NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: tamat
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 5

“Ada apa?” tanyanya. Dia menatap Rowena seperti orang asing.

Padahal Rowena mengenalnya. Dia juga mengenalnya. Mereka bahkan sudah bertemu selama delapan minggu.

Tidak masuk akal jika wajah pembuat onar seperti Rowena bisa dilupakan begitu saja.

“Ada yang ingin aku bicarakan,” kata Rowena.

Audy tampak gelisah.

Tangan Rowena menyusup ke saku, meraba gantungan kunci merah muda. Senjata kecil nan imut dengan telinga berbentuk duri plastik tajam. Ukurannya pas untuk menusuk leher seseorang.

“Kita mau bicara soal apa?” tanyanya.

Ada yang tidak beres dengannya.

Kenapa Audi tidak menyadari bahwa ini dirinya?

“Aku boleh masuk, Audy?”

“Bagaimana kamu tahu namaku?”

“Terpampang besar di meja resepsionismu,” jawab Rowena sambil menirukan pose Audy saat bekerja.

Wajah Audy langsung berubah.

“Oh... kamu seharusnya tidak ada di sini. Kalau mau menjadwalkan ulang terapi, kamu bisa—”

Ia mulai menutup pintu, tetapi Rowena cepat menyelipkan kakinya.

“Aku tidak mau menjadwalkan ulang apa pun. Aku hanya ingin ngobrol.”

Ya Tuhan, kenapa membunuh orang terasa sesulit ini?

“Apa-apaan ini!” bentak Audy sambil membanting pintu. Ia langsung mendorong Rowena dengan keras. Tubuh Rowena terjungkal ke belakang, punggungnya menghantam dinding.

Oke.

Ini masih bisa masuk pembelaan diri, bukan?

Ya, kecuali di pengadilan. Pembelaan diri hanya sah jika kekerasan yang digunakan masih wajar. Menangkis atau memukul balik.

Dan Rowena tahu, membela diri dengan menyedot darah dari leher seseorang pasti terdengar tidak masuk akal bagi kebanyakan orang.

Namun sudahlah.

Rowena mengepalkan tangan. Gantungan kunci merah muda itu siap dijadikan senjata dadakan. Senyumnya melebar, air liurnya hampir menetes.

Sial. Apa ia benar-benar akan melakukan ini?

Otaknya masih menolak kenyataan bahwa ini nyata. Bahwa dirinya yang sekarang benar-benar akan membunuh seseorang. Lengannya bahkan sudah siap bergerak untuk menyabet.

“ROWENAAAA!”

Teriakan itu terdengar kasar.

Dr. Darcel muncul dari balik tangga, menembus kegelapan seperti hantu. Rowena langsung tertegun.

Bagaimana pria itu bisa muncul secepat ini?

Bagaimana ia tahu persis Rowena berada di sini?

Oh, benar.

Ia tahu alamat Audy.

Pantas saja.

Rowena mengeratkan gigi. Niat membunuh justru semakin menguat. Ia melangkah maju, menahan amarah agar para tetangga tidak keluar karena keributan. Mata Audy membelalak saat melihat Rowena mendekat dengan benda di tangannya.

Darcel mengumpat lalu mencengkeram pergelangan tangan Rowena. Tubuhnya mendadak kaku.

Pria itu cepat dan sangat kuat. Tubuh Darcel menghalangi pandangan Rowena dari Audy, dan aroma tubuhnya... sial.

“Masuk, kunci pintu, dan lupakan ini,” kata Darcel kepada Audy.

Beberapa detik kemudian, pintu tertutup rapat. Suara kunci yang diputar terdengar jelas.

“Dia memang selalu segampang itu nurut sama kamu, ya?” celetuk Rowena. “Kalian pacaran?”

Darcel hanya menghela napas sambil menyeret Rowena menuju area parkir. Rowena menatap tangan pria itu yang masih mencengkeramnya.

“Kamu tidak seharusnya membunuh resepsionisku,” kata Darcel akhirnya. “Dan tidak, aku tidak tidur dengannya.”

Rowena berusaha membaca nada suaranya.

Marah?

Kesal?

Tidak.

Darcel terdengar sama sekali tidak peduli. Jangan-jangan pria itu akan mencoretnya sebagai klien?

Itu justru akan membuat Rowena semakin sulit bertemu dengannya.

“Kamu mau melaporkanku? Satu jam lagi aku pasti sudah masuk penjara karena pelanggaran pertama, ditambah yang ini—”

“Tidak ada apa-apa,” potong Darcel.

Ia menarik Rowena ke mobil dan menjepit tubuhnya ke sisi kendaraan. Logam panas menekan punggungnya. Darcel melepaskan genggamannya, membuat tangan Rowena terasa lemas.

“Apa?” Rowena menatapnya.

“Tidak ada yang terjadi. Yang aku lihat, dia hanya mendorongmu. Itu pun tidak penting karena kalian berdua tidak akan melapor. Dia akan lupa, dan kamu tidak akan mengulanginya.”

“Hah? Dia lupa karena kamu yang menyuruh?” tanya Rowena.

Darcel menatapnya lama. Tatapan ungu itu membuat Rowena tidak nyaman. Ini pertama kalinya ia melihat pria itu di luar kantor.

Dan ia menyukainya.

“Aku senang kamu mengirim pesan kepadaku, Rowena.” Suara Darcel melembut. Rowena sangat menyukai suara itu. Namun ia juga penasaran bagaimana suara pria itu saat marah. Mungkin ia akan menyukainya juga.

“Lalu sekarang apa?”

“Kamu pulang dan tidur,” jawab Darcel.

1
Adellia❤
ya darcel rowena... siapa lagi😂😂
Adellia❤
hah... kok Apollo enggak mati😂😂
DityaR 🌾: dia itu serigala kak,
total 3 replies
Adellia❤
hhh ya mana bisa ketawa lah km beracun yah di mana" cogann itu beracun😂😂
Adellia❤: rumus dunia lah semua cewek di dunia ini tau kalo semua cogan itu beracun 😂😂
total 2 replies
Adellia❤
yaah di hapus lagi ingatan rowena padahal itu penting buat rowena..
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR 🌾: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Ziella
Beuhh!
Rainn Ziella
Pelit kali 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!