NovelToon NovelToon
Monster Apocalypse

Monster Apocalypse

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Dunia Lain / Light Novel / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: PenaKertas

[Kembali dilanjutkan. Hanya saja slow update. Harap maklum]

Apa yang akan kau lakukan jika seluruh kota telah dipenuhi oleh monster?

Natan Alexander. Pemuda yang menjadi player pertama di Bumi karena tidak sengaja menginjak serangga dan membunuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PenaKertas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 034 : Dragon Slayer

"Aku sudah memberikan luka fatal pada bagian punggungnya. Kalian berdua berikan serangan kuat mengarah pada bagian punggung!"

Flame Dragon kembali turun ke tanah dan membuka mulutnya lebar-lebar, melepaskan serangan yang sama seperti sebelumnya. Terlihat Mana mulai berkumpul di dalam mulutnya, dan terlihat api yang memadat.

"Water Ball!" Ayumi melemparkan serangannya pada mulut Flame Dragon.

Duarr!

Ledakan terjadi di dalam mulut Flame Dragon saat api yang sangat panas bertemu dengan air yang sangat dingin, menciptakan kabut pekat yang menghalangi pandangan semua, tidak terkecuali Flame Dragon itu sendiri.

Natan yang menggunakan penglihatan malam dan Appraisal itu bisa mengetahui di mana posisi monster yang ia lawan saat ini. Ia kembali melompat ke arah sayap bagian kiri, mengarah pada lubang kecil seukuran kepalan tangan yang ia buat dari tembakan Peluru Mana.

Ia yang sudah menusukkan pedangnya pada lubang yang ada itu mulai bergerak, ia menginjak bagian tubuh di sebelah sayap sebagai pijakan, kemudian ia meluruskan kedua lututnya dan bergerak ke samping seraya melukai sayap kiri Flame Dragon.

Masih terus berlanjut, Natan berpindah lagi pada punggung Flame Dragon dengan memanfaatkan keunggulannya di dalam kabut tebal. Ia kembali menancapkan pedang beracun pada bagian luka besar.

"Aku akan membalas perbuatan mu!" Natan sangat kesal karena tangannya tadi di makan. Ia mengeluarkan senjata Ogre yang berbentuk hammer besar.

Natan melompat tinggi-tinggi, kemudian memukulkan hammer itu pada bagian gagang pedang, membuat pedang menusuk lebih dalam lagi.

"Groahhh!" Flame Dragon berteriak kesakitan, dan memberikan dampak yang sama seperti sebelumnya.

Bahu Natan kembali bergeser karena gelombang suaranya, namun ia tetap menahannya dan mengambil pedang lain.

Pedang dua meter lain kembali menancap pada punggung, kemudian Natan memegangi pedang itu dengan kedua tangannya dan berbalik mengarah pada bagian ekor.

"Aaaahhh!" Natan berteriak keras seraya berlari pada bagian punggung yang tidak rata, mengakibatkan rasa sakit pada bagian telapak kaki.

Tapi meski begitu, ia tetap berusaha untuk membuka luka yang lebih dalam dan lebar.

Flame Dragon mengepakkan sayapnya mencoba untuk terbang kembali, namun karena sayap kirinya terluka parah, yang mana bagian dagingnya terputus dari rangka sayap, ia tidak bisa terbang.

Wush! Bang! Duarr!

Karena tidak bisa terbang, Flame Dragon menembakkan semburan api pada Absolute Defense, menimbulkan dentuman keras dengan gelombang angin yang menyebar karena benturannya, kemudian tercipta ledakan dengan api yang menyelimuti semua pelindung.

Tapi tidak perlu khawatir, karena api itu padam dengan cepat terkena rentetan serangan dari sihir air.

Natan yang masih berada di punggung naga itu berpegang pada pedang dan sisik yang mencuat tajam, membuat telapak tangan kirinya terluka. Tapi ini setimpal dengan apa yang ia berikan. Ia mampu mengurangi darah lawannya dan regenerasi darah naga tidak mampu mengimbangi dampak racun.

Saat hampir sampai pada bagian ekor, Natan berbalik dan menancapkan ratusan pedang racun pada luka yang terbuka.

"Groahhh!" Flame Dragon kembali berteriak, kali ini menggunakan skill yang sangat menyebalkan.

