NovelToon NovelToon
GOD EMPEROR (LING JIN)

GOD EMPEROR (LING JIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ling Jin

Ling Jin. Seorang pemuda yang diasuh oleh dua leluhur dewa semenjak masih bayi di dalam sebuah jurang dan diangkat menjadi cucu mereka.

Semua orang mengira dia tidak memiliki dantian sehingga membuatnya merasa tidak berguna. Namun dia memiliki tekad yang kuat serta semangat yang besar demi menggapai apa yang dia inginkan. Cerita kehidupannya berubah setelah segel dantiannya terbuka.

Dia berjalan pada dua sisi yang berbeda. Di satu sisi dia adalah rajanya kegelapan dan di sisi lain dia juga menjadi cahaya.

Ling Jin mengarungi lautan darah demi mencapai puncak kekuatan kultivator. Bahkan jika langit menentangpun dia akan melawannya.

"Aku tidak tunduk pada takdir, takdirlah yang harus tunduk padaku."

"Aku tidak bergantung pada keberuntungan, karena akulah keberuntungan itu."

-Ling Jin.


Bagaimanakah kisahnya?

Ikuti perjalanannya dalam novel God Emperor (Ling Jin).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ling Jin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelicikan Patriak Mu Bai

Lima Hari kemudian.

Patriak Ta Mao (sekte Tapak Neraka), patriak  Dan Rui (sekte Lembah Iblis), patriak  Diyu Shan (sekte Kabut Racun), matriak Mei Gui (sekte Mawar Hitam) dan patriak Tougu (sekte Bukit Tengkorak) sedang mengadakan pertemuan tertutup lima sekte besar aliran hitam. Pertemuan itu diadakan di sekte Lembah Iblis.

Mereka akan membahas rencana untuk melakukan penyerangan secara besar-besaran terhadap aliran putih di kekaisaran Han karena merasa sekaranglah saatnya mereka bergerak setelah sekian lama menutup diri. Agar rencana mereka tidak bocor, maka hanya satu orang setiap sekte yang diundang di pertemuan itu.

“Selamat datang tamu-tamuku yang terhormat. Sungguh suatu kebanggaan untukku dengan kehadiran kalian semua di sini.” Patriak Dan Rui membuka suara.

“Semoga perjamuanku tidak mengecewakan kalian,” imbuhnya.

“Kau tidak perlu sungkan saudara Rui. Kita semua tahu jika kita memiliki kepentingan yang sama. Jadi sudah seharusnya kita menghadiri pertemuan ini. Aku sudah tidak sabar untuk menunjukkan siapa diri kita yang sekarang,” ucap patriak Ta Mao.

“Hahaha. Seperti biasa. Saudara Ta Mao tidak sabaran.” Patriak Dan Rui berkata.

“Jadi apa rencana kita untuk menekan aliran putih di kekaisaran Han ini saudara sekalian?” Matriak Mei Gui bertanya.

“Kita serang mereka secara total. Aku rasa sudah saatnya kita muncul kembali. Dengan kekuatan yang sekarang ditambah sekte-sekte menengah dan kecil aliran hitam yang berada di bawah kendali kita, aku yakin kita bisa menekan mereka dan menguasai daratan ini,” jelas patriak Dan Rui.

Patriak Tougu menganggukkan kepala mendengar penjelasan dari patriak Dan Rui. Lalu dia berkata, “Kau benar saudara Rui. Tanganku terasa gatal ingin membunuh orang setelah sekian lama kita menutup diri. Tidak rela rasanya jika aliran putih terus-terusan yang menekan kita.”

Ditengah-tengah mereka berbincang, tiba-tiba seorang murid sekte Lembah Iblis datang untuk melaporkan sesuatu.

“Lancang! Siapa yang mengijinkanmu masuk? Dasar murid tidak berguna!” hardik patriak Dan Rui.

Murid itu terlihat ketakutan karena telah membuat patriaknya marah.

