NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Datang

Pintu utama ballroom terbuka.

Seorang nenek dengan kebaya warna brokat gading masuk, dituntun dua asisten pribadinya. Suara tongkat jati di tangan kanannya seolah menghantam lantai marmer..

TOK...TOKK

Semuanya langsung diam, tak ada lagi bisik bisik. Tak ada lagi wajah yang terangkat... semua tertunduk hormat. Bahkan angin pun seolah seperti berhenti berhembus.

Eyang Dyah Wiyat Dirgantara datang.

Ratna menggandeng tangan Aurel untuk melangkah mendekat. Sudah puluhan tahun ia menghadapi seorang Dyah Wiyat, Ratna tau benar watak dan perangai wanita itu.

Eyang Dyah berjalan pelan, matanya menyapu ruangan. Hingga matanya berhenti pada dua wanita yang sedang melangkah mendekatinya, Ratna dan Aurel.

Aurel menunduk paling dalam, tatapan tajam itu membuat jantungnya serasa akan pindah dari tempatnya.

"Ratna," kata Eyang, suaranya serak tapi berkuasa. "Duduk di mejaku."

Ratna mengangguk kemudian menggandeng Aurel untuk mengikuti langkah wanita yang dituakan itu. "Ayo sayang."

Mereka jalan ke arah meja panjang yang khusus disediakan untuk Eyang Dyah. Meja panjang dengan kursi kursi berwarna keemasan. Di meja sudah tersedia kue kue tradisional yang dikemas dengan cantik.

Saat mereka bertiga akan duduk terdengar suara berat memotong.

"Ibu biar saya temani." Wasis membantu ibunya duduk dengan menarik kursinya. Eyang Dyah terlihat menepuk pelan pundak putra keduanya itu.

Wasis hanya berpikir jika saat ini dialah yang paling berhak mendampingi ibunya. Kakaknya, Wibowo ... masih ada di Australia untuk melebarkan sayap Dirgantara. Pria itu menarik kursi dan duduk tepat disamping eyang Dyah. "Biar saya yang jelaskan soal anak ini ke lbu. Dia adalah Aurel."

Ratna melirik tidak suka ke arah Wasis yang tersenyum menang. Satu lagi kesalahan fatal kakak dan kakak iparnya, mungkin itu akan membuat ibunya mempercayakan tiga puluh persen saham Dirgantara padanya.

Dia dan anggota keluarga lain hanya memiliki saham sebesar sepuluh persen, sangat kecil dibanding dengan Aisha dan Adrian yang masing masing memegang tiga puluh persen saham. Ya, Wibowo sudah membagi saham miliknya pada putra putrinya.

Eyang Dyah sekilas menatap Wasis lalu menatap Aurel cukup lama. Pandangan yang tak bisa di artikan.

"Jadi ini," kata Eyang akhirnya. "Aurel."

"Iya, Eyang," jawab Aurel. Suaranya pelan. "Assalamualaikum."

Eyang tidak menjawab salamnya, wanita itu mengambil gelas teh jahe dan meminumnya.

"Cantik," kata Eyang. Kalimat pertama yang membuat Ratna bisa bernafas lega. Tapi...

"Gaun yang cantik."

Aurel terkejut. "I-iya Eyang."

Wasis langsung menyela. "Gaun itu pasti berharga puluhan juta, apa dengan gaji pokok lima juta kau bisa membeli itu? Aku rasa tidak. Apa Adrian sudah terlalu memanjakanmu dengan kartu kartu unlimited-nya?"

"Eyang," potong Ratna. "Aurel sudah bekerja keras, dia...."

Wasis mengangkat tangan. "Mbak Ratna, biar lbu yang bertanya. Jangan selalu menyela."

Eyang mengangguk pelan, seolah setuju dengan perkataan Wasis.

Lalu Eyang menatap Aurel. Tatapannya tidak marah. Eyang Dyah terlihat sangat tenang. Dan itu lebih menakutkan.