Darah kembali keluar dari kedua telinga Natan karena gendang telinganya yang pecah, membuat keseimbangannya mulai goyah.

Ayumi yang saling berhadapan dengan Flame Dragon itu menancapkan tongkat sihirnya di tanah, dan membuka Wizard Book's untuk menambah daya serang maupun mempercepat cooldown. Kemudian ditambah dengan Caster Enhanchment milik Erina, ia seperti bisa menembakkan sihir berkali-kali tanpa henti.

"Ice Arrow!" Ayumi menembakkan panas es dengan panjang sepuluh meter dan lebar satu meter.

Panas es itu melesat masuk ke dalam mulut naga yang terluka parah dan tidak bisa menutup mulutnya lagi. Itu semua karena ledakan yang diakibatkan dari tembakkan Natan maupun pertemuan antara dua sihir.

"Erina!"

Natan berlari menjauh dari punggung Flame Dragon dan kembali masuk ke dalam Absolute Defense.

Erina yang berjongkok dan bertumpu pada pedang yang menancap di tanah itu mulai berdiri perlahan. Setelah ia berdiri, ia mengangkat pedang di tangan kanannya setinggi mungkin. "Sword of Judgment!"

Mana berkumpul di langit dan terlihat molekul cahaya kuning keemasan mulai berkumpul pada satu titik, membentuk sebuah pedang yang sangat tinggi.

Dengan ayunan pedang Erina secara vertikal, pedang di langit meluncur bebas ke bawah, mengenai punggung yang telah terbuka.

Kuro juga tidak tinggal diam, ia melepaskan Shadow Binding untuk mengikat pergerakan Flame Dragon yang mana hendak melarikan diri dari Sword of Judgment.

Ayumi terus menembakkan sihir yang berlawanan dengan api pada bagian mulut Flame Dragon, dan tidak membiarkan lawannya untuk melepaskan serangan. Pada setiap serangan yang ia lepaskan, terdapat amarah dan kekesalan, ia benar-benar marah saat melihat Natan yang terluka.

Natan berpindah ke bagian kanan Flame Dragon, dan saat itu juga mata kanan naga mulai tertuju padanya. "Shadow Movement!"

Samar-samar Natan berubah seperti bayangan dan pergerakannya sangat cepat, dan tahu-tahu sudah berada di depan mata Flame Dragon. Ia berpegangan pada sisik yang mencuat, dan melepaskan tembakan Peluru Mana. "Increase Shot! Shadow Step!"

Natan berubah menjadi bayangan tipis dan kembali berada di dalam Absolute Defense. "Bullet Exploison!"

Duarr! Duarr! Duarr!

Ledakan lain kembali terdengar dan melukai mata kanan Flame Dragon. Kini wajahnya benar-benar hancur, dengan darah yang mengalir deras bagaikan sungai.

Ayumi mengangkat kedua tangannya perlahan, seperti sedang membawa beban yang sangat berat, membuat tanah bergetar hebat dan mulai menciptakan retakan-retakan besar yang mengelilingi Flame Dragon.

"Water Wall!"

Air menyembur naik puluhan meter ke langit dari dalam tanah, kemudian jatuh membasahi tubuh Flame Dragon.

Tidak berhenti disitu saja, Ayumi mengambil tongkat sihirnya dan mengangkatnya setinggi mungkin. "Thunderstorm!"

Kilatan petir mulai berkumpul di langit, membentuk petir yang sangat besar. Dengan ayunan tongkat sihirnya, petir itu jatuh menyambar, melukai sekujur tubuh Flame Dragon dari dalam maupun luar.

Gelombang angin menyebar ke segala arah saat badai petir menyambar, mengakibatkan debu beterbangan dan bebatuan naik dari dalam tanah, menghantam pelindung.

Natan juga tidak diam saja membiarkan Adik-adiknya yang bekerja. Ia terus menembakkan Peluru Mana tanpa henti mengarah pada wajah Flame Dragon yang terluka.

Hingga belasan menit berlalu, Flame Dragon yang sedari tadi meronta-ronta mulai melemah dan tidak bisa bergerak lagi.

