NovelToon NovelToon
When I ...

When I ...

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:445.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Miraicle Dewi

"Aku hamil."

Ketika hal itu meluncur dari mulut Dea, Reza begitu gusar. Bagaimana ia bisa menjadi seorang ayah, sedangkan dirinya baru lulus kuliah?

Tak mendapatkan apa yang diharapkannya dari pria yang telah menghamilinya itu, Dea terpaksa cuti kuliah dan ke Jakarta diam-diam tanpa diketahui orangtuanya.

Dea harus menjalani kehidupan berat, berjuang tanpa siapa pun, termasuk Reza, dalam membesarkan bayi yang ada di dalam kandungannya.

Nggak menjamin update setiap hari, tapi tungguin aja setiap jam 18:59 ya?

@copyright February 2020

ig: @miraicledewi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miraicle Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Setelah keluar dari ruangan itu, Dea mengunci bibirnya rapat-rapat, tak mau menatap Dean, apalagi menyahut seruannya.

 

 

"Dea! Dea!" panggil Dean seraya menyusulnya ketika mereka berada di parkiran. "Dea, lo marah sama gue?"

 

 

Bukannya Dea tidak mendengar, dia benar-benar tidak mengacuhkannya. Dean berlari menghadang langkah gadis itu agar berhenti.

 

 

"Jawab dong? Jangan jadi kayak kambing conge gini?"

 

 

Mata tajam Dea langsung menebas hatinya hingga Dean mendelik. Pria ini benar-benar! Sudah bikin Dea kesal, malah diledekin dengan sebutan "kambing conge"?

 

 

"Dean, apa kamu nggak berpikir saat berbohong tadi sama papa kamu?"

 

 

"Berpikir. Sampai berkali-kali malah," sahut Dean.

 

 

"Kalau emang begitu, kenapa kamu malah mengambil keputusan ini?"

 

 

Hening, Dean menatap gadis itu lamat-lamat. Sikap santainya berubah serius.

 

 

"Udah cukup lo menderita. Gue yang akan membahagiakan lo sekarang."

 

 

Lagi-lagi, Dea membantah ketulusannya dengan mengalihkan pandangan. "Berhenti memiliki ide konyol itu!" gumamnya.

 

 

"Gue nggak tahan melihat lo harus kerja, sedangkan lo lagi hamil."

 

 

"Itu urusan aku," tukas Dea berbicara pelan.

 

 

Dean menghela napas. Betapa keras kepalanya gadis ini. Apa yang perlu dilakukannya untuk membuktikan ketulusannya ini?

 

 

Ia melirik Dea yang sedang tertunduk dalam. Biarlah dibilang lancang. Biarlah dibilang nyinyir. Ia siap jika harus ditendang olehnya hanya karena ia tiba-tiba memeluknya.

 

 

"Gue ****, tapi gue mencintai lo," ujarnya lirih, hingga masuk ke dalam sanubari Dea yang dilapisi oleh kawat berduri.

 

 

Dea tak lagi menegang, ataupun marah. Semua kekeraskepalaannya seolah luruh hanya sekejab saja. Tangannya yang hendak menghela Dean, perlahan diturunkan. Mendengarkan kembali ucapan lembut Dean.

 

 

"Reza emang nggak tergantikan di hati lo. Gue juga bukan ayah biologis anak lo. Tapi gue cowok yang siap memberikan apa pun yang lo butuhin. Gue akan menyayangi anak lo seperti anak kandung gue."

 

 

Dea termenung, tatapannya sendu. Kenapa sebuah janji mudah sekali meluluhkan hati wanita?

 

 

"Ini bukan janji. Ini prinsip gue," lanjut Dean. "Lo boleh nggak percaya, tapi gue mohon, pikirkan ini lagi."

 

 

Pelukan itu dilepaskan oleh Dean. Ini masih membingungkan bagi Dea, sehingga tak dapat menatapnya secara langsung.

 

 

🌸🌸🌸

 

 

"Apa?" Rachel berseru, lalu tersentak karena menyadari sikapnya tadi. Lantas, dipelankan suaranya ketika berbicara lagi. "Mama nggak salah ngomong? Nggak mungkin abang lakuin itu?"

 

 

"Mama tadinya juga nggak percaya, Rachel," jawab mamanya di seberang telepon. "Tapi papa bilang gitu, dan Mama langsung interogasi abang kamu. Dia mengakui semuanya."

 

 

"Siapa nama cewek yang abang hamili, Ma?"

 

 

"Em ... aduh, Mama lupa. Ah, nggak tahulah! Nanti kamu lihat sendiri perempuan itu!"

 

 

Rasa penasaran tidak terpuaskan. Maka, ia menghubungi Dean, setelah menutup telepon dari mamanya.

 

 

Ia mendecak kesal. "Di-reject lagi!"

 

 

Ia mencoba terus menghubungi abangnya sampai 5 kali. Akan tetapi, tidak diangkat. Akhirnya, ia mengirim pesan WA.

 

 

"Bang, siapa nama cewek yang lo hamilin itu?"

 

 

"KEPO." Dean membalas.

 

 

"Ih, serius!"

 

 

"Hehehe. Nanti juga lo bakal tahu."

 

 

Sebal! Sok misterius sekali abangnya itu!

