NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK SABARAN

"Nanti siang aku jemput."

"Hah?" Ucapan Taufiq membuat Raniya terperangah. Tangannya yang hendak mencium punggung suaminya itu masih bergantungan mencoba meminta kejelasan dari ucapan suaminya barusan.

"Nanti siang aku jemput." Ulang Taufiq dengan tangan masih di genggam Raniya.

"Je-jemput gimana?" Tanya Raniya masih belum mengerti.

"Sam kan mau beli peralatan sekolah. Jadi, kita pergi bersama-sama siang nanti. Kita bawa Sunny dan juga Langit." Ujar Taufiq memperjelas ucapannya.

"Eh?" Raniya masih bergeming. Dia tidak tahu harus apa dengan perasaannya yang tiba-tiba kegirangan di dalam dadanya.

Taufiq mengedipkan matanya mengarah ke tangan mereka.

"Oh.. I-iya..." Ucap Raniya gugup seraya menempelkan punggung tangan suaminya itu ke dahinya yang lebar.

"Aku pergi... Tidak usah terlalu repot dengan peralatan milik RT. Minta tolong sama beberapa pemuda saja. Terus, nggak usah masak. Kita sekalian makan siang di luar." Ujar Taufiq berpesan.

"Iya..." Sahut Raniya sembari mengangguk.

"Assalamu'alaikum..." Ucap Taufiq berpamitan.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah..." Jawab Raniya masih berdiri menatap kepergian suaminya untuk bekerja.

"Pergi bersama?" Gumam Raniya sendiri. Senyum malu-malu di bibirnya, tidak mampu ia sembunyikan.

Sudah beberapa pekerjaan dia lakukan, namun waktu masih saja terasa lama baginya menuju siang. Berkali-kali matanya menoleh ke arah jarum jam, sebanyak itu pula ia mengeluh.

Jam pun serasa sedang memperolok-olok diriku. Huh... Tidak mau bersahabat sama sekali...~ Oceh Raniya kesal.

"Kenapa, Kak? Kok manyun gitu? Apa pekerjaan kami lama ya, Kak?" Tiba-tiba, pertanyaan salah seorang pemuda yang bekerja mengurus peralatan RT mengejutkan dirinya.

"Eh? Owh... Tidak, Bang... Santai saja..." Sahut Raniya gelagapan.

"Ehehehe... Saya pikir karena kami, Kakak sampai manyun gitu. Semuanya sudah selesai kok, Kak. Kami mau ijin pamit..." Ujar pemuda itu lagi sambil menyeringai kecil.

"Ah tidak kok, Bang... Saya nggak manyun..." Elak Raniya dengan tersenyum sungkan. "Jadi udah selesai semua ya, Bang?" Tanya-nya mengalihkan pembicaraan.

"Sudah, Kak..." Jawab pemuda itu sambil mengangguk.

"Terima kasih ya, Bang... Ini ada sedikit rezeki untuk Abang semua yang sudah membantu saya dari kemaren." Ucap Raniya sembari menyodorkan sebuah amplop.

"Eh... Apa ini, Kak? Tidak perlu. Kami bahkan juga sudah disuguhkan minum kopi sama sarapan pula." Tolak pemuda itu.

"Nggak ada do'a penolak rezeki loh, Bang... Nanti saya jadi tidak enak untuk minta tolong lagi sama Abang semua." Ucap Raniya seakan memaksa.

"Tapi Kak..." Pemuda itu semakin merasa tidak enak. Dengan terpaksa, akhirnya dia mau menerima amplop yang diberikan Raniya.

"Terima kasih ya, Kak... Jangan sungkan-sungkan meminta pertolongan dengan kami lagi." Ucap pemuda lainnya.

"Mommy... Sudah jam berapa?" Melihat rumahnya sudah sepi, Samudra mendekati Raniya. Anak kecil itu juga terlihat tidak sabaran menunggu siang sejak diberitahu Raniya bahwa Daddy mereka yang akan menjemput.

"Sudah jam setengah sepuluh, Sayang. Kenapa? Samudra sudah tidak sabaran ya?" Ujar Raniya lembut.

"Iya... Sam sudah lama tidak jalan-jalan, Mom." Ucapnya.

"Hemmm... Memangnya kita nanti pergi jalan-jalan ya?" Goda Raniya.

"Memangnya Daddy nggak ngajak kita buat jalan-jalan, Mom?" Tanya Samudra terlihat kecewa.

"Entahlah... Mommy juga tidak tahu." Jawab Raniya sambil mengangkat bahunya membuat Samudra semakin merengut.

"Yaaaa... Ckk..." Gumam Samudra berdecak. Raniya tertawa geli melihat wajah lucu Samudra yang tengah bersungut seperti itu sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.

"Jangan manyun begitu... Nanti si sulung-nya Mommy tidak tampan lagi..." Goda Raniya sambil mencubit gemes pipi cubby Samudra. "Sambil nunggu Daddy jemput, kita main bareng Dek Sunny dan Dek Langit di kamar yuk..." Ajak Raniya membujuk. Dia merentangkan telapak tangannya menunggu tangan kecil samudra menyambut.

Samudra mengangguk dan memberikan tangannya untuk digandeng Raniya menuju ke kamar.

"Samudra tahu, seperti apa ibu?" Tanya Raniya membuka obrolan mereka. Sikap Taufiq tadi membuat dirinya tak berhenti untuk cemburu kepada ibunya anak-anak.

"Ibu cantik. Ibu baik. Sam sayang ibu..." Sahut Samudra dengan suaranya yang terdengar memarau.

"Semua ibu tentunya baik, Sayang..." Ujar Raniya ikut sakit mendengar ucapan Samudra. "Samudra kalau sayang ibu, do'akan ibu terus ya. Biar ibu masuk surga."

"Iya... Ayah juga..." Sahut Samudra sembari mengangguk kecil.

"Ayah?" Ulng Raniya. Dahinya yang lebar mengkerut seketika.

Samudra mengangguk.

"Owh... Maksud Samudra kakek ya..." Samudra kembali teringat ucapan Bu Lian.

"Bukan, Mom... Ayah..." Ucap Samudra meyakinkan Raniya bahwa Ayah yang dimaksudnya adalah ayah kandungnya.

"Iya... Iya... Terserah Samudra." Raniya mengalah. Dalam hatinya, tidak akan mampu mengubah panggilan Samudra kepada kakeknya itu. Apalagi Kakek Samudra sudah tiada.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hera sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!