Gadis keturunan Rusia yang harus Pindah kuliah karena kedua orang tuanya yang harus kembali ke Indonesia mengharuskannya kembali beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Kania langsung melempar semua barang di dalam kamarnya terdengar juga suara jeritan dari dalam.
Sofi yang baru saja sampai kaget mendengar suara teriakan.
" Pi,, itu Kania kenapa teriak teriak ?" Ucap Sofi
" Mana Papi tau ,, Kan baru pulang bareng Mami "
Sofi langsung berjalan menuju kamar Kania yang berada di lantai dua.
" Kania Sayang,, buka Nak ini Mami "
" Engga,, Kania gak mau buka pintunya "
" Kania,, Ini Papi Sayang buka pintunya ya "
" Sayang,, "
" Aku baru mau buka pintu jika Mami dan Papi minta Om Mahesa menerima perjodohan itu "
" Kita bicara ya sayang,, Buka pintunya Oke "
Brak..
Terdengar benda terlempar dari dalam bahkan semakin kencang membuat Sofi juga Bahtiar sangat khawatir.
" Sayang dengerin Papi,, Papi janji akan bicara kepada Mahesa tapi tolong buka pintunya sayang "
Ceklek,,
Kania membuka pintu kamarnya,,
Sofi pun langsung memeluk nya, Kania putri mereka satu satunya dan selama ini apa pun yang Kania mau selalu mereka turuti.
" Papi janji " Ucap Kania dan Bahtiar mengangguk.
Kania tersenyum dan memeluk Sofi,,
_____
Keesokan Harinya,,
Daniel berjalan turun dan terlihat Kedua orang tuanya sudah menunggu di meja makan,,
" Pagi Pa, Ma " Sapa Daniel duduk di kursinya.
" Pagi Dan " Ucap mereka serempak.
Mahesa menatap Daniel yang mengambil nasi di piringnya,,
" Dan,, Papa boleh bicara ?" Ucap Mahesa membuka obrolan mereka.
Daniel hanya mengangguk dengan mulut yang masih berisi nasi goreng buatan Lucy.
" Semalam Bahtiar menelpon Papa dan mengajak Papa makan malam, Apa kamu bisa datang bersama Papa ?"
Daniel menghentikan sarapannya,,
" Maaf Pa Dan gak bisa,, "
" Sebenarnya apa masalah apa kamu dengan Kania?"
Daniel menghela napasnya ,,
" Apa Om Bahtiar juga meminta kembali masalah perjodohan ?"
Mahesa terdiam,, .dia tau benar bagaimana sifat putranya juga setelah Lucy menceritakan semuanya,,
" Papa tidak akan memaksa kamu, Papa tau kamu sudah memiliki pilihan sendiri tapi paling tidak kamu mau menemui kedua orang tua Kania dan jelaskan semua nya "
Daniel terdiam,,
sebenarnya dia sangat malu bukan bermaksud tidak sopan namun sudah pasti Kania lah yang meminta orang tuanya untuk kembali menjodohkan mereka.
" Dan akan ikut bersama Papa makam malam nanti " Ucap Daniel dan Mahesa tersenyum.
" Papa tau kamu laki laki yang bertanggung jawab "
Daniel langsung mengernyitkan keningnya bingung,,
Mahesa yang melihatnya pun hanya terkekeh,,
" Dan berangkat dulu Pa,, Ma" Ucap Daniel beranjak
" Loh,, Sarapan kamu belum habis Dan "
" Udah kesiangan Ma "
Daniel pun berjalan keluar setelah mencium punggung tangan orang tuanya.
Dalam perjalanan Daniel hanya bisa menghela dengan sikap Kania yang seperti anak kecil, namun ucapan Papa nya benar jika tidak seharusnya dia menghindari orang tua Kania.
Mobil mereka sampai di depan Rumah Keyla, Setiap hari Daniel selalu menjemput Keyla walau pun di saat dirinya Libur namun dia sudah berjanji untuk menjemput dan mengantar kekasihnya ke kampus.
" Kak Daniel " Ucap Keyla saat membuka pintu rumahnya.
Daniel tersenyum ,,
" Sudah siap ?" Ucapnya dan Keyla mengangguk,,
Daniel menggandeng Keyla menuju mobil dan seperti biasa Daniel membuka pintu untuk kekasihnya masuk.
Daniel berputar menuju kursi kemudi dan melajukan mobilnya.
Kania terus tersenyum mengingat jika siang nanti Daniel akan mau makan siang bersama Papinya, dia tau pasti Mahesa sudah memaksa Daniel hingga dia mau bertemu dengan mereka .
