NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Scarlett

...୨ৎ D A R C E L જ⁀➴...

Detik itu juga, aku ingin membunuh Rowena Scarlett.

Dan masalahnya?

Aku tahu persis bagaimana caranya … karena aku sudah pernah membunuh keluarga dia sebelumnya.

Aku enggak pernah menyangka dia bakal semenyebalkan ini. Harusnya gampang saja. Dia kan masih muda, bego, tolol, naif ... gen-Z yang manja.

Aku ingat malam itu dengan jelas, soalnya dia adalah korban terakhirku sebelum aku pergi dari Astralis dan mulai hidup baru di kota kecil Ashenvale yang tenang dan membosankan ini.

Aku suka membunuh. Dan aku lebih suka kalau rengekan dan permohonan korbanku menghasilkan sesuatu yang menarik. Jujur saja, waktu itu aku kira dia sedang mengarang cerita kalau punya anak setengah manusia.

...***...

Waktu itu dia ngos-ngosan karena aku baru saja menusuk salah satu paru-parunya dengan pisau. Begitulah Standar Operasional kami.

Awalnya dia bingung, kenapa ada vampir yang memburu vampir lain. Terus dia marah, melawan, lalu menyerah. Gampang ditebak, dia sudah diikat di kursi, cuma bisa memohon.

“Yakin nih?” tanyaku santai waktu itu, mata aku mengikuti garis lehernya.

“Anak perempuanku … setengah vampir!” katanya.

“Jangan lebay,” desahku. “Heh, ingat ya! Paru-paru enggak sepenting itu buat vampir. Sekarang jelasin, kenapa kamu ninggalin dhampir itu sendirian?”

“Aku ingin dia … punya … Kehidupan yang layak .…”

“Wah, luar biasa. Aku lagi ngobrol sama ayah teladan, nih?” Aku tepuk tangan pelan, suara sarung tanganku menggema di pabrik tekstil tua itu.

“Persetan!” Dia melotot dengan mata biru yang sudah mulai sayu.

“Umurnya berapa?” tanyaku.

Mustahil dia jujur.

“Tiga belas …" Aku pun mendengus kesal. "Eh, tunggu. Sial ... dia masih kecil … enggak perlu buru-buru.” Aku menyeringai sinis. “Tunggu aja sampai dia dewasa. Baru kamu bisa jual. Harganya pasti bagus.”

Dia tertawa lirih, bangga dengan ide bodohnya sendiri.

“Namanya siapa?”

“Rowena … Rowena Scarlett.”

Aku angkat pisau, menusuk tepat di bawah telinganya, terus tarik sampai ke tenggorokannya sampai darahnya menyembur. Vampir enggak mudah mati seperti manusia, dan aku suka itu. Kadang aku ingin korbanku masih bernapas waktu aku mutilasi mereka.

...***...

Sejak saat itu, semua pilihanku cuma satu, Rowena Scarlett. Aku harus pastikan dia benar-benar ada, mencari siapa dia, melacak hidupnya dari jauh.

Dan ternyata … dia nyata. Dia hidup. Dan dia benar-benar Dhampir.

Setelah itu semuanya jelas. Aku pun membuat rencana, dekati dia, masuk ke dalam kehidupannya, dan ambil kendali penuh. Kali ini rencananya harus lebih halus. Lebih teliti.

Mulai sekarang dan seterusnya, rencanaku pasti akan jadi hal paling menyebalkan yang pernah aku alami.

“Kamu marah?” suaranya muncul, terdengar senang karena berhasil memancing emosiku.

Riwayat kriminalnya lengkap, karena dia emang biang kerok kelas berat.

Pada akhirnya, malah aku yang jadi si bodoh itu. Aku kira semua kebodohannya itu bakal bikin dia gampang dikontrol. Aku kira aku bakal hadapi cewek rapuh, insecure, dan gampang diatur.

Eh, yang aku dapat?

Rowena, dengan semua kepercayaan dirinya, ketololannya, hobi melanggar aturan, dan bibit psikopatnya yang sedang tumbuh.

Berengsek.

Oke.

Tarik napas.

Aku harus tenang.

“Perlu aku panggil pengacara?” tanyaku datar.

