NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Menikah Dengan Ketua OSIS Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Novia Maharani itu paket lengkap masalah: ratu bolos, langganan BK, dan hobi bikin rusuh di sekolah. Tapi hidupnya berbalik 180 derajat saat dijodohkan paksa dengan Reyhan Aldebaran, Ketua OSIS paling dingin, perfeksionis, dan kaku se-antara jagat.

Tinggal seatap dengan musuh bebuyutan itu neraka. Reyhan benci kekacauan, sedangkan Novia adalah kekacauan itu sendiri. Namun, di balik sikap pemberontak Novia, ada luka masa lalu yang ia sembunyikan dengan tawa. Dan di balik wajah datar Reyhan, ada rahasia yang membuatnya enggan menyentuh cinta.

Saat tembok pertahanan mereka mulai runtuh oleh perhatian kecil yang bikin baper, rahasia keluarga dan ego remaja mengancam segalanya. Bisakah si pembuat onar dan si Ketua OSIS belajar dewasa bersama, atau pernikahan ini justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baru Juga Perjanjian 04.

Alarm ponsel berbunyi nyaring, memecah keheningan kamar yang terasa asing.

Novia mengerang, kelopak matanya terasa berat akibat menangis semalaman.

Saat dia membalikkan badan, sisi kasur di sebelahnya sudah kosong dan rapi.

Aroma kopi hitam dan roti panggang samar-samar tercium dari arah dapur.

Novia bangkit dengan nyawa yang belum terkumpul penuh.

Di meja makan apartemen, Reyhan sudah duduk rapi dengan seragam SMA Pelita Bangsa yang tak bermutasi sedikit pun—tetap licin, kancing teratas tertutup, dan dasi terpasang sempurna.

Kontras sekali dengan Novia yang rambutnya mencuat ke mana-mana dengan seragam yang sengaja dikeluarkan.

"Makan. Kita berangkat sepuluh menit lagi," kata Reyhan tanpa mendongak dari tabletnya.

Suasana sarapan itu mencekam.

Tidak ada obrolan pasutri baru yang manis. Yang terdengar hanya denting garpu yang beradu dengan piring.

Kecanggungan di antara mereka begitu pekat, seolah udara di ruangan itu berubah menjadi gel. Novia sibuk mengunyah rotinya dengan amarah yang tertahan, sementara Reyhan tetap menjadi robot sialan yang efisien.

Saat mereka turun ke basement dan masuk ke dalam mobil SUV hitam milik Reyhan, atmosfernya tidak membaik.

Ini pertama kalinya Novia duduk di kursi penumpang depan, di sebelah cowok yang kemarin mengecup keningnya sebagai formalitas pernikahan.

Begitu mobil membelah jalanan ibu kota yang padat, keheningan itu mendadak terasa mencekik. Novia menatap keluar jendela, sengaja menjaga jarak sejauh mungkin hingga tubuhnya menempel pada pintu mobil.

"Lo nggak perlu sekaku itu. Gue nggak bakal gigit," celetuk Reyhan dingin, matanya fokus pada jalanan.

"Gue cuma lagi adaptasi sama bau mobil lo. Bau cowok sombong," balas Novia sinis, tidak mau kalah.

Reyhan mendengus pelan, sudut bibirnya terangkat tipis—hampir tak kentara. "Sombong atau enggak, cowok ini yang bakal mastiin rahasia lo aman hari ini. Jangan lupa poin kedua surat semalam, Novia. Di sekolah, kita asing."

Kata-kata itu seperti siraman air es yang mengembalikan Novia ke realita pahit.

Ya, mereka adalah dua kutub magnet yang dipaksa bersatu oleh takdir, namun harus saling menolak di depan publik.

Mendekati area zonasi SMA Pelita Bangsa, ketegangan makin memuncak.

Jantung Novia mulai berdegup kencang secara tidak logis. Bagaimana kalau ada teman sekelasnya yang melihat mereka keluar dari mobil yang sama? Bagaimana kalau gosip menyebar?

Tiba-tiba, Reyhan menginjak rem dengan cukupan sentakan. Mobil berhenti di pinggir jalan, tepat di depan sebuah ruko kosong.

Novia mengernyit. Dia melihat jam di pergelangan tangannya, lalu melihat ke depan. "Kenapa berhenti? Ini masih jauh dari sekolah."

"Turun," perintah Reyhan datar.

