NovelToon NovelToon
Bagaimana Dengan Ku?

Bagaimana Dengan Ku?

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:324.1k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

⚠️Ngapak Alert⚠️
Novel ini terdapat beberapa part percakapan bahasa derah, terlebih di part-part awal🙏jadi mohon bersabar bacanya ya😊kalau pusing, bagian itu silakan di skip aja👉

💐selamat membaca💐

Ayu Anindita, seorang gadis desa, yatim piatu, yang dibesarkan oleh sang Nenek. Mencoba mandiri demi bertahan hidup hingga rela kehilangan masa kecil dan remajanya. Hingga suatu hari, Ayu memutuskan merantau ke kota demi sang Nenek. Namun sayang, Ayu justru kehilangan saat-saat terakhirnya bersama neneknya.

"Kamu harus bahagia, Yu!" pesan Nenek.

"Selamat jalan, Mbah! Tenang di sana ya. Ayu di sini akan baik-baik saja," batin Yudi.

"Aku janji akan selalu melindungimu. Walaupun, kita sama-sama tahu, tidak ada cinta di antar kita," ucap Elang.

Akankah Ayu bahagia? Siapakah yang akan mewujudkan permintaan Nenek?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan di depan mata

Ditengah adegan pelukan itu, mata Elang mengedar kedalam ruanganan apartemen itu.

“Gelap!” batinnya.

Pelukan Elang perlahan mulai terurai. Tangan Elang mencoba meraih sakelar lampu yang terdapat di dekat pintu masuk.

"Kenapa gelap-gelapan sih? Bukannya kamu takut gelap!" Ujar Elang.

"Oh ... Itu, aku lupa nyalain!" jawab Levy.

Jetek!

Lampu pun menyala.

Kini terlihat jelas penampilan Levy saat itu.

Elang melihatnya dari atas hingga bawa.

“Kamu kenapa tadi nggak angkat telepon ku?” tanya Elang.

“Maaf!” rengek Levy singkat.

“Duduk yuk!” ajaknya.

Elang pun berjalan dengan tangan yang merangkul pinggul Levy.

“Kamu duduk dulu! Aku ambilin minum!” seru Levy.

Elang hanya menjawab dengan anggukan.

Levy mengambil minum di dapur yang letaknya ada di seberang ruang tamu.

Ketika sedang duduk, Elang tak sengaja meraba sesuatu yang menyembul di bawah bantal sofa.

Sontak, Elang pun menoleh dan mencoba melihat benda apa itu.

“Kenapa ini ada di sini?” batin Elang.

Saat elang menarik benda itu, elang terkejut karena dia menemukan bra milik Levy tersembunyi disitu.

Karena merasa risih, Elang pun mengembalikannya ketempat semula.

Namun, saat sedang menyembunyikan benda itu ke balik bantal sofa, dia sempat melihat ada benda lain di sana.

Ketika hendak melihat lebih jelas lagi, Levy serta merta memanggil Elang setengah berteriak.

“El!” seru Levy.

Elang yang terkaget pun segera mengalihkan pandangannya menuju arah suara.

“Ada apa, Vy?” tanyanya sambil beranjak dari duduknya.

“Ehm ... kayanya tadi ada kecoa di situ deh!” ucap Levy sambil menunjuk bagian bawah dapurnya dengan ekspresi ketakutan.

“Mana?” tanya Elang sambil berjongkok melihat di bagian bawah dapur itu.

“Di situ!” tunjuk Levy asal.

“Nggak ada kok!” jawab Elang.

“Udah pergi kali ya?” kata Levy dengan nada yang terdengar tanpa ketakutan lagi.

“Ya udah! Duduk lagi disana yuk!” ajaknya.

Mereka pun kembali ke ruang tamu.

Levy segera duduk di sofa dan menyeder pada bantal yang tadi dibuka Elang seakan mengamankan tempat tersebut. Elang pun ikut duduk di samping levy tanpa curiga.

“Vy! Sayang! Maafin aku ya! Tadi pagi aku udah jahat sama kamu!” ucap Elang.

“Ehm ... E’eh!” gumam Levy sambil memeluk Elang.

“Makasih ya, Sayang!” seru Elang sambil mengusap pundak Levy dan mengecup puncak kepalanya.

