Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menatap geram
Staff bagian accounting dan staff sales sudah berkumpul di ruang meeting. Peter, Selena, Alton dan Tom melangkah bersama masuk ke dalam ruang rapat. Semua nya nampak tegang, situasi nampak tak nyaman. Semua staff yang merasa melakukan kesalahan menundukkan kepala saat melihat mereka melangkah masuk ke dalam ruang rapat.
Selena memberikan sambutan nya, tidak dengan Alton. Dia yang sudah geram sejak Susi masuk ke dalam ruang CEO menyela ucapan lembut Selena saat menanyakan pada Susi di hadapan staff lain tentang diri nya membantu staff bagian sales untuk melakukan kecurangan.
"Jadi, pikirkan lah. HUKUMAN APA YANG PANTAS UNTUK KALIAN!"
Alton mengatakannya dari suara pelan hingga lantang, membuat semua orang terkejut dengan yang baru saja mereka dengar. Tidak berani menatap ke arah nya. Selena yang tengah duduk di samping Alton kemudian meraih tangan Alton dengan lembut di bawa meja dan berusaha menenangkan nya.
Suasana sudah sangat panas dan mulai tidak kondusif. Tom menatap Alton yang sudah mulai naik darah, apalagi saat mengedarkan pandangan nya pada orang-orang yang terus tertunduk karena kesalahan yang mereka lakukan.
'Dia memang pantas memimpin perusahaan ini.' batin Peter dalam duduk nya.
Tom lalu memberikan selembar kertas pada masing-masing staff dan minta semua staff menuliskan apa saja kesalahan yang sudah mereka lakukan dan berapa nominal yang sudah mereka ambil untuk membuat rugi perusahaan.
"Jika kalian tidak bisa menulis apa saja kesalahan di atas kertas tersebut, saya sendiri yang akan membuat kalian tidak dapat menulis lagi besok!" ancam Alton
Sontak membuat Selena terkejut dengan ucapan Alton, memper erat genggaman tangan Selena pada Alton lalu menatap Alton dengan memelas.
'Lihat lah, melihat wajah sedih mu untuk mereka membuat ku tak kuasa untuk menghukum mereka. Tapi aku tetap akan menghukum mereka.' batin Alton
Peter membuka lembaran berkas di hadapan nya, Tom sudah mempersiapkan data berapa nominal kerugian di perusahaan nya dan berapa saja yang sudah di ambil oleh masing-masing staff nya.
Peter membuka lebar kedua mata nya menatap satu nama staff sales yang sudah dia percaya, lalu membawa pandangan nya ke arah staff sales tersebut menatap geram ke arah nya.
Ya, semua staff menulis dengan tangan gemetar di atas kertas tersebut. Tapi tidak dengan Sony, dia dengan santai menulis kesalahannya. 'Sudah basah, kenapa harus takut. Berani berbuat ya berani bertanggung jawab.' batin Sony
Menumpuk lembaran kertas tersebut di hadapan Peter. Dan ada yang menulis akan melunasi dengan di cicil dan ada juga yang akan membayar nya dengan aset yang mereka miliki. Kemudian tanda tangan di atas materai dengan di tandatangani Peter selaku pemilik perusahaan.
Berusaha menunjukkan sikap santai nya. Peter berkata, "Kau tetap di sini, Son."
"Ingat, setelah hari ini jika kalian menghilang besok saya tidak sulit menemukan persembunyian kalian!" ucap Alton tegas
"Dan kamu Susi, tetap di sini dengan nya." imbuh Peter
Staff yang tidak di sebut nama nya oleh Peter perlahan meninggalkan ruang rapat. "Kenapa kalian melakukan ini pada perusahaan yang sudah memberi kalian nafkah? Apa kurang saya memberi gaji kalian?"
Peter menatap tidak percaya pada dua orang di seberang duduk nya. "Saya tahu betul seperti apa kalian. Kau Son, katakan. Kau kemana kan uang ratusan juta yang kau ambil?"
Sony menjawab nya dengan santai dengan wajah tanpa dosa, "Saya gunakan ya untuk hari-hari, Pak."
Alton menatap wajah Sony hingga ingin bangkit berdiri lalu menghampiri dan menghajar nya, tetapi genggaman Selena semakin erat untuk menahan nya melakukan hal tersebut.
"Selidiki rekening tabungan kedua nya." titah Alton pada Tom seraya menunjuk ke arah Susi dan Sony.
"Baik, Tuan." jawab Tom
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