NovelToon NovelToon
Gara-gara Perjodohan

Gara-gara Perjodohan

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: Abil Rahma

Alisha pura-pura menerima perjodohan dari ke dua orang tuanya. Padahal ia menjadikan saudara sepupunya sebagai umpan untuk menggantikan dirinya menemui seseorang yang akan di jodohkan dengan Alisha.

Ayesha yang tak lain adalah sepupu Alisha pun menerima tawaran sepupunya, karena alasan tertentu.


Siapa sangka ternyata, seseorang yang di jodohkan dengan Alisha pun memiliki ide yang sama gilanya dengan Alisha.

Angkasa Alfarisi meminta saudaranya Adnan untuk menemui wanita yang akan di jodohkan dengannya, dan meminta Adnan supaya membuat wanita itu jatuh cinta dengannya, karena Angkasa mempunyai wanita idaman meskipun belum memilikinya.


Akan seperti apa nantinya ketika sandiwara mereka terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia

"Owalah, dia ternyata yang mau nikah sama sepupuku, aku emang belum pernah bertemu dengan calon suaminya," kilah Yesha. Ia sengaja berbohong di sini, untuk mengorek informasi dari Angkasa.

"Iya, tadinya aku yang di jodohkan, tapi aku menolak, karena aku tahu seperti apa Alisha, aku jadi berfikir akan seperti apa nanti keluarga kami? Menurutku Kakak ku lah yang tepat hidup dengannya, dia bisa membimbing Alisha nanti, sedangkan aku masih butuh banyak bimbingan," Angkasa menjeda ucapannya, "dan satu lagi, karena aku juga menyukai seseorang," tambahnya lalu menatap Yesha yang juga sedang memperhatikannya.

Yesha terkejut mendengar hal itu, jadi benar dugaannya jika Adnan melakukan itu karena adiknya, dan ia tahu pasti kalau Adnan menyukai dirinya tentu saja setelah Alisha bercerita. Memang sebelumnya ia hanya menduga, setelah mendengar ucapan Alisha kemarin tapi saat mendengar langsung dari Angkasa ia semakin yakin.

"Maaf Kak, aku harus pulang ini sudah sore," Yesha tidak mau melanjutkan perbincangan mereka, karena ia sudah mendapat jawaban sesungguhnya.

"Tapi...." belum juga Angkasa menyelesaikan ucapannya Yesha lebih dulu menyela.

"Maaf Kak, kita bisa bicara lain waktu," Yesha berdiri lalu meninggalkan Angkasa begitu saja, ia kesal pada Adnan, ia juga kesal dengan Angkasa karena Angkasalah ia merasakan patah hati seperti saat ini, pikirnya.

Angkasa menghela nafas panjang, belum juga dirinya mengungkapkan perasaan pada gadis itu, tapi Yesha justru lebih dulu meninggalkannya. Ia jadi menyesal kenapa harus ada basa-basi dulu, tidak langsung mengatakan yang sesungguhnya. Ah sial dan benar-benar sial. Padahal momen tadi sangatlah susah ia dapatkan, tapi justru ia juga menyia-nyiakannya.

🌻🌻🌻

Beberapa hari berlalu, setelah kejadian itu, Angkasa makin sulit bertemu dengan Yesha karena gadis itu selalu menghindar. Angkasa jadi bingung sendiri, seperti ada yang salah dari dirinya sampai-sampai Yesha menghindarinya. Tapi apa? Karena ia merasa tak pernah berbuat salah dengan Yesha? Ah entahlah. Tapi ia tetap berusaha untuk menemui Yesha meskipun hasilnya selalu mengecewakan. Kenapa susah sekali untuk mendapatkan gadis itu?

Sedangkan hari pernikahan Alisha makin dekat saja, gadis itu terlihat bahagia meski Yesha tidak sedikit pun membantunya untuk mempersiapkan pernikahannya bahkan Yesha jarang sekali datang ke rumah, tapi Alisha tak pernah sedikit pun curiga karena ia berfikir jika Yesha sibuk dengan kuliahnya.

Dan hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Alisha saat ini berada di sebuah kamar hotel yang di khususkan untuk make up, gadis itu terlihat cantik bahkan terlihat berbeda alias manglingi. Ia baru saja selesai di rias oleh MUA.