“Mo-mohon maaf patriak. Tapi ada seseorang yang ingin bertemu dengan patriak. Dia menitipkan benda ini untuk diberikan kepada patriak.” Murid itu berkata sambil menyerahkan sebuah plakat.

Patriak Dan Rui menerima plakat itu kemudian mengamatinya.

“Hmm. Bawa orang itu masuk!” perintah patriak Dan Rui.

“Ba-baik patriak.” Murid itu berkata dengan gugup lalu cepat-cepat meninggalkan ruangan pertemuan tersebut.

“Dasar memalukan!” geram patriak Dan Rui.

“Maaf saudara-saudara sekalian. Tampaknya pembahasan ini harus kita tunda sebentar karena aku kedatangan tamu,” ucap patriak Dan Rui sambil menangkupkan tangannya.

“Ah. Saudara Rui tidak perlu sungkan. Kita juga tidak sedang terburu-buru. Silahkan saudara Rui menemui tamu itu,” kata matriak Mei Gui sambil memainkan jari-jemarinya.

“Terima kasih banyak atas pengertian saudara-saudara sekalian,” ucap patriak Dan Rui.

Tak berselang lama, seseorang dengan jubah merah bertudung memasuki ruangan.

Semua yang berada di ruangan itu mengernyitkan dahi mereka.

“Siapa kau?” tanya patriak Dan Rui begitu orang itu berhenti di depannya.

Orang itu membuka tudung jubahnya.

“Apa kabar patriak Dan Rui?” ucap orang tersebut sambil tersenyum penuh arti.

“Keparat! Ternyata itu kau tua bangka Mu Bai!!” Patriak Tougu berkata dengan marah dan mengeluarkan goloknya namun segera ditahan oleh patriak Diyu Shan. Terlihat kedua matanya menyiratkan dendam yang teramat besar kepada patriak Mu Bai.

“Saudara Tougu. Mohon bersabar. Di sini adalah sekte Lembah Iblis,” ucap patriak Dan Rui menenangkan patriak Tougu.

Patriak Mu Bai tersenyum penuh arti melihat kemarahan patriak Tougu Kemudian dia berkata, “Masih seperti dulu. Penuh dengan semangat.”

“Bangsat! Aarghh!” Patriak Tougu meletakkan goloknya di meja dengan kasar.

Braaakk!!

Masih teringat dengan jelas di benak patriak Tougu akan kejadian dua puluh tahun yang lalu dimana sekte Bukit Tengkorak diserang habis-habisan oleh sekte Pedang Langit yang bekerja sama dengan sekte Rajawali hingga mengakibatkan sekte Bukit Tengkorak harus meninggalkan markas mereka.

“Apa maumu datang ke sini? Cukup bernyali juga kau rupanya,” kata patriak Dan Rui menatap sinis.

“Pemilik plakat itu ingin aku menemuimu patriak Dan Rui,” ucap patriak Mu Bai sambil tersenyum misterius.

“Sialan orang ini. Apa dia mau membongkar rahasiaku kepada mereka semua,” geram patriak Dan Rui dalam hati.

“Hmm. Jadi apa tujuanmu datang ke sini untuk menemuimu? Aku rasa tidak mungkin seorang patriak sekte terbesar aliran putih datang ke sini hanya untuk bersenda gurau,” kata patriak Dan Rui.

“Kau benar patriak Dan Rui. Tujuanku datang ke sini adalah untuk mengajakmu bekerja sama.” Patriak Mu Bai berbicara langsung pada intinya.

“Apa aku tidak salah dengar? Seorang patriak Mu Bai datang ke sini untuk mengajak kerja sama sekte aliran hitam?” tanya patriak Dan Rui dengan heran.

“Kerja sama apa yang kau maksud?” imbuhnya.

