Bagaimana bisa anak SMA sudah menikah?
Secret Marriage(Pernikahan Rahasia) seorang anak SMA.
Keisya seorang perempuan yang tak pernah berpacaran selama ini harus menikah dengan pria yang tidak ia cintai.
Agaz seorang laki-laki yang sudah mempunyai pacar harus terpaksa menikah dengan Keisya orang yang tak ia cintai.
Mereka menikah saat masih menjadi seorang remaja SMA dan melakukan pernikahan ini tidak di dasari dengan cinta, akankah mereka bertahan dengan pernikahan ini ? akankah pernikahan mereka terungkap semua orang ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acharm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Keesokan harinya.
papan mading lagi-lagi ramai di kerumuni oleh orang-orang.
Kali ini terdapat tulisan besar yang di tempel, "Bagaimana bisa anak SMA sudah menikah?"
Keisya, Agaz, dan Sherly terkejut melihat papan mading itu, mereka datang ke sekolah secara bersamaan.
"Maksudnya apaan ini?" ucap salah seorang kepada temannya.
"Di sekolah kita ada yang udah nikah?" ucap temannya itu heran dan bertanya-tanya.
Keisya hanya bisa tercengang melihat tulisan itu dan mendengar percakapan orang-orang. Apakah sampai di sini masa-masa sekolahnya yang baru saja ia nikmati di mulai dari berpacaran dengan Rafa.
Agaz melihat istrinya itu dengan wajah cemas dan segera menepuk bahunya, Keisya menoleh dengan mata yang berkaca-kaca seolah ingin menangis.
"Tenang! gak ada yang tahu" bisik Agaz pada Keisya, semua orang tak melihat ke arah mereka, hanya terfokus pada mading itu.
Seketika bel berbunyi dan semua orang bubar dari kerumunan itu.
Saat di kelas, Keisya melihat Rafa sedang duduk menatap buku. Ia menghampiri "Fa.. mau ke perpus nanti istirahat?" tanya Keisya pada Rafa.
"Bolehh!" ucap Rafa, ia tersenyum pada Keisya.
"Ehh lo tau gak sih.. siapa yah yang udah nikah pas SMA gini anjir?!" ucap seseorang di kelas Keisya, semua orang bergosip.
Keisya menoleh dan mengelus lehernya karena merasa tidak enak dengan percakapan mereka itu, seketika sekujur tubuhnya terasa tak nyaman berada di kelas.
"Kenapa Kei?" tanya Rafa melihat Keisya yang terlihat gelisah, ia berhenti membaca hanya karena ingin fokus memperhatikan pacarnya itu.
"Eng-engga apa-apa kok" ucap Keisya pada Rafa dengan gugup dan cemas, sementara Sherly sedang memperhatikan mereka.
Saat istirahat.
Bu Lira yang merupakan pelatih cheerleader di sekolah berpapasan dengan Keisya. Ia seketika memperhatikan Keisya dan memutuskan untuk berbicara padanya.
"Kamu dari kelas mana?" tanya Bu Lira.
"Saya kelas sepuluh A1" ucap Keisya pada gurunya itu.
"Mau coba masuk cheerleader? salah satu anggota kita lagi gak bisa ikut" ucap Bu Lira mencoba mengajak Keisya mengikuti kegiatan itu.
Keisya menoleh ke arah Rafa yang berada di sampingnya, ia bingung mau menjawab apa.
"Ajak aja bu.. kebetulan Keisya gak ikut kegiatan apa-apa" ucap Rafa pada bu Lira dan kemudian menoleh ke arah Keisya.
"Tapi nanti di seleksi juga, gak apa-apa yah kalau kamu belum tentu masuk?" ucap bu Lira.
Keisya tak enak untuk menolaknya karena Rafa sudah berbicara seperti itu, akhirnya sepulang sekolah ia mencoba mengikuti seleksi cheerleader di dalam ruangan basket, tepatnya berada di luar batas lapangan basket.
Saat di sana Keisya datang di temani Rafa, saat seleksi rupanya terdapat anak basket yang sedang berlatih juga.
Agaz yang sedang berlatih dengan pakaian basket di sertai dengan keringat yang membuatnya terlihat sexy kaget melihat Keisya sedang mencoba mengikuti cheerleader. Namun, ia tersenyum karena akhirnya istrinya mau mengikuti suatu kegiatan, selama ini ia tak pernah melihat Keisya melakukan hal apa pun di sekolah selain di kantin dan perpustakaan.
Keputusan seleksi cheerleader akan di umumkan besok.
Setelah selesai Agaz mencoba menghampiri untuk memberi semangat, namun lagi-lagi Rafa mendatangi Keisya terlebih dahulu. Agaz tak sadar sejak tadi Rafa telah menunggu Keisya di luar ruangan dan kini masuk ke dalam selepas seleksi.
Langkah ia terhenti dan menjadi terdiam, ia akhirnya memutuskan untuk membalikan badan, mengambil tas lalu pergi dari sana.
Di sana juga ada Renbo, namun ia tak menyadari bahwa ada Keisya di dekat lapangan basket. Renbo melihat Agaz yang keluar ruangan, ia segera berlari menghampiri dan mengajak untuk pergi ke parkiran mobil bersama.
"Lo udah lihat di mading ada tulisan anak SMA sudah menikah? apa di sekolah kita ada yang udah menikah?" ucap Renbo menepuk bahu Agaz.
"Gak tahu.. dan gue gak mau tahu!" ucap Agaz menjadi sensitif dengan pembahasan itu, wajahnya menjadi sinis.
"Gue sih penasaran.. mereka yang udah nikah ngapain aja pas lagi sekolah gini" ucap Renbo masih saja membahas hal itu.
"Yang pasti mereka gak ngelakuin apa-apa!" ucap Agaz berjalan cepat seolah meninggalkan Renbo.
"Kenapa omongan lo itu seolah menggambarkan bahwa lo yang nikah" Renbo mengejar Agaz dan membuat Agaz mengepalkan tangan, ia menahan emosi terhadap perkataan temannya itu dan malah berhenti berjalan lalu tersenyum.
"Udah Renbo.. gak usah di bahas ya" ucap Agaz menatap Renbo lalu menepuk bahu sahabatnya itu dan mereka pergi ke parkiran bersama.
***
ᥲძ ᥲ⍴ іᥒі.. 🤣🤣