Natan keluar dari Absolute Defense, berjalan menaiki kepala naga. "Kadal, kau telah memakan tanganku, selanjutnya aku yang akan memakanmu." Ia berjongkok.

Flame Dragon hanya bisa bergetar tanpa bisa bergerak lebih banyak lagi. Regenerasi darahnya juga tidak berfungsi sama sekali, dan darahnya saat ini hanya tersisa 2000 Point.

Natan kembali berdiri dan mengeluarkan snipernya. "Selamat tinggal." Ia menarik pelatuknya.

Bang!

Peluru Mana melesat, menembus dahi Flame Dragon yang terluka parah dan membunuhnya di tempat.

[Global : Guild dan Team Pertama yang Membunuh Dragon]

[Reward : +40 All Stat untuk seluruh anggota Guild/Team dan Title Dragon Slayer]

[Dragon Slayer]

[Menambah damage pada monster Dragon jenis apapun sebanyak 25%, meningkatkan Point Exp saat membunuh monster yang sesuai dengan Tittle sebanyak 20%]

[Mendapatkan 73.500.000 Point Exp]

[Mendapatkan 2 Weapon, 2 Ring, 2 Gloves, 2 Earring, Clothes, Necklace, Shoes Lv.300, ???]

[Global : Guild dan Team Pertama yang Berhasil Menyelesaikan Dungeon tingkat Hard]

[Reward : +25 All Stat untuk seluruh anggota Guild/Team dan mendapatkan Title Dungeon Hunter]

[Dungeon Hunter]

[Menambahkan pendapatan Point Exp sebanyak 50% di Dungeon mana pun]

Natan menghela napas lega setelah selesai, dan merebahkan dirinya di atas tanah yang telah dingin. Ia benar-benar kelelahan setelah bertarung hampir memakan waktu satu jam ini.

Tapi saat melihat hadiah yang ia terima, ia sangat senang, meski tidak ada penjelasan yang membantu.

[Black Sword]

[Terbuat dari taring Flame Dragon, dan ditempa dengan baik. Dapat menghantarkan panas dan menahan panas]

[+30 STR, +30 DEX, +30% STR]

[Sako TRG Mana]

[???]

[+30 STR, +30 INT, +30% STR]

[Dragon Gloves]

[Terbuat dari empedu Flame Dragon, bisa berubah sesuai ukuran tangan pengguna]

[+30 STR, +30 VIT, +30% STR dan +30 STR, +30 DEX +30% VIT]

[Dragon Ring]

[Terbuat dari cakar Flame Dragon yang sangat kuat dan keras]

[+30 VIT, +30 INT, +30% INT dan +30 INT, +30 DEX, +30% DEX]

[Dragon Necklace]

[???]

[+30 INT, +30 VIT, +30% INT]

[Dragon Robe]

[???]

[+30 VIT, +30 INT, +30% VIT]

[Dragon Shoes]

[???]

[+30 DEX, +30 AGI, +30% AGI]

[Dragon Earrings]

[???]

[+30 INT, +30 DEX, +30% Luck, +30 INT, +30 Luck, +30% INT dan Memberikan Kemampuan Pendengaran]

[Semua Equipment dapat ditingkatkan dimulai dari Player yang mencapai level 320]

Natan sedikit kecewa dari penampilan perlengkapan yang didapatkan sebagai hadiah, karena penampilan dan senjata yang didapat sangat sesuai dengan apa yang ia pakai saat ini, meski ia tidak menggunakan anting.

Natan menoleh melihat Ayumi dan Erina yang sudah menggunakan perlengkapan masing-masing. Dari apa yang ia lihat, keduanya juga mendapatkan perlengkapan sesuai dengan yang mereka gunakan, meski statistiknya berbeda.

Senjata yang dipakai Erina adalah pedang dan perisai. Sedangkan Ayumi adalah tongkat sihir dan buku penyihir.

Natan berdiri dari tempatnya, berjalan menghampiri Ayumi dan Erina. "Bisakah kalian berdua bantu aku memasang anting?" Ia menyerahkan dua anting yang berbentuk rantai kecil, dan ada liontin berwarna ungu yang merupakan Inti Sihir.

Ayumi dan Erina menatap satu sama lain, kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan dan mengambil satu anting di telapak tangan Natan.