“Aku tahu kalian semua merencanakan pergerakan untuk menekan aliran putih. Lantas, apakah kalian pikir kalian bisa melakukannya dengan mudah? Ketahuilah, tetua agungku sudah menyelesaikan dua puluh dua tahun latihan tertutupnya,” ucap patriak Mu Bai.

“Apa!?”

Semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan patriak Mu Bai.

“Itu berarti dia telah menjadi kultivator terkuat di seluruh daratan kekaisaran Han, mungkin juga di seluruh dunia tengah,” gumam patriak Dan Rui. Lalu dia kembali berkata, “Lanjutkan perkataanmu.”

“Meski sekarang dia adalah kultivator terkuat saat ini, tapi kalian tidak perlu khawatir. Aku yang akan mengurusnya. Akan aku pastikan sekte Pedang Langit berada di pihak kalian.” Patriak Mu Bai menjelaskan.

“Masalah waktu pergerakan, dua puluh dua hari lagi akan diadakan turnamen generasi berbakat benua tengah yang akan diselenggarakan di sekte Rajawali. Waktu itu adalah kesempatan yang bagus untuk melakukan penyerangan. Mereka tidak akan menduga dengan pergerakan kita yang mendadak,” imbuhnya.

Mendengar penjelasan dari patriak Mu Bai, semua yang ada di ruangan itu manggut-manggut.

“Ini adalah kesempatan besar untuk kita. Dengan menghabisi para murid-murid berbakat, itu akan membuat aliran putih merasa tertekan” kata patriak Diyu Shan.

“Tepat sekali,” timpal patriak Mu Bai.

“Jadi bagaimana? Apa kalian setuju dengan rencanaku ini?” tanya patriak Mu Bai.

“Apa yang bisa kau berikan sebagai imbalan? Aku tidak menganggap ini sebagai kerja sama, tapi aku menganggap kau meminta bantuan kami. Aku yakin kau telah memiliki tujuanmu sendiri,” ucap patriak Dan Rui.

Patriak Mu Bai terkekeh mendengar ucapan dari patriak Dan Rui. Kemudian dia berkata, “Apa yang kau minta, akan aku berikan.”

Patriak Dan Rui tampak berpikir sejenak.

Lalu tiba-tiba patriak Tougu berujar, “Aku mau kitab Pedang Langit milik sektemu!”

“Kau dengar? Patriak Tougu menginginkan kitab sektemu. Tapi aku ingin lebih. Aku ingin sekte Pedang Langit berada di bawah kepemimpinan sekte Lembah Iblis,” kata patriak Dan Rui.

“Baik. Aku setuju. Setelah penyerangan nanti, kitab Pedang Langit akan kuserahkan padamu dan sekte Pedang Langit akan menjadi bawahanmu,” kata patriak Mu Bai.

“Tambahkan satu lagi.” Patriak Dan Rui kembali berkata.

“Sebutkan saja,” jawab patriak Mu Bai singkat.

Patriak Dan Rui tersenyum penuh arti lalu berkata,

“Aku mau si cantik Yu Yin.”

Mendengar perkataan patriak Dan Rui sontak para petinggi sekte aliran hitam yang berada di ruangan itu tertawa.

“Hahahaha. Tak kusangka saudara Rui juga menginginkan Yu Yin. Tapi aku akui kecantikannya. Aku pernah melihatnya saat usianya masih sekitar empat belas atau lima belas tahun. Sangat cantik dan berbakat. Memang pantas menyandang gelar bunganya aliran putih. Aku setuju. Aku merestui keinginan saudara Rui,” ucap patriak Ta Mao sambil tertawa.

“Hahahaha. Aku juga merestuimu saudara Rui. Dengan begitu, kau akan segera mengakhiri masa lajangmu yang tak berkesudahan,” sahut patriak Diyu Shan.

“Terima kasih. Terima kasih saudara-saudaraku semuanya,” ucap patriak Dan Rui sambil menangkupkan tangannya.

