"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Axton, apa hebatnya sih wanita itu dibanding denganku?" sahut Liana dengan suara rendah namun sudah menampakkan wajah kesalnya.
Di saat yang sama Aline datang meletakkan kopi di depan keduanya.
"Tidak ada, kau lebih hebat dari segala hal, tapi aku mencintainya," ucap Axton santai.
Lily yang dimaksud namun Aline yang tersentuh tapi juga merasa cemburu. "Ow, sehebat, setulus itu cintanya ... oh, aku cemburu, aku juga mau," batinnya berdiri tegak di samping Axton memegang nampan yang dibawa tadi.
Liana menghela nafas kasar, menyandarkan tubuhnya di sofa, tampak sudah tak nyaman di sana. Ia pun tak tau harus bicara apa lagi. Setelah ancaman yang tak mempan.
"Apa malam ini harus gagal lagi?" batin Liana mengepalkan tangannya, setelah beberapa kali obrolan lamaran selalu terlewatkan.
Di detik berikutnya, Roy muncul dari balik pintu dengan langkahnya yang berat.
"Malam ini kamu harus datang!" sahut Roy membuat mereka serentak menoleh menatap pria itu.
Axton memicingkan mata, menatapnya dingin. "Apalagi otak jahatmu itu rencanakan!"
"Kamu harus datang, setelah kamu menikah dengan Liana, saham yang aku punya, dan semua harta milikku akan kuserahkan penuh padamu," ucap Roy menunjukkan berkas pengalihan saham yang tinggal ditandatangani.
Axton menyinggung senyumnya dengan santai menyahut. "Kamu akan menyerahkannya, tanpa aku menikah dengannya!"
Roy tersenyum tipis, ia mencondongkan tubuhnya dengan tegas ia berucap. "Jika tidak saat ini juga semua yang aku punya akan kuberikan pada gadis kecil itu."
Axton langsung terdiam, wajahnya memerah, dan sorot matanya menajam. "Kau tidak akan melakukan itu!" sahutnya tegas.
"Kenapa tidak," sahut Roy santai.
Axton menggebrak meja, bangkit dari duduknya, dan telunjuknya mengarah tajam pada Roy. "Karena seluruh hartamu harus jadi milikku, dan anak haram itu tidak akan mendapat sepeserpun!" ucapnya dengan nada suara yang tinggi.
"Kalau begitu kamu harus menurut," ucap Roy tersenyum santai lalu menatap Liana, meyakinkan jika kali ini mereka akan membuat Axton takluk.
Axton menatap dingin pria yang tak lain ayahnya itu. Pria yang dari segi wajah sangat mirip dengannya. Meski begitu, perasaan kesal dan tak suka pada sosok ayahnya itu sangat besar.
"Kau tidak akan pernah berhasil membuatku patuh lagi. Cukup waktu kecil kau menekanku. Sekarang kau tidak akan bisa," ucap Axton membuat kening Roy berkerut.
"Aku ayahmu sudah sewajarnya kau mematuhiku!" sahut Roy penuh penekanan.
"Dan aku anakmu sudah sewajarnya mendengar keluhan dan keinginanku!" Balas Axton membalikkan ucapan Roy, yang membuat pria itu langsung terdiam kesal.
Axton kembali duduk tenang, menatap Roy dan Liana bergantian. "Jangan memberikan apapun pada anak haram itu. Atau dia akan menanggung puluhan triliun hutang saat dia dewasa nanti."
Bola mata Roy melebar, menduga apa yang dipikirkan Axton, namun ia tetap mengatakan. "Apa maksudmu Axton!"
Axton menatap Roy, dengan tajam berucap. "Akan ku hancurkan perusahaan ini mulai detik ini, hingga menanggung puluhan triliun dan kau harus menjual seluruh properti milikmu!"
Mata Roy memerah, seluruh tubuhnya bergetar penuh amarah. "Berani kamu melakukan itu? Ini perusahaan dibangun kakek buyutku dan kau berani menghancurkannya demi satu wanita rendahan itu!"
Axton mengulum senyum tipis menatap Roy yang tampak begitu takut dengan ancamannya.
"Kenapa tidak?"
Roy mendelik kesal. "Apa yang membuatmu begitu keras kepala huh!"
"Masih harus ku katakan?" sahut Axton memiringkan kepala menatap Roy dengan santai, lalu melanjutkan. "Aku tidak ingin pernikahan bisnis."
Roy mendengkus kesal. "Kakek buyutmu, kakekmu, dan aku semua menikah bisnis demi memperkuat keluarga kita. Atas dasar apa kamu tidak menginginkannya? Dan lagi ini demi anak cucumu nanti!"
Axton mengedikkan bahu dengan santai berucap. "Apa kalian bahagia?"
Ucapan yang membuat Roy seketika diam dengan mata yang menyala penuh amarah.
"Apalagi dirimu, ditinggal pergi ibuku, karena dia menyerah dan ingin bersama yang dicintainya, dan kau ... wanita yang kau cintai mati karena kau meninggalkannya," ucap Axton penuh penekanan.
"Dasar anak sialan! Aku akan membunuhmu!" Teriak Roy bersama air matanya yang menetes terluka akibat ucapan Axton.
Pria itu meraih gunting di atas meja, dan berjalan ke arah Axton.
Kepanikan terjadi. Axton segera berdiri dari tempatnya, menghindari serangan Roy.
"Aline panggil satpam, mengusir orang tua ini," ucap Axton.
"Kenapa kau menghindar anak sialan! Bukannya kau berani melawanku, huh!" sentak Roy yang menggenggam erat gunting itu.
Axton membalas. "Karena aku masih menatapmu sebagai ayahmu, meski kau seorang ayah brengsek yang ingin membalas rasa sakitmu pada kakek ke aku, anakmu sendiri!" sahutnya penuh penekanan membuat langkah Roy langsung terhenti, dengan nafas berat dan masih emosi.
Keduanya yang sedang ribut itu, ditonton Liana dengan tenang di tempatnya tanpa berpindah sedikitpun.
"Axton, kau semakin menarik. Cintamu itu akan ku usahakan ku dapatkan," batin Liana.
Sementara itu, Lily yang sudah berada di lantai lima dan melanjutkan pekerjaannya, dengan tenang, meski pikirannya sedikit berkecamuk.
"Liana dia pasti akan kembali menemuiku," batin Lily.
"Entah kali ini dia akan bagaimana, ditambah Om Roy ...," batinnya.
Lily menghela nafas panjang. "Axton halangan terlalu banyak diantara kita, kau terlalu mengejar kedudukan sampai aku harus berjuang sendiri menghadapi mereka. Bahkan aku sudah menyerah masih saja di kejar," batinnya.
lanjut thor
yg semangatttt
awalnya senyum2..
pas akhir nyesek jga
Leon ketemu pasangan ny biar mereka sama sama bahagia
😍😍😍😍😍😍
hidup di tengah rumitnya hub ortu
🙏🙏🙏💪💪💪
andaikan dia gk nglarang lun adekat axton..
pastai lily akan bawa 2 anknay saat ktmu axton..
kasihan luna..
🙏🙏🙏💪💪💪💪