“Wah, kamu benaran enggak suka aku datang ke sini, ya?” katanya santai, mengabaikan ancamanku begitu saja.

Aku pijat pangkal hidung.

Rowena melirik ke sekitar, matanya tertuju ke arah ujung koridor. Aku langsung sadar dia sedang memperhatikan seseorang, dan tubuhku langsung menempel ke dia. Aku benci ini. Tanganku mencengkeram lengannya, menahan dia agar enggak bergerak satu langkah pun.

“Siapa yang kamu sembunyiin di sana, Dok?” seru suara ceria itu.

“Torvald,” desisku. Rowena masih nekat berjinjit untuk mengintip, membuatku makin panas kepala.

Suara sepatu Torvald makin dekat.

Bagaimana dia bisa muncul di sini?

Pasien enggak boleh lewat koridor ini. Tapi ya, ini Torvald. Dia melakukan apa pun yang dia mau, setan kecil itu.

“Aku enggak sembunyiin siapa-siapa. Cepat Pergi!" pintaku ke Torvald.

“Bukan siapa-siapa?” desis Rowena, memperhatikanku seperti aku baru saja menginjak martabatnya.

Serius?

Dia tersinggung karena aku bilang dia bukan siapa-siapa buat Vampir Psikopat sepertiku?

“Diam,” bisikku. “Please.” Aku berusaha membuat suaraku terdengar enggak meledak. Wajah Rowena langsung datar. Ya, dia menyebalkan. Tapi dia juga cewek kecil yang pikirannya masih suka bengkok.

“Dr. Darcel?” tanya Torvald mulai geli. “Apa kamu nge-sex sama salah satu pasienmu? Boleh aku nonton?”

“Betul sekali,” jawabku datar. “Dan ya, boleh.”

“Sempurnaaaa!” jerit Torvald. “Orang-orang jarang ngizinin aku nonton. Padahal aku sering minta, tapi mereka selalu kabur. Enggak asik. Menurut dokter … Apa ini karena kulit aku? Atau karena wajahku?”

Torvald itu makhluk sejenis Basilisk, dan kulitnya sangat beracun.

“Aku rasa karena bau kamu,” jawabku.

“Apa?!”

“Bau badan kamu!"

Dia cekikikan.

“Itu lucu banget. Omong kosong lah. Aku tuh gak bisa bau. Pernah coba enggak mandi sebulan. Bahkan tidur di sebelah mayat. Eh—tunggu, stop. Anyway, boleh enggak aku kasih rekomendasi posisi kalau kalian mau fun? Ada beberapa gerakan yang pingin aku lihat, close-up.”

“Torvald!”

“Aku janji enggak bakal dekat-dekat! Secara, sih aku bisa sentuh salah satu atau … kalian berdua hahaahaha.”

“Torvald.”

“Oke, oke! Bukan kalian berdua. Itu bakal aneh,” pekiknya cekikikan.

“Torvald!” Akhirnya aku bentak.

“Apa?!”

“Pergi dan jangan pernah buka mulut soal ini lagi.”

“Tapi aku udah ereksi! Nahan itu tuh enggak sehat buat kesehatan mental aku!”

“Heh, udah aku bilang, kamu boleh nonton. Tapi bukan sekarang.”

“Awas ya kalau kamu bohong!” teriaknya sambil pergi. “Oh, dan suruh Apollo diam. Lolongannya malu-maluin!”

“Dia kayaknya menarik,” komentar Rowena sambil ikut berjalan.

“Dia udah bunuh orang tuanya sendiri,” jawabku.

“Nice.” Rowena malah tersenyum tipis.

“Kayaknya kamu bakal cocok banget di sini,” gumamku pelan.

“Emang ... aku boleh ... dirawat di sini?” tanyanya sambil memperhatikanku dengan mata lebar.

1
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Dirgantara
Beuhh!
Rainn Dirgantara
Pelit kali 👀
Atelier
hi Rowenaaa
Atelier
🤭 memang mempesona
Adellia❤
karna pak dokter juga sama kayak km rowena 👻👻👻
Adellia❤: itu lho kak rowena sama pak dokter di kasih bodrex ..
total 6 replies
Dewi kunti
kok ngeri siiiiich🙈🙈🙈
Adellia❤: wlee😋😋😋
total 14 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!