NovelToon NovelToon
THE KILLER Series

THE KILLER Series

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Balas Dendam / Pembunuhan / Kebangkitan pecundang / Mata-mata/Agen / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:757.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: PimCherry

Aaron Bradley, seorang pekerja konstruksi di Kota New York, mendapati keluarganya tewas terbunuh saat ia kembali bekerja. Tidak hanya sampai di situ, ia juga tertangkap tangan sedang memegang sebuah pistol yang menjadi senjata pembunuhnya.

Ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah dengan mencari pembunuh sebenarnya. Selain itu, dendam di hatinya yang begitu besar membawanya pada liku liku kejahatan di Kota New York. Kehidupannya yang bahagia berubah 180 derajat karena ia sudah kehilangan semuanya.

Apakah ia bisa menemukan pembunuh sebenarnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Kisah ini mengandung sedikit adegan kekerasan dan juga action.

Salam,
PimCherry

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGINCARKU

"Mom, apa kamu baik baik saja?" Edward memegang tangan Bella yang baru saja mulai bergerak dan mengerjapkan matanya.

"Haus ...," Edward dengan cekatan langsung memberikan minum kepada Bella kemudian menekan tombol untuk memanggil dokter.

Tak lama, seorang dokter dan seorang perawat masuk ke dalam ruangan. Edward pun sedikit memundurkan tubuhnya agar memudahkan dokter memeriksa keadaan ibunya.

Dokter melepaskan stetoskopnya, kemudian memberikan arahan kepada perawat yang datang bersamanya. Setelah itu ia mengarahkan tubuhnya, menghadap ke Edward.

"Nyonya Isabella sudah tidak apa apa. Kita akan memeriksanya lagi besok pagi, dan juga mengobservasinya selama 24 jam dari sekarang."

"Baik, Dok. Terima kasih."

Dokter akhirnya keluar dari ruangan. Edward kembali menghampiri Bella dan memegang tangannya lagi.

"Mom, apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

"Ed, Mommy takut sekali," Bella mulai menggenggam tangan Edward dengan kencang.

"Ada apa, Mom? Apa yang Mommy takutkan?"

"Orang itu ... orang itu mau membunuh Mommy."

q"Membunuh? siapa Mom? Beritahu Ed, aku akan melaporkannya ke polisi."

"Mommy tidak tahu siapa dia. Tapi ... tapi ... dia mau melukai Mommy. Sakit, Ed ... sakit," Bella tiba tiba saja memegang lehernya.

"Apa Mommy melihat wajahnya?"

"Dia ... dia memakai penutup wajah. Dia ... dia menangkap Mommy, lalu .... pisau ... tidak!" Bella menutup wajahnya, air mata mulai luruh di pipinya.

"Mom, tenanglah. Aku akan selalu bersamamu, menemanimu dan menjagamu. Maafkan aku, Mom, karena kurang memperhatikanmu," Edward menyesal lebih memperhatikan perusahaan daripada ibunya.

*****

"Apa kamu sudah memeriksanya?" tanya Edward.

"Sudah. Tapi tentu saja aku harus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar bisa meminta rekaman CCTV tersebut."

"Aku ingin melihatnya."

Aaron membuka laptop, kemudian memutar sebuah video yang merupakan rekaman CCTV di area parkir sebuah gedung perbelanjaan. Edward melihat bagaimana Mommynya berlari dari antara mobil dengan wajah ketakutan, membuat Edward mengepalkan tangannya.

"Seperti kata Mommy, orang itu menggunakan penutup wajah," ujar Edward kesal.

"Lihat,Tuan," Aaron menunjuk sesuatu.

"Ini ...," ucap Edward sambil menoleh ke arah Aaron.

"Mobil milik perusahaan MonPro."

"Jadi, apa orang tersebut bekerja di MonPro? Apa kamu bisa memeriksa plat mobil tersebut," tanya Edward.

"Aku akan meminta pada pihak managemen parkir di sana untuk melihat plat mobil yang keluar masuk dari area tersebut pada hari itu."

"Baiklah, aku menyerahkannya padamu."

Setelah kepergian Aaron, Edward mulai berpikir siapa kira kira orang yang berusaha menyakiti dan melukai Mommynya.

*Apa salah Mommy? Mommy tidak berhubungan dengan perusahaan MonPro. Kalau harus terjadi sesuatu, seharusnya itu padaku. Bukan pada Momm*y.

Edward menghempaskan tangannya sambil mengepal. Saat ini ia benar benar mengkhawatirkan Mommynya.