Yesha masuk ke dalam kamar tersebut tanpa mengetuk pintu, ia terkagum-kagum dengan penampilan Alisha.

"Cantik banget calon pengantin," celetuk Yesha.

"Kakak bisa aja," Alisha tersenyum menanggapi, ia melihat tampilan dirinya di dalam cermin, memang cantik karena gadis itu tak pernah bermake up sebelumnya.

"Gimana rasanya? Pasti dag dig dug ya?" tebak Yesha. Ia duduk di sisi Alisha yang sedang asyik menatap dirinya di dalam cermin.

Sebenarnya gadis itu yang merasa hatinya berdegub tak seperti biasanya. Ia tadi sempat tidak mau datang ke acara pernikahan Alisha, tapi demi sepupunya itu akhirnya Yesha menguatkan diri untuk datang ke acara itu.

"Kalau Kakak enggak kuat, di rumah aja. Atau nanti pas acara ijab qobul Kakak enggak usah nyaksiin, aku khawatir Kakak pingsan," Arga yang mengatakan hal itu, sambil tersenyum menggoda sang Kakak.

"Kakak harus tetap ikut, katanya udah ikhlas?" sang Mami menimpali, "Akan ada jodoh terbaik buat Kakak, percaya sama Mami," Mami menepuk pundaknya.

"Kak," Alisha menepuk pundak Yesha, "Kok malah melamun sih Kak?" tanyanya.

"Ah enggak, cuma kepikiran kita enggak bakalan bisa tidur bareng lagi," kilah Yesha. Ia tadi melamun memikirkan ucapan adiknya.

"Masih bisa dong, nanti Kaka bisa main ke rumah, kita bisa tidur bareng," timpal Alisha sambil terkekeh.

"Mana bisa begitu, pasti su....." Yesha memotong ucapannya saat suara seseorang terdengar dari arah luar kamar.

"Sha, keluarga calon suami kamu sudah datang, ayo turun acara akan segera di mulai," Mama Icha datang bersama dengan Adinda, adik Yesha.

"Ma, aku kok jadi grogi gini ya, duhh," keluh Alisha saat mengetahui calon suaminya sudah datang.

"Rileks ya, kita temui mereka," Mama Icha menuntun Alisha untuk berdiri, "Yes, ayo tutun Alisha ke luar sama Dinda, Mama harus ke sana dulu, nemuin mereka,"

Mau tak mau, Yesha mengikuti permintaan Mama Icha, ia tidak bisa menolaknya. Mereka berdua menuntun Alisha ke balroom hotel, di mana tempat ijab qobul akan di langsungkan.

Saat matanya tak sengaja menatap netra Adnan, hati Yesha kembali perih, ia sepertinya tidak akan sanggup menyaksikan Adnan mengucap ijab qobul untuk Alisha. Sedangkan Alisha terlihat bahagia apalagi saat menatap Adnan yang begitu tampan bahkan tersenyum menatapnya. Yesha menyaksikan interaksi ke dua orang itu dengan hati perih, bahkan hatinya seperti tersayat silet di tambah ketumpahan garam, gimana rasanya itu. Perih sekali.

Setelah Alisha duduk di tempatnya, tepat di sisi Adnan. Yesha tak tahan lagi untuk tetap di sana, ia langsung pergi entah kemana. Ia takut benar-benar akan pingsan nanti saat menyaksikan Adnan mengucap ijab qobul untuk Alisha. Bahkan hanya mendengarnya saja sepertinya Yesha tak sanggup.

Setelah semuanya benar-benar siap, akhirnya ijab qobul pun di laksanakan. Dengan satu tarikan nafas Adnan telah menyelesaikan tugasnya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Alisha Noureen Al Ghifari binti Bapak Vicky Al Ghifari dengan maskawin tersebut, tunai,"

"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu.

"Sah,"

"Sah,"

"Sah,"

Setelah itu, penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai.

Hati Alisha yang tadinya gundah gulana, kini sudah sedikit lega, akhirnya ia sudah sah menjadi istri seorang Adnan. Pria yang sempat ia kagumi, pria yang ia kira cinta masa kecilnya, namun pada akhirnya ia salah menduga.

