Kara Sudibyo bersahabat dengan Angel yang selalu ingin apa yang di miliki Kara, Siapa Angel?, Angel anak dari cinta pertama Orang tua Ibu gadis yang memiliki wajah cantik tubuh menjulang tinggi.
Adrian sahabat kecil Kara terbilang cinta monyet anak kecil tapi kepindahan Adrian ke negeri lain membuat Adrian lupa akan wajah Kara dan tertipu daya oleh Angel.
Yuk simak kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34
Kara pingsan di sebuah Mall besar Jakarta Rena panik saat melihat Kara terkapar di lantai para pengunjung pun berkerumunan menyaksikan Kara tergeletak di lantai.
"Tolong...!. Kara....!, sadar sayang jangan buat Mama takut" Rena pun panik ia takut bermasalah dengan kandungannya.
Datang seorang pegawai Mall yang berseragam scurity lalu memapah nya kedalam mobil menuju rumah sakit terdekat.
Suasana Mall yang begitu ramai pengunjung membuat Kara pusing, mungkin karena perut juga tak masuk asupan makanan, satu hari ini rasa lapar pun berkurang karena menunggu kabar dari Adrian suaminya, Rena yang tidak peka terhadap Kara, memaksakan untuk pergi niat nya buat Kara terhibur tapi malah sebaliknya Kara pingsan di tengah-tengah pengunjung.
Beruntung saat itu dokter kandungan sedang bertugas di jam yang bukan Praktek nya,Para suster yang menyambut dengan banker ia mendongak sebuah ruangan.
"Ibu tunggu disini saja biar dokter yang menanganinya" Kata suster nya dia pun segera menutup pintu.
Ya allah suamiku dan anakku belum juga ada kabar di tambah menantuku. gerutu Rena di sebuah ruangan tunggu.
Rena merogoh kantong tas nya mengambil sebuah Handphone mencari nomor yang tertera di kontak. Terdapat nomor dokter Ridwan yang biasa menangani keluarga Beni.
"Halo dokter bisa kah datang ke rumah sakit xx Jakarta?"
"Bisa ada apa Rena?" tanya Dokter.
"Menantu kesayangan ku Kara kamu tahu kan dia masuk rumah sakit, saya takut dia kenapa-kenapa sepertinya dokter di sini saya tidak terlalu banyak mengenal nya."
"Baik kamu tunggu 10 menit saya tiba disana" Ujar Dokter.
"Terimakasih Ridwan" Ucap Rena kemudian Rena menutup panggilannya.
Dengan kecepatan maksimal dokter Ridwan tiba tepat waktu di rumah sakit besar Jakarta waktu kini menunjukan pukul 20:,00 dokter Ridwan melangkah cepat menuju Lobby rumah sakit,Dokter Ridwan sedikit berlari menghampiri Rena yang sedang duduk menyangga dagunya.
"Rina gimana keadaan?" tanya Dokter
Rena mengangkat kepalanya mendengar suara yang dia kenal.
"Dokter sedang menangani, silahkan duduk dulu."
"Oh..ya Rena gimana apa sudah ada kabar dari suamimu dan anak mu?"
Rena menggelengkan kepalanya, "Belum juga saya masih nunggu perkembangannya"
"Sabar ya semoga suami dan anak mu semua baik-baik saja."
"Aamiin... Aamiin.., terimakasih Doanya Dokter"
Tidak lama pintu ruangan Kara di periksa terbuka Rena dan Ridwan menghampiri dokter yang baru saja keluar.
"Gimana menantu saya Dokter?" tanya Rena lada dokter yang baru saja menangani Kara.
"Nyonya Kara baik-baik saja hanya saja tolong ya bu tidak boleh capek dan asupan makanan harus di atur, Nyonya Kara kecapean saja, kandungan nya baik-baik saja"
Tersenyum sumringah menatap dokter cantik yang sedang bicara menjelaskan pada Rena.
"Dokter kenal sama dokter ini?"