"Kakak, ayo duduk. Ayumi tidak bisa memasangkan anting jika Kakak berdiri," ucap Ayumi yang berjinjit agar tingginya sejajar, meski itu percuma.

Natan terkekeh kecil dan duduk bersila di permukaan tanah.

Ayumi dan Erina mengambil jarum dari dalam Inventory Guild, kemudian membakarnya agar lebih steril. Lalu tanpa ragu, keduanya menusukkan jarum itu pada Earlobe atau pada bagian yang menggantung di telinga, meski jarum itu masih merah dan sangat panas.

Natan hanya bisa diam dan meringis menahan rasa sakit serta panas yang bersamaan. Ia benar-benar tidak menyangka Adik-adiknya akan langsung menusuk telinganya dengan jarum panas tanpa menunggu dingin.

Setelah telinganya ditembus, dua anting itu telah dipasangkan di telinganya. Seketika itu juga ia merasakan Mana Pointnya melonjak beberapa ribu.

Natan membuka Inventory List, melihat kartu dengan tanda tanya '?' pada permukaannya. Tanpa berlama-lama lagi, ia menekan kartu itu. Kartu yang berada di dalam Inventory List mulai keluar dan melayang di depannya, berputar-putar untuk beberapa saat.

Tidak sampai satu menit, kartu itu berhenti berputar dan memancarkan sinar biru yang menyilaukan mata.

[Mendapatkan Job Change Card]

Natan yang melihat itu tidak bisa menahan kebahagiaannya. Apa yang dicari-carinya akhirnya ditemukan, dan dengan ini ia bisa mengubah Job Mage menjadi Necromancer.

...

***

*Bersambung...

1
Janu Ary
27 meter kubik itu 27x27x27 sangat besar itu volumenya kenapa jadi ukuran kamar normal ?
Janu Ary
untung bukan indodesi atau indoagus 🤭
muhadsa
367
muhadsa
mana skill meteor fall
muhadsa
ini baru keren..harusnya mc juga punya skill tipe aoe yang badas..
muhadsa
lah..langsung level 340..
muhadsa
mo lian ini mirip namanya dengan novel sebelah..mo lian si perampok makam..
muhadsa
miskin nama..kenapa gak bikin aja meta 1,meta 2 dan seterusnya..😄😄
muhadsa
kelihatannya skil kedua adiknya lebih keren dan op daripada skill mc sendiri yang hanya mengandalkan sniper..padahal kan mc punya job mage tapi gak pernah dipakai..
muhadsa
ngapain diubah,langsung tambah lagi saja..mage kan juga keren buat kerusakan aoe..
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣dasar bocil 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Game Game
kok 0 kan udh naik level
Game Game
ini mah hitungannya skill aktif
Eva
ᵘᵏᵘʳᵃⁿ ᵏᵃᵐᵃⁿ 200ᵃⁿ ᵐᵉᵗᵉʳ...2 ᵏᵃˡⁱ ᵘᵏᵘʳᵃⁿ ˡᵃᵖᵃⁿᵍᵃⁿ ˢᵉᵖᵃᵏ ᵇᵒˡᵃ ᵈᵒⁿᵍ...ᵃᵖᵃ ⁿᵍᵍᵃᵏ ᶜᵃᵖᵉᵏ ᵗᵘʰ ʲᵃˡᵃⁿ ᵈᵃʳⁱ ᵖⁱⁿᵗᵘ ᵐᵉⁿᵘʲᵘ ᵗᵉᵐᵖᵃᵗ ᵗⁱᵈᵘʳ...
Robby Tom
salah satu novel terbaik di NT 👍
Robby Tom
cerita yg bagus tapi author kenapa tidak membuat karya yg baru lagi ?
Jack Strom
2x nanggung... 😁😅😂🤣
ali maxsum
ada Lampung segala ini cerita nya negara apa Tiongkok apa Indonesia
ali maxsum
judulnya kok Sumatra padahal ini tinggal nya di Tiongkok 🤣
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱: kan mreka baru nyampe sumatera, klo g salah bird island adanya di wil sumatera island jg, msih jauh dri penyebrangan ke batam & singapura😄😄
total 1 replies
ali maxsum
kok ada kota cina juga ada jakarta,Lampung, Sumatra ini yg jelas negara apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!