Dia memang sudah tergila-gila dengan kecantikan dari tetua Yu Yin. Bahkan, dulu diam-diam patriak Dan Rui pernah menyatakan perasaannya kepada tetua Yu Yin. Namun dia ditolak secara halus dengan alasan tetua Yu Yin ingin fokus menjadi kultivator yang kuat.

Meskipun mendapat penolakan, namun nyatanya tidak membuat patriak Dan Rui dendam kepadanya. Justru dia semakin tergila-gila dengan bunganya aliran putih tersebut. Karena dia menolak patriak Dan Rui secara sopan dan tidak menyinggung perasaannya.

Patriak Mu Bai terkekeh mendengar permintaan terakhir dari patriak Dan Rui. Kemudian dia berkata, “Hehe. Aku tidak menyangka kau menginginkan Yu Yin. Baiklah. Akan aku kirim dia kepadamu sebelum penyerangan. Anggap saja itu bayaran dimuka.”

“Bagus. Hahahaha!! Sebentar lagi kau akan jadi milikku Yu Yin!” Patriak Dan Rui tertawa kegirangan.

“Kurasa urusanku di sini sudah selesai. Aku pergi sekarang. Masalah pasukan aliran hitam, itu terserah kalian. Kau bawalah ini. Aku akan menghubungimu,” kata patriak Mu Bai sambil menyerahkan sebuah token kepada patriak Dan Rui kemudian dia memakai kembali tudung jubahnya dan beranjak meninggalkan ruangan itu.

“Kena kalian! Hahahaha!!” Patriak Mu Bai bersorak dalam hatinya.

Para petinggi aliran hitam itu tidak menyadari jika patriak Mu Bai juga memiliki tujuan untuk membentrokkan pasukan aliran hitam dengan pasukan kekaisaran. Harapannya adalah Kaisar Han Wu bisa dibunuh oleh pasukan aliran hitam.

Dia merasa sakit hati dan dendam karena Kaisar Han Wu membatalkan perjodohan Mu Yinfeng dengan Xin Xiao Yu karena keadaan Mu Yinfeng yang sekarang. Untuk itu, dia berencana membunuh Kaisar itu tanpa mengotori tangannya. Masalah sekte, dia tidak peduli.

Ya. Patriak Mu Bai telah menjual sekte Pedang Langit, kitab sekte dan bahkan tetua Yu Yin dia gunakan sebagai bayaran dimuka demi ambisi pribadinya itu.

Licik? Memang. Bahkan melebihi kelicikan aliran hitam.

1
Matisekali Hidupsekali
iblis memang baik. xde dgr iblis rogol manusia, iblis bunuh manusia. cumq iblis suka hasut je. manusia yang jahat dan bodoh dgr hasutan iblis.
Iwa Kakap
masih nyimax
Davide David
lanjut thor
ravli yadi
bagus sii tp sayang Hiatus.. jadi B1 dlu..
Lintang Putri
katanya mcnya klo udah 10thn dantianya dah terbuka
kok ini blm sich kapan jd kuatnya
spooky836
pukimak betollah ranah bertukar aje sialan.
Christian Matthew Pratama
qing long lg tidur mknya gak liat mc bertarung
Nur Fadila Afrilian
Luar biasa
Topan
lanjutin dong thor
AKBAR JAYASASMITA
Luar biasa
AKBAR JAYASASMITA
Lumayan
Leonardus Ardiansyah
kirain megatron ternyata superboy
Cah Cepu LiMartin
kayk katak sih thor...langsung lompat begtu.../Gosh/
Hai semua, baca novel baru aku yuk pasti sesuai selera kalian deh "The Power of Sun" dibaca yaa
~•Insan Biasa•~
Lumayan
miyuu
LANJUTTT PLISSS
Adi Hernowo
update Thor....
Raditya Vicky
Luar biasa
Glastor Roy
update dong torrr
ard
ceritanya menarik👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!