu dari mana?"
Tanya lelembut yang lain.
"Informasi ini sudah beredar luas di dalam kerajaan Dalu."
"Ah ya, kami lupa kau masuk dalam jajaran orang yang diistimewakan hingga bisa keluar masuk kerajaan dengan mudah."
Perempuan lelembut itu tersenyum.
Senyum yang penuh arti.
Semuanya kembali kasak kusuk tentang nasib desa mereka jika nanti ada masalah lagi.
Sementara itu, di dalam kerajaan Dalu, terlihat putri Arum yang sangat cantik jelita itu mondar mandir tak tenang.
Ia merasa hatinya sudah sangat dekat, namun Zizi belum juga datang lagi ke wilayah mereka.
Apa yang terjadi?
Apa sebetulnya yang tengah Zizi hadapi?
Ah ingin rasanya sebetulnya Putri Arum Dalu keluar sejenak dari dunia para lelembut dan masuk ke dunia manusia untuk menengok Zizi.
Ia ingin tahu kabar penolongnya dan juga penolong seluruh masyarakat kerajaan Dalu, ia khawatir jika Zizi sang penolong itu kenapa-kenapa.
**-----------**
aku sdh berapa kali ngulang baca, dari "Zia" sampe " putri vampir terkhir"...
kapan lanjutannya, thor?.
sehat selalu yaa..
di dinding. buat tempat para jin
Foto aku simpen album saja