Adelia Firnanda,membuka sebuah biro jodoh,impiannya membuat orang yang membutuhkan bantuannya bahagia.dan dia disebut malaikat cinta oleh para klient nya.
Sudah banyak pasangan yang menikah karena bantuannya,tapi dia sendiri jomblo abadi.
Suatu hari,seorang pria asing mendaftar diri dan meminta Adelia mencarikan pasangan yang pas untuk nya.
Karena pengalamanan nya Adelia mulai mencarikan wanita yang cocok dengan pria itu.
Tapi siapa sangka,pria itu terlalu kaku dan arogan sampai setiap wanita yang dikenalkannya menolak untuk melanjutkan hubungan dengan pria itu.
Sampai akhirnya Adelia memutuskan untuk jalan dengan pria itu,dia ingin tahu apa masalah yang selama ini terjadi.dan lambat laun,dia mulai jatuh cinta,jatuh cinta pada Klient nya sendiri.
Adelia mulai ragu,sedangkan usia mereka terpaut jauh.apa yang harus dia lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa kau sudah menyukaiku?
Pagi itu Adelia membalikkan badannya dan memeluk sesuatu disampingnya, dia kira itu bantal gulingnya jadi Adelia memeluknya dengan erat.
Chris terbangun dari tidurnya saat seseorang memeluknya dari belakang, dia tahu siapa yang memeluknya karena dia sedang tidur dikamar Adelia.
Saat tengah malam Chris masuk kedalam kamar Adelia, dia masuk kesana bukan tanpa alasan. Dia tidak bisa tidur diatas sofa, lagi pula diluar dingin sedangkan Adelia tidak memberinya selimut.
Chris membalikkan tubuhnya dan tersenyum saat melihat wajah cantik Adelia yang sedang tertidur dan dengan pelan Chris mengusap wajah cantik Adelia.
Tanpa sepengetahuan Adelia, Chris menciumi pipi Adelia dan kemudian Chris melingkarkan tangannya kepinggang Adelia dan memeluk dengan erat. Ini kesempatan untuknya jadi lebih baik dia tidur lagi dan pada saat itu, Adelia terbangun saat merasakan seseorang memeluk pinggangnya.
"Kak Sean, kenapa tidur dikamarku?"
Adelia segera membalikkan tubuhnya dan membelakangi Chris, dia juga mengangkat lengan Chris dari pinggangnya dan melepaskannya.
Tapi tidak lama kemudian, Adelia langsung menyadari sesuatu, sejak kapan kakaknya tidur dikamarnya?
Dengan cepat Adelia segera duduk diatas ranjang dan langsung memalingkan wajahnya, matanya melotot saat melihat Chris sedang tersenyum dengan kearahnya.
"Oh my God, Chris!!!" Adelia tidak percaya saat melihat pria itu.
"Good morning." sapa Chris dengan santainya.
"Kenapa kau tidur dikamarku?" tanya Adelia tidak percaya.
"Tidak boleh?" Chris benar-benar cuek saja.
"Tentu saja tidak boleh!" Adelia memundurkan tubuhnya dan menarik selimut yang menutupi tubuh Chris tapi pada saat itu mata Adelia terbelakak kaget karena Chris tidur tanpa baju.
"Ya Tuhan." Adelia langsung melemparkan selimut yang ditariknya untuk menutupi seluruh tubuh Chris.
"Hei, apa-apaan!!" Chris menarik selimut yang menutupi wajahnya dan melotot kearah Adelia yang sedang menutupi matanya menggunakan kedua tangannya.
"Chris, kenapa kau tidur dikamarku!!" tanya Adelia lagi, dia masih menutupi matanya dan tidak berani melihat pria itu.
"Sofamu tidak empuk kau tahu, badanku sakit dan lagi pula sofamu kurang panjang untuk kakiku." jelas Chris beralasan.
"Tapi kenapa kau tidak pulang saja? Kenapa kau harus tidur denganku?"
"Sudah malam aku malas pulang." jawab Chris.
Sebenarnya Adelia telah meminta pria itu untuk pergi tapi Chris tidak mau pergi dari sana walaupun Adelia telah menarik-narik tangannya dan mendorong tubuhnya tapi Chris tetap tidak mau pergi.
Chris bahkan pura-pura menghubungi Sean dan hal itu membuat Adelia ketakutan, akhirnya dia cuma bisa pasrah dan membiarkan Chris menginap dirumahnya.
Adelia melemparkan sebuah bantal untuk Chris dan meminta Chris tidur diluar karena dirumahnya cuma ada satu kamar, Adelia merasa dia tidak butuh banyak kamar jadi kamar lainnya dia jadikan gudang untuk menyimpan barang-barangnya yang sudah tidak terpakai.
Tapi pada saat tengah malam, Chris masuk kedalam kamar Adelia dan tidur disisi Adelia tanpa sepengetahuannya.
Adelia begitu ceroboh tidak mengunci pintu kamarnya sehingga Chris bisa masuk kedalam dengan mudah dan tidur disana.