Sedangkan Adnan yang tadi sempat goyah hatinya saat menatap wajah Yesha, kini pun sudah lega karena dengan begini ia akan semakin mudah melupakan gadis itu. Meskipun terlihat jahat sepertinya, tapi ia akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Alisha, ia juga akan berusaha mencintai Alisha meskipun tidak semudah itu karena hatinya saat ini masih terpaut dengan orang lain.

Setelah itu mereka berdua pun bertukar cincin, dan untuk pertama kalinya Adnan harus mencium kening Alisha yang sudah sah menjadi istrinya. Ia memejamkan mata saat bibirnya bersentuhan dengan kening Alisha, ia sedikit gemetar saat melakukan itu, bukan karena gemetar mencium wanita yang ia cintai, tapi lebih tepatnya gemetar karena wanita yang ia kecup itu kini menjadi tanggungjawabnya, dan ia tidak boleh mengabaikan istrinya setelah itu, meski cinta belum tumbuh di hatinya. Akan sulit sepertinya.

Kemudian bergantian Alisha yang mencium punggung tangan Adnan, sebagai bakti jika ia sekarang sudah sah menjadi istri Adnan. Dan lepaslah tanggung jawab sang Papa terhadap dirinya.

Acara selanjutnya, kedua mempelai lebih dulu sungkem dengan para orang tua. Alisha menangis saat berhadapan dengan Mama dan Papanya, ia begitu banyak salah dengan kedua orang tuanya itu. Susah diatur, bahkan sering membangkang. terutama terhadap Mama.

"Jadilah istri yang baik ya sayang, jangan pernah membantah suamimu, kecuali suamimu menyuruhmu melakukan hal yang di larang oleh Allah maka kamu wajib menolaknya. Jadilah istri yang berbakti, jangan pernah mengecewakan suamimu," Mama Icha berpesan panjang lebar, ia memeluk tubuh putri kesayangannya itu dengan derai air mata.

Sama hal dengan sang Mama, wajah Alisha pun sudah banjir dengan air mata. Ia hanya mengangguk saat Mama menasehatinya.

______________

1
Febby fadila
alisha ini terlalu kekanakan lebay nggak bisa dewasa dikit, suka merajuk dengan hal2 yg nggak benar
Febby fadila
lebay pikirannya kek anak kecil nggak ada dewasa² nya
Febby fadila
salah paham lagi
Febby fadila
jangan kasih kendor bang 🤣🤣🤣
Febby fadila
ketagihan apa nafsu tu bang astaga 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
akhirnya belah duren juga tp kurang panas dan hot 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
sosweetnya 🥰🥰🥰
Febby fadila
giliran suami yg bohong kamu ngamuk tp klw kamu yg bohong harus adnan mengalah dan minta maaf,
Febby fadila
lagian si alisha udah nikah tp masih saja temanan sama para geng nya klw perempuan si nggak masalah tp kan banyak yg cowok juga, kebiasaan buruk nggak pernah berubah,
Febby fadila
lanjut
Febby fadila
aku si nggak suka sama si alisha ini, terlalu lebay dan egois
Febby fadila
ciiihhhh sok jadi korban kamu alisha makax klw nggak mau sakit hati tu jangan kekanakan, temuin aja sendiri, ingat situ yg maksa yesha buat gantiin kamu, lebay banget,,, egois maunya menang sendiri
Febby fadila
alisha kamu itu nggak bisa apa dewasa dikit seperti mama kamu dulu padahal papa kamu jauh lbih buruk dari Adnan tp mama Icha justru nggak pernah peduli dan sellu sabar, dengan pikirannya yg dewasa
Febby fadila
sesabar dan seikhlas itu kamu t
yesha, semoga kamu bakalan dapat ganti yg lebih baik dari Adnan ya
Febby fadila
mulai posesif ini bang Adnan 🤣
Febby fadila
lanjut semoga dengan adanya hukuman ini alisha bisa sadar
Febby fadila
aku si berharap klau alisha waktu balap langsung kecelakaan biar dia sadar diri, makin hari makin kek anak kecil, durhaka sama suami
Febby fadila
nggak suka sama sikap alisha egois menerutku
Febby fadila
jangan egois sha dosa loh kalau kamu nolak keinginan suami
Febby fadila
alisha ini kayak anak yg nggak pernah diajarin agama sama ortunya, kelakuannya durhaka sama suami sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!