“Ehm ... Kamu jangan kaya gitu lagi ya!” pinta Levy.

“Iya, aku janji!” ucap Elang.

Beberapa saat, mereka mempertahankan posisi itu.

“Kamu tadi kenapa nggak angkat telepon aku?” tanya Elang.

“Tidur,” jawab Levy dengan nada manja.

“Dengan make up tebal gini?” tanya Elang sambil meraup wajah Levy agar menghadap kearahnya.

“Aku kecapean, El!” rengek Levy dengan wajah anak kucing minta makan.

“Ehm ... kasian banget sih!” kata Elang sambil memainkan pipi Levy dan membuat mereka tertawa.

Levy kembali memeluk pinggang Elang manja dan disambut rangkulan Elang.

“Ada pemotretan dimana tadi?” tanya Elang sambil meminum minumannya.

“Ehm ... Didaerah puncak!” jawab Levy yang nampak berdikir sejenak.

“Jauh dong!” seru Elang.

“E’eh ... Makanya capek banget!” rengek Levy.

“Sabar! Itu kan impian mu!” tutur Elang.

“Iya sih!” jawab Levy yang terdengar kekecewaan didalam ucapannya.

“Pemotretan apa sih?” tanya Elang lagi.

“Cuma pemotretan biasa, buat iklan make up!” jawab Levy.

“Oh ... Pinter banget sih milih modelnya yang cantik gini! Bisa laris manis entar!” puji Elang.

“Ih ... kamu apaan deh!” seru Levy yang semakin mengeratkan pelukannya pada Elang.

“Kalau pemotretan buat make up, kamu sendirian apa ada temennya?” tanya Elang lagi.

“Kenapa emangnya?” tanya Levy balik sambil mendongakkan kepalanya menghadap Elang.

“Ya 'kan kalau yang biasa aku lihat, ada beberapa gitu modelnya. Cantik-cantik!” jawab Elang santai.

“Oh ... Cuma dua orang cewe kok!” jawab Levy yang mulai melepaskan pelukannya.

“Ehm ... Habis itu, kamu pulang atau ada pemotretan lagi?” tanya Elang sambil meneguk jus instan yang diambilkan Levy.

“Aku pulang!” jawab Levy dengan nada yang mulai terdengar geram.

“Ehm ... Kamu pulang sama siapa tadi?” tanya Elang lagi.

“Kan tadi pagi aku dah bilang, aku pergi sama menejer aku! Ya pulangnya bareng dia lagi lah!” bentak Levy seraya beranjak dari tempat duduknya.

Berdiri membelakangi Elang dengan tangan dilipat di bawah dadanya.

“Ya 'kan aku Cuma nanya! Siapa tau tadi pulang sama temen!” tutur Elang dan berdiri mendekati Levy.

Elang menghampiri Levy dan memeluknya dari belakang. Meletakkan dagunya pada bahu Levy.

“Tadi kamu udah minta maaf lho, El! Sekarang udah mengintrogasi ku lagi! Aku nggak suka!” keluh Levy kesal.

“Iya, aku salah. Aku minta maaf ya!” mohon Elang.

Levy pun kemudian berbalik dan melingkarkan tangannya di leher Elang.

“Kamu sehari ini kaya polisi yang lagi introgasi maling tau nggak!” gerutu Levy.

“Kalau malingnya cantik gini sih, nggak akan aku lepasin!” ucap Elang memeluk pinggang Levy semakin erat.

Levy membenamkan wajahnya didada bidang Elang.

“Sayang, kamu tau nggak apa yang aku rasa sekarang?” tanya Elang.

“Apa?” tanya Levy tersenyum.

“Aku ngerasa kaya lagi meluk cowo! Hehehe!” ujar Elang.

Levy langsung mengangkat wajahnya dan menatap Elang.

“Maksudnya?” tanya Levy yang tak mengerti ucapan Elang.

“Bau tubuh kamu! Baunya kaya parfum cowo!” tandas Elang.

Levy seketika melepas pelukannya dari Elang.

“Kenapa Vy? Kenap kamu menjauh?” kata Elang hendak meraih tangan Levy.

