NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 20

 Bila keluar dari toilet, mendekati Gama. " tuan" Gama menoleh dan langsung berdiri, menggandeng tangan Bila keluar dari toko " apa yang kau perlukan lagi?", Bila fikir dia akan langsung di seret pulang setelah kejadian tadi, apalagi tadi Gama tampak sangat marah. Bila memperhatikan wajah Gama dengan hati hati takut menyinggungnya,"kau tahu kan aku masih sangat marah!" langsung menyerang, Bila gelagapan." saya harus melakukan apa tuan? Apa tidak sebaiknya kita pulang saja?" setidaknya ketika berlutut dia lakukan di mansion, tidak di tempat umum, fikir Bila.

Gama mengarahkan Bila ke toko kue, " pilih sebanyak yang kau suka! Dan pastikan kau memakai kartuku!", Bila langsung memindai semua kue dan cookies yang tertata rapi di di depannya tampak menggiurkan dan menggugah selera. " saya pilih yang ini ini ini" pelayan sigap mengambil semua yang di tunjuk Bila, Bila hanya ingin memuaskan lidahnya sebelum mendapat hukuman dari Gama. Karena Bila yakin dia tidak akan semudah itu di lepaskan, padahal aku ketemu Refan juga bukan karena janjian, tapi dia sudah menganggap ku seolah olah berselingkuh di depan matanya, maka akan ku kuras habis uangmu tuan pendendam! Tersenyum jahat.

Mau Bila beli sebanyak apapun kue bahkan tokonya tidak akan membuat seorang Gama bangkrut, karena hanya receh bagi Gama. Bila bahkan tidak tahu bahwa mall yang dia singgahi adalah milik Sigama group, dia hanya tahu Sigama group adalah perusahaan ternama. Dia memang tidak tertarik untuk mencari tahu, berbeda dengan perempuan lain yang mengincar Gama karena kekayaan dan kekuasaan.

Gama menyerahkan black card membayar semua yang Bila beli, walau masih tampak kesal karena di dahului oleh Refan. Bila memang sengaja beli banyak untuk di bagikan pada pekerja di rumah dan sekretaris Seth serta dua pengawalnya. Gama semakin kagum dengan Bila yang tidak melupakan para bawahannya, Bila memang menganggap semua orang yang bekerja di mansion adalah keluarganya.

Setelah agenda belanja yang penuh drama usai, Gama dan Bila telah berbaring di tempat tidur, "pijat aku!" Bila langsung mematuhi perintah, dengan telaten Bila memijit Gama, dasar laki laki lemah padahal bukan hanya kamu yang cape, aku juga bahkan kakiku pegal. " berhenti memakiku!" bagaimana bisa dia mendengar suara hatiku Bila melirik Kanan kiri, Bila langsung merinding takut Gama memiliki sosok makhluk yang membantunya, karena dulu temannya sering bercerita tentang kesuksesan orang kaya yang di bantu sosok gaib.

Padahal Gama hanya asal menebak, dan dia melihat Bila dari pantulan handphone nya bagaimana tingkah Bila yang lucu menurut Gama. Gama berbalik dan menjatuhkan Bila di atas tubuhnya, Bila sempat terlonjak sebelum diam di atas Gama. " kenapa kau masih menggunakan kata itu untuk memanggilku?Seperti orang asing! Bahkan orang asing saja kau panggil dengan ramah, sedangkan aku kau panggil apa?" sengaja mempertegas kata asing yang di tujukan untuk Refan, " tuan ingin saya memanggil dengan sebutan apa?", "terserah" Bila tampak berfikir keras, takut salah karena dia masih belum di maafkan. " mas?" Gama berdeham, "kakak?", " memangnya aku saudaramu!". Bila ragu, tapi tetap dia tanyakan " sayang?" hati Gama berdesir, diam. Karena Gama tidak merespon Bila tampak bingung, "apa itu saja tuan?", " hemm" lebih keras, karena Bila masih bertanya dengan sebutan tuan.

" baiklah sayang, tapi anda juga begitu ya!" Bila mencoba menyamakan panggilan. "baiklah, dan jangan menggunakan bahasa formal padaku, memangnya kita sedang berbisnis!". " baik sayang" Gama sudah menempel kan bibirnya dan melumatnya lembut, malam panjang akan kembali mereka lalui.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!