"Nak," kata Eyang pelan. "Kamu tau Dirgantara itu apa?"

"Perusahaan besar Eyang."

"Bukan." Eyang meletakkan gelasnya. "Dirgantara itu nama. Nama yang dijaga selama lima puluh tahun. Dengan darah, dengan pernikahan, dengan politik."

Aurel diam.

"Pendamping Dirgantara, tidak cukup dengan cantik. Tidak cukup dengan baik. Tidak cukup dengan tulus."

Setiap kata Eyang Dyah serasa sedang menamparnya, wajah Aurel semakin tertunduk.

"Pendamping Dirgantara harus punya 3 hal," lanjut Eyang. "Bibit, bebet dan bobot."

Wasis langsung mengangguk semangat. "Nah! Itu!"

"Bibit," kata Eyang. "Keluarga. Dari mana asalmu. Siapa orang tuamu. Apa jejak mereka."

"Bebet," lanjut Eyang. "Harta. Pendidikan. Jaringan. Kamu bisa bantu apa untuk Dirgantara?"

"Bobot," kata Eyang terakhir. "Pengaruh dan nama besar."

Aurel harus menahan satu titik airmata yang nyaris keluar tanpa ijinnya. Dia tak boleh terlihat lemah. Adrian...hanya nama itu yang membuatnya bertahan.

Eyang berhenti. Menatap Aurel lurus.

"Kamu punya ketiga hal itu, Nak?"

Aurel ingin jawab, tapi lidahnya kelu. Karena jujur... dia tidak punya semua itu.

Ratna baru saja ingin bicara, dia tak ingin siapa pun memojokkan calon menantunya. Tapi Eyang mengangkat tangan. Tanda diam.

Eyang bersandar. "Aku tidak bilang kamu buruk Nak. Kamu sopan. Kamu rapi. Tapi aku sudah punya kandidat," kata Eyang halus.

"Dia putri ningrat, dia punya usaha di bidang kosmetik. Belum lama kami mengenalnya Mbak, tapi anaknya sopan sekali. Cocok untuk Adrian," ujar Wasis melanjutkan kata kata ibunya.

Eyang menoleh ke Aurel lagi. Tatapannya teduh. Tapi kalimatnya seperti ujung sebilah pisau, menusuk hati.

"Maaf, Nak. Tapi aku tidak bisa menerima kamu masuk ke keluarga ini."

Brakkk...

Pintu ballroom terbuka.

"JIKA TAK ADA YANG BISA MENERIMANYA MAKA KALIAN SEMUA BISA SEGERA PERGI DARI SINI!!!"

1
falea sezi
🤣🤣mampuss klo q jd dia mah pasti q gugat cerai laki egois gini susah punya suami cemburuan poll. gini hidup gk. bebas ngapa ngapain mesti lapor
Nur Ahmad
up nya jangan 2x dong thor... jadiin 3x dong
Nur Ahmad
haaaa... ketemu😍😍😍
Nur Ahmad
kartijem muncul lagi
Nur Ahmad
dia di medan 🤣
falea sezi
🤣🤣 kapok ceo kok goblok
falea sezi
pergi aja aurel😒 laki tolol
lia juliati
alot ini mah
lia juliati
😍 tor update lebihin ya
lia juliati
😍
lia juliati
yah masih berputar kubangan yg sama
lia juliati
yang penting sabar.... sabar
lia juliati
cari terussss.....ampe dengkul lemes...
lia juliati
jitak sm gebukin ja kak Aisha.... ..kasih pelajaran yg berat
lia juliati
penyesalan d akhir swlalu....
Nur Ahmad
sukurin elo Adrian 🤣🤣🤣
lia juliati
klo terungkap smua.... jgn harap kasih maap aurel... cape bgt jadi kamu
Nur Ahmad
pak wibowo hajar anak mu yang bikin kesel itu
Nur Ahmad
Adrian 😡😡😡
Nur Ahmad
nah loh nenek lampir datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!