"Tentu saja Rena.., dia istriku kenalkan sayang dia Rena sahabat ku dulu, sekarang aku menjadi dokter keluarga Beni"
"Oh..., Saya Hera ibu, istri dokter Ridwan" Dokter Hera mengulurkan tangannya.
"Sebetulnya waktu itu saya sudah menghubungi Istri saya, untuk merawat Kara menantu Rena tapi pada waktu itu dia sedang sibuk jadi saya minta bantuan pada rekan saya.
"Dokter Hera tolong rawat menantu, saya"
"Nyonya tenang saja Kara baik-baik saja"
"Bisa kah dokter datang ke rumah menjadi dokter pribadi menantu saya?"
Dokter Hera menatap wajah suaminya Dokter Ridwan, setelah mendapat anggukan, Dokter Hera pun mengangguk setuju.
"Baik Nyonya terimakasih atas kepercayaan pada saya" Dokter Hera pun menyetujui untuk menjadi dokter pribadi menantunya.
"Alhamdulillah jadi gimana menantu saya apa sudah boleh pulang?"
"Boleh Nyonya, silahkan selesaikan dulu administrasi nya Nyonya baru bisa pulang"
"Baik Dokter Hera, saya selesaikan dulu tapi sebelum itu saya boleh temui menantu saya?"
"Oh.., iya silahkan Nyonya Rena"
Rena pun melangkah kak kakinya masuk ke dalam ruang, di situ terdapat Kara yang sedang menyandarkan kepalanya di ranjang.
"Sayang bagaimana keadaanmu?"
"Sudah lebih baik Mah.., Mah.., apa ponsel ku ada bersama Mam?"
"Ada sayang..,"
"Aku pinjam ya Mah untuk hubungi Mas Adrian mudah-mudahan Mas Adrian sudah bisa di hubungi" Ujar Kara yang meminta Rena memberikan ponselnya.
"Ya sayang..," Rena pun merogoh tasnya mengambil ponsel di dalam tasnya.
Terasa perih saat terkena benda tajam tapi lebih perih saat orang yang paling kita sayangi tak ada kabar berita dan tak tahu dia di mana bagaimana keadaan nya. Itu lah yang di rasakan Kara saat ini.
Di tempat lain Beni yang terjebak dalam situasi yang tidak bisa ia tinggalkan saat ini keadaan Monika yang terlalu banyak meminum Alkohol Beni yang harus menemani.
Seharusnya saya bisa menolak. gumam nya Beni.
Saat membalik badannya tangan Monika melingkar di perutnya Beni.
Aduh..!," Beni menatap wajah Monika dengan seksama lalu menyisihkan rambut yang menutupi wajahnya.
Cantik sempurna tanpa celah dia wajah nya.
Hemm, Monika yang belum sadarkan diri dari alkohol menarik paksa tangan Beni yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Monika jangan seperti ini.., kamu itu mantan pacar anak saya,, jadi tidak mungkin saya melakukan hal yang tidak seharusnya aku lakukan." Ujar Beni yang berada dekat dengan wajahnya.
Tapi ucapan Beni Monika abaikan mungkin terpengaruh Alkohol yang buat dia tidak sadarkan diri.
"Aku tidak ada hubungan apapun lagi dengan Adrian tidak usah lah pikiran kita malam ini happy oke, aku janji tidak akan ada yang tahu mengenai hubungan ini" Ucap Monika setengah sadar.
Monika beranjak dari tempat tidur ia melangkah mengambil gelas yang ada di meja berisi minuman, setelah menenggak lalu mematikannya lampu ia mengganti nya dengan lampu tidur, suasana kamar terlihat romantis dengan cahaya lampu sedikit redup, seketika Monika mengekspos tubuh nya ia pun kembali berbaring di pangkuannya Beni, perlahan jemari tangan lentiknya yang di tumbuhi kuku indahnya yang sudah di lukis dengan warna meraba paha pria yang sedang memangku kepalanya.