Tokkk .... tokkk ... tokkk ....

Dokter yang biasa memeriksa Mommynya kini sudah memasuki ruangan, dengan seorang perawar yang memegang laporan kesehatan di tangannya.

"Tuan Edward, apa saya bisa berbicara sebentar?"

Dokter tersebut mengajak Edward untuk keluar dari ruangan,

"Apa ada sesuatu dengan Mommy?" tanya Edward.

"Begini Tuan Edward. Dari laporan kesehatan yang saya terima, Nyonya Isabella sudah tidak apa apa. Tapi, luka secara batin atau bisa dikatakan sebagai trauma, sepertinya masih ada dalam dirinya. Dengan beberapa tes yang kami lakukan, Nyonya Isabella selalu mengigau dan bermimpi buruk. Saat psikiater menanyainya pun, ia menangis dan ketakutan."

"Jadi apa yang sebaiknya saya lakukan, Dok?"

"Sebaiknya anda menemui seorang psikiater yang mampu membuatnya lepas dari traumanya atau anda menemaninya agar Nyonya Isabella tidak merasa kesepian, sehingga menimbulkan ketakutan pada dirinya."

"Baik, Dok. Saya akan mempertimbangkan saran Dokter. Terima kasih. Oya, kapan kira kira saya bisa membawanya pulang?" tanya Edward.

"Mungkin lusa, setelah kami melakukan tes terakhir."

"Baik."

Edward dan Dokter tersebut kembali ke dalam. Setelah melakukan pemeriksaan rutin, dokter tersebut akhirnya meninggalkan ruangan.

Aku harus mencari seseorang untuk menjaga Mommy. Aku tidak mungkin menjaganya seharian penuh karena aku harus bekerja. Ahhh, hal ini membuatku semakin bingung.

*****

Benarkah, Ar?

"Ya El. Aku sudah memeriksa rekaman CCTV, dan memperlihatkan bahwa memang ada seseorang yang ingin melukai Nyonya Isabella," terang Aaron.

Tapi, orang tersebut sungguh bertindak gegabah.

"Maksudmu?"

Ia membiarkan dirinya terekam kamera CCTV. Selain itu, ia juga menggunakan kendaraan yang jelas jelas milik perusahaan MonPro. Apa itu bukan bodoh namanya?

"Kamu benar, El. Atau ia memang sengaja membuat dirinya terekam kamera?"

Kurasa belum tentu. Memang ada 2 kemungkinan, yang pertama adalah ia bodoh, dan yang kedua adalah ia sengaja membuat dirinya terlihat.

"Tapi apa gunanya ia membiarkan dirinya terlihat?"

Aku juga belum tahu apa motifnya, tapi kasus ini semakin menarik.

"Ahhh El, bagimu semua kasus juga menarik," goda Aaron.

Ha ... ha ... ha ... begitu ya? Oya dimana Peter?

"Ia sedang lembur hari ini. Mungkin pulang agak malam."

Baiklah, sampaikan salamku. Aku menunggu, tidak ... tidak .... Mommyku yang menunggu kalian. Datanglah akhir minggu ini ke rumah.

"Baiklah, El. Sampaikan salamku dan Peter untuk Aunty Klara. Kami akan ke sana akhir minggu ini."

Setelah berpamitan, mereka pun memutuskan sambungan komunikasi mereka. Aaron kembali memikirkan kejadian yang menimpa Nyonya Isabella.

Ini berhubungan kembali dengan perusahaan MonPro. Apa mereka juga mulai mengincarku kembali?

*****

1
kim y/n
luar biasa
aas
woooh bener doong.. 🤭
aas
ya ampun ternyata Regina dong yg bunuh Mia 😡
aas
iya berarti ini anaknya Pierre hiiih
aas
waaah berarti ini nih anaknya Mikayla nih yg mau balas dendam
aas
Regina ada apa2 nih. jd mamanya Edward takut
aas
seru nih bkin kristik begini 🤭
aas
waaah si Luis juga nih yg mau bunuh ibunya Edward
aas
baik banget si Elbert ini ❤️
aas
hidiiih ibu anak jahat, pengen enaknya doang
aas
iiih jahat banget iya ini si Andrew 😡
aas
Andrew?? 🤔
aas
eeeh si Luis 😱
Rifa
Kecewa
Rifa
Buruk
Luzi Refra
Luar biasa
Luzi Refra
jangan2 Sarah ??🤔🤔
Dewilakstri Astini
Luar biasa
Note 2
apakah itu dean
Note 2
akhire koit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!