“Aku nggak tau maksud kamu apa, El!” jawab Levy dengan wajah yang dibuang.

“Aku cuma bilang yang aku rasa kok! Memang bau mu seperti parfum laki-laki!” tutur Elang santai.

“O ... Oke, tadi emang aku pulang langsung sama menejer aku. Tapi ada temen cowo ku yang ikut numpang tadi. Masih satu menejemen,” jelas Levy .

“Dia duduk di belakang bareng aku. Jadi mungkin aja parfumnya nempel pas itu,” lanjutnya.

Elang melangkah mendekati Levy. Levy hanya bisa pasrah menutup matanya dengan wajah yang masih dibuang.

“Aku seneng kamu mau jujur, Vy!” kata Elang seraya memegang bahu Levy.

“Aku minta maaf nggak bilang ke kamu tadi!” ujar Levy yang kembali memeluk Elang.

“Iya, nggak papa kok!” kata Elang membalas pelukan Levy.

"Aku percaya sama kamu!" tambahnya.

“Kamu masih lama 'kan di sini?” tanya Levy.

“Ehm ... Kayanya nggak deh! Maaf ya! Lagian kamu juga capek 'kan! Mending kamu istirahat lagi aja!” ujar Elang.

“Iya udah, nggak papa!” jawab Levy tersenyum.

“Ya sudah! Aku pulang ya!” pamit Elang.

“E’eh ...,” gumam Levy.

Mereka berduan pun berjalan menuju pintu.

Sesampainya di pintu, Elang mengecup kening Levy sebelum dia pergi.

“Hati-hati sayang!” seru Levy.

Elang hanya menjawab dengan senyuman dan lambaian tangan. Dia pun langsung pergi menuju lift.

Levy memandang kepergian Elang sampai Elang masuk lift. Setelah itu, Pintu pun ditutup kembali oleh levy.

Levy kembali ke dalam kamar tidurnya yang sedari tadi tertutup.

“Bisa dikibuli lagi dia?” tanya Justin yang ternyata sudah ada di sana dari awal.

Dia duduk berbaring diatas tempat tidur, dengan bertelanjang dada dan tubuh bagian bawahnya tertutup selimut.

“Itu lah Elang! Si bodoh yang munafik!” jawab Levy sambil mendekat ke tempat tidur.

“Kalau tidak bodoh, setiap kamu kesini dan dia kesini, kamu nggak bisa nyaman ngumpet di kamar tidur ini!” lanjutnya sembari duduk diatas tubuh Justin.

“Sayang sekali! Wanita cantik seperti mu, tidak digunakan sebagaimana mestinya!” ujar Justin dengan senyum miringnya.

Levy menjawab perkataan Justin dengan kecupan dibibir pria itu.

Kemudian, mereka melanjutkan aktivitas mereka yang terinterupsi oleh kehadiran Elang.

.

.

.

.

.

Di tempat lain,

Ayu dan Yudi baru saja menyelesaikan makan malam mereka, dan keluar dari warung tenda pinggir jalan itu.

“Kita ke pasar malem yuk!” ajak Yudi.

“Emang ada?” tanya Ayu.

“Kamu itu nggak peka banget sama sekitar mu ya!” ucap Yudi.

“Kok gitu? 'Kan aku emang nggak tau!” jawab Ayu tak terima.

“Aku aja, yang cuma numpang beli permen di warung deket kontakan kamu, tau! Lha kamu, yang tinggal disini bisa nggak tau, apa coba kalau nggak peka!” kata Yudi dengan menekankan kata ‘peka’.

“Iya deh iya! Tuan maha peka!” cibir Ayu.

Yudi yang mendapat cibiran pun tak tinggal diam.

Dia memiting leher Ayu dan membawanya ke pasar malam.

Ayu yang dibawa seperti itu pun meronta minta dilepaskan.

“Yud, lepasin! Sakit nih!” pinta Ayu.

“Sakit apanya? Orang mitingnya juga pake cinta kok!” celetuk Yudi.

Ayu yang mendengar celetukan itu pun mencubit pinggang Yudi, hingga pitingannya lepas dan Ayu berlari sambil sesekali menghadap ke belakang, dan menjulurkan lidah kearah Yudi tanda mengejek.

