Kisah ini merupakan kelanjutan dari kisah "Pernikahan Hangat" Musim Pertama, masih melanjutkan kisah cinta Embun dan Rendra, serta mengungkap jati diri Embun yang sebenarnya.
Diselingi juga oleh kisah kasih sekretaris Alister dan Manda, dan cerita lucu para tokoh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Waktu Yang Terulur
jam 8.00 malam adalah waktu yang ditetapkan oleh Rendra kemah mereka akan bertemu di sebuah restoran elit kota J.
Rendra yang sudah bersiap rapi dengan memakai setelan tuxedo berwarna hitam, Dia terlihat sedang menyisir rambutnya lalu sejenak memperhatikan wajah tampannya yang terpantul di dalam cermin.
"ternyata aku masih tampan juga meskipun sudah memiliki istri," dia tersenyum kemudian melihat pantulan Embun yang ia lihat di dalam cermin juga.
Embun saat itu tengah duduk memijat kakinya dengan minyak wangi, dia merasa sedikit lelah pada kakinya, "sayang mau ke mana?" seru embun yang melihatnya sudah berpakaian dengan begitu rapi.
"Aku ada janji dengan seseorang, tetaplah dirumah dan jangan pergi kemanapun sebelum aku kembali."
"ikut," Embun pun turun dari ranjang dan memeluk suaminya dari belakang, dia mencium punggung kekar Rendra, "Kenapa kau mengganti wangi parfummu?" lagi, Embun menabrakkan hidungnya dipunggung kekar Rendra, mencoba untuk mencium wangi parfumnya dengan lebih lama.
"ya aku menggantinya dengan yang baru, karena yang lama sudah habis dan saat aku mencari isi ulangnya sudah tidak ada lagi, kebetulan produk mereka mengeluarkan varian yang baru jadi aku beli saja, kenapa? kau tidak suka dengan wanginya?"
Embun pun menggeleng "tidak sayang, Aku lebih menyukai wangi yang ini... wanginya benar-benar manis."
"Benarkah," lalu Rendra membalikan tubuhnya hingga bersihadap dengan sang istri, "Kau hanya memuji wangi parfum ku? kau tidak memuji betapa tampannya suamimu ini?"
lalu dia menyisir rambutnya ke atas dengan jemari, visual yang terlihat begitu keren dan cool. Embun terkekeh lalu dia mencubit pelan perut Rendra dan membuat pria itu meringis.
"aw! Kenapa kamu mencubit ku, kau ingin aku hukum?" kini Rendra meraih pinggang ramping embun lalu mendaratkan bibirnya di bibir Embun, dia menciumnya dengan dalam lalu menggigit bibir bawah Embun hingga meninggalkan bekas merah keunguan.
"sakit," Embun mengusap bibir bawahnya yang masih berkedut sakit, "sayang, mengapa kau sangat suka menggigit bibir bawahku?" lalu embun melingkarkan tangannya di leher Rendra.
"karena aku ingin sekali melihatmu ," seru Rendra kemudian menggendong istrinya dan membaringkannya di atas ranjang, sepertinya janji malam ini akan sedikit terulur. beberapa menit kemudian pakaian mereka berserakan di atas lantai.
"Sayang pelan-pelan, kasihan baby di yang ada di dalam. Dia pasti sudah tidur kasihan Jika kau membangunkannya."
"dia pasti akan suka jika Papanya datang untuk menjenguk."
Embun pun mulai memejamkan matanya saat merasakan pusaka Rendra yang menegang itu masuk membelah dirinya, jemari tangan mereka saling meremas kuat dengan benturan nafas yang saling bersahutan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
satu jam kemudian pergumulan panas Mereka pun berakhir, "Sayang jangan pergi," Embun yang kemudian mengirimkan tubuhnya menghadap Rendra.
Embun memainkan jemari tangannya membuat pola di dada bidang Rendra, pola itu berbentuk hati atau love. Rendra masih mengatur nafasnya yang tersengal, lalu diraihnya tangan Embun kemudian ia menggigit jemari tengahnya, "Aku harus pergi untuk menyelesaikan sesuatu yang sangat penting, kau di rumah saja lagi pula ada Bibi Rita yang menemanimu. Aku tidak akan lama, janji."
Embun mengerucutkan bibirnya Dia terlihat begitu imut, "Kau pasti akan lama, bagaimana jika aku tidak bisa tidur tanpa merasakan pelukanmu?"
Rendra pun menyeringai, "kalau begitu lakukan sekali lagi maka kau akan tertidur setelahnya."
"tidak mau," seru Embun menarik selimut dan menenggelamkan tubuhnya di balik selimut putih tebal itu, "pergilah aku tidak apa-apa, tapi ingat pulang nanti kau harus membawa es campur."
tapi itu tugas mu Rendra meyakinkan Embun klo itu ibu kandungnya...
kasihan loh, siapa juga yg mau terpisah dg anak kandung sendiri....
cepatlah menikah Alister dan Manda ...
udah kayak d senetron2, nanti baru d akhir2 d ceritain 😄😄😄😄
menyesali kebodohan Manda , udahlah malas cerita tentang Manda ...
bodoh sekali kau... 😄😄😄