Segala sesuatu jika di hidangkan hal mustahil jika suguhan itu tak di sentuh nya, melihat tubuh putih mulus dengan benjolan yang keras berisi, saat benda itu menyentuh tangannya,
Kenapa dada ini berdebar kencang sekali ayo lah Monika jangan menggodaku.
"Kamu sudah enakan badannya, saya pamit pulang ya?" Ucap Beni gugup dia pun sudah tidak tahan kalau dia harus terus bersama wanita di kamar.
"Kamu tidak akan bisa pulang kunci sudah aku simpan dan kamu sayang tidak akan menemukan nya," Kata Monika sambil menggelayut di lengan Beni.
Monika membuka kancing pakaian Beni satu persatu dengan lembut, bulu halus yang tumbuh menghiasi dadanya terlihat oleh. Beni menyingkirkan tangan Monika.
Monika mendorong paksa tubuh Beni hinga terlentang di atas kasur, kini posisi Monika berada di atasnya, perlahan menciumi seluruh leher dan dada yang di tumbuhi bulu-bulu halus. Beni yang sudah tidak tahan membalik tubuh Monika mengganti posisi. Dia melucuti Bra yang masih di kenakan oleh Monika lalu membuang nya ke sembarang tempat, Monika Tertawa sumringah dengan apa yang di lakukan oleh Beni, ia melahap dengan rakusnya benjolan yang menantang Beni tubuh montok Monika membuat para pria ingin menyicipi nya.
Ayo lakukan apa ingin kamu lakukan malam ini tubuh ku miliki kamu seutuhnya.gerutu nya Monika.
Pria yang bertubuh kekar itu semakin rakus menghisap semua miliknya saat mendapat lampu hijau dari pemiliknya, tak berhenti sampai di situ Beni terus memainkan gundukan milik gadis cantik yang terkapar di atas kasur berukuran besar, dia memiringkan tubuh gadis itu dia menghisap layaknya baby yang sedang kehausan, Monika yang merasakan nikmatnya bercinta ia pun tak ingin Beni memainkan nya, Beni pun memberikan kode, tapi di tolak oleh Monika, gundukan miliknya dia masukan kembali ke mulut Beni yang masih ingin menikmatinya.
Apa kah aku benar-benar mencintai pria ini, kenapa hatiku terasa nyaman bersama nya.
"Sayang.., aku tidak ingin kamu menumpahkan dengan cepat aku masih ingin bermain-main dengan mu"
"Apa yang kamu inginkan dari aku?"
"Tidak ada aku hanya ingin malam ini menghabiskan waktu bersama mu" Ucap Monika ia pun kembali ******* bibir pria yang sedang bersamanya.
Mata pria setengah paruh baya itu melebar kan matanya saat kembali melihat benjolan indah milik gadis cantik itu dia langsung melahapnya memiringkan tubuhnya gadis itu pun mengusap kepala Beni, dia terus menekan kepalanya.
"Aku sudah tidak tahan Sayang..." merintih Beni
Tapi setelah itu Beni sadar akan dirinya. "Astaga!" dia segera masuk ke dalam kamar mandi, mencuci mukanya.
Kadang pria sering kehilangan imannya setelah sadar ai akan menyesali perbuatannya, untuk kaum pria jangan pernah melihat keindahan di luar jika itu akan menjadi pemicu dalam rumah tangga. Jangan pernah menyakiti hati wanita karena Wanita cuma bisanya nangis.
...----------------...
Terimakasih All
🤔🤔🤔🤔🤔🤔
biar halall.. Bt apa pun....🤭🤭🤭
Waduhhhhada berapa cewek yg km tiduri Aldy....🤔🤔 wahhh jd banyak pegalaman km y.....
untung y murni menerima km apa aday..... semoga dg ini km.. berubah ...
semangat kara jangan biarkan angel mengusikmu lagi tunjukkan padanya kara bukan wanita yang lemah