Karena Ayu begitu senang bisa membalas Yudi, Ayu sampai tak memperhatikan jalan.

Tak disadarinya, dia hampir sampai di perempatan gang yang cukup ramai.

Ayu masih saja meledek Yudi dengan sesekali menghadap belakang menertawai Yudi yang kesakitan karena cubitannya tadi.

Hingga tiba-tiba,

TIN ... TIN ... TIN ... TIN ... TIN ...

CIIIIIIIIIIIIITTTTTTT.......

KROSAK!

GUBRAK!

**Nah lho! ada apa itu?

maaf ya say, updatenya telat banget🙏 makasih buat kalian yang tetap setia nungguin aku up😘

💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐

Hai readers ... jangan lupa tinggalin jejak kalian ya😊

ditunggu like, comment dan votenya biar aku tambah semangat lagi up nya💪

thanks buat yang udah mampir dan udah kasih dukungan🙏

Happy reading, guys😘**

1
Pensil Keajaiban
halo kak 😁
Pensil Keajaiban: siap kak 😁
total 2 replies
Nur Ahmadsaefudin
aq mampir ki.. tag jajal ceritane apek ra.. aq seneng boso jowone... he he.. ws tamat iki, mak..?
🐌KANG MAGERAN🐌: wis mbak yu, iki novel pertama dadi pasti oakeh salahe lan amburadul🤭tp nek alure kayane apik🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rita Rusdiana
kasihan Yudi. nasib Elang dan Yudi ada di tangan author
🐌KANG MAGERAN🐌: sabar kak🤧
total 1 replies
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Goo semangat up-nya
Janah
Alhamdulillah
Janah
😭😭😭😭
Janah
oke semangat Thor 💪😘😘❤️ ❤️❤️
VBEAR
semangat terus kak 💪🤗
Askadina
trimakasih,tapi saya gakpunya IG ,cuma WA aja, no wa saya 085246023229 🙏🙏
🐌KANG MAGERAN🐌: oke kak, nunggu yg lain dulu ya🙏
total 1 replies
Novita Sari
terima kasih kak,tapi cara nya gmn ya😀
Novita Sari: kak, terima kasih pulsanya semoga sukses selalu 🙏😍
total 5 replies
VBEAR
kembali membaca secara perlahan 😄
Askadina
ceritanya seru,gak terlalu berbelit belit
lanjutin donk ceritanya,😘😘😘
Novita Sari
yah kok tamat sih,lanjut kisah Bianca kak, 😍
Irna Mairani
sy telat bacanya jd gk dpt pulsa geratisanya 😭 tp ceritanya ok bangett
Prapti Handayani
Alhamdulillah...akhirnya...seneng deh kalau semua bahagia.tinggal nunggu yudi dan Bianca nikah ni.
adakah season 2 buat Adiba potrinya Elang dan Ayu.Dan klnjtan hub Yudi dn Bianca😀
Kutunggu deh thor💪
Mey
Alhamdulillah... akhirnya dibalik kesusahan ada kemudahan..dibalik kesedihan ada bahagia yg menanti..ikut bahagia aq Thor ..❤️itu hikmah yg bisa ku ambil dr baca ceritamu..makasih pembelajaran nya..🙏👍
semoga kamu makin kreatif ya Thor.. ditungguin cerita lainya yg pasti sarat dgn pembelajaran hidup..😘😘🌹🌹❤️❤️
1 lg..jangan lupa ngopiiii....☕😁💪
Siti Balqis
bagus ceritanya Thor tambah bonus ya biar tambah seru
Mey
yud..buruan dihalalin aja Bianca..biar bebas sosornya..gak dosa..🤭🤭
lanjy Thor..💪😍
🐌KANG MAGERAN🐌: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
Prapti Handayani
Perasaan kok hri ini upnya dikit amat y thor???
🐌KANG MAGERAN🐌: sama kok kak😭😭😭😭1000k lebih ini🤔mungkin karena terlalu asik baca kali ya🤭✌
total 1 replies
Mey
selamat ya mas Elang n ayu..menjadi ayah n bunda.. selamat datang di dunia n hadir di keluarga Airlangga baby Adiba..😘😘❤️
🐌KANG MAGERAN🐌: makasih Onty
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!