Tapi dia tidak melakukan apapun karena dia tidak mau dianggap pria bre**sek oleh Adelia, dia hanya memeluk Adelia dan tidur.
"Ya Tuhan, aku benar-benar bisa gila menghadapimu!" gerutu Adelia.
"Yah, aku memang ingin membuatmu tergila-gila padaku." Jawab Chris dengan santai.
"Chris, aku ini masih gadis jadi jangan masuk kedalam kamar seorang gadis sembarangan dan tidur disini." kata Adelia kesal.
"Hei, kau tidak lupa bukan bahwa kau yang membawaku masuk kedalam kamarmu ini dan mengunciku didalam rumahmu."
"Eh, itu?" Adelia tidak bisa menjawab sekarang.
Kenapa Chris selalu memojokkannya dengan hal ini? Tapi memang dia yang salah sih.
Chris tersenyum dan mendekati Adelia dan memegangi tangannya, Chris mengangkat tangan Adelia dan mengecup punggung tangannya dengan lembut.
"Sudahlah, aku juga tidak melakukan apapun padamu jadi jangan marah."
Adelia langsung tersipu malu, dia ingin menarik tangannya kembali tapi Chris memegangi tangannya dengan erat.
"Ya sudahlah, setelah ini kau harus pergi." pintanya.
"Tentu saja, tapi sebelum itu?"
Chris memegangi dagu Adelia dan menempelkan bibir mereka berdua, Adelia menahan nafasnya dan menatap mata Chris dengan lekat.
"Morning my angel."
Tanpa ragu Chris menciumi bibir Adelia dengan lembut sedangkan Adelia melingkarkan kedua tangannya dileher Chris dan membalas ciumannya.
Chris melepaskan ciumannya dan mengusap wajah Adelia dengan lembut sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.
"Kau terlihat sangat cantik saat bangun tidur." pujinya.
Wajah Adelia kembali merona dan dengan cepat Adelia memalingkan wajahnya karena dia malu dilihat oleh Chris.
"Tidak perlu memujiku." katanya dengan malu.
Chris terkekeh pelan dan menciumi pipi Adelia.
"Apa kau sudah menyukaiku?" tanyanya.
"Belum." jawab Adelia pura-pura sambil menggeleng.
"Begitu?"
Adelia mengangguk dan pada saat itu, Chris segera turun dari atas ranjang dan berjalan kearah kamar mandi, Adelia melihat kepergian Chris dan memegangi wajahnya yang merona.
Kenapa wajahnya terasa panas? Lebih baik dia keluar saja karena dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan saat Chris sudah keluar dari kamar mandi.
Adelia segera turun dari atas ranjang dan keluar dari kamarnya, dia berjalan kearah dapur untuk membuat sarapan.
Saat Adelia sedang sibuk membuat sarapan Chris masuk kedalam dapurnya dengan pakaian yang sudah rapi dan duduk disana.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Chris padanya.
Adelia memalingkan wajahnya dan melihat Chris sejenak dan setelah itu dia kembali membuat sarapan.
"Seperti biasa, Kau tahukan pekerjaanku?"
"Apa nanti siang kau ada waktu?" tanya Chris lagi.
"Ada, kenapa?" Adelia balik bertanya.
"Aku akan memerintahkan Danil untuk menjemputmu, kita makan siang bersama."
"Tidak perlu repot Chris, aku bisa makan siang sendiri." tolaknya.
"Del, aku sedang berusaha menjadi pacarmu."
"Tapi kita tidak pacaran?"
"Apa kau lupa? kita ini masih pacaran pura-pura. Tapi jika kau mau kita pacaran sungguhan maka aku akan menyetujuinya dengan senang hati."
Adelia hanya diam saja dan meletakkan segelas kopi didepan Chris.
"Aku akan mencarikan wanita lain lagi untukmu." katanya.
"Adelia!!!" Chris bangkit berdiri dan melotot pada Adelia.
Apa wanita itu belum mengerti dengan perasaannya dan masih mau menjodohkannya dengan wanita lainnya?
Adelia diam saja dan segera berlalu pergi masuk kedalam kamarnya, dia sedang berusaha menahan hatinya agar tidak semakin mencintai pria itu.
Adelia berdiri dibelakang pintu dan tanpa terasa air matanya mulai mengalir, kenapa dia harus menyukai pria itu?
Dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk mandi karena dia harus segera pergi bekerja.
Walaupun suasana diantara mereka menjadi tegang tapi Chris tetap mengantar Adelia pergi ketempatnya bekerja dan Adelia menuruti perkataan pria itu dan tentu saja, Chris tetap memaksa Adelia untuk makan siang dengannya nanti.
Chris akan tetap berusaha agar Adelia mau menerima dirinya karena dia tahu Adelia hanya ragu dengan perasaannya saat ini.
Tapi mereka tidak tahu, seseorang sedang menunggu mereka ditempat Adelia bekerja.
#Adel,kira-kira aja ya.bingung kalau Visual orang indo.#😂 😂 😂