Nifa(19 tahun) adalah seorang gadis yang kelahiranya dianggap sial oleh keluarganya. Nifa memiliki postur tubuh yang pendek dan gemuk. Serta penampilan Nifa dengan kaca mata tebalnya membuatnya juga sering di bully oleh teman temanya.
Saat duduk di bangku kuliah, Nifa masih saja mendapatkan bully dari temanya karena fisik dan penampilanya. Hingga puncaknya, Nifa dijadikan taruhan oleh Ardian(22 tahun) dan teman temanya yang populer di kampus.
Ardian(22 tahun) adalah seorang laki laki tampan yang terkenal playboy dan sering berganti pasangan. Ardian yang kalah dalam taruhan terpaksa harus menjalankan tantanganya memacari Nifa selama satu bulan.
Bagaimana kisah kehidupan Nifa dan Ardian kedepanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Rosyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eposode 34 - DI HARGAI ISTRI
Sore hari, Ardian dan Nifa sedang makan bersama. Namun pada saat makan bersama saat itu terdengar suara ketukan pintu.
"Tok...Tok...Tok..." (suara ketukan pintu)
"Mas, siapa yang datang?" tanya Nifa
"Mungkin anak himpunan jurusan mau minta tanda tangan," jawab Ardian
"Jadi sudah banyak yang tahu kalau Mas tinggal disini?" tanya Nifa
"Sebenarnya rumah kontrakan ini adalah markas jurusan. saat masa periodeku menjadi himpunan jurusan kontrakan ini selalu digunakan untuk rapat dan penyimpanan barang. tapi setelah demisioner aku jadikan kontrakan ini tempat tinggalku dekat kampus sampai sekarang," jawab Ardian
"Iya Mas, kalau gitu aku akan ke kamar. Mas ajak masuk aja temanya," ucap Nifa
"Kamu lanjutkan saja makanya, mereka pasti sibuk gak akan mampir," jawab Ardian
"Iya Mas," saut Nifa
Ardian berjalan keluar kemudian menemui tamunya. Saat mememuinya tamunya ternyata selain menandatangani berkas, Ardian mendapatkan undangan.
"Undangan acara apa ini?" tanya Ardian
"Kami dari himpunan jurusan biologi mau mengadakan tadabur alam di hutan minggu depan. kami berniat mengundang kakak selaku presma menghadiri pembukaan dan penutupanya disana nanti," jawab mahasiswa biologi
"Berapa hari?" tanya Ardian
"Acaranya 3 hari, acara tadabur ini untuk umum. mahasiswa lain juga bisa mengikuti tapi untuk jurusan lain harganya per mahasiswa 100 ribu," jawab mahasiswa biologi
Ardian saat itu berpikir ingin mengajak Nifa. Ardian dan Nifa adalah mahasiswa jurusan statistika. Otomatis karena bukan jurusan biologi, Ardian dan Nifa harus membayar masing masing 100 ribu. Tanpa berpikir panjang Ardian megeluarkan uang 200 ribu di dompetnya.
"Aku dan temanku akan ikut, ini uangnya," ucap Ardian
"Kak, cukup teman kakak saja yang bayar. khusus kakak tidak usah. suatu penghormatan bagi kami jika kakak bisa mengikuti acara ini," jawab mahasiswa biologi
"Oh baiklah, semoga acara kalian sukses. ini berarti minggu depan habis jumatan ya berangkatnya?" tanya Ardian
"Iya Kak," jawab mahasiswa biologi
"Ada lagi ya mau disampaikan?" tanya Ardian
"Nggak ada Kak, kalau gitu saya pamit melanjutkan menyebar undangan. asslamualaikum," jawab mahasiswa biologi
"Waalaikumsalam," saut Ardian
Ardian saat itu kembali masuk kedalam untuk melanjutkan aktivitas makan siangnya. Sesampainya di meja makan, Ardian melihat Nifa yang sudah selesai dengan makananya.
Namun Ardian heran Nifa tak beranjak dari duduk walaupun sudah selesai makan. Saat itu Ardian menduga kalau Nifa mungkin masih lapar tapi menunggu dirinya di meja makan. Tanpa berpikir panjang Ardian menyuruh Nifa menambah porsi makananya.
"Kalau kamu masih lapar dan ingin nambah ambil saja," ucap Ardian
"Aku sudah kenyang Mas, aku baru selesai makan pas Mas mau kesini,," jawab Nifa
"Lalu kamu kok masih disini?" tanya Ardian
"Menemani Mas makan, siapa tahu Mas nanti butuh sesuatu," jawab Nifa
"Kalau kamu mau ke kamar duluan boleh kok daripada kamu bosen nungguin aku makan," saut Ardian
"Gak apa apa Mas, rasanya kurang pantas istri meninggalkan suaminya makan sendirian. selama kita masih bisa makan bareng, aku akan selalu ada menamani Mas makan," jawab Nifa
Ardian saat itu tersenyum melihat Nifa yang menghargai dirinya sebagai suami. Tanpa berpikir panjang Ardian saat itu berpura pura tak nafsu makan.
"Aku tiba tiba gak nafsu makan," ucap Ardian
"Masakanya gak enak ya Mas? Maaf Mas, Mas mau makan apa sekarang?" tanya Nifa
"Masakanmu enak, hanya saja aku gak nafsu makan saja," ucap Ardian
"Tapi Mas harus makan, ini saja jam makan siang udah lewat loh Mas," jawab Nifa
"Aku mau disuapin," ucap Ardian
"Eh.." saut Nifa kaget
Ardian yang melihat Nifa kaget langsung menggodanya.
"Kok kaget? katanya mau menemani suami makan? apa salah suami minta disuapin?" goda Ardian
"Baik Mas," saut Nifa
Nifa saat itu langsung menyuapi Ardian dengan sendok hingga makanan habis. Sementara Ardian entah mengapa perasaanya sangat senang saat Nifa menyuapinya makan.
"Mengapa aku sesenang ini makan bisa di suapi? apakah ini yang dinamakan indahnya pernikahan," batin Ardian
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
terimakasih ya tor 🙏🙏🙏