Rasanya gak sabar gue nunggu siang, Makan siang bareng Daniel juga keluarganya..
ini saat yang gue tunggu , Daniel pasti sudah mengalah dan mau untuk perjodohan ini.
Kania tersenyum namun matanya menatap mobil Daniel yang datang,, dia pun terus menatapnya ,,
Daniel turun dan berjalan memutar membuka pintu mobilnya dan terlihat Keyla yang turun dengan langsung menggandeng tangannya,,
" Daniel " Ucap Kania membuat Daniel menoleh.
Daniel menghela napasnya saat melihat Kania yang memanggilnya,,
Kania menghampiri dan melirik ke arah Keyla yang juga menoleh
" Thanks ya Lo udah mau datang nanti malam " Ucap Kania.
" Maksud Lo " Ucap Daniel bingung
" Papi bilang Lo mau datang di acara makan malam keluarga kita,, gue seneng banget ,, Yang pasti acara nya lancar,, Gue tunggu ya bye "
Daniel menautkan alisnya,,
bukannya Papanya hanya bilang jika makan siang dan untuk bertemu Bahtiar terus Maksud ucapan Kania ???
" Sayang,, " Ucap Daniel saat menyadari Keyla yang masih berada di samping nya .
Keyla tersenyum,,
Namun terlihat sangat jelas wajahnya berbeda,, Daniel yang memang sudah sangat peka pun tau apa yang di pikirkan kekasihnya itu.
" Kamu jangan salah paham ya,,
Pagi Tadi Papa memang mengajak aku untuk bertemu Papinya Kania dan gak ada bilang kalau pertemuan keluarga,, "
Keyla tersenyum dan mengangguk,,
" Aku percaya Kok sama Kakak "
Daniel sangat tau jika kekasihnya kesal dan kecewa,,
" Atau kamu ikut bersama kami siang nanti "
" Eh Apa sih Kak,, Ngaco deh ..
Udah kamu datang saja siang nanti aku gak papa Kok "
" Aku gak akan datang Sayang,, Aku gak mau membuat kamu kecewa "
Keyla menatap Daniel,,
Tangannya menggenggam kedua tangan Daniel dengan senyuman manis di wajahnya,,
" Aku percaya sama kamu,, dan aku yakin jika kamu bisa menyelesaikan semua nya "
Daniel menatap Keyla dan sedetik kemudian dia pun menarik Keyla ke dalam dekapannya,,
" Makasih Sayang,, " Ucap Daniel dan Keyla mengangguk.
" Ehem,, Ehem,, "
Keyla langsung melepaskan pelukannya saat mendengar Deheman seseorang,,
" Ingat dong dengan kaum kaum jomblo kayak kita " Ucap Panji yang berdiri bersama Danu.
" Eh,, Lo aja Ji yang jomblo gue mah kagak " Ucap Danu yang tidak terima.
" Lah Mang Lo punya cewek,,. Gaya gayaan Lo gak mau di Cap jomblo "
" Lo lupa gue lagi pedekate sama mahasiswi kampus sebelah "
" Hahahaha,, Ngarep Lo Sama Tasya, mana mau dia sama Lo "
Keyla terkekeh mendengar keributan mereka,,
" Kita tinggalin mereka Sayang" Ajak Daniel tersenyum dan Keyla mengangguk.
Panji yang masih beradu mulut bersama Danu pun tidak menyadari jika Daniel juga Keyla sudah tidak berada di sana.
" Eh ,, Kemana Daniel.." Ucap Panji saat sadar.
" Wah kurang ajar mereka ninggalin kita "
Danu langsung berjalan masuk dan di ikuti Panji,,
Keyla sudah berada di kelasnya, namun dia masih terus diam memikirkan pertemuan keluarga Daniel dengan Kania siang nanti.
walau Daniel sudah mengatakan jika dia tidak mungkin menerima perjodohan itu namun ada kemungkinan Orang tuanya bisa menerimanya karena status mereka yang sudah dekat dari kuliah dulu.
Keyla Stop..!!
Lo harus percaya dengan Kak Daniel, bahkan Tante Lucy sendiri sudah mengatakan jika tidak ada perjodohan antara Daniel juga Kania,,. Hubungan kalian pun sudah di restui orang tua masing masing.
Siang nanti hanya makan malam biasa dan bukan sebuah acara pertunangan.
Keyla menggeleng kan kepalanya,,
dia berusaha menghilangkan semua pikiran buruk tentang perjodohan itu.
u itu ke dr jiwa perlu diobati