 

 

Rachel merengut, memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Ia keluar dari kelasnya yang sudah mulai sepi, dengan rasa penasaran yang membuatnya kesal sampai tak keruan.

 

 

🌸🌸🌸

 

 

"Mencintai aku?" gumam Dea, termenung sambil bersandar di dekat jendela.

 

 

Di dalam kepalanya dipenuhi oleh ucapan-ucapan Dean tadi sore. Semua terdengar meyakinkan, tapi Dea seakan masih merasa ragu.

 

 

Dipejamkan matanya perlahan. Semua bayangan kebersamaan dengan Dean berputar-putar bagai roll film. Hanya sedetik, Dea terhenyak dan membelalakkan matanya cepat.

 

 

Apa ia sudah gila? Kenapa memikirkan pria itu, bahkan sampai melihat bayangannya segala di bawah sana!

 

 

Dea menggelengkan kepala sambil berjalan menuju tempat tidurnya, mengusir halusinasi tak masuk akal itu.

Kemudian, ia duduk, kembali termenung begitu melihat foto di layar ponselnya.

 

 

Kenangan indah menguar dari foto mesranya dengan Reza. Begitu manis, tapi menyakitkan. Setelahnya, apa yang diucapkan oleh Alena kembali teringat.

 

 

"Lo nggak perlu tangisin Reza. Nggak pantes juga dipikirin. Biarin aja dia pergi meraih kebahagiaanya. Lo pun juga harus melakukan hal yang sama."

 

 

Ibu jari Dea menekan tombol "hapus". Namun, jarinya membeku saat layar kembali menampilkan dua opsi "Ya" dan "tidak".

 

 

Ia tersentak karena tiba-tiba terdapat panggilan masuk di ponselnya. "Dean?" Ia mengernyit, lalu mengangkat telepon itu.

 

 

"Halo?"

 

 

"Dea, tega banget sih lo? Masa biarin gue berdiri di depan rumah malam-malam gini?" Kemudian, Dean bergumam, "Mana dingin banget lagi?"

 

 

"Hah? Kamu di depan rumah?"

 

 

"Iya. Bukannya lo tadi lihat gue dari jendela kamar lo?"

 

 

Tunggu. Jadi, yang dilihat di bawah itu bukan bayangannya Dean?

 

 

"Ya udah, kamu masuk aja ke dalam rumah," kata Dea.

 

 

"Gue mau ngajak lo makan. Lapar tahu, abis diceramahi papa sama mama gue," keluh Dean, membuat Dea tergelak tanpa suara.

 

 

"Tapi aku—"

 

 

"Ya udah, temenin gue makan aja, please." Dean memelas.

 

 

Akhirnya, Dea mengalah. Diraihnya sweater warna toska dari lemarinya, lalu bergegas menemui Dean yang sudah menunggu di depan rumah.

 

 

Mereka mencari tempat makan tak jauh dari tempat kos Dea, memesan seporsi nasi goreng dan martabak telur untuk dimakan berdua.

 

 

Lahap sekali Dean menyantap nasi gorengnya, padahal sudah makan tadi. Tapi karena diceramahi terus, rasa laparnya kambuh lagi.

 

 

Alasan yang lucu, Dea tertawa kecil setelah mendengarnya. Namun, keheningan tercipta saat Dean sedang makan, sementara Dea memandanginya sambil memikirkan sesuatu.

 

 

"Dean." Akhirnya, Dea berkata.

 

 

"Ya," sahut pria itu, mendongak sesaat.

 

 

"Aku mau nikah sama kamu."[]

 

 

1
Suharni Gumba Ibrahim
Luar biasa
Dafila Nurul
seru ceritanya. tp sayang ending nya gantung..
Widya Kenzie
aq syuka thor karyamu... ceritanya gk bertele tele... 💪💪
Ami batam
bagus cerita ny
Miraicle Dewi: makasih
total 1 replies
Reni Suryani
kurang sreg kalo Dean sama dea, kasina Dean dpt wanita yg lagi hamil anak orang lain
Reni Suryani
aduhh ampe panas dingin ni Thor..
Okta Via
mau mau mau...akhirnya kebahagiaan menghampirimu dea.yg semangat ya
Miraicle Dewi
Halo, semua. Udah bertahun2 ngak ketemu. Aku ada karya baru loh. jangan lupa mampir, ya. judulnya, Bukan Istri Simpanan. Kalian bisa lihat di profil aku. Jangan lupa kasih dukungan biar aku semakin semangat nulis. Terima kasih sudah baca karyaku jelekku ini sampai tamat. See You.
Winarti Purnama
ceritanya to the point bngetttt.....
tp seru ko g bsen bcanya
Lucia Rini St.thomas kutu Rinii
up
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
👍ceritanya🥰
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
👍
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
hmm
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
bagus cerita nya
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
seru...lanjut..😊
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
bagus alur cerita nya
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
seru
🏵️🌟Meeya🌟🏵️
😟
lyla
toxic relationship... dea sama Vika sami mawon lahhhh
Miraicle Dewi: Memang sengaja saya bikin cerita sejenis ini. Karena masih banyak pasangan yang kayak gitu di dunia nyata.
total 1 replies
Gian Sugianto
ok c
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!