NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angka Papan Tulis

Berlian mengaduh kesakitan, sorot matanya menyipit begitu ia mengalihkan pandangan ke samping. Celine mengusap hidungnya dengan cengiran khas. "Aku bosan, gak masuk itu pelajaran ke kepalaku, malah nambah pusing," katanya merengek. Sejak tadi materi yang disampaikan oleh gurunya bak angin lalu.

"Diam deh, jangan ganggu Celine. Entar kita dipanggil ke depan ngerjain soal, mau kau?"

"Tapi bosan banget," Celine menggoyangkan lengan Berlian, bersenandung kecil dengan mata tertutup.

"Lepas!"

"Nggak mau, ngobrol aja yuk kita!" usul Celine dengan wajah pongah.

"Sesat banget kau, jangan ajak aku berbuat kejahatan. Aku mau belajar ini, kalau mau dihukum jangan ikutkan aku Celine!"

Celine menggeleng keras, terus mengganggu Berlian sampai tingkah laku mereka menjadi sorotan karena terlalu berisik. Sebuah penghapus melayang begitu saja sampai mengenai dahi Celine, perempuan itu meringis lantas menatap tajam ke depan.

Nyaris dia mengeluarkan kata-kata mutiara.

"Celine maju ke depan, kulihat kamu sudah sangat pintar. Coba kerjakan satu soal!" titah Bu Ida dengan tatapan tajam yang mampu membuat Celine meneguk ludahnya gugup.

"Berlian—"

"Kita gak kenal, maju sana!"

Celine menatap tidak percaya pada Berlian, merasa baru saja telah dikhianati. Dengan langkah gontai perempuan itu maju ke depan dengan tangan yang gemetar menerima marker.

Angka-angka di papan tulis bagaikan deretan yang mematikan, seolah menghakimi Celine. Dia menoleh pada gurunya yang menatap dirinya tajam, tidak memberi celah penolakan.

"Aku benar-benar nggak ngerti," gumamnya frustasi. "Sedari tadi aja aku cuman ganggu Berlian gimana bisa tahu?"

"Cepat kerjakan!" titah Bu Ida lantas berdiri, dia melangkah ke sebelah Celine yang sedari tadi mematut diri di papan tulis. Tidak berani menatap ke arah Bu Ida.

Celine pura-pura menulis angka acak, memindahkan variabel atau apa pun yang sekiranya dapat memudarkan kekhawatirannya. Mulutnya komat-kamit tanpa suara memohon supaya Bu Ida berbelas kasih membiarkannya pergi.

"Ngerti nggak kamu? Makanya kalau gak tahu apa-apa jangan ribut di belakang, berdiri kamu di situ sampai jam mata pelajaran ibu selesai," kata Bu Ida, hampir saja dia naik darah lagi ketika Celine mengiyakan perkataannya, tetapi gadis itu tetap menghadap papan tulis.

"Hadap depan Celine!"

Celine tersentak.

Bu Ida menghela napas gusar, dia memandang ke depan memindai satu per satu muridnya. Matanya berhenti ketika mendapati Ares yang sedang bertopang dagu dengan pensil di ujung jarinya.

"Ares maju ke depan, kamu ajari dulu Celine bagaimana mengerjakan soal ini." kata Bu Ida kemudian duduk kembali di mejanya.

Ares berjalan dengan langkah santai, berdiri tepat di depan Celine yang tampak linglung. Matanya yang besar membola dengan senyum tipis yang tampak gugup.

"Markernya Celine," pinta Ares. Perempuan itu memberikan marker lantas menyingkir dari jalan Ares, membiarkan laki-laki itu mengerjakan soal yang semula dia acak-acak.

"Perhatikan bagaimana Ares mengerjakannya," ucap Bu Ida.

"Baik, Bu."

Ares mengerjakan soal dalam waktu kurang lebih lima menit. Namun Celine belum juga mengerti, menurutnya langkah yang dibuat Ares terlalu rumit dan tidak mampu dicerna otaknya.

"Kamu mengerti?" tanya Ares.

Celine tampak ragu, dia menggaruk kepalanya dengan senyum malu-malu. "Bisa gak kamu jelasinnya lebih sederhana. Aku beneran gak ngerti," tuturnya.

Ares menghela napas panjang, ia memerintahkan Celine untuk mendekat dan tanpa sengaja membuat tangan mereka bersentuhan. Napas Celine tercekat saat itu juga, dia mengambil satu langkah ke samping.

"Grogi banget," cibir Ares.

Ares mulai menjelaskan dengan langkah yang lebih sederhana. Dia bahkan membuat soal baru dan meminta Celine untuk mengerjakan. Celine manggut-manggut kala Ares mengoreksi jawabannya.

"Pindahkan dulu jadi dua ruas, baru bagikan hasilnya," ujar Ares.

"Begini?" tanya Celine.

"Iya Begitu."

Celine mengulas senyum puas begitu jawaban yang benar berhasil dia dapatkan. Dengan wajah sombong dia menatap ke arah papan tulis, baru saja dia merasa dapat menjadi mentor matematika.

"Bagus Ares kamu akhirnya bisa membuatnya mengerti. Duduklah."

"Baik, Bu."

Bu Ida bangkit dari bangkunya menatap Celine yang merasa kecil. Rasa bangganya menciut begitu saja. Celine menggigit bibir bawahnya.

"Kamu ngerti kesalahanmu?" tanya Bu Ida.

Celine mengangguk menjawab dengan getir, "Maaf Bu, saya tadi salah. Tidak seharusnya berbuat onar di jam mata pelajaran. Saya tidak akan mengulanginya lagi."

"Bagus kalau kamu mengerti. Untuk saat ini kesalahanmu dapat dimaafkan, tapi untuk lain kali hukumannya akan jauh lebih berat. Kamu bisa kembali duduk," ujar Bu Ida. "Belajarlah lebih giat, kalau bisa minta diajari teman sekelas misalnya Ares."

"Iya Bu."

Celine kemudian berjalan menuju bangkunya ketika Bu Ida membiarkannya pergi. Bibirnya merenggut begitu melihat Berlian yang tampak menahan tawa. Dia memalingkan muka tak mau melihat wajah menyebalkan Berlian.

"Dasar pengkhianat!" kata Celine.

"Kau yang salah tapi malah kau yang marah. Sehat?"

"Harusnya kau bilang sesuatu untuk membelaku di depan Bu Ida."

Berlian melambaikan tangannya lantas menoleh ke depan. Sepertinya Celine belum kapok diberikan hukuman. Bu Ida baru saja melihat ke arah bangku mereka dengan tatapan tajam.

"Diam deh, itu singanya Bu Ida keluar nanti, mau dihukum lagi?"

Celine mengangguk saja.

Beberapa saat berlalu dengan keheningan. Celine membuka bukunya untuk mengalihkan rasa gugup yang datang tiba-tiba di benaknya, ketika mengingat bagaimana Ares mengajarinya di depan.

"Aku di depannya apakah tampak bodoh? Dia merasa aku memalukan gak, ya?" Pertanyaan itu berputar-putar di benaknya. Menghantuinya dalam opini yang membuat moodnya jadi buruk.

Mana ada orang yang suka gadis dengan nilai minus. Di mana-mana Jasmine jauh lebih baik.

Mending kamu mundur deh, kalau kataku. Buang-buang usaha, gak berarti juga. Tengok aja tadi, kayak gak ada apa-apa antara kalian. Seolah dia gak bongkar rasa sukamu.

Bel berbunyi dengan keras, menandakan jam pelajaran telah berakhir. Berlian melambaikan tangannya di depan Celine yang tampak melamun dengan guratan halus di dahinya.

"Celine!" panggil Berlian.

Perempuan itu tersentak, kemudian menatap linglung ke depan. Dia mengerucutkan bibir begitu matanya bertemu pandang dengan Berlian. "Menurutmu Ares suka gak sama cewek yang gak pintar?" tanya Celine.

Berlian menaikkan sebelah alisnya, ia memijat pelipisnya. "Kamu kenapa lagi?"

"Jawab aja."

"Kalau orang udah beneran suka mana peduli soal begituan, paling juga malu dikit kalau diajak jalan. Soalnya dongonya keliatan banget. Makanya belajar supaya pintar, biar dilirik Ares," kata Berlian menceramahi.

"Sesekali kamu buat aku berharap dengan kata-katamu gak bisa ya?"

"Ngapain, nanti kamu malah berharap trus sakit hati, aku juga yang repot. Gak usah ngadi-ngadi deh Celine. Beresi bukumu, kamu gak mau pulang?" kata Berlian.

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!