"Hah?" Novia melongo. "Gue tahu kita harus rahasia, tapi ini masih ada satu kilometer lagi dari gerbang, Reyhan! Lo mau gue jalan kaki?"

"Zona aman dari pantauan murid lain dimulai dari sini," jawab Reyhan tanpa dosa, wajahnya kembali menjelma menjadi Ketua OSIS yang tak punya hati. "Gue nggak bisa ambil risiko ada anak OSIS lain yang patroli di tikungan depan. Turun sekarang."

Rasa hangat yang sempat muncul akibat tumpangan gratis itu langsung menguap.

Novia mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dada sebelah kirinya mendadak terasa nyeri—bukan karena cinta, tapi karena fakta bahwa dia benar-benar diperlakukan seperti barang selundupan yang memalukan.

"Lo bener-bener nggak punya hati ya," desis Novia, matanya memanas. Dia menyambar tas sekolahnya dengan kasar, membuka pintu mobil, dan keluar tanpa menutupnya kembali dengan pelan.

Brak!

Pintunya sengaja dia banting.

Novia berjalan di atas trotoar dengan langkah menghentak.

Angin pagi berembus kencang, menerbangkan rambutnya yang sengaja digerai.

Logikanya berputar hebat. Dia marah pada ayah nya, marah pada takdir, dan yang paling besar, marah pada cowok yang mengendarai SUV hitam yang kini perlahan melelewatinya begitu saja tanpa menengok.

‘Gue benci lo, Reyhan. Gue benci hidup gue,’ batin Novia perih. Air mata keras kepalanya nyaris jatuh lagi, namun dia buru-buru mengusapnya dengan punggung tangan.

Karena terlalu larut dalam emosi dan pikiran yang berkecamuk, fokus Novia buyar. Dia melangkah hendak menyeberang di sebuah pertigaan jalan tanpa melihat rambu atau menengok ke kanan-kiri. Pikiran kedodorannya membuat kakinya melangkah begitu saja ke aspal.

Dari arah kanan, sebuah motor sport melaju kencang, memotong tikungan dengan ugal-ugalan.

Tinnnnn!!!

Suara klakson panjang memekakkan telinga. Motor itu kehilangan keseimbangan, bannya mencit keras di atas aspal, menuju lurus ke arah tubuh Novia yang mendadak membeku karena syok. Kematian rasanya hanya berjarak beberapa senti di depan matanya.

"NOVIA!!! AWAS!!!"

Sebuah jeritan bariton yang sangat melengking, sarat akan kepanikan yang teramat sangat, memecah kebisingan jalanan pagi itu.

Suara yang biasanya selalu tertata, tenang, dan berat, kini pecah berantakan akibat rasa takut yang luar biasa.

Itu suara Reyhan.

Mobil SUV hitamnya ternyata berhenti tak jauh di depan, dan cowok itu menyaksikan seluruh kejadian dari kaca spionnya.

Reyhan bahkan sudah membuka pintu mobilnya setengah, tubuhnya condong keluar dengan wajah yang mendadak pias, kehilangan seluruh ketenangannya.

Jeritan yang begitu keras dan penuh emosi itu seketika membuat beberapa murid SMA Pelita Bangsa yang sedang berjalan kaki di sekitar trotoar dan para pengendara lain langsung menoleh serentak.

Mereka semua memandang ke arah sumber suara, lalu beralih menatap Novia yang terduduk syok di aspal setelah motor itu berhasil membanting setir di detik terakhir.

Suasana mendadak hening, berganti dengan bisikan-bisikan bingung dari murid-murid sekitar yang mengenali siapa yang baru saja berteriak histeris seperti itu.

......................

...****************...

Tbc,

1
Shabrina Darsih
laura laura naksir Rehyan samoe segitu nya sm Novia
Gege Mas
otor berusaha untuk mulai mematik apa yang bisa di sulut...naees...🤣
Gege Mas
Dan terjadi lagi...Nov..Nov...ck..ck..ck
Gege Mas
Dan ondolomon pun muncul ditengah kegelapan...🤣
Gege Mas
lanjuut Thor..belom berasa ini....10k kata gasss luncurkan
Gege Mas
yuklaah gass kasih intrik intrik kekinian yang membakar cemburu Dan bikin senyum senyum sendiri...semangaat..luncurkan